CHANDRAHUPYA MAURYA 08

 
 By Made Titis Maerani


 

 

 

 

Index sinopsis: Lubdhak yang licik memprovokasi Chandragupta ketika membebasjan dirinya dari gelang belenggu perbudakan dengan alasan ia tahu dimana ibunya berada. Ribuan remaja laki-laki ditawan dan akan di bawa kevistana Magadha. Lubdhak merasa sangat tertipu dengan sosok orang yang memintanya mencuri hadiah Kaisar Magadha dan hanya mengetahui bahwa pria itu memakai cincin kerajaan.

 

Chandragupta bersama ketiga twmannya membawa peti curiannya ke tempat Lundhak tinggal.  Indera berkata pada Chandragupta" hari ini sangat menyenangkan". Chandragupta menjawab" iya, dalam duahari dan untuk kedua kslinya aku diselamatkan dari penjara". Indera tertawa. Sthulbadhra duduk ditanah dambil memeluk peti jarahannya. Chandragupta menyindirnya, ia berkata pada Indera" kita tidak akan lagi memadukkan Sthulbadhra dalsm rencana kita dimasa depan". Sthulbadhra menatap Indera dan Chandra dengan wajah sedih, Sthulbadhra beryanya" apa salah ku?".., aku baru saja".. Sthulbadhra yerkejut saat mekihat leher Chandragupta" dimana gelang mu?". Chandragupta terkejut saat menyadarinya. Indeta berkata pada Chanderagupta" apakah kau menjatuhkannya?". Chsndragupta betkata" mungkin aku menjatuhkannya saat penjarahan". Lubdhak datang twpat didepan Chandragupta dan menghentikannya dengan.pevit di tangannya, ia berkata pada Chandrahupta" kau mau pergi kemana?".., kenala kau terlihat begitu panik?". Chandragupta hanya terdiam mencemaskan gelang milik ibunya. Lubdhak berkata pada Chandragupta "sampai aku merasa puas tugas ku akan selesai, aku akan memperlakukan mu sebagai budak ku". 

Lubdhak berkata pada Chandragupta untuk segera membuka peti. Chandragupta berkata pada Lubdhak" tugas ku hanya untuk mencuri peti ini". Lundak berkata pada Chadragupta agar tidak membantah perintanya "  seharusnya kau memberikannya pada ku, pergi dan buka peti itu". Chadraguptahanya terdiam. Lubdak berkata" pergilah".  Chandragupta mengambil kampak dan berusaha memutuskan gembok dan rantai yang menjadi segel peti, Chandraguota mengingat pembicaraanya degan  Subadhra bawa gelang itu sebagai tada pengingat ibunya, ia berteriak marah dan memutuskan rantai beserta gembok. Lubdhak tersenyum puas, mereka terkejut saat membuka peti saatendapatkan kepala payung emas milik Fhanand di dalam peti. Lubdhak berkata dengan panik bahwa itu kepaka oayung emas raja Magadha, Lubdhak ia menjadi ketakutan. 

Sementata itu, prajurit Magaha mendatangi rumah-tumah penduduk dan menangkal seua remaja yang telah berusaha untuk disembunyikan orang tua mereka  dijarung dan yang tersembunyi di kandang ayam tanpa belas kasihan dan sangat kejam, meskipun orang tua mereka meminta belas kasihan dan yakin bahwa putra mereka tidak bersalah. Dan para remaja kwtakutan Pengumuman dibuat oleh prajurit Magadha untuk membawa semua remaja dan mengikat mereja berbaris dwngan mengikat kedua tangan mereka dengan menumpu bambu.

Para orang tua beryanya-tanya krsalahan yang telah diperbuat putra mereka sehingga hatus di tawan. Acharya Chanakya, Shekar dan Bairav melihat kekejaman itu dari kejauhan. Chanakya berkata" begitu bocah itu mengetahui Vishnugupta ini maja ia akan melarikan diri datu Magadha, sebelum Dhananad menangkapnya aku harus menemukannya".

Chandragupta hanya terdiam meski telah melihat kepala patung emas itu,  lubdhak yang panik  bertanya pada Chandragupta" ala yang kau gunakan  di peti untuk menggantinya?". Chadraguptahanya tersenyum menatap teman-temannya, Lubdhak berkata dengan emosinya" jawab aku, Chandra".., apa yang kau madukkan medalemnya?". Chandrahuota hanya tersenyum menatap teman-temannya.

Dhaanad yang murka mencukur rambut seorang pria, ia mengingat kelala keledai dipatug emasnya dan semua ejekan Mura padaya di depan semua otang dan tau istimewanya , lalu ia membunuh dengan keji pria itu dan pergi.

