CHANDRAGUPTA MAURYA 26

 By Made Titis Maerani

 


 

 Index Sinopsis :Dhananand menyatakan untuk menghukum petani yang tidak bersalah di depan rakyatnya. Chandragupta gagal mengubah keputusan Dhananand. Dhananand memerintahkan Chandragupta untuk hadir saat petani menerima hukumannya karena menyinggung Durdhara di depan umum. Dia menjadi kejam saat dia memerintahkan anak buahnya untuk mengubur petani hidup-hidup. Dhananand mengabaikan permohonan keluarga petani untuk menimbulkan ketakutan di antara rakyatnya jika mereka mencoba melawannya. Kemudian, Chandragupta menghadapkan Chanakya karena dia tidak menyukai keputusan Dhananand tentang petani itu.

 

Raja Dahanand memakan makanannya di atas singgasanannya "Luar biasa!".., ini makanan yang sangat lezat". Amatya Rakhsas berkata "Badharasal, kau harus memastikan setiap petani di Pataliputra harus ada disana untuk menyaksikan kematian petani itu, sehingga tiada ada lagi orang lain yang akan melawan kaisar Magadha". Badhasal menjawab "Tentu saja, penasihat".., itu akan dilakukan sepeeti yang kau instruksikan". Amatya Rakhasas berkata pada Dhananad yang sedang asik menyantap makanannya berkata "Tuan ku.., apakah kau ingin pergi ke tempat eksekusi?". Dhanana menjawab "Tidak, tapi kau harus membaritahunya bahawa aku memakan bawang dari ladangnya dan sampaikan rasa terima kasih ku padanya". Rakhasas menjawab "Baik, tuan ku". Chandragupta berkata "kau tidak bisa melakukan ini, tuan ku". Badhrasal dan Rakhas terkejut. Chandaragupta datang ke majelsa Magadha dan Mura melihat itu di antra kerumunan orang.

Chandrgupta berkata pada Dhanand "aku tahu, tuan ku.., kau marah karena seroang petani sederhana berbicara menentang adik perempuan mu, tapi petani miskin itu tidak punya pilihan.., jika kau membunuhnya hari ini lalu apa yang akan terjadi pada ibunya yang malang dan juga pada anak-anaknya?".., mereka pasti akan mati kelaparan". Dhananad menyelasaikan makannnya. Dhananad mengatakan pada Rakhsas "Penasihat (Mahamatya).., aku telah berubah pikiran".., aku akan datang kesana dan melihat petani itu mati dan bersama ku, Chandragupta juga akan berada disana". Mura tersentak kaget. Rakhsas berkata "Luar biasa!".

Badharasl menyeret petani bawang dan mereka akan melakukan eksekusi mati pada petani bawang itu.. Petani bawang terus memohon "Maafkan aku.., maafkan aku":., aku marah dan aku telah membuat kesalahan !".., Mohon maadfkan aku". Raja Dhananad datang bersama Chandragupta, petani bawang memohon padanya "Tolong selamatkan hidup ku". Dhananad berkata pada Chandragupta "Majulah".., lihat apa yang akan terjadi padanya hanya dengan menggunakan isyarat ku". Chandragupta maju dan terkejut ketika melihat tanah telah di gali sangat dalam. Petani bawang memohon pada Dhanand untuk memaafannya, ia mengakui bahwa ia bersalah dan karena kemarahannya dia membuat kesalahan. Dhanand tidak mempedulikannya dan memberikan isyarat pada Badhrasal. Badhrasal membuangnya ke lubang tanah yang telah disiapkan. Chnadragupta berkata "tidak!".., tolong hentikan!". Amatya Rakhasas menghentikannya dan mengarahkan pedang pada Chandragupta "Hanya satu langkah lagi kepala mu akan terpenggal dari tubuh mu". Petani bawang itu akan dikubrukan hidup-hidup. Prajurit menahan kedua anak dan ibu dari petani bawang dan memohon agar mereka tidak membunuhnya.

Putranya yang masih kecil berkata "Lepaskan ayah ku". Nenek tua menjerit pilu dan memohon untuk mengampuni putranya. Chandragupta tidak bisa berbuat apa-apa, Dhananad tertawa dan berkata "Nikmatilah Chandragupta!". Petani bawang terus meminta maaf. Dhananad berkata pada Chdnragupta "dan biarkan petani ini juga menikmatinya juga". Prajurit menguburkan petani bawang itu hidup-hidup. Dhanand berkata "Seorang petani memiliki kecintaan yang besar terhadap tanah.., Tanah, dengan tanah inilah dia menanam tanamannya dan sekrang dengan tanah ini juga dia akan di kuburkan,  wujudnya akan berkurang menjadi tanah.., aku telah memebrikannya kesempatan untuk bersatu dengan tanah.., bahkan kitab suci mengatakan  abhwa tubuh terbuat dari tanah dan kedebu/ ketanah kita akan kembali dan sisanya tidak akan ada hukuman tetapi hadiah untuk bersatu dengan asal mu.., saksikanlah itu, Chandragupta". Chandragupta hanya menundukkan kepalanya. Dhananad berkata "Petani ini tdak akan  mengalami kegembiraan yang luar biasa". Chandragupta hanya menundukkan kepalanya, Dhanaand memintanya untuk menyaksikannya". Chandragupta membernaikan diri untuk melihatnya, seluruh tubuh dari petani itu telah terkubur oleh tanah.

