CHANDRA GUPTA MAURYA 01 By Made Titis Maerani
|
Index Sinopsis : Chanakya menuju kerajaan Magadha setelah kematian Puru dan Lachi pada 323 SM. Bhairav mencurigai niat Dhananand dan memperingatkan Chanakya. Dia memberi tahu Bhairav bahwa dia tidak memiliki pilihan lain. Amatya Rakshas memperingatkan Chanakya bahwa dia tidak boleh memasuki ruang pengadilan Dhananand. Dia menghargai perhatian Amatya Rakshas tetapi menyatakan bahwa demi tanah airnya, dia akan bertemu Dhananand. Kemudian, Dhananand membuat Chanakya duduk di tengah ruang sidangnya. Di tempat lain, Chandragupta menipu seorang pengusaha dengan bantuan teman-temannya dan mendapatkan beberapa Suara Narator berkata “Pada 322 M, India”. “Pertempuran Jhelum berakhir dan bergitu pula dengan dua pejuang besar dunia Puru dan Alexander”.., tetapi orang-orang tidak berusaha untuk menakhlukkan bangsa, india masih akan mengalami penyusup asing, Panglima Alexander Seleukus kembali dengan niat yang sama dengan yang dimiliki oleh Alexander, tapi sekatang hanya ada satui harapan untuk menyelamatkan India”.., Magadha uang diperintah oleh Dhananad , dari Klan Nand”“Dhanand memulai harinya sedikit berbeda”. Beberapa orang pelayan memberihormat dan membaringan tubuhnya ketika Dhananad lewat diatas punggung para pelayan, ia duduk di kursinya. Pelayan telah menyiapkan beberapa alat cukur, seorang pria duduk untuk memotong rambutnya, Dhananand membasahi rambutnya yang panjang. Dhanand berkata “Kau pasti bertanya-tanya mengapa aku memulai hari ku dengan cara seperti ini, agar aku tidak melupakan akar dan juga sejarah ku”. Dhanand mengambil pisau cukur berkata “ selalu ingat”. Dhananad mengasah pisau itu, Dhananad berkata “Bahawa aku tukang cukur”. Dhananad bertanya “apakah aku benar?”. Pria itu menjawab “Ya, raja ku”. dhanand mengatakan “Tidak.., tidak” aku melakukan ini setiap hari sehingga aku diingatkan bahwa orang-orong sujud didepan tukang cukur, bahwa tidak ada seorang pun di atas kita”.., apakah aku benar?”. Pria menjawab “Ya, Raja ku”. Dhananad mulai memangkas rambutnya, ia nyenir, perlahan rambutnya membotak. Amatya Rakhsas datang menemui Dhananad. Amatya Rakhsas mengatakan pada Dhananad “Aku punya berita besar”. Dhananad meliriknya, Amatya Rakhsas mengatakan “Puru telah mati/ tewas, babnya telah berakhir”. Dhananad memegang ujung rambut si Pria dan mencengra rambutnya, Dhananad terdiam cukup lama. Dhanand berkata “Taukah kau mengapa rambut tumbuh kembali?”.., karena akarnya ada di dalam kulit”. Dhananad mengejutkan Pria dan berkata “Ketika kau mencabut rambut seseorang maka rambutnya tidak akan pernah tumbuh kembali”. Dhananad tersenyum puas, ia mengiris kulit kepala si pria. Pria itu berteriak kesakitan dan memegangi kepalanya. Dhananad memegang rambut dan kulit kepalanya berkata “Manusia itu seperti rambut dan pikirannya seperti kulit”. Dhananad membuangnya. Pelayan wanita membawakannya air, Dhanand mencuci tangannya. Dhananad bertanya pada Amatya Rakhsas “apakah hanya puru saja yang telah meninggal, bukan mimpinya tentang india bersatu dan Brahmana yang menipu itu datang ke Mangadha dengan mimpi itu juga”. Beberapa perahu sedang meilntas menyebrangi sungai. Acharya Visnhugupta Canakhya ditampilkan membawa misinya untuk india bersatu. Dhananda mengatakan pada Amtaya Rakhsas “Kau tidak dizinkan masuk ke istana Magadha dengan mimpi itu, akan menjadi sia-sia mimpi itu jika akan diteruskan pada orang lain”. semua rakyat Magadha berkumpul di istana, Dhananad melambaikan tangannya, ia bertanya pada Amatya Rakhsas “Apakah yang kau pata Brahmana katakan?”.., ya, kita suci akan membuat pikiran mu tetap hidup, sekarang kau akan melihat bagaimana aku akan mengakhiri mimpi ini dengan tuliasn suci”. Chanakya datang menuju ke istana Magahda bersama seorang muridnya (Bairav). Beberapa orang berbaris. Seorang pria bertanya pada prajuirt Magadha “Bearapa banyak uang yang harus aku berikan kepada mu ?”