CHANDRA GUPTA MAURYA 03 By Made Titis Maerani

By Made Titis Maeani



 

 

Index sinopsis : Teman Chandragupta menemukan diri mereka terjebak di tengah-tengah pegulat yang merebut kantong koin. Chandragupta datang untuk menyelamatkan mereka tetapi segera menemukan dirinya dalam masalah saat pegulat membuangnya dan kemudian menyeretnya ke bawah. Di tempat lain, Dhananand menghina Chanakya di ruang sidangnya dan mengungkapkan bahwa dia adalah penjahat yang sebenarnya melawan impian 'Akhand Bharat'. Perilaku menjengkelkan Dhananand memicu kemarahan Chanakya yang menyatakan untuk menurunkan tahta Dhananand dari tahta dan menempatkan raja yang layak untuk kebangkitan kerajaan Magadha yang pada akhirnya akan membantu dalam pemenuhan impian 'Akhand Bharat'..

Pelarian Chandragupta dan teman-temannya dari kejaran ayah Subadhra :

Chandragupta sangat senang telah lolos dari kejaran anak buah ayah Subadhra. Chandraguptha menyadari sesuatu dan bertanya-tanya “Kemana mereka semua pergi?”. Satu orang temannya (Dhumkethu) berlari dan bertabrakan dengan seorang pria bertubuh besar, dan kantong uang koin uang terjatuh ketanah. Pria bertubuh besar/ pegulat itu bertanya “Kenapa kau terburu-buru?”. Dhumkethu melirik ke kantong dan dua orang temannya datang dan terkejut saat menyadari hal itu.

Mereka terkejut saat melihat beberapa orang dengan tubuh besar mengelilingi. Ayah Subhdra beteriak “Pencuri, seseorang tolong tangkap mereka!”.., mereka telah melarikan diri dengan koin emas ku”. Dhumkethu yang masih terdiam di tanah mencoba untuk mengambil kantong koin namun pria bertubuh besar menahan dan menarik kakinya, Indrajit dan Sthulbadhra menyerang dan meanarik  kaki pegulat lainnya, namun meereka teklah ditahan oleh teman-temannya, akhirnya kantung uang itu bisa di dapatkan namun pria bertubuh besar merampasnya.

Ayah Subhdra mengatakan “akhirnya , kau tertangkap”. Ayah Sundadhra mengatakan pada Pria bertubuh besar “Tuan, terima kasih karena telah menyelamatkan uang ku yang telah dicuri oleh pencuri jahat itu”. Sunadhra datang, pria bertubuh besar melihatnya dan tersenyum padanya. Ayah Sunahdra mengatakan pada pria bertubuh besar “Tolong kembalikan uang ku, aku akan berpamitan pada mu”. pria bertubuh besar menghentikan ayah Subadhra dan mendorong teman Chandragupta, ia terjatuh ke tanah dan ditahan oleh anak buahnya. Teman Chandra berkata pada pria yang menahannya “Hai, lepaskan tangan mu!”.

Pria bertubuh besar bertanya pada ayah Subhdra  wanita  itu  “Saiapkah dia?”. Ayah Subahdra mengatakan “ Dia adalah putri ku”.., aku menabung setiap sen untuk dapat menikahkannya, jadi tolong sekarang kembalikan uang ku”. Pria tubuh besar itu terus memandangi Subhdra, pria itu menahan Subdhra dan mencengkarm tangannya, Subhdra meminta “ Tinggalkan aku”. Ayah Subdhra pun telah di tahan oleh anak buahnya, ia berteriak pada pria bertubuh besar “Hai, ini salah!”. Pria bertubuh besar bertanya pada ayah Subadhra “ apakah kau kahwatir tentang putri mu?”.., sekarang aku telah membebaskan mu darinya”. Pria bertubuh besar itu meminta pada anak buahnya “Bawa pergi dia!”. Stulbhdra mengatakan “Pegulat, biarkan Suvidha pergi atau yang lainya”.

