CHADNRAGUPTA MAURYA 54 By Made Titis Maerani


Index Sinopsis : Dhananand menerima hadiah Durdhara, tetapi berfokus pada wahyu bahwa seseorang mencoba merampok hartanya. Dia memeriksa keamanan harta karunnya yang tersembunyi di dasar sungai Gangga. Dia kemudian memperingatkan Amatya Rakshas untuk tidak menyembunyikan apa pun darinya dan terutama jika itu menyangkut hartanya. Chanakya memberikan pelajaran berenang kepada Chandragupta. Segera, Chandragupta gagal menguasai renang. Kemudian, Chandragupta mengetahui bahwa Daimaa memaksa Mura untuk berjalan di atas bara api sebagai hukuman. Chandragupta yang emosional menjadi pesimis, tetapi Mura mengembalikan kepercayaannya pada dirinya sendiri.

Malam hari, Dhananand yang curiga bahwa seseorang ingin mencuri harta karunnya berfikir". Dhanand berfikir" apakah ada seseorang yang mrncuti harta rahasia ku, siapa yang sudah betani melihat harya ku?"..., aku harus segera menemukan pelakunya secepat mungkin". Durdhara kesal berkata pada Dhananad " Kakak, apakah kau menyuakai hadiah ku?".., katakan pada ku, jika kau tidak menyukainya aku akan membiarkan pelayan itu untuk memeliharanya (menyimpannya)". Dhananad bertanya -tanya" Pelayan?".., Apakah yang kau maksud mengacu pada pengawal itu?".., Durdhara, bangsawan seperti kita tidak tertarik pada pelayan". Durdhara menghelaknya bertanya pada Dhanand " Bagaimana kau bisa memikirkan itu?".., aku hanya ingin pelayan itu selalu setia  pada mu, dia harus selalu menjawab panggilan mu setiap saat, sepanjang hari". Mendengar hal itu dari Durdhara, Dhananad nyengir, ia berkata pada Durdhara " Aku senang kau mengetahui bahwa kau sangat peduli pada ku, tapi dia akan selalu muncul di hadapan ku..,  tidak peduli apapin situasinya, pelayan tidak perlu menggunakan kuda, oleh karena itu aku akan memeliharanya (menyimpannya) bersama dengan ku".

Durdhara tersenyum gembira dan memeluk Dhanand dengan sangat erat berkata "Aku senang mengetahui bahwa kau menghargai hadiah ku". Durdhara melepaskan pelukan itu dan pergi meninggalkan Dhananad dengan kuda hitam. Dhananad yang sangat mencemaskan harta rahasinya berguam dalam kemarahannya "Aku juga percaya sama seperti mu.., Amatya pastu telah menyaksikan kejadian pencuri itu, pencuri yang akan mengincar harta ku, tapi kenapa dia masih memilij unyuk merahasiakan kenyataan (fakta) itu dari ku?". Dhananad berbisik berkata pada kuda hitam "Siapakah pencuinya?"..., Aku harus menemukannya secepat mungkin".

Keesokan paginya, Acharya Chanakya dan Bairav membawa Chandragupta dan ketiga temannya berdiri di tepian sungai. Acharya Chanakya menyiapkan tali panjang, Cahndragupta datang dan bertanya padanya "Apakah aku yang akan mengambil semua harta rahasia Dhanand dari kedalam sungai gangga?". Chandragupta tertawa menatap Chanakya berkata "Acharya, kau sangat aneh, terkadang kau membuat ku takjub dengan kecerdasan mu, dan terkadang kenaaifan mu  membuat aku tertawa.., Acharya, aku hanyalah manusia, aku bukanlah ikan yang bisa menyelam jauh kedalam air sungai". Chanakya mengatakan pada Cahdnragupta "untuk mencuri harta rahasia  Dhanand, kau tidak perlu menjadi ikan. tapi mewarisi bsberapa dari cirinya.., jangan lupa faktanya, bahwa aku bisa melakukan apa yang dhanand mampu untuk melakukannya".., Jangan lupa bahwa fakta bahwa kau  bisa melakukan apa yang Dhananand mampu lakukan". Acharya,Chanakya memberikan tali pada Chandtaguota, ia berkata"ikatlah disekitar pergelangan kaki mu, ikuti intruksi ku". Sthulbadhra beryanya pada Chanakya" Acharya, apakah kau akan memperlakukannya sebagai umpan untuk ikan?". Chandragupta menjawab" kau akan segera mengetahuinya". Chandragupta terus melangkahkan ketepian sungai menyusul Acharya Chanakya. 

