CHANDRAGUPTA MAURYA 29

 By Made Titis Maerani

 


 

Index Sinopsis : Mura berasumsi bahwa dia telah berhasil bersembunyi dari Chandragupta. Durdhara bersekongkol melawan Chandragupta dan menantangnya untuk mengendalikan kuda bernama Toofan. Tidak menyadari fakta bahwa kuda itu adalah favorit Dhananand, Chandragupta mengendalikannya dan kemudian mengendarainya. Dia mengunjungi kembali lokasi di mana Mura sendirian mendekorasi setelah membersihkan tempat itu. Chandragupta membantu Mura dalam dekorasi. Bhadrasaal terkejut menyaksikan selesainya tugas. Selain itu, orang tidak mengungkapkan bahwa Chandragupta membantu Mura. Kemudian, Dhananand menampar Chandragupta setelah Chandragupta menghadapkannya dan mengungkapkan kepadanya tentang konspirasi Durdhara. Dhananand yang marah membunuh Toofan. Kemudian, Chandragupta yang tidak sabar memberi tahu Chanakya bahwa tentang persiapan sambutan besar untuk Seleucus.

Chandragipta menangis mengadukan semua yang telah terjadi pada Acharya Chanakya.Chandragupta berkata pada Chanakya" mereka membuat persiapan untuk menyambut tamu istimewa di istana yang akan di hadiri oleh tamu istimewa, tapi bukan teman melainkan musuh, dia adalah musuh asing, setelah aku membocorkan informasi kepada mu.., aku akan mengambil cuti dari mu sekarang". Chandragupta pergi.

Acharya Chanakya berguam" orang asing, itu berarti Seleucus Nicator.., rencana baru apa yang telah di buat Dhananand yang jahat?".

Acharya Chanakya datang ke rumsh Shatkar. Shatkar membukakan pintu. Acharya meminta agar pintu ditutup. Chanakya berkata"Shakar..,  hal apa yang paling berharga di tempat Dhanand ketika kau menjabat sebagai mentrinya?". Shatkar menjawab" Dhananand punya banyak sekali benda berharga". Chanakya berkata" tidak Shakar, katakan sesuatu yang paling berharga.., halnyang bisa menarik semua orang.., yang sangat jelas untuk di perhatikan". Shaykar mengingat betlian di mata singa dari tahtanya, Shatkar berkata" tahta Dhananand bertahtakan berlian besar".., ada apa Acharya?" Acharya Chankya berkata" seleucus akan segera tiba disini untuk bertemu Dhanand".., dia tidak akan meninggalkan kebutuhan bisnis yang terlewat untuk menyambutnya". Shatkar berkata" ya dewa!".., seiring berjalannya waktu meinginan dekescus menyerang bangsa ini semakin kuat/ meningkat.., bwhkan Dhananand tidak berudaha untuk menghentikan karena keserakahannya, jika jeraguan tentang niat Seleucus di hilangkan, itu akan membawa malapetaka bagi kita".., jika dia mengetahui jika Seleucus tidak bertanggung jawab untuk menyerang Durdhara, dia akan mulai.mencari tahu pelaku yang sebenarnya, ini akan lebih banysk membuat mu dalam masalah.., disis lsin ikatan antara Dhananand dan Seleucus akan semakin kuat". Chanakya berkata" aku tahu itu, tapi aku tidaj khawatir dengan masalah ini, persahabatan yang akan tumbuh antara Dhananand dan Seleucus itulah yang membuat ku paling khawatir, persatuan antara mereka tidak hanya akan menjadi bencana bagi Magadha, tapi juga bagi seluruh negeri".

Shatkar bertanya" apa rencana mu, Acharya?".Acharya menjawab"aku harus mendaoatkan berluab yang akan di curi dari tahtanya, aku harus keadaan menjadi sedemikian rupa, sehingga Dhananand akan meragukan Seleucus, aku akan membuat jeretakan diantara mereka yang tidak bisa di jematani". Shatkar berkata" Acharya, tidak ada yang bisa melakukannya". Chanakya menjawab" ada seseorang yang bisa melakukannya". Chandragupta merapikan dan menyiapkan alas untuk tidur, Acharya Chanakya datang berkata "Tidak ada istirahat fisik yang dapat membantu menenangkan pikiran yang tidak stabil". Chndragupta mengatakan pada Chanakya "kau adalah sumber dari semua masalah ku, sekarang aku tenang.., biarkan aku beristirahat untuk saat ini". Chandragupta membaringkan tubuhnya, Acharya Chanakya berkata "Buktikan pada ku". Chandragupta bertanya "Bukti apa yang kau butuhkan?". Acharya Chanakya telah menyiapkan beberapa kendi/ bejana dengan bara api panas di dalamnya dan hanya ada satu yang tidak berisikan bara api. Chanakya berkata pada Chandragupta "Buktikan bahwa kau memiliki pikiran yang tenang.., apa yang bisa kau lihat dari keenam pot/ bejana tanah liat ini?".., lima diantaranya memiliki bara api di dalamnya, tapi hanya ada satu yang tidak memilikinya". Chanakya membuktikannya. Chandragupta bertanya "Terus?".