Pria bertubuh besar /Pegulat  berkata “atau yang lainnya apa?”. Indrajit menimpali “atau yang lainnya, akan menjadi pegulat hanya untuk senama, kau akan membutuhkan bantuan diua orang bahkan untuk menggunakan Toliet”. Pria itu bertanya “Benarkah seperti itu?”.., dan siapakah yang akan membawa ku pada kondisi itu?”. Pria itu bertanya pada Subadhra “kenapa kau tidak mau memberitahu aku?”. Subahdra menjawab “Chandra”. Mereka semua berteriak memanggil Cahndragupta. Chandragupta datang dan berlari menyerang pegulat bertubuh besar itu dari belakang dan mengalahkannya, Chandragupta berhasil mendapatkan kantong uang itu dan tersenyum.

Pria bertubuh besar berkata “Aku tidak pernah membayangkan bahwa ukuran bulan bisa begitu kecil”. Chandragupta berkata “kau hanya memeriksa dampak senjata hanya dari ukurannya saha, teman ku”.., bulan mungkin kecil tapi bisa membuat gerhana matahari” yang jutaan kali lebih besar dari pada dirinya”

Distana Magadha,  Chanakya duduk bersila di hadapan semua orang dan Dhanand. Dhanand berkata "  aku telah mendengar dimana ada kapal , ada kebisingan dan ketika para ulama berkumpul disuatu tempat maka poerdebatan tidak akan bisa dihindari tapi aku kagum semua orang diam disini.., aku pikir orang bijak Magadha merasa tidak berdaya didepan ulama dari  Thaksasila”.., jadi, aku meminta mu, chanakya”.., untuk mencerahkan orang-orang bodoh Magadha dengan pengetahuan mu, kita semua berada di istana kerajaan jadi tolong kejelaskan deFinisi seroang raja”.

Chanakya mengatakan “Kata raja dimulai dengan ‘Raj’ yang berarti butrian tanah, itulah sebabnya yang bangkit dari tanah adalah raja, orang yang terhubung  kebumi ini adalah raja”.., sama seperti partikel tanah  yang bersatu menjadi rumah besar dengan cara yang sama orang yang dibanung oleh rakyat adalah raja, itulah mengapa tugas utama  seroang raja selalu terhubung dengan rakyatnya, karena”..Dhanand mulai malas untuk mendengarkannya berkata “Yang bijaksana dari Magadha, dimanakah arah Magadha berada di Takhsasila?”. Semua orang berkata “kearah barat”..,

Dahanand berkata “itulah mengapa aku merasa bahwa matahari telah terbit dari barat hari ini”.., Chanakya baru saja menghujani pemikiran balasannya di Magadaha  yang berada dekat di sungai gangga”. Semua Acharya Magadha dan semua orang  mentertawakannya. Dhananad mengatakan pada Chanakya “Pikiran dan pandangan mu keduanya tidaklah pantas.., majelis Magadha akan memberitahu mu kebenaran tentang seorang raja”. Dhanand berkata menujuk Vallabh dan bertanya “apa itu raja?”. Acharya Vallabh berkata di depan semua orang “seseorang raja adalah sosok dewa di dunia ini, raja memerintah negara dan juga rakyatnya adalah milik Negara.., tidak ada yang lebih unggul dari seorang raja di dunia ini”.., raja adalah orang yang paling utama dan paling  terhormat “.., seroang raja seperti air dimana Negara berkembang seperti tanaman”.., yang mulia kau adalah akar dari Magadha”.., jadiitulah tugas semua orang untuk membuat mu bahagia”. Semua orang mendukung pendapat Acara Vallabh “ bagus..benar”. Mereka semua bersorak sorai akan pendapatnya.

Dhanand bertanya pada Vallabh “apakah yang kita sebut orang akan berfikir sebaliknya?”. Vallabh menatap Cahankya berkata “dia pasti hanyalah orang yang bodoh yang telah kehilangan akal atau hanya badut yang datang untuk menghibur”. Dhanand dan semua orang mentertawakannya.

Chandragupta membuat lingkaran di tanah dan menantang para pegulat. Chandragupta berkata pada para pegulat “ Jika kalian semua bisa melewati lingkaran ini dengan mengalahkan ku maka koin ini akan menjadi milik mu, jika kalian memilki kekuatan maka majulah”. Chandragupta menyelipkan kantong uang itu diikat pinggangnya. Pegulat mulai menyerang dan mengelilingi Chandragupta. Ketiga temannya ketakutan. Chandragupat melompat melwati kaki pegulat, para pegulat semuanya terjatuh. Ketiga temannya tersenyum senang, Subadhra tersenyum namun ayahnya memelototinya.