Dhananad menaruh bunga  putih dan menanamnya di atas kuburan petani bawang, Dhanand berkata "seorang petani mengolah tanah tetapi petani ini telah melampaui dan memberikan tubuhnya sendiri ketanah.., tanaman yang etrserang hama di bakar dan bijinya di buang.., tapi aku, aku tidak akan membiarkan pengorbanannya sia-sia".., dan sekarang tanaman yang akan tumbuh disini tidak akan dipenuhi oleh kejahatan pemberontakan, dimana tidak ada pemberontakan, penguasa dan kerajaan selalu aman". Semua orang bersorak soari untuk Kaisar gila Dhanand. Dhananad berkata pada Chandragupta "aku benci memikirkan pemberontakan dan orang-orang yang memberontak, Chandragupta".., dan untuk selanjutnya jangan berjalan di jalan revolusi.., kau sayang kepada ku dan aku benci untuk mengorabankan sesuatu yang aku sayangi". Dhanand menatap tajam Chandragupta dan membelai kepalanya lalu berjalan pergi. Prajurit melepaskan Nenek tua dan cucunya. Nenek tua menangis dikuburan petani bawang "Putra ku sayang!". Nenek tua dan cucunya menangis pilu. Mura keluar dari tempat persembunyiannya dan menitihkan air matanya melihat penderitaan mereka. Chandragupta melihat Mura dan hanya terdiam.

Malam hari, Achanrya Chanakya sedang menulis. Chndragupta datang menemuinya "Acharya!".., apakah kau tahu apa yang telah dilakukan Trian Dhananad itu hari ini?".., dia telah mengubur seroang petani hidup-hidup!".., petani itu hanya meminta harga yang adil untuk bawangnya!".., yang diminta hanyalah keadilan!". Achanrya Chanakaya hanya terdiam dan tetap menulis. Chandragupta berkata "aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada keluarganta.., pada ibunya yang sudah tua.., apa yang akan terjadi pada anak-anak yang masih bergantung padanya?".., sepertinya hidup  mereka tidak akan bahagia.., ibunya memina /mencari  bantuan pada ku  untuk menyelamatkan putrannya tapi aku telah gagal!".., itu sama seperti saat raja Dhananad membunuh pangeran Peeplivan tepat didepan mara ku!". Acharya Chanakya serius menulis dan membuat Chandragupta terkejut dan bertanya "Achanrya, apa masalahnya?".., mengapa kau hanya terdiam saja?".., kau berbicara tentang banyak hal.., cinta sesorang terhadap tanah air.., Bharat yang bersatu!".., sebuah pemberontakan!".., apakah kau sama sekali sama seklai marah saat mendengar kematian seorang petani ?". Achanrya Chanakya hanya terdiam, Chandragupta mematikan diyaa namun Chanakya tetap menulis walaupun dalam kegelapan.

Chandragupta heran "Acharya, kau aneh, bagaimana kau bisa menulis dalam kehampaan yang begitu gelap?". Chanakya menjawab "kegelapan hanya akan membuyarkan pandangan mu. itu tidak akan bisa membuyarkan Visi kita dan oleh karena itu aku bisa menulis  bahkan dalam kegelapan".., tapi untuk saat ini kau  kekurangan pengelihatan yang  tidak terpengaruh oleh kegelapan".., tidak perlu kahwatir aku akan membimbing mu".., berjalan lima langkah lurus kedapan  dan kau akan menemukan makanan dan selimut, ambilah dan pergilah dari sini". Chandragupta hanya terdiam.

Ibu dari perani bawang menangis memeluk cucunya yang kelaparan, neneknya meminta maaf karena tidak bisa memberikannya makanan.  Chandraguta datang kerumah mendiang petani bawang dan menemui Nenek tua serta cucunya yang masih kecil  dengan membawakan makanan untuk mereka. Chndragupta berkata " tidak akan ada yang kelaparan". Nenek tua berkata "Kau". Chandragupta meletakkan makanan dan meminta maaf pada nenek tua itu karena tidak bisa menyelamatkan hidup putanya. Nenek tua menangis memeluk Chandragupta.