Acharya bertanya "Biasakah kau mengingat yang mana yang tidak memilikinya?". Chnadragupta bangun dan berkata pada Chanakya "Kau peria yang sangat keras kepala, aku bahkan tidak bisa menjelaskan apapun kepada mu secera logis".., ya aku akan ingat pot mana yang kosong". Chankya menjawab "Mari kita cari tahu". Acharya Chanakya mengacak keenam pot tanah liat itu dan bertanya "katakan pot mana yang kosong?". Chandragupa menunjuknya. Chankya mengatakan "Tentu saja". Chandragupta terkejut berkata "Hai.., kau punya jawaban ku!". Chanakya mengatakan "baiklah". Chanakya memberikan pot itu berkata "aku berharap kau tidak akan kesulitan untuk mengangkatnya". Chandragupta mengambilnya dan berteriak kepanasan. Chandragupta bertanya "apa yang sedang terjadi?".., mengapa kau membakar tangan ku?". Chanakya menjawab "tidak, aku tidak melakukannya, kaulah orang yang telah memilih pot, kau tidak bisa menyalahkan ku atas penilaian mu yang salah, kau juga telah memecahkan pot itu tanpa alasan, tapi ini akan baik-baik saja".., lihatlah disana".

Chandragupta melihat kearah yang ditunjukkan, Chankya mengatakan pada Cahndragupta "aku punya banyak pot". Chanakya mengambil pengganti untuk satu pot yang telah pecah. Chanakya mengatakan pada Chandragupta "Apakah kau siap?". Chandragupta menjawab "Ya". Chanakya mengatakan "perhatikan". Chankya mengakat satu poy yang kosong dan kembali mengacaknya. dan bertanya "Katakan pot yang mana yang kosong". Chandragupta kembali menunjuk salah satu pot berkata "yang ini". Chanakya berkata "apakah kau yakin?". Chandragupta berkata "Tidak!".., yang ini". Candragupta menunjuk pada pot lainnya. Chankya mengangkatnya dan memintanya untuk kembali mengambil pot itu. Chndragupta kembali menjerit dan kepanasan. Pot itu kembali pecah. Chndragupta meminta pada Chankya untuk tidak melakukannya lagi. Chankya mengatakan "Kau tidak berkosentrasi lagi, kau meminta mu untuk berkonsentrasi". Chandragupta meniup tangannya. 

Acharya Chanakya mengambil satu pot pengganti dan meminta Chandragupta untuk mencobanya kembali dan pastika pilihannya tidak salah. Chandragupta berkata" tidak!".. Tunggu..,Tunggu". Chandra menarik nafasnya dan menenangkan diri "mari kita lakukan". Chanakya menunjukkan pot yang kosong menunjukkannya, lalu mengacaknya kembali. Chandragupya memperhatikannya dengan serius, Canakya berkata"katakan pot mana yang kosong". Chandra menunjukknya kembali" yang ini". Chanakya mengambil dan memberikan pot itu pada Chandragupta dan berhasil.

Chanakya berkata"kita mengasosiasikan ingatan dengan indra kita, jika kau berkonsentrasi dan mengamati segala sesuatu yang terjadi disekitar mu dengan cermat, maka ingatan mu tidak ajan oernag mengecewakan mu". Chandragupta berkata" acharya, aku lelah mendengarkan pidato mu, bisrkan aku isrirahat sekarang!".., selamat malam. Chandragupta pergi tidur.A charya Chanakya berkata" Chandragupta, sampai aku memenuhi impian ku, aku tidak akan membiarkan mu tidur nyenyak".., ini adalah tahap pertama dari pelatihan mu.., tahap kedua akan di mulai".