Para pegulat bangkit, Chandragupta mengambil pasir di keduatangannya dan melemparkannya kea rah para pegulat, teman-teman Cahndragupta menyemangatinya, Chandragupta menarik ikat celana dan celana semua pegulat melorot. Teman-teman Cahndragupta tertawa.

Raja Dhananad yang gila , semua Brahman Magadha mentertawakan Acharya Chanakya. Chanakya hanya terdiam. Seorang pria berpakian kerajaan mengatakan “Lihatlah dia, bagaimana dia memberikan kita pengetahuan yang salah”. Semua orang di Sabha Magadha kembali mentertawakannya. Dhananad menghentikan tawa mereka. Dhanand mengatakan pada Chanakya “Kau pasti sudah memahami hal ini, ini adalah nilai yang kau miliki di Magahda”.., “Penghinaan.., hanya penghinaan”. Chanakya mengatakan pada Dhananad “Yang mulia, aku punya ide untuk datang kemajelis ini, mengapa itu diadakan”. Dhananad mengatakan pada Chaankaya “Brahman bodoh!”.., kau masih saja datang untuk bermain api!”. Chanakya berkata “Ketika Negara akan dibakar, maka tidak akaan ada yang peduli untuk membakar tangannya sendiri, kau bisa mengolok-olok ku dimajelis ini sebanyak yang kau inginkan, kau bisa menganiayaku sebanyak yang kau inginkan, aku siap untuk itu, karena hari ini motif / tujuan ku disini bukan untuk rasa hormat ku.., ini tentang kebanggan Negara.., apapun itu aku datang  kesini untuk mengataka ini berhubungan langsung dengan Bharat dan Magadha dan itu terhubung dengan mu yang mulia Dhananad”.

Dhanand mengatakan “aku mengerti.., apakah ada sesuatu dengan Magadha dan aku tidak mengetahuinya?”.., sungguh itu usulan yang sangat menarik, katakan pada ku, Brahmana”..,  katakan pada ku”.., sekarang permainan ini harus berakhir”. Acharya Chanakya hanya terdiam.

Chandragupta menarik seutas tali panjang dan mulai mengikat para pegulat satu persatu. Teman-teman Chandra menyemangatinya” Kalahkan mereka.., kalahkan mereka lagi”. Chandragupta mengalahkan para pegulat dan mengikat semua pegulat dengan tali. Ayah subadhra terlihat senang dan ia terdiam saat Subadhra menatapnya. Sthulbadhra berkata pada Indrajit “  ku sarankan agar Chandra emmatahkan giginya.., jika mereka tidak bisa makan maka tidak akan ada yang bertahan hidup” indra setuju namun satu pegulat akan menyerang dan mereka terkejut, Chandraguta menahannya dari belakang dan mengikatnya bersama dengan para pegulat lainnya.

Indrajit mengatakan pada Sthulbadhra “Jika satu pukulan itu mendarat pada mu, maka itu akan membuat mu kehilangan gigi mu”. sthulbadhra mengatakan pada Indrajit “ Cahndragupta ada disaina”. Chndragupta masih disibukkan mengikat para pegulat dengan tali dan duduk diatas tubuhnya dan mengeluarkan kantong uang ayah Subadhra. Chandragupata berkata pada ketiga temannya “  kenapa kau menghina pegulat yang telah diikat oleh seorang anak?”.., haruskah kita mengakhiri permainan ini disini ataukah masiha ada orang lain yang masih tersisa?”. Chandragupta mendapatkan serangan yang mendarat diwajahnya dari pemimpin pegulat dan ia terpental. Teman-temannya tersentak kaget saat melihat sosok pemimpin pegulat yang jauh lebih tinggi dan bertubuh besar. Wajah Cahndragupta dan teman-temannya tampak tegang. Prmipin gulat berkata “ Permainan ini baru saja di mulai, nak”. Chandragupta hanya terdiam.

