CHANDRAGUPTA MAURYA 28

 By Made Titis Maerani

 


 

Index Sinopsis :Mura berasumsi bahwa dia telah berhasil bersembunyi dari Chandragupta. Durdhara bersekongkol melawan Chandragupta dan menantangnya untuk mengendalikan kuda bernama Toofan. Tidak menyadari fakta bahwa kuda itu adalah favorit Dhananand, Chandragupta mengendalikannya dan kemudian mengendarainya. Dia mengunjungi kembali lokasi di mana Mura sendirian mendekorasi setelah membersihkan tempat itu. Chandragupta membantu Mura dalam dekorasi. Bhadrasaal terkejut menyaksikan selesainya tugas. Selain itu, orang tidak mengungkapkan bahwa Chandragupta membantu Mura. Kemudian, Dhananand menampar Chandragupta setelah Chandragupta menghadapkannya dan mengungkapkan kepadanya tentang konspirasi Durdhara. Dhananand yang marah membunuh Toofan. Kemudian, Chandragupta yang tidak sabar memberi tahu Chanakya bahwa tentang persiapan sambutan besar untuk Seleucus.

Badhrasal berkata pada Chandragupta"kau ditugaskan untuk menjaga keamanan sang putri.., pikitkan saja urusan mu sendiri.., jangan ikut campur dengan tugas ku atau yang lain". Chandragupta berkata pada Badhrasal" tidak usah marah, aku baru saja mau pergi". Mura sedikit mengintip, Chandraguoya berjalan pergi.

Badhrasal panik saat nenyadari Mura menghilang " pelayan".., kemanajah pelayan itu pergi?".., pelayan". Mura keluar dari perdembunyiannya" Aku ada disini, aku sedang membersihkan". Mura berfikir" aku bersyukur bahwa  Chandragupta tidak melihat ku".

Putri Durdhara mencoba untuk menenangkan kuda putih milik Dhananan (Toofan). Durdhara berkata"tenanglah Toofan". Shiphra memberi tahu bahwa Chandraguota tekah datang ",dia datang". Dhurdhara menciba menaiki pelana kuda namun Toofan meringkik, Chandragupta menangkap Dhurdhara dan memapahnya.

Chandragupta tersenyum menatap Durdhara" orangvyangvtidak tahu cara berenang tidak boleh melompat di arus yang deras, putru Durdhara". Chandragupta menurunkan Durdhara.

Chandragupta berkata pada Durdhara",jika kau tidak tahu cara menunggangi kuda, lalu apa yang akannkau lakukan?".., jika kau terluka, aku akannkehilangan nyawa ku (hidup ku) karena aku penjaga mu". Durdhara berkata 0ada Chandragupta " berhenti berkotbah..,  cobalah untuk mengendarainkuda ini lalu kemudiannakubakan mengakuinya". Chandragupta terkejut melihat Toofan, Durdhara bertanya" apa  masalahnya?".., aku tahu kau tidak bisa melakukannya, sepertinya aku harus meminta kaisar  agar jau hanya ditugaskan sebagai pelawak pengadilan?" .., katakan pada ku?". Semua pelayan wanita mentertawakannya. Chandragupta berkata pada Durdhara"aku akan menunggani kuda ini dan aku akan menjinakkannya".. Durdhara tertawa.

Durdhara berkata pada Chandragupta" seseorang tidak perlu cermin untuk memakai gelang,  kenapa kau tidak membiktikannya saja?". Chandragupta mencoba untuk naik ke plana kuda, namun Toofan mengamuk, Chandragupta terjatuh, putri Durdhara, Shipra dan semua pekayan wanita mentertawakannya, Chandragupta mencoba kembali untuk menenangksnnya Toofan mendangnya, Toofan menhsmuk dan terus menuerangnya dengan kaki depannya. Chandrsgupta mencoba memegangi kaki depan Toofan,  mengingat pesan Acharya Chanakya bahwa kesabaran dan ketekunan adalah dua kunci utama yang dapat mengurangi krisis. Chandragupta mengengempaskan kaki Toofan dan menaiki pelana, Toofan menjadi tenang, Dhurdara dan semua pelayannya terkejut. Chandragupta berkata"  sejarangbaku duduk diaras binatang besar(agung) ini.., aku akan menyelesaikan tugas ku yang mendesak". Chandragupta berkata"selamat tinggal.., nanti aku akan kembali menemui mu".