Sthulbadhra berkata pada Indera dan Dhumkethu" apakah kau tidak merasa sama seperti ku, bahwa Acharya yelah kehilangan akal sehatnya?". Chanakya berkata" jika ksu ingin dampai di dasar sungai, kau tidak memerlukan paru-paru yang kuat, yang di butuhkan adalah tekad yang kuat dan kendali atas indra mu, kau harus mengontrol detak hantung dan nafas mu.., kau harus belajar mengaturnya berdasarkan situasi".., Chandragupta, jika tubuh mu gagal untuk mendukung mu, ingatlah siapa musuh mu, dia adalah Dhanand.., selalu ingatlah dia".., kau harus tahu seberapa mematikannya dia, pengetahuan tentang kekuatan musuh mu akan secara konsisten mendorong mu menuju pada kesempurnasn dan keunggulan". Chandragupta hanya terdiam menatap Acharya Chanakya dengan sangat kesal.C handragupta melangkah lebih dekat ke sungai, Chandragupta melinpat ke air sungai.

Disisi lain, Raja Dhananand datang ke lokasu tempat harya karunnrahasianya, ia hanya nyengir. Dhananand melirik Amatya Rakhsas kemudian melompat kesungai dengan membawa bendera hitam. Amatya Rakhsas duperahu yang lain bersama dengan tim penyelam Magadha dengan membawa bendera hitam. Dhananad melompat dan menyelam di bawah sungai air gangga untuk memindahkan semua harta karunnya yang telah di incar oleh pencuri, sementara itu Chandragupta menyelam di kedalaman sungai dengan kaki terikat tali, Chandragupta mengingat kata-kata Chanakya "Lau harus harus sampai pada titik yang tidak bisa di capai siapapun selain Dhanand, sambil mengendalikan nafas kau harus sampai pada dasar sungai.., hanya dengan begitu  kau bisa mencuri harta rahasia Dhananad". Dhananad sampai pada dasar sungai dan menancapkan bendera hitam yang dibawanya, Chandragupta kesulitan untuk bisa bernafas di dalam air., ia naik ke permukaan air. Ketiga temannya memintanya untuk segera naik ke permukaan tanah "Ayolah segera kemari",  namun Acharya Chanakya menarik kakinya dari dasar sungai dan kembali menenggelamkannya.

Dhananad sampai pada tempat dimana harta karun rahasiannya di sembunyikan, ia begitu sangat senang. Chandragupta mengambil naik keatas permukaan air dan mengambil nafas, namun Chanakya kembali menenggelamkannya dan menahan tubuhnya di permukaan air. Sthulbadhra meminta pada Indera "Indera, segera pergi, selamatakan Chandra!". Indera akan ke sungai namun Bairav menahanyya berkata "Tidak!".., tunggu!". Indera berkata pada Bairav "Biarkan aku pergi".., mungkin Chandra telah mati!".., biarkan aku menyelamatkannya!". Indera memberontak "Chandra". Bairav berkata pada Indera "aku hanya mengikuti perintah Acharya, tidak ada yang akan pergi untuk menyelamatkannya". Ketiga teman Chandragupta mencemaskannya. Diadalm air, Chanakya semakin membawa Chandragupta kedalam air, gelembung udara naik kepermukaan air dan Chandra tidak sadarkan diri didalam air.  Chanakya membawa Chandragupta ke atas permukaan air, Dhananad sangat senang melihat harta karun mliknya, diatas permukaan air seorang penyelam magadha mengatakan pada Amatya Rakhasas "Sudah sejak lama yang mulia melompat ke sungai, Amatya". Amatya Rakhsas berkata "Diam.., biarkan aku mengingatkan mu bawa dia adalah seorang raja, dia pasti akan muncul seperti biasanya!". Dhananad muncul dari dalam permukaan air sungai dan tersenyum menatap Amatya Rakhasas.Dhananad kembali ke perahunya.

Acharya Chanakya menekan perut Chandragupta agar air sungai keluar dari paru-parunya. Chanakya mencoba untuk memanggilnya "Chadragupta!". Sthulbadhra, Indera dan Dhumkethu mencemaskannya.  Air sedikit demi sedikit keluar dari mulut Chandragupta yang pingsan, Chanakya menamparnya, seluruh air keluar dari mulut Chandragupta, ia pun tersadar. Chandragupta terbatuk dan melihat kesekelilingnya. Chandragupta sangat marah dengan Acharya Chanakya "Kau, kau mencoba untuk membunuh ku!". Chandragupta mengatakan pada ketiga temannya "apakah kalian semua melihat cara dia mencoba untuk membunuh ku!" . Acharya Chanakya mengatakan pada Chandragupta "aku hanya ingin meningkatkan kemampuan (Toleransi) mu, Chanragupta".., jika kau ingin meraih harta rahasia Dhananad  maka inilah satu-satunya jalan keluar". Chandragupta mengatakan "aku tidak tahu mengapa, tapi bimbingan mu kejalan yang diinginkan akan membawa ku pada kematian!".., terkadang aku meragukan jalan yang kau tunjukkan kepada ku, aku tidak ingin mengikuti jalan mu!". Chandragupta marah dan berjalan pergi. Sthulbadhra mengatakan pada Acharya Chanakya " Acharya, kali ini kau melewati batasan mu". Chanakya mengakui kesalahannya berkata "Ya, aku memang melewati batasan ku dan aku menyesalinya.., karena Cahndragupta ingin mencuri harta rahasia Dhanand, maka dia harus menjadi penyelam dan perenang yang lebih fleksibel dari pada Dhananad, hanya dengan begitu Chandragupta dapat sampai pada tujuannya". 