Acharya Chanakya mengatakan pada Dhanand “Ini bukanlah permaina, yang mulia”.., melainkan ambisi dari yang mebuat permainan dari Magadha bersama seluruh Bharat, setelah kematian Alexander”.., Jendaral Seleucus adalah ancaman terbesar yang akan menyerang diatas Bharat dan bukan hanya Magahada”. Dhanand menyetingai. Chanakya berkata “ Seleucus telah membunuh raja Paurav, Puru dan telah menetapkan kekuasaannya atas kerajaan Paurav”.., tapi perut ular itu tidak akan kenyang  hanya dengan menguasi sebanyaj itu, yang mulia”.., dia juga akan segera melihat Magahada dan setelah itu secara bertahap dia akan membangun kekuasaannya di seluruh Bharat”. Dhananad Gila bertanya pada Chanakya “Kapan.., kapan kau akan mengerti bharaman naif?”.., tidak ada yang bernama Bharat yang ada hanyalah apa mimi tentang Bharat yang bersatu?”.., bagaimana ini bisa terjadi?”.., kau datang kesini sebagai pengemis didepan pintu Magadha dengan impian Bharat bersatu.., apakah kau ingat ada berapa komuniatas  dan bahasa yang ada, dialek dan raja-raja di semenenjung ini?”…, dimana ada pembagian yang tidak terhitung banyaknya berdasarkan profesi kelahiran, agama, bahasa dan tradisi.., disini kesatuan hanyalah sebuah dongeng, Brahmana!”.., hanya aka nada sebuah kisah, tanyakan pada siapapun tentang tanah airnya, kau akan menemukan begitu banyak jawaban yang tidak dapat terhitung.., ada yang akan menjawab Anga, ada yang menjawab Braga, Chola, Khasi, Mathura atau Ayodha.., pernahkah kau mendengar sesorang mendengar sesorang mengatakan bahwa Bharat adalah tanh kelahirannya?”.., tidak.., dimana setiap dua mil air adans etelah 14 mil bahasa dapat berubah”.., sebidang tanah itu tidak akan pernah bersatu”.

Chanakya mengatakan  pada Dhanand “ Yang mulia, bahkan sinar matahari memiliki tujuh warna.., tapi hanya pada saat mereka bersatu matahari akan bersinar”.., ada beberapa Kord dan not dalam musik, tapi hanya jika mereka bersama-sama membentuk ‘Ghungroo’.., bahkan setlah memiliki beberapa bagian dan organ, kita memiliki satu tubuh”. Dhanand bertanya pada Chankya “ Lalu apa gunanya cahaya  yang akan hancur menjadi tujuh setelah hujan kecil, jika satu suara mengaum, maka seluruh lagu akan menjadi sia-sia, satu Ghungroo yang sesat itu .., suara yang akan di hasilkan akan menjadi keras”.., bahkan disini kehidupan seorang pria di bagi menjadi 4 bagian”.., tugas, profesi, keinginan dan keselamatan.., dimana sesorang harus berusaha untuk menyatukan”.., persatuaan itu tidak ada gunanya”. Chanakya hanya terdiam, Dhananad bertanya “taukah kau apa itu persatuan?”.., kesatuan yang hanya berasal dri kekayaan.., hanya dibutuhkan kekayaan dan kebenaran dapat di tegakkan.., semua keinginan akan bisa di penuhi hanya dengan kekayaan.., siapapun yang butuh kekayaan  dan jika mereka mempunyai kekayaan, inilah sebabnya mengapa Magadha adalah satu, Magadha sebuah Negara karena semuanya didasrkan pada kekayaan”.., hanyalah kekayaan yang menjadi inti dari tugas, kasta dan juga kegembiraan”.., oleh karena itu, Magahda  tidak memiliki ancaman apapun , Brhmana”.., kekhawtairan mu tidak akan sia-sia”.., Magadha dulu dan sekarang akan selalu begitu”.