Chandragupta pergi dengan mengendarai kuda kesayangan Dhananand. Shipra berkata pada Durdhara "Chandra telah menang lagi, kau kalah lagi". Durdhara menyeringai menjawab" Tidak, Shipra.., akhir dari hidupnya sudah dekat, dia tidak tahu maksud dari tindakan ini.., dia mengendarai kuda kesayangan kaisar, tidak seorang pun selain kaisar yang pernah duduk diatas kuda dan apa yang akan kaidar lakukan padanya begitu dia tahu yang sebenarnya!". Durdhara dan Shipra menyeringai.

Mura terkejut saat melihat Chandragupta"kau". Mura bertanya"apa yang kau lakukan disini?". Chandragupta bertanya" kenapa begitu (mengapa demikian)?".., apa yang kau pikirkan?".., bahwa kau bisa bersembunyi di balik gelang?". Mura berkata " kau cukup berani?"..,ini baik". Mura mengalihkan perhatiannya sendiri dengan melanjutkan pekerjaannya. Chandragupta berkata" dan kau sama-sana bodoh, jika kau tidak menusuk kaki Dhananand saat itu mungkin kau tidak akan bersembunyi disini". Mura berkata"aku tidak suka dinasehati atau menginginkannua untuk mendengarkannya.., kau harus kembali ketempat asal mu". Chandragupta berkata",ada,sesuatu yang sama antara kau dan aku, kau bersih keras dan berani seperti aku". Chandragupta akan membanty mura"sekarang minggir aku dan biarkan aku melakukannya". Mura menolaknya" tidak!".., aku harus melakukannya sendiri, jika Dhananand mengetahui hal ini, dia akan".. Chandragupta beryanya"siapa yang akan memberitahunya?".., tidak ada penjaga disini?". Mura menjawab" lihatkah orang-orang disekeliling,mereka adalah mata-matanya, siaoapun dari mereka akan mengusir kita". Chandragupta melihat sekelilingnya berkata" Aku Chandragupta, akan membantu wanita itu di sini.., aku tidak akan melakukannya untuk menetnan dewa atau sebagai pemberontak, ini hanya kemanusiaan dan aku mengindahkan/ peduli padanya, karena aku percaya  ini adalah kekejaman dan siksaan.., dan bahkan jika ada diantara kalian ingin memberitahu kalian, dilahkan maju dan berdoa.., beritahu dia bahwa aku telah melanggar atutannya". Semua orang terdiam.Chandragupta pergi dengan mengendarai kuda kesayangan Dhananand. Shipra berkata pada Durdhara "Chandra telah menang lagi, kau kalah lagi". Durdhara menyeringai menjawab" Tidak, Shipra.., akhir dari hidupnya sudah dekat, dia tidak tahu maksud dari tindakan ini.., dia mengendarai kuda kesayangan kaisar, tidak seorang pun selain kaisar yang pernah duduk diatas kuda dan apa yang akan kaidar lakukan padanya begitu dia tahu yang sebenarnya!". Durdhara dan Shipra menyeringai.

Mura terkejut saat melihat Chandragupta"kau". Mura bertanya"apa yang kau lakukan disini?". Chandragupta bertanya" kenapa begitu (mengapa demikian)?".., apa yang kau pikirkan?".., bahwa kau bisa bersembunyi di balik gelang?". Mura berkata " kau cukup berani?"..,itu  baik". Mura mengalihkan perhatiannya sendiri dengan melanjutkan pekerjaannya. Chandragupta berkata" dan kau sama-sana bodoh, jika kau tidak menusuk kaki Dhananand saat itu mungkin kau tidak akan bersembunyi disini". Mura berkata"aku tidak suka dinasehati atau menginginkannya untuk mendengarkannya.., kau harus kembali ketempat asal mu". Chandragupta berkata" ada sesuatu yang sama antara kau dan aku, kau keras keoala (bersih keras) dan berani seperti aku". Chandragupta akan membantu mura"sekarang minggir aku dan biarkan aku melakukannya". Mura menolaknya" tidak!".., aku harus melakukannya sendiri, jika Dhananand mengetahui hal ini, dia akan".. Chandragupta bertanya"siapa yang akan memberitahunya?".., tidak ada penjaga disini?". Mura menjawab" lihatkah orang-orang disekeliling,mereka adalah mata-matanya, siaoapun dari mereka akan mengusir kita". Chandragupta melihat sekelilingnya berkata" Aku Chandragupta, akan membantu wanita itu di sini.., aku tidak akan melakukannya untuk menetnan dewa atau sebagai pemberontak, ini hanya kemanusiaan dan aku mengindahkan/ peduli padanya, karena aku percaya  ini adalah kekejaman dan siksaan.., dan bahkan jika ada diantara kalian ingin memberitahu kalian, dilahkan maju dan berdoa.., beritahu dia bahwa aku telah melanggar atutannya". Semua orang terdiam. Chandragupta menaikkan semua vas me atas meja, Chandragupta dan Mura tersenyum.

