CHANDRA GUPTA MAURYA 06 By Made Titis Maerani

By Made Titis Maerani






 

Index Sinopsis : Mura  berhasil menyatukan kembali seorang ibu dengan putranya yang masih kecil dari perbudakan dengan membayar batu permata sebagai gantinya. Chandragupta dan ketiga orang temannya berhasi menjarah hadiah ulang tahun raja Dhananad dan membuatnya marah.

 

Di pasar, Mura menyatukan kembali seorang ibu dengan putranya yang masih sangat kecil, ia memberikan batu permata miliknya yang sangat berharga untuk kebebasan anak itu. Ibunya menangis berkata pada Mura" kau telag membantu menyatukan ku dengan putra ku, aku akan berdia kepada dewa agar kau diberkati dengan apapun yang kau cari". Ibu dan putranya pergi, Mura tersenyum bahagia.

Sementara itu, Chandragupta berlari melewati kerumunan banyak orang dan menabrak Mura hingga terjatuh. Chandragupta berhenti, ia merasakan sesuatu yang aneh, lalu menutup wajahnya dan membantu Mura berdiri, hal yang sana juga dirasakan Mura saat Chandragupta menyentuhnya. Chandraguota meminta Mura"Maafkan aku, aku tidak melihat mu karena aku  terburu-buru". Mura bertanya-tanya" siapa dia, mengapa  rasanya aku seperti mengenalnya?". Chandraguota berhenti, ia melihat kebelakang dan sekelilingnya dan tidak menemukan wanita yang telah di tabraknya lalu melanjutkan perjalanannya.

Kereta dengan simbol yang akan menjadi sasaran penjarahan mereka telahvsampai dengan kawakan ketat para prajurit, Indera dan Dhumkethu sampai.dengan menunggangi kereta mereka masing-masing dan mereka melihat bendera hijau tergeletak tanpa penjaga. Prajurit penjaga lainnya bertanya pada temannya" kenapa prajurit penjaga itu tidak ada ditempatnya?". Indrajit dan Dhumkethu dihentikan "bethenti".

Prajurit penjaga bertanya pada rekannya"dimana prajurit itu, petgi dan temukan dia".  Prajurit yang diperintahkan telah pergi. Prajurit penjaga berkata pada Ibdra" aku akan memeriksa ketlreta ini". Indera dan Dhumkethu terlihat sangat tegang, sesaat kemudian Sthulbadhra datang menyamar sebagai prajurit. Prajurit bertanya pada Sthulbadhra" kemansxaja kau pergi?". Sthulbadhra menjawab" aku pergi untuk menjawab panghilan akan". Prajurit bertanya" pada saat ini?". Sthulbadhra" panggilan akam.bisa datang kapan saja". Prajurit berkata pada Sthulbadhra" fisik mu yang mengatajan itu semua". Sthulbadhra menatap Indera  dan berpura-pura nemeriksa kereta Indera dan Dhumkethu, Sthubadhra mengujinkan mereka untuk pergi dengan mengibarkan bendera hijau. Indera dan Dhumkethu membawa kereta mereka memasuki pintu gerbang Magadha. Sthulbadhra menarik lega nafasnya dan berguam" hampir saja, sekarang semuanya ada ditangan mu, Chandra".

Chandragupta memanjat tembok.

Dhananand meminta untuk memulai hiburannya, para penari mulai menari. Chandragupta melompat ke teras dan bersembunyi dan melihat seorang prajurit, ia berguam"apa uangbdia lakikan disin, aku dalam masalah". Prajurit melihat Chandragupta dan bertanya" hai, kau siapa?".., bagaimana dan mengaoa kau bisa datang kesini?". Chandragupta berkata" aku datang kesini untuk bersantai, ada banyak orang di bawah sana jadibaku datang kesini untuk menikmati udara segar".