Mura berdiri di depan baju besi dan senjata mendiang suaminya Chabdravardan, ia mengingat pertemuannya dengan Chandrahupta  untuk pertama kaalinya saat pantulan gelang milik Chadra menyiaukan matanya dan kemudian gelang itu terjatuh, dan saat Chandragupta melawan beberapa prajurit untuk mendapatkan kereta target curiannya . Mura menangis, ia berfikir" suami ku, hati ini aku merasakan kehadiran  putra kita, Chandragupta selama vestival.

Muraberfikr" keyalinan seorang ibu mengatakan bahwa dia putra ku, Chandra kau dimana?". Mura menangis.

Lubdhak bertanya pada Chandragupta"  apa yag sudah kau lakukan, dengan izin siapa kau melakukannya?". Chandraguoya menjawab" bukankah kau gang telah meminta ku untuk menjarahnya?". Lundhak meyakinkan dirinya"aku?".., aku bertanya pada mu".., alakah aku ini gila untuk mengunfang murka kaisar?".., berarti orang yang telah membuat kesepakatan dengan ku telah menghianati aku". Chandragupya bertanya pada Lubdhak" memangnya dengan siapa kau membuat kesepakatan?". Lubdhak menjawab dengan keraguan" aku tidak tahu, wajahnya tertutup.., aku hanya melihat cincin dengan lambang kerajaan ditangannya.., bagaimana aku bisa tahu bahwa orang itu nembuat ku untuk mrlakukan sesuatu pada kaisar?".., tidak!".., aku pasti akan medapatkan masalah". Lubdhak meminta pada Chadra dan teman-temannya mengambil eti dan mencairkan kepala patung itu. Chandragupta berkata"  tunggu, tidak akan ada yang akan pergi dari sini". Chandragupta bertanya pasa Lubdhak" apakahbkau tidak melihat orang yang membuat kesepakatan dengan mu?".., kau juga tidak tahu kenapa dia membuat kesepakatan ini?".., bukankah kau akan membebadkan ku setelah penjarahan ini?". Lubdhak berkata pada Chandragupta" persetan dengan keseoakatan dan janji yang ku buat, jika kaisar mengwtahui pencurian kita, baik kau mauoun kesepakatan apapun tidak akan pernah ada, semua orang tidaknhanya akan mendapatkan kebebasan dari perbudakan tapi juga,dari hidup mereka.., kepala semua orang akan dipenggal sebagai pengganti kepala patung ini". 

Chandragupta men berkata pada Lubdhak" aku paling tidak khawatir dengan diri mu, tapi aku pasti tidak akan terbelenggu, jika kau tidak mebebaskan ku, maka diri ku sendiri yang akan melakukannya". Chandragupta merampas senjata Lubdhak dan mengarahkan senjatanya kepada Lubdhak" jangan bergerak maju, jika tidak sebelum aku memutuskan rantai dari belenggu ini aku akan memenggal mu berkeping-keping". Chandragupta mendorong Lubdhak dan menjauh untuk memoting gelang belenggu di kakinya dan membelahnya menjadi dua bagian, ia melemparkan senjata Lubdhak dan mengucapkan selamat tinggal. Saat Chandragupta akan pergi, Lubdak.marah berkata pada Chandragupta" kau telah mekanggar aturan, Chandragupta, seorang kaisar tidak akan bisa pergi, seorang budak tidak boleh pergi tanpa izin dari tuannya.., aku akan meminta kaisar  untuk menghukum mu".

Chandragupta menyeringai, ia berkata pada Lubdhak " silahkan, dan baqa saja peti itu bersama denan mu, raja harus tahu bahwa orang yang meminta keadilan orang yang tidak menghormayinya". Ketiga teman Chandragupta setuju akan hal itu.

Lubdhak berkata pasa Chandragupta" jika kau pergi kau tidak akan pernah menemukan dimana ibu mu"". Chandragupta berhenti, ia berbalik menatap tajam Lubdhak. Chandragupta bertanya "apa yang batu saja kau katakan?". Lubdhak menjawab" aku tahu dimana ibu mu" aku tahubdimana ibu mu".., bukankah kau sangat ingin mencarinya?". Chandragupta marah pada Lubdhak dan mencengkram lehernya, Chandragupta bertanya",kenapa kau tidak memberi tahunkubpada saat itu?". Lubdhak menjawab" itu karena  truf  yang di sembunyikan sampai hari ini". Lubdhak menghempaskan tangan dan mendorong Chandragupta, ia berkata pada Chandragupta" jika kau ingin tahu dimana ibu mu, kau harus nekakukan apa yang ku perintahkan, ambil keoaka oatung ini dan pergilah bebas dari sini, jika kau melakukan pekerjasn ini ini, aku akan nemberitahu dimana ibu mu, jika taja mengetahui keterlibatan ku.., kau tidak akan pernah tahu di mana ibu mu". Chandraguota hanya terdiam.