Dhanand mengatakan "Penyelam Magadha yang telah menyelam kedalam air telah menguburnya  kedalam sungai gangga, kalian berdua mengaku sebagai penyelam terbaik Magadha, lalu pergilah dan ambil apa yang aku inginkan, jika kau bisa menyelesaikan tantangan ini maka bersamaan dengan hadiah khusus, kalian berdua akan mendapatkan hadiah pilihan ku".., pergilah!". Kedua penyelam Magadha melompat dari perahu ke air sungai gangga, mereka menyelam ke permukaan air sungai". Amatya Rakhsas mengatakan pada Dhananad "Maafkan aku yang mulia, tapi untuk apa semua ini?".., ketika kau sangat tahu bahwa harta mu aman, lalu apa gunannya mengirim kereka kesana?". Dhananad mengatakan pada Amatya Rakhsas "Apakah kau ingin mengajari ku apa yang harus aku lakukan di kerajaan ku sendiri?".., Amatya, inilah alasan mengapa kau tidak mau memberitahu aku bahwa sesorang sedang mengorek harta rahasia ku, bahwa sesorang ingin tahu tentang hal itu?".., apakah kau berfikir dengan merahasiakan kenyataan (fakta) ini dari ku, aku tidak akan pernah mengetahuinya?". Amatya Rakhasas hanya tertunduk, Dhananad melemparkan berlati dan  ujung belati itu menyerempet kepala Amatya sebelum tercebur ke sungai. Amatya melihat darah di tangannya. Dhanand mengatakan pada Amatya Rakhsas "Aku ingin tahu apakah harta rahasia ku aman atau tidak dan itu mungkin dengan kemenangan para penyelam atau kekalahan mereka!". Di kedalaman air para penyelam Magadha mendapatkan masalah, satu dari mereka memegangi tenggorokan.

Amatya Rakhsas mengatakan pada Dhanand "Maafkan aku, yang mulia".., tapi tolong jangan curigai cara ku, tujuan ku bukan untuk menyembunyikan kenyataan (fakta) dari mu, tapi membawa pencuri itu kepada mu, mohon maafkan aku karena telah melakukannya". Dhanand menjadi bertambah marah "Pengampunan.., pengampunan!".., bahkan apakah kau tahu apa artinya pengampunan?".., pengampunan berarti kesalahan, jangan melakukan kesalahan lagi".., tugas mu adalah memebritahu ku tentang perkembangan di kerajaan ku dan itu adalah tugas ku  untuk melihat apakah itu penting atau tidak, jangan berasumsi (berpendapat) bahwa aku melewatkan target ku".., hari ini, tujuan ku hanya untuk memperingatkan mu bahwa lapan pun di masa depan .., kapan pun.., jangan pernah merahasiakan apapun dari ku, apa lagi jika itu terkait dengan harta rahasia ku". Amatya Rakhsas memperhatikan kesekelilingnya dan melihat dua orang penyelam Magadha telah meninggal dunia dan mengapung dipermukaan sungai. Amatya Rakhsas berkata "Bahkan ahli selam Magadha tidak bisa sampai pada tempat rahasia mu, yang mulia".., itu berarti harta mu sepeti biasa, telah di amankan". Dhananad berkata pada Rakhsas "Dijamin, kata mu.., tidak ada yang aman, Amatya!".., ketika aku melakukan hal ini maka harus ada sesorang penyelam di dunia ini yang harus bisa sampai di kedalaman sungai gangga dengan menahan nafas, harus ada orang yang seperti aku".