Chandragupta berkata" tidak!".. Tunggu..,Tunggu". Chandra menarik nafasnya dan menenangkan diri "mari kita lakukan". Chanakya menunjukkan pot yang kosong menunjukkannya, lalu mengacaknya kembali. Chandragupya memperhatikannya dengan serius, Canakya berkata"katakan pot mana yang kosong". Chandra menunjukknya kembali" yang ini". Chanakya mengambil dan memberikan pot itu pada Chandragupta dan berhasil.

Chanakya berkata"kita mengasosiasikan ingatan dengan indra kita, jika kau berkonsentrasi dan mengamati segala sesuatu yang terjadi disekitar mu dengan cermat, maka ingatan mu tidak ajan pernah mengecewakan mu". Chandragupta berkata" acharya, aku lelah mendengarkan pidato mu, bisrkan aku isrirahat sekarang!".., selamat malam. Chandragupta pergibtidur.

Acharya Chanakya berkata" Chandragupta, sampai aku memenuhi impian ku, aku tidak akan membiarkan mu tidur nyenyak".., ini adalah tahap pertama dari pelatihan mu.., tahap kedua akan di mulai".

Mura berlutut di depan Raja Dhananand dengan membuka telaoak tangannya, Dhananand mengarahkan pedang ke telepak tangan dan mengoleskan madu. Dhananand berkata pada Mura" aku terkesan pada mu, kau telah menghiasi jalan untuk tamu ku dan kau menyiapkan semua dalam.waktu yang lebih singkat, kau bekerha dengan sangat keras sehingga tangan mu melepuh". Dhananand sengaja menyayatkan pedang di telapak tangan Mura.

Mura menangis, Dhanand berkata " mohon maafkan aku.., maafkan aku.., tangan ku tergelincir".Daamima dan Amatya Rakhsas menyeringai, Dhananand berkata pada Mura" aku akan segera memperbaikinya". Dhananand menuangkannanggur pada tepak Mura yang tersayat pedang, Mura kesakitan. Dhananand berkata pada Mura" itu memang membakar, tapi aku telah mendengar bahwa luka yang paling besar bisa disembuhkan dengan madu.., aku ingin menyembuhkan luka kecurigaan ku pada Seleucus.., aku pikir kau harus diberikan tugas untuk melayani sebagai lelayan pribadi khusus Seleucus dan melayani dia anggur!". Mura berkata" tentu saja.., kau memikiki tamu yangbakan datang ke pada mu jadi pialanya harus sangat  indah.., piala terbesar untuk menyajikan anggur terbaik, jika kau tidak memiliki piala yang bagus maka kau jarus neluhat aoa yang sudah kau rampok dari Peeplivan.., aku akan menemukan beberapa, pilihan ku selalu terbaik.., aku yakin bahwa kehormatan mubakan di tinggalkan".

Dhanand berkata"seorang wanita dari klan prajurit tidak malu untuk menyajikan anggur untuk tamu asing?". Mura menjawab" tentu saja tidak", jika aku yerus meksyani mu dan tamu asing mu yang terhormat..,  mungkin suatu jari nanti aku akan mendapatkan kesempatan untuk menyajikannanggur ke pada mu dan aku akan mencampurnya dengan racun, aku akan melihat mu sekarat, menggeliat kesakitan". Daaima teekejut dan marah menegur Mura.

Mura menatap Daaima, Daaima marah melemparkan vas bunga namun Mura menghindari serangan dan mentertawakannya. Daaima mengambil nampan, Dhananand menghentikannya. Dhananand berkata pada Mura" kau sudah selesai disini". Dhananand meminta Mura pergi, sorot mata Mura menatap tajam Daaima dan kemudian Mura berjalan pergi.