Di istana Magadha, Mura memberikan pemujasn untuk baju besi dan senjata mendiang suaminya, Chsndravardan, ia tersenyak saat  jarinya teriris pedang, Mura menangis berkata" Chandragupta?". Mura pun tersentak saat melihat rajabDhananand gila  berdiri di belakangnya dengan wajah penuh amarah. Mura berkata pada Dhanand" dengan kemarahan seperti itu, sepertinya raka Dhanand masi memikirkan patung besarnya itu". Mura menteryawakannya. Dhananan mengambil pedang mendiang duaminya dan mengarahkannya ke leher mura dari belakang. Dhananand berkata pada Mura "seharusnya aku memberikan mu kematian yang sama, seperti kematian yang ku berikan pada suami mu".., bersama nu kenangan suamu mu juga akan berakhir, penderitasn mu juga akan berakhir. Mura berkata pada Dhanand" bersana dengan kematian itu impian mu juga akan berakhir, kau tidak akan bisa membunuh ku maka kau tidak akan menaruh ku disini sebagai pelayan, kau juga tidak akan menjaga prisai milik mendiang suami ku".., aku lambang oerang terbesar dalam hidup mu, aku perempuan yang kau perjuangkan untuk menghancurkan martabat ksatria yang bermanfaat yang selalu ingin kau lihat sedih, akulah pemandangan yang ketika sujud memberikan mu kebahagiaan, kau merasa bangga melihat kondisi ku, Dhananand tidak akan pernah mengakhiri kebahagiaan dan kebanggaanya". Dhanand hanya terdiam, Mura menyngkirkan pedang itu, Mura berkata"begitu pun Mura saat jebahagiaan itu akan mendatangkan hinaan di depan semua orang", kau sangat bangga  melihat kondisi ku ini.., Dhananad tidak akan pernah mengakiri kebahagiaan dan kebangaannya". Mura menyingkirkan pedang, is berkata pada Dhanand" begitu pun Mura saat kebahagiian itu akan mendatangkan hinasn untuknya didepan semua orang".  Dhanand nyengir danmentertawakan Mura, ia berkata pada Mura"bagus mura.., sangat bagus". Dhanand menjambak rambut mura berkata" kau benar saat mengatakan aku tidak bisa nembunuh mu, tapi aku akan membunuh martabat ksatria yangvada pada diri mu.., amu akan membunuh rasa sakit yang tercermin di wajah mu bahkan setelah semuanya sekesai, besok pagi kau akan melihat adegan seperti itu, Dhanand akan membunuh Kstariani di dalam diri mu, besok pagi seluruh Magadha akan melihat  bagsi.mana,seseorang yang tudak menghadapi raja Magadha akan nelintasi batasa dab mendekat pada kematiannya". Dhanand marah membuang pedang dan pergi, Mura mengambil pedang itu dan menggantungnya kembali, Mura melihat luka di jarinya. Mura berfikir" berkat ku selalu bersama mu Chandragupta".

Ribuan pemuda yang tidak bersalah telah di tawan dan diikat oleh pasukan Magadha, para orang tua dipisahkan dari anak-anak mereks, prajurit meminta agar membawa semua pemuda ke istana. Inderajit dan Sthulbadhra masih mengikuti dengan menaruh sayur-sayuran di kereta mereka. Seorang wsnita meminta bekas kasihan. Chandraguota dan Dhumkethu mengawasu dari balik pintu kereta dan nenyaksikan kekacauan. Seorang pemuda mencoba untuk melarikan diri karena dirinya tidak beraalah namun prajurit jembaki menangkapnya. Seorang ibu lainnya bertanya-tanya dalam kepanikannya" ya dewa!".., siaoa yang telah mencuri kepala patung raja, anaj-anak kami yang harus membayar kejahatan orang lain". Chandraguota mekuhat kesekelilingnya berkata"  ya dewa!".., behity kejamnya hanya untuk menemukan kepala emas", semua tangan pemuda  diikat pada nambu. Dhumkethu berkata pasa Chandragiota' kidah krkejaman raja Magadha sangat terkenal". Chandragupta hanya terdiam melihat sekelilingnya. Kereta indera dan Dhumkethu dihentikan prajurit, prajurit beryanya",mau kemana?". Sthulbadhra menjawab aku akan mengambil jatah untuk tentara kami yang di temoatkan di perbatasan". Prajurit memeriksa kereta mereka dengan teliti. Chadragupta dan Dhumkethu menutup pintu kereta barang   dan bersembunyi. Inderajit dannsthupbafhta sangat tegang. Chandragupta  hanya terdiam.

 



Comments