Chankya mengatakan pada Dhanand “Tapi Seleucus telah membunuh Raja puru”.. Dhananad memotong perkatannya bertanya “apakah kau masih belum mengerti juga, Brahman bodoh?”.., Puru telah terbunuh karena kekayaan”. Chanakya tersentak kaget, Dhanand menyeringai dan melotot, Dhanand berkata “Disini, disana dan dimana-mana hanya ada kekayaan, hanya ada aku dan Magahda!”.., apakah sekarang kau mengerti?”.., Seleucus tidak pernah membentuk kekuasaannya diatas Magadha karena Maghadha telah mengisi perutnya dengan mengorbankan Puru.. bahkan bukan hanya puru jika ada yang datang diantara aku dan juga Magadha maka dia akan disingkirkan”. Chanakya hanya terdiam.

Pemimpin pegulat berkata pada Cahndragupta “Aku sangat senang melihat mu bermain, oleh karena itu aku berfikir untuk sedikit bermain dengan mu”.., ini hanyalah tantangan yang sederhana, nak”.., cobalah untuk melewati ku maka aku akan menerima kekalahan”. Chandragupta mengatakan “aku pasti akan melewati mu, tapi hanya setelah aku berhasil mengalahkan mu”. Chandragupta mulai berlari dan menyerangnya namun pegulat menangkap dan menahan tubuhnya di belakang kemduian membantingnya ketanah. Chnadragupta kesakitan.

Dhanand mengatakan didepan semua orang dan juga Chanakya “Akulah yang telah mengakhiri Puru dan aku melakukan semua ini untuk masyarakat ku.., Ksatria puru  ingin menekan kami tukang cukur Nands dan aku ingin membuktikan bahwa dinasti Nanda adalah yang tertinggi”.

Dengan sangat kecewa, Chankya mengatakan pada Dhananda “ Sungguh sangat menyakitkanmelihat seorang kaisar dan melihat mentalitas seperti itu.., kau bangga menjadi tukang cukur.., Dhananad kau seperti itu karena kau berjuang  melawan keadaan sulit dan menjadi seorang kaisar, aku setuju para pendukung mu/ komunitas tidak menerima rasa hormat seperti yang dihadapkan.., itu salah”.., melakukan kesalahan dan tidak bisa memeprbaikinya.., perbuatan mu yang telah membuat mu menjadi seroang kaisar dan juga pendukung mu begitu erat, sehingga kau melupakan semua tugas dan tanggung jawab menjadi seorang kaisar.., seharusnya kau memberikan contoh didepan semua orang dan juga rakyat mu, seharusnya mereka mendaptkan isnprasi dari mu”.., jika mereka ingin aman maka mereka harus bekerja, tapi sebaliknya justru kau membuat semua orang merasa tidak aman”.., kau melupakan semua perbuatan itu karena kau seorang kaisar dan duduk diatas tahta itu”. Semua orang hanya terdiam. Chankya mengatakan “ saat kepribadian seorang pria menjadi lebih baik maka pikirannya juga akan berkembang, tapi aku harus mengatakan dengan sangat menyesal bahwa kepribadian mu memang tumbuh tapi pikiran mu sangat sempit”.., malulah dengan mentalitas seperti itu”. Dhananda menjadi sangat marah, ia mengenggam erat kedua tangannya. Chanakya mengatakan “Ini kesalahan ku bahwa aku datang dengan mimpi yang begitu besar kepada raja dengan pemikiran yang begitu sempit”. Dhanand mengatakan pada Chanakya “apakah kau sangat bangga dengan mentalitas mu sehingga kau dapat mengutuk ku!”. dhananda yang marah berjalan turun dari tahtanya, menghamorinya dan berdiri di depan Chankaya, ia memegang rambut Cahankya yang panjang dengan rambut tersimpul dan bertanya pada Chanakya “  apakah kau tidak cukup bangga dengan pengetahuan mu, orang bijak?”.., pada gembok / simpul ini yang melambangkan kebijaksanaan mu, bukankah simpul ini yang telahj membuat mu dihormati dalam pertemuan?”.., hari ini kau akan menyadri tempat yang sebenarnya kau berada  dan juga simpul rambut mu/ kunci mu”. Dhananda dengan kasarnya menarik rambut Chankya dihadapan banyak orang dan mmepermalukannya.