Daaima kesal membanting nampan ditangannya  dan pergi kelorong istana dan mencambuki dirinya sendiri, Dhananand datang menemui Daaima "tolong hentikan!".., apa yang kau lakukan?" . Daaima berkata" jangan hentikan aku!" .., ini yang pantas aku dapatkan". Dhansnsnd menankap pecut berkata pada Daaima" ini perintah dari dewa mu". Daaima berkata pada Dhananand" aku memang tidak melahirkan mu tapi kasih sayang ku tidak kuarang dari Badhrasal.., anak ku skubtidaj bisa melihat mu di hina oleh pelayan wanita, Mura yang busuk itu!".., Mura tidak hanya mempermalukan mu!.., tapi dia telah memperingatkan mu!". Dhananand bertanya" kau teekejud dengan kata-kata pelayan wanita?". Daaima menjawab" tidak, aku terluka karena mu!" .., mengapa kau menghentikan aku untuk menghukumnya?". Dhananand mengusap air mata Daaima " kau mencintai ku lebih dari anak  mu, tapi kau tidak mengerti aku?".., aku tidak akan pernah memaafkan siapapun.., aku hanya menunggu untuk menyerang pada waktu yang tepat dan menimbulkan rasa sakit terbesar".., aku diam karena aku menunghu saat yang tepat". Daaima berkata" aku tidak mengerti". Dhananand berkara " cibalah untuk mengerti, Daaima".., apa yang membuat Mura kembali untuk berani?".., aoa yang bisa memperkuat Mura yang sudah patah?".., aku sudah membunuh semua keluarganya!"..aku membunuh suaminya, dan aku.membunuh putranya tepat di depan matanya, aku sudah menghancurkan semua harapannya, tapi kenapa dia bisa tumbuh begitu ganas?".., siapa yang telah menghidupkan kembali harapan dalam dirinya?".., aku ingun tahu itu".., aku bisa membunuh Mura dalam sekejap, tapi aku telah menghentikan diri ku, jarena aku ingin tahu siapa yang berada dalam permainan ini.., salah satunya yang bermain untuk melawan ku dan berpihak pada Mura..., orang itu akan memainkan gerakan ketuka Seleucus tiba, karena aku yang telah memilih Mura untuk menghadiri Seleucus secara langsung sehingga sku bisa melihat ancaman dari matanya". Dhananand tertawa.

Acharya Cjanakya nengguyurkan air ke Chandraguota yang tertidur pulas, Chandraguota mengamuk melemparkan pot kecil di dekatnya" apa ini?". Chanakya menghindari seranganChanakya berkata" istirahatnya cukup, waktunya bekerja". Chandragupta beryanya dalam kemarahanya "apa itu sekarang?". Chanakya berkata"kau harus pergi ke aula pengadilan Dhananand, disana ada singgasananya yang di pahat dalam bentuk singa besar, ada betlian yang bertahtakan di tahtanya.., kau harus mencurinya".

Chandragupta tersentak, Chandragupta berkata pada Chanakya" kau menjadikan ku mata-mata mu, aku menerimanya, aku memang akan memberitahu mu bahwa kaisar Dhananand sedang bersiap untuk menyambut musuhnya, dan kemudian kau membuat ku memsinkan lermainan konyol dengan pot!".., aku memang memainkannya, tapu kau menganggu tidur ku dan kau mrndorong ku kerahang kematian.., untuk mencuri dari istana kaisar!".., dari ruangan dinggasananya?".., dari singgasabanya sendiri?".., akan lebih baik jika aku melakukan sesuatu yang lainnya, aku akan membeti tahu kaisar tentang diri mu dan sku bisa membeti tahunya dimana kau bersembunyi".

Chanakya berkata Chandragupta"aku telah memberitahu mu bahwa kau dapat memberi tahu tentang aku dengan cara yang lain/tertentu.., tempat persembunyian atau yang lainnya, tap dalam kasus seperti itu sku harus memberi tahu Dhananand tentang kebenaran mu, untuk memberiahunya siapa diri mu.., aku harus membetitahunya mengapa kau harus bekerja di istana, jadi kau bisa mencari ibu mu sesukamu dan kau tahu betul, setelah dua tahu aoa yang akan di lakukan sebelumnya?".

Chabdragupta berkata pada Chanakya"tidak ada yang jauh lebuh buruk datri apa yang ksu laukan pada ku, Acharya!".., kau tekah membuat ku sangat marah sehingga sku gagal untuk memahami apa yang lebih uket.., keingunan ku untuk bebas dari mu dan menemukan ibu ku!". Chandragupta pergi, Chanakya meminta untuk berhati-hati bagaumana jau berbicara".., aku adalah satu-satunya orang di dunia ini yang bisa menyatuksn mu dengan ibu mu". Chandraguota terkejut "Apa!".., apa kata mu?". Chanakya menjawab"aku bisa membuat mu bertemu dengan ibu mu". Chandeagupta berkata"kau berbohong, ini penghianatan". Chanakya betkata"Chabdraguota!.., kau mungkin bisa  memikirkan apspun yang ksu inginkan, tapi kau tahu betul bahwa aku tidak berbohong.., aku juga tidak menipu orang, aku bisa melakukan apa yang aku katakan.. , tapi kau harus bisa menyelesaikan tugas yang aku berikan kepada mu". Chandraguota hanya terdiam.




 


Comments