Acharya Chanakya berkata "Aku telah mengirim Chandragupta  ke istana Magadha dengan tujuan tertentu dalam pikiran  dan aku dapat/ bisa meligatnya berkerja sejak hari pertama.., hanya itu saja".., dalam berberapa hari lagi diisatan itu dan Cahndragupta akan melihat bahwa dia harus bangkit  untuk menyelamatkan ibu malang seperti itu".., untuk menjadi penyelamat bagi  ibu yang tidak terhitung jumlahnya, dia harus membuktikan nilainya ketanah air!".., dia harus melindungi tanah airnya sebelum melindungi orang lain"

Dhananad menghirup aroma minuman anggur satu persatu. Amatya Rakhasas datang memberisalam padanya. Dhananad mengatakan pada Rakhasas " Disini aku menyajikan anggur terbaik dari Magadha, jadi katakan pada ku, minuman mana yang harus di sajikan untuk tamu istimewa kita?". Rakhasas mencoba minuman itu dan berkata "Luar biasa. tuan ku". Semua pelayan pergi, Dhanaand bertanya " jadi apa yang kau pikirkan?".., anggur yang baru kau cicipi, apakah itu bagus untuk disajkikan di depan Seleucus?. Amatya Rakhas bingung "Untuk Seleucus?".., tapi dia adalah tersangka di balik serangan terhadao putri Durdhara dan mata-mata ku telah mengamatinya dengan cermat". Dhananad berkata "tapi kita masih belum menemukan bukti yang kuat dan oleh karena itu aku memutuskan  akan menundang Seleucus dan dia akan disambut dengan cara yang luar biasa yang belum pernah disaksikan oleh siapapun sebelumnya". Amatya Rakhas berkata pada Dhananad "Aku tidak mengerti, tuan ku!". Dhanand berkata "kau tidak perlu taktik tentang Seleucus aman di kepalaku dan dia harus memastikan  bahwa tiadak ada yang mengetahui tentang hal ini diistana dan setiap orang sedang mepersiapkan  penyambutan yang agung". Amatya Rakhas berkata "seperti yang telah kau perintahkan, tuan ku".

Dhananad melihat semua orang Magadha berbaris membawakan sekuntum mawar putih ditangan mereka, mereka maju satu persatu. Dhanand bertanya pada Amatya Rakhsas "Penasihat, apakah taman Magadha hanya mekar dengan mawar putih?".., aku telah melihatnya sejak tadi pagi karena setiap petugas memegang mawar putih, apa arti semua ini?". Amatya Rakhsas berkata "Ini adalah simbo;/ tanda terhadap kesetiaan terhadap mu, tuan ku".., setelah melihat petani penghianat itu mati, mereka semua semakin takut pada mu dan dengan demikian mereka akan mempersembahkan mawar putih kepatung emas mu untuk menunjukkan kesetiaan mereka  kepada mu". Dahananad tersenyum puas, semua orang meletakkan mwar putih dan menaruhnya didepan patung kasiar gila Dhananad.

Dhananad berkata pada Amatya Rakhsas "Tapi penasihat ketika aku hadir disini mereka hanya menghormati patung ku?". Rakhsas mengatakan "aku mengerti, tuan ku". Satu persatu semua orang berbaris dan menaruh marwar putih di depan Dhanand, Dhanand melihat Chandragupta datang dengan sekuntum mawar putih di tangannya dan meranruhnya di depan Dhanand, Dhanand berkata pada Chandragupta "Itulah sebabnya mengapa aku menyukai mu, anak muda".., kau menyerap pelajaran yang baik". Chandragupta mencakupkan tangannya dan berjalan pergi. Sementara itu Mura ada diantra barisan para pelayan dengan memegang sekuntum mawar putih ditangannya. Dhanand melihat Mura dan berguam "berbeda dari yang lainnya yang gagal belajar bahkan setelah disikas berulang-ulang".., Mura.., kenapa kau tidak maju?".., datanglah dibawah kaki ku dan bersumpahlah untuk kestiaan kepada ku. Mura menurunkan pandangan matanya dan membuat Dhananad senang dan berkata pada Daaima "Dia yang berasal dari klamn prajurit telah menurunkan pandangan matanya". Daaima tersenyum dan menganggukan kepalanya.

Dhanand berkata "Tampaknya semua harga diri dan juga kesombongannya telah mati bersama dengan kematian putranya!". Mura berjalan ke podium dan brlututvdi hadapan Dhananand, Dhananand teryawa dan memainkan kakinya. Mura mengingat saat Fhananand dengan kejinya membunuh Veerbafhra di depan matanya, kemudian menusukkan duri mawar di kaki Dhananand.

Dhananand menahan sakit, Chandragupta dab Daaima terkejut. Dhananand menatap tajam Mura dan meminta orang lain melanjutkan. Mura berjalan lergi dan menoleh ke arah Dhananand dengan tatapan mata kebencian. Chandraguota berfikir"Dhananand tidak akan memaafkannya semudah itu.., dia pasti akan menghukumnya"



Comments