Mura dan Chandtagupta mendekorasi jalan  bersama, Mura berkata" ini semua sudah di lakukan, ayo duduk disini". Chsndraguota berkata pada Mura"setelah kita selesai disini.., kenapa aku harus beristitahat?". Mura marah berkata pada Chandragupta" kau baru saja mengatakan aku keras kepala(bersih keras) dan jika kau tidak mau mendengarkan ku dan duduk disana, aku tidak akan membiarkan mu pergi". Chandragupta tersenyum "Baiklah, ayo kita pergi". 

Mura dan Chandragupta duduk. Mura berkata pada Chandragupta " kau pasti lapar, silahkan makan sesuatu". Muta menyuapi Chandra dan tersenyum saat melihat Chandra sangat menikmatinya. Mura berkata pada Chandragupta" maafkan aku, aku hanya punya roti ini untuk mu". Chandragupta meminta Mura untuk tenang, biarkan aku menikmatinya.., ini sangat lezat". Mura sedih dan menitihkan air mata, Chandragupta berkata"  kau pasti sudah menyiapkan makanan ini dengan memikirkan putra mu.., pasti sangat menyakitkan dan menyiksa bagi mu". Mura menjawab "ya, aku terluka sangat  dalam.., begitulah, sesaat merasa kesakitan dan sekarang seterah aku bertemu seorang anak seperti mu  semua rasa sakit ku hilang". Chandragupta tersenyum dan mengusap airmatanya.

Chandragupta berjata pada Mura" katakan sesuatu, untuk sambutannagung siapa persiapan ini di lakukan?". Mura mengingat ucaoan Acharya Chanakya untuk tetap menyumpan rahasia bawa bahwa dia ibu kandungnya adar Chandragupta tetap hidup.Mura berbisik pada Chandrahupta" Musuh Dhananand akan datang, seseorang yang sangat istimewa, musuh dari negeri yang jauh".

Chandragupta berkata"Kaisar Dhananand sungguh pria yang aneh, dia mengubur hidup-hidup rakyatnya sendiri dan dia menyambut musuhnya dengan sedemikian rupa?". Muta dan Chandragupta terkejut saat pengumuman dibuat bahwa Komandan Bradhrasal telah tiba. Muta meembereskan makanannya dan Chandragupta bersembunyi. Badhrasal melihat keseluruh dekorasi yang telah di buat Mura dan Chandragupta. 

Badhrasal berkata" persiapan yang sangat rumit dalam waktu sesingkat ini?".., tidak mungkin hanya ada satu orang pelayan wanita". Badhrasal bertanya pada Rakyar Magadha"  siapa yang sudah membantu wanita ini?". Semua orang menundukkan keoala dan terdiam, Bhadrasal bertanya" siapakah orang yang telah menentang perintah kerajaan?". Chandragupta bersembunyi dan kerakutan, ia berfikir",sekarang tidak akan ada lagi penyelamat.., bahkan jika ada sesrorang yang akan berbicara, aku akan berada dalam bahaya besar". Badhasal mengulangi pertanyaannya"siaoakah orang yang berani mekawan perintah kerajaan?". Seorang pria berkata pada Badhrasal" Lihatlah pada kami, komandan". Mura terkejut, Pria itu berkata" siapa diantara kami yang ingin kehilangan nyawanya?".., tidak ada dara seorang pun diantara kami yang membantunya". Pria lainnya menimpali" ya, kami semua monontonya". Seorang wanita menimpali"ya, semuanya telah di lakukan olehnya". Semua warga berkata" ya tuan ku, dia yang telsh melakukan segalanya". Mura tersenyum melirik Chandragupta yang sedang bersembunyi, mereka tersenyum.

Chandragupta keluar dari tempat persembunyiannya dan datang ke toofan" Mari kita pergi, teman ku".., sang putri akan menunggu dengan sabar.., mari kita pergi".Chandragupta kembali ke istana dengan menunggangi Toofan, Chandraguopa berkata pada Toofan" teman ku.., aku tidak tahu kenapa tapi aku sangat menyukai mu, aku ingin membuat mu retap bersama dengan ku, kita berdia akan menjadi teman yang sangat dekat, Chandragupta mencup Toofan. Chandragupta terkejut saat  Dhananand dengan sangat marah telah menunggunya bersama anggota keluarga kerajaan, Dirdhara tersenyum puas. Chandragupta membawa Toofan bersananya mendekati Dhananand.