Prajirit mengingat saat seorang anak laki-laki ( Chandragupta) membagikan minuman segar kepada teman-yemannya yang lain. Prajurlrit berkata pada Chandraguota" bukankah kau anak yang sama yang membagikan minuman gratis?". Chandragupta diam sesaat, ia berkata"oh wow,  aku akan mengatakan pada semua orang bahwa prajurit istana Magadha  mengenali ku".., terima kasih". Prajurit mencurigai Chandragupta berkata" aku tidak berfikir niat mu benar", prajurit itu melwan Chandragupta dan kalah. Chandragupta berguam"seseorangbharus berjuang sangat keras bahkan untuk menikmati sesuatu yang segar". Chandragupta melemparkan tali dan menyangkutkan ujung pengait  besi ke tembok pagar yang bersebrangan dengan posisinya  namun gagal, ia mencobanya sekali lagi dan berhasil, saudara laki-laki Dhanand datang mengawal kereta bersama beberapa orang prajurit. Chandragupta berguam" aku harus memastikanndia tidak melihat tali ini", Chandrragupya menarik kembali talinya. 

Achmharya Chanakya dan Bairav  datang diantara kerumunan rakyat Magaha, utusan Rakhsas yang menjadi Mauli datang untuk menangkapnya. Maura juga datang dianyara kerumunan warga Magaha dengan menutupi wajahnya denhan dupattanya. Rhamya (seorang pelayan wanita datang) menarik Mura. Dhananad melihat situasi disekekilingnya,  Dhanand  berkata pada Pandu " aku tidak bisa menghirup udara yang tercemar ini lagi, yang dehembuskan oleh semua oang malang ini.., aku harus perginke istana, bagaimanapun aku merasa masihbada pekerjaan yang tertunda". Dhanand berjalan pergi dari sana. Ranya membawa Mura pergi ke pasar berkata" lingkungan yang dangat bagus,  kenapa kau memprovokasi kemarahan yang mulia pada kesempatan ini?".., mari kita pergi ke istana, ini akan menjadi masalah besar jika ada yang melihat mu ada disini".

Sementara itu, Chandragupta berlari melewati kerumunan banyak orang dan menabrak Mura hingga terjatuh. Chandragupta berhenti, ia merasakan sesuatu yang aneh, lalu menutup wajahnya dan membantu Mura berdiri, hal yang sana juga dirasakan Mura saat Chandragupta menyentuhnya. Chandragupta meminta Mura"Maafkan aku, aku tidak melihat mu karena aku  terburu-buru". Mura bertanya-tanya" siaoa dia, mengapa  rasanya aku seperti mengenalnya?". Chandraguopta berhenti, ia melihat kebelakang dan sekelilingnya dan tidak menemukan wanita yang telah di tabraknya lalu melanjutkan perjalanannya.

Kereta dengan simbol yang akan menjadi sasaran penjarahan mereka telah sampai dengan kawakan ketat para prajurit, Indera dan Dhumkethu sampai dengan menunggangi kereta mereka masing-masing dan mereka melihat bendera hijau tergeletak tanpa penjaga. Prajurit penjaga lainnya bertanya pada temannya" kenapa prajurit penjaga itu tidak ada ditempatnya?". Indrajit dan Dhumkethu dihentikan "bethenti".

Prajurit penjaga bertanya pada rekannya"dimana prajurit itu, petgi dan temukan dia".  Prajurit yang diperintahkan telah pergi. Prajurit penjaga berkata pada Ibdra" aku akan memeriksa ketlreta ini". Indera dan Dhumkethu terlihat sangat tegang, sesaat kemudian Sthulbadhra datang menyamar sebagai prajurit. Prajurit bertanya pada Sthulbadhra" kemansxaja kau pergi?". Sthulbafhra menjawab" aku pergi untuk menjawab panghilan akan". Prajurit bertanya" pada saat ini?". Sthulbadhra" panggilan akam.bisa datang kapan saja". Prajurit berkata pada Sthulbadhra" fisik mu yang mengatajan itu semua". Sthulbadhra menatap Indera  dan berpura-pura memeriksa kereta Indera dan Dhumkethu, Sthubadhra mengujinkan mereka untuk pergi dengan mengibarkan bendera hijau. Indera dan Dhumkethu membawa kereta mereka memasuki pintu gerbang Magadha. Sthulbadhra menarik lega nafasnya dan berguam" hampir saja, sekarang semuanya ada ditangan mu, Chandra".

Chandragupta memanjat tembok.