Sementara itu diring gulat, pegulat menarik kaki Chandragupta yang telah terluka. Dhananda menarik rambut chanakya hingga ia jatuh tersungkur dan menahannya pada posisinya, Dhanananda berkata “Banyak sekali orang yang egois menganggu ku digerbang Magadha hanya untuk mendapatkan sesuatu”. Dhananda kembali mendorong Chanakya dengan memegangi rambutnya dan berkata pada Chanakaya “mereka terjatuh di kaki ku hanya untuk medapatkan koin, bukankah kau mengaku sangat bijaksana.., apakah kau sama sekali tidak tahu bahwa sesorang harus membungkuk untuk mendapatkan sedekah?”. Dhananda mendorong Chanakya di dekat pintu keluar Magadha memintanya untuk bangun dan beridri.

Dhananda berkata pada Chankya “aku mengatur pertemuan ini hanya untuk menyelesaikan impian mu tentang india bersatu sehingga semua orang disini  menyaksikannya bersama mu bahwa aku, Dhananda adalah sungai yang bergejolak sementara kau hanyalah butiran debu/ sebutir tanah.., siapapun yang be4sikap sopan pada ku akan berada ditepian sungau, tapi jika datang dijalan maka akan terj=hanyut”. Dhananda mendorong Chanakya hingga terjatuh dan semua orang terkejut, sementara itu pegulat kembali membanting Chandragupta yang tekah terluka parah dan mengambil kalung dengan paksa, gelang milik ibu Chandragupta terikat disana. Pemimpin pegulat berkata pada Chandragupta “ Apa gunanya kalung ini setelah kematian mu?”. Chandragupta melihatnya.

Chankya masih tertelungkup di lantai istana Magadha, Dhananda mengatakan pada Chanakya “ sekarang apapun yang kau pikirkan tentang Bharat bersatu itu datang kepada mu maka ingatlah dengan penghinaan ku.., aku penghalang terbesar mu, ini Magadha bukan orang Asing”. Dhananad dengan arogannya berbalik pergi dan kembali ke tahtanya. Chanakya bangkit dan menghentikan Dhanand “Berhenti,  saat egos  sesorang sampai pada titik ekstrim .., sejak saat itu hari kejatuhannya akan dimulai, ingatlah itu Dhanand, partikel tanah yang melindungi sungai menjadi tepian  jika itu terjadi maka ia juga dapat mengentikan alirannya menjadi batu, ingatlah itu dalam ingatan mu, hari ini kau harus ingat saat aku menjadi orang miskin dari pada seorang raja”. Chanakya berjalan mengambil air dan menuangkannya di telapak tangannya, berkata “ Sekarang menatalitas menjadi dasar dari kemajuan”. Chanakya berkata “ mentalitas yang akan menjadi dasar kemajuaan sekarang akan bertindak menjadi senjata untuk menghancurkan mu”. Chanakya berkata dengan memegangi simpul reambut / gembok “ Gembok yang telah kau hina hari ini, aku Acharya Vishnugupta Chanakya bersumpah dengan simpul rambut yang sama bahwa aku akan memusnahkan dinasti Nanada mu, aku akan mencabut mu dari tahta itu dan menempatkan seorang penguasa yang lebih layak diatasnya”. Chandragupta diperlihatkan.

Chanakya berkata “sampai aku memenuhi sumpah ku ini” Chanakya membuang air itu dan membuka simpul rambutnya berkata “aku tidak akan pernah mengunci/ mengikat kunci ku”. layar terpecah menjadi tiga antara Dhananad, Chandragupta dan Acharya Chanakya.

Episode Mendatang : Pasukan Magadha mengejar Acharya Chanaya dan Bairav dihutan, Chanakya bersumbunyi di balik pepohonan. Bairav berkata pada Chanakya "Mentri itu haus akan darah mu, Chanakya".., bagaimana kau akan memberikan kerajaan ini penerus yang dibutuhkan?". Chankya berkata "Mungkin Magadha akan disikasa oleh Dhananad, suatu harus sesorang akan datang  untuk menerangkan semuanya" . Chandargupta di perlihatan sedang berlari

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Comments

Popular posts from this blog

CHADNRAGUPTA MAURYA 54 By Made Titis Maerani