Durdhara berkata pada Dhananand" kakak apakah kau meluhatnya?".., inilah yang ku katakan.., dia duduk diatas Tofan, dan membawanya pergi, bahkan dia tidak meminta izin pada siapapun". Chandraguta berkata pada Dhabanad maafkan aku, yang mulia".., aku tidak tahunkalau kuda itu milik mu". Durdhara memprovokasi Dhananan"Dua berbohong!".., dia tahu segalanya".., dia hanya ingin membuktkan bahwa dia bisa menungganginkuda milik raja". Chandragupta berkata pada Dhananand"sebuah tamparan tidak bisa mengubah segalanya, yang mulia". 

Dhananand menamparnya Chandragupta terjatuh. Chandragupta menatap Durdhara yang tersenyum puas. Chandragupta berkata mengulangi kata-katanya" satu tamparan tidak akan mengubah segalanya, yang mulia".., putri terjatuh dari kudanya saat mencoba naik ke atas kuda.., ketika aku mencoba untuk menghentikannya dia menantang ku untuk menunggangu kuda ini dan mengendalikannya". Chandragupta kembali mendapat tamparan Dhananand, Dhabanand menarik baju Chandragupta. 

Chandragupta berkata pada Dhananand"tanyakan dia sekali.., apakah dia menantang ku atau tidak". Dhananand melihat ke Durdhara, dengan terbata-bata Durdhara berkata" aku.., aku yang telah menantangnya tapi aku tidak memintanya pergi dengan kuda". Dhananand bertanya pada Chandraguota",apakah kau tidak takut pada ku?".., apakah kau tidak takut mati?". Dhananand marah mendorong Chsndragupta ke kuda, Chandragupta berkata" ketika aku megatakan yang sebenarnya, aku tidak takut pada siapa pun, aku tidak takut kematian ataupun kau"

Dhananand berkata pada Durdhara" seharusnya kau tidak berbohong dan menantang anak ini.., kau tidak tahu tapi seseorang akan menanggung akibat/kosekuensi dari Manipulasi mu"Dhananand menheluarkan pedang dan memenggal Toofan, darah kuda terciprat ke Chandragupta.  Durdhara terkejut. Dhananand berkata pada,Chandragupta"aku menjelaskannya kepada mu untuk kedua kalinya.., orang-orang atau tempat-tempat milik ku tidak dapat di sentuh oleh orang lain". Dhananand pergi.

Chandragupta membasuh dirinya dari percikan noda darah Toofan dan.mengingat kedekatannya dengan kuda putih itu dan saat Dhananand yang gila dan kejam memenggal kepala Toofan tepat di matanya. Acharya Chanaya hanya diam, Chandragupta bertanya" katakan pada  ku apa yang harus ku lakukan hari ini?". Chanakya menjawab "aku tidak punya pekerjaan untuk mu hari ini, istirahatlah, lenglapi tidur mu.., itu tugas mu untuk hari ini". Chandragupta bertanya" bukankah kau hanya bermain dengan ku?".. Itu karena aku tidak secardas kau, aku hanya seorang anak laki-laki berusia 16 tahun dan aku budak/pelayan mu, bukankah itu alasannya?".., jika memang kau pemain sejati, mengapa kau tidak bermain sendiri di kehidupan Dhanand?".., dia merenggit nyawa putra srorang wanita  di depan ku" (Dhananand membunuh veerbadhra).., dia mengubur seorang pria hidup-hidup petani yang meminta keadilan kepadanya ( Dhananand mengubur petani bawang).., kau yang harus melawan raja itu!".., raja yang telah memenggal kuda kesayangannya hanya dalam sekejap, hanya karena seorang budak/ pelsyan telah menyentuhnya.., sekarang jangan katajan bahwa aku tidak memberikan bantuan apapun, atau bahwa aku mata-mata mu tidak melakukan pekerjaan dengan benar".

Chandragpta tertawa berkata pada Avharya Chanakya" kau ingin menghulingkan raja Dhananand berdasarkan ingormadi atau berita!".., dengarkan sebuah perayaan besar akan terjadi di istana yangbakan di hadiri oleh tamu istimewa, tamu itu bukan teman tapi musuh.., dia musuh asing". 

Acharya Chanakya bertanya-tanya" Muduh ading, itu berarti raja Seleucus Nicator.., apa yang akan di rencanakan Dhnanand jahat itu?". Chandragupya berkata pada Acharya Chanakya" inilsh dia, mata-mata mu yelsh membetikan informasi.., bisakah kau.melakukan sesuatu tentang ini?". Acharya Chanakya hanya diam.




Comments