Dhananand meminta untuk memulai hiburannya, para penari mulai menari. Chandragupta melompat ke teras dan bersembunyi dan melihat seorang prajurit, ia berguam"apa uangbdia lakikan disin, aku dalam masalah". Prajurit melihat Chandragupta dan bertanya" hai, kau siapa?".., bagaimana dan mengaoa kau bisa datang kesini?". Chandragupta berkata" aku datang kesini untuk bersantai, ada banyak orang di bawah sana jadibaku datang kesini untuk menikmati udara segar".

Prajirit mengingat saat seorang anak laki-laki ( Chandragupta) membagikan minuman segar kepada teman-yemannya yang lain. Prajurlrit berkata pada Chandraguota" bukankah kau anak yang sama yang membagikan minuman gratis?". Chandraguota diam sesaat, ia berkata"oh wow,  aju akan mengatakan pada semua orang bahwa prajurit istana Magadha  mengenali ku".., terima kasih". Prajurit mencurigai Chandragupta berkata" aku tidak berfikir niat mu benar", prajurit itu melwan Chandragupta dan kalah. Chandragupta berguam"seseorangbharus berjuang sangat jeras bahkan untuk menikmati sesuatu yang segar". Chandragupta melemparkan tali dan menyangkutkan ujung pengait  besi ke tembok pagar yang bersebrangan dengan posisinya  namun gagal, ia mencobanya sekali lagi dan berhasil, saudara laki-laki Dhanand datang mengawal kereta bersama beberapa orang prajurit. Chandragupta berguam" aku harus memastikan dia tidak melihat tali ini", Chandrragupya menarik kembali talinya. 

Achmharya Chanakya dan Bairav  datang diantara kerumunan rakyat Magaha, utusan Rakhsas yang menjadi Mauli datang untuk menangkapnya. Maura juga datang diantara kerumunan warga Magaha dengan menutupi wajahnya denhan dupattanya. Rhamya (seorang pelayan wanita datang) menarik Mura. Dhananad melihat sutuasi disekekilingnya,  Dhanand  berkata pada Pandu " aku tidak bisa menghirup udara yang tercemar ini lagi, yang diehembuskan oleh semua oang malang ini.., aku harus perginke istana, bagaimanapun aku merasa masihbada pekerjasn yang tertunda". Dhanand berjalan pergi dari sana. Ranya membawa Mura pergi ke pasar berkata" lingkungan yang dangat bagus,  kenapa kau memprovokasi kemarahan yang mulia pada kesempatan ini?".., mari kita pergi ke istana, ini akan menjadi masalah besar jika ada yang melihat mu ada disini".

Mura berkata pada Ramya"  itu akan enjadi masalah jika aku tidak melihatnya.., aku tahu dia ada disini, aku endapatkan kesemoatan setelah begitu banyak mendalata  kesulitan, aku tidak bisa kagi kehilangannya". Ramya berkata pada Mura" dengarkan aku, ikutlah dengan ku, kalau tidak aku harus nrmberitahu penjaga". Ramya mengajak Mura pergi.

Chandragupta berkata" jangan kewatkan waktu ini,ini kesempatan terakhir". Chandragupta melemparkan kembali pengait tali ketembok pagar, Dhumkethu dan indera telah sampai membawa kereta, mereka menatap Chandragupta.

Chandragupta bersiul memberi tanda pada Stulbadra yang tidak menghiraukan isyarat Chandragupta lalu memanggil Sthulbadhra" mulailah permainan mu". Sthulbadhra pergi membawa pot di tangannya di keramian orang, penjaga menegurnya" Hai!.., apa yang kau lakukan?".., apa yang ada di pot itu?". Stulbadhta menjawab"hadiah". Chandragupta tersenyum.

Sthulbadhra membuka penutup pot, tawon berterbangan dan membuat semua orang berlari terhindar dari sengatannya. Chandragupta memanfaatkannya, ia mengambil karung dan turun meluntasi seutas tali, Acharya Chanakya melihat aksinya, sementara itu gelang Chandragupta terpantul matahari menyilaukan matanya. Chandragupta melompat tepat di kereta target jarahannya namun tidak menyadari kalungn yang terikatkan gelang milik ibunya teejatuh di bubuk pink , ia berkata pada prajurit yang menjadi kusir"  hai tuan, tawon di leher mu, lompatlah". Prajurit melompat dan berlati menyelamatkan diri dari sengatan tawon dan Chandragupta melawan psra ptajurit uang berusaha untuk menghentikannya, Chandragupta telah menguasai kereta dan pergi membawa kereta target, Indera dan Dhumkethu menghindari serangan tawon, Sthulbadra bergeas pergi menyusul tean-temanya.