Kedua telapak kaki Mura penuh dengan luka bakar, Muara berusaha untuk menahan jeritan kesakitannya saat memberikannya salep, dan ia terkejut saat melihat Chandragupta datang menemuinya. Mura berusaha untuk menyembunyikan luka pada kedua telapak kakinya "Kau". Chndragupta meletakkan kedua kaki ibunya di pangkuannya. Mura bertanya pada Chandragupta "Chandra, seharusnya kau tidak datang kesini". Cahndragupta mengatakan pada Mura "Ketika seorang anak laki-laki mendapatkan kabar bahwa ibunya telah di sikasa, maka putranya harus datang untuk menyelamatkannya, apakah itu benar, ibu?".., ketika aku mengetahui bahwa wanita kejam (Daaima) itu  menghukum mu dengan membuat mu berjalan di atas bara, lalu aku merasa bahwa dengan bara itu, aku harus membakarnya hidup-hidup!". Mura terkejut, Cahndragupta menangis dan berkata pada Mura "Dan kemudian aku berfikir untuk melihat luka ibu ku terlebih dahulu, agar aku bisa menyakitinya lebih dari pada ini". Cahndragupta mengobati kedaua kaki Mura berkata "kau telah melalui begitu banyak kesusahan dan kau masih menghadapi semua itu dan aku tidak tahan, mungkin aku tidak akan mampu untuk menjadi pangeran Peeplivan, aku hanyalah seseorang yang membuat mu malu, aku telah mengecewakan mu, keluarga ku dan bahkan untuk Acharya Chanakya yang berusaha dengan keras untuk membantu ku  dan aku selalu gagal setiap saat, aku telah mengecewakan mu".., ibu, aku tidak mampu dan berani seperti mu".

Mura mengatakan pada Chandragupta "sebelumnya kau tidak seberani ini, aku juga sebelumnya tidak seberani  ini, ada ketika aku merasa takut akan ketinggian". Chandragupta bertanya pada Mura "Apa?".., bagaimana itu bisa?". Mura menjawab "percayalah aku takut akan ketinggian".., pikiran ini dulu sangat menyusahkan ku saat itu bahwa wanita pemalu seperti ku tidak pantas untuk menjadi ratu peeplivan, aku tidak pantas untuk menjadi istri dari Cahndravardan Maurya yang pemberani dan kemudian aku mengandung mu di rahim ku, ketika kau berusia delapan bulan di dalam  rahim ku.., seroang pendeta memeritahu ku bahwa ada kuil dipuncak tertinggi peeplivan, dia mengatakan kepada ku jika aku berjalan sampai di sana tanpa alas kaki dan berdoa, itu akan sangat menguntungkan untuk bayi ku, membayangkan untuk mendaki setinggi itu membuat ku takut, tapi aku memutuskan untuk mendaki bukit itu, karena aku ingin mencari berkah untuk mu".., tapi perjalanan itu  ternyata lebih menyakitkan dan sulit dari pada yang aku bayangkan, aku menyerah ketika kuil itu semakin dekat, kaki ku berhenti dan kemudian, anak pemberani ku, kau menjadi motivasi ku .., kau memukul ku dengan kaki kecil mu di dalam dan membuat ku sampai di puncak.., aku merasakan sentuhan mu yang lembut, motivasi ku untuk mengatasi ketakutan ku dan terus maju ku bersama dengan mu".., iya Chandra.., kaulah yang membuat ku kuat selama masa sulit ini.., Chandra, karena kaulah aku menyelesaikan ziarah yang mustahil itu dan Chandra, kaulah yang telah memberikan ku kekuatan untuk menghadapi setiap kesulitan dan kau mengatakan bahwa kau lemah?".., tidak Chandra, kekuatan dan keberanian ada di dalam darah mu, itu ada didalam diri mu".., Kau hanya perlu menyadarinya, Chandra, salurkan keberanian itu kedalam visi dan sifat mu, motivasi diri mu sendiri seperti yang kau lakukan pada ku". Cahndragupta tersenyum menatap Mura.

Nasehat Acharya Chanakya (Niti Chanakya) : Ada satu kesamaan antara waktu dan pasir, saat kau mencobanya untuk menguncinya di telapak tangan mu, mereka akan lolos begitu saja. tapi, jika kau memegang pasir dengan begitu kuat maka pasir itu tidak akan terlepas. Waktu seperti pasir ini  dan ketekunan adalah motif keteguhan mu, jika kau mengejar sesuatu dengan dedikasi dan fokus, maka kesuksesan tidak akan lepas dari tangan mu. Ini adalah perinsip ku, buatlah pilihan yang benar.

Episode mendatang : Chandragupta menyelam ke dasar sungan gangga dengan membebankan batu pada pergelangan tangannya, Dhumkethu mengatakan pada Acharya Chanakya "Kita ada dalam masalah besar, guru.., lihatlah kesana". Acharya Chanakya melihat kearah yang ditunjukkan Dhumkethu dan mereka tersentak kaget saat melihat perahu Dhananad datang dengan pasukannya.   Dhananad memperhatikan gelembung udara yang keluar dari permukaan air sungai dan sangat gembira berkata "sepertinya yang bermasalah terjerat jaring,  orang yang sedang mencoba untuk memanfaatkan sungai"




Comments