Mura berlari melewati kerumunan orag-prang yang panik meminta merekamenyingkir dan memberinya jalan. Indera dan Dhumkethu  menyusul kereta Chandragupta, Sthulbadhra beusaha utuk berlari, Dhumketu menyemangatinya " ayo cepat berlari berapa tawon menyengat bokongnya, ia duduk di tanah, Dhumkethu mencemaskannya. Sthulbadhra telah tertangkap dan  terkepung prajurit. Dhumkethu pergi meninggalkanya.

Murasaai pada tempat gelang itu terjatuh, namun seseorang telah mengambilnya. Mura berkata" Aku tahu, kau ada disini Chadragupta, keyakian seorang ibu mengatakan putraya ada disini". Mura menagis dan bertanya-tanya"  kau ada dimana?". Ramya datang bertanya pada Mura" sudahkah kau memutuskan untuk membuatdiri mu terbunuh?".., apakah kau juga ingin menaruh ku dakam bahaya?".., ayo pergi dari sini". Ramya membawa Mura pergi.

Utusan Rakhsas yang menyamar mejadi Mauli berasil menagkap Acharya Chanakya, prajurit Magadha mengelilinginya. Rakhsas meminta agar dua prajurit yang berdiri dideannya pergi.

Saudara laki-laiki Dhanand (...) datang berkata pada Rakhsas" ini sangat memaluan, seseorang telah berhasil menerobos keamanan yang begitu ketat dan mencuri  hadiah berharga  yang di maksudkan untuk kaisar didepan rakyatnya di acara sebesar itu dan  dan kita hanya berdiri disini menundukkan kepala.., ini penghinaan!".., penghinaan!" terhadap Magadha!". Rakhsas berkata untuk membela dirinya" itu mustahil, tidak ada yang akan berani menghina di depan Rakhsas ini, ku rasa pencuri/ penjarag dari barang-barang yang tekah di curi masih bisa di tangkap oleh kita".

Raut wajah Dhanand begitu sangat marah, ia membotaki kepala pelayan pencuri bros permata, yang telah terpenggal. Dhanand berkata pada saudara Dhanand  (..) " jangan khawatir, kekayaan Dhanand tidak akan pernah bisa berakhir darinya". Saudaranya berkata" tapi yang mulia, aku tidak tahu siapa yang tekah berani menjarah hadiah yangbdi.maksudkan untuk kaisar Magadha di perayasn hari ulang tahun kelahirannya". Dhanand berkata" dia tidak menjarahnya, itu hanya suatu tanda, ini akan menjadi kesempatan bagi ku untuk memberikan pelajaran dan apakah kau senang mengajarkan pelajaran seperti itu.., terutama untuk mereka yang telah mencuri kekayaan Magadha". Dhanand mencuci tangannya tugasnya telah selesai, ia berkata" tapi gaya rambut ini.., bukankah gaya rambutnya lebih cocok untuknya?". Mereka mentertawakannya. Dhanand betkata" sekarang aku ingin melakukan gaya rambut seperti ini untuk orang yang telah mencuri hadiah ku, bagaimana dia akan melarikan diri dari Nand, tukang cukur ini?".., pencuri itu akan mengungkap identitasnya sendiri”.

Episode Mendatang : Dhanand berkata pada Amatya Rakhasas dengan sangat marah "Sesorang yang merampok Dhananad tepat di bawah hidungnya, aku mengingkinkannya!". Chandragupat ditampilkan , Acharya Chanakya mengatakan  "Kuat seperti badai gurun, seperti singa dalam memimpin kawanannya, dia memiliki semua karakteristik  yang aku lihat di masa depan Bharat, dia akan menjadi kaisar dari Bharat yang bersatu"

 

Comments

Popular posts from this blog

CHADNRAGUPTA MAURYA 54 By Made Titis Maerani