.., aku sudah tidak punya rumah atau tanah yang tersisa”.., aku sudah tidak punya apa-apa lagi, orang kaya dikenakan bunga 20%”.., sementara kami dikenakan pajak 30%.., mari kita masuk kedalam”.., anak-anak ku lapar”. Prajurit Magaadha mengatakan dengan sangat kasar pada pria itu “Sampai kau kurang membawa biji-bijian kau dilarang masuk”. Prajurit itu mendorongnya, pria itu terjatuh dan tergeletak di tanah. Chanakya dan muridnya melihat dari kejauhan. Bairav berkata “Raja telah memungut begitu banyak bunga!”. Chanakya menjawab “Untuk dapat menumbuhkan pasukannya”. Chanakya dan Bairav terus berjalan memasuki Magadha, diam semua penduduknya terlihat miskin dan bekerja keras. Murid Chanakya berkata” Tapi orang-orang kaya dikenakan pajak / bunga yang lebih rendah dibandingkan orang-orang miskin. Chanakya mengatakan pada Bairav “Pemberontak Misikin bukan orang kaya, itulah sebabanya Dhananad membebani mereka dengan kepentingan yang sedemikian rupa, sehingga mereka akan berubah menjadi pemberontak. Chanakya dan Bairav sampai digerbang Magadha, merwka melihat pendritaan semua orang penduduk Magadha yang telah berteriak kelaparan dan meraka meminta agar di berikan makanan. Beberapa orang utusan kerajaan membagikan makanan dengan melemparkannya. Bairav bertanya-tanya kembali “Penduduknya terllau kaya atau benar-benat miskin”. Chanakya mengatakan pada Bairav “ kerajaan adalah cerminan pikrian seorang raja, karena tujuan seroang raja telah runtuh, bagaimana kerajaan akan tumbuh?”. Mereka melanjutkan perjalanan, Bairav berkata pada Chanakya “Maafkan aku, Acharya.., jika kau percaya bahwa raja Dhananad bukanlah raja yang baik, lalu kenapa kau ingin bertemu dengannya?”. Chanakya menjawab “Untuk masa depan India”.., Panglima Alexander Seleukus pasti akan menyerang setelah kematian Alexander dan jika dia tidak berhenti tepat waktu, dia akan menakhklukan semua wilayah di India dan hanyalah Dhananad, Raja Magadha yang akan cukup mampu untuk menghentikan Seleukus”. Bairav berkata “ terlepas dari penghianatannya di masa lalu?”. Chanakya tersentak saat melihat dua orang pria saling berebnut makanan dan yang lainnya bertriak untuk di berikan makanan bahwa mereka kelaparan. Chanakya mengatakan “aku tidak punya pilihan”. Chanakya terdiam dan berkata pada Bairav “Keamanan india tergantung pada kesatuannya, untuk menlindungi bangsa ini dan melihatnya bersatu bahkan aku juga akan menyerahkan kehormatan ku atau bahkan hidup ku, aku akan melakukannya, kita harus mencoba dan mencari bantuan ke Magadha dengan harapan meraka akan melindungi india”.., “Jika Magadha tidak menyadarinya maka India akan menjadi tidak ada.., Dhananand harus bisa memahaminya”. Chanakya kembali melanjutkan perjalanannya, Bairav berakata pada Chanakya “ tapi mengapa raja yang sombong itu harus mendengarkann mu?”. chanakya mengatakan “kesombongan tidak akan bertahan, baik itu dari seroang raja seperti Dhananad atau itu matahari yang memberikan energi kesuluruh dunia”.., karena ketika matahari dipenuhi dengan arogansi kekuatannya dan mecoba untuk membakar segalanya.., bulan ataupun Chandra/ bulam akan menghentikannya dengan gerhana”. Sosok Chandragupta diperlihatkan dengan menutupi wajahnya, ia bergelantungan terbalik diatas pohon dengan tali terikat di kedua kakinya, perlahan ia turun dan memukul kepala seorang kepala seorang pria yang saat itu berjalan membawa beberapa keping uang koin bira itu terkejut dan bertanya-tanya “Siapakah itu?”. Teman-teman Chandragupta bersembunyi dan mengendalikan tali pengikat dan bersembunyi di balik pohon besar. Chandragupta telah duduk santai di atas pohon, pria itu bertanya-tanya memegangi kepalanya “Siapa yang memukul ku?”.., siapa yang ada disini?”. Chandragupta menahan tawanya. Pria itu bertanya-tanya dalam ketakutannya “Oh tidak, bagaimana jika itu adalah hantu?”. Chandragupta berkata “Bukan hantu, aku adalah dewa!”.., aku disini untuk merubah masa depan mu”. pria itu gelagapan dan bertanya “Dewa?”.., jika kau adalah dewa lalu mengapa kau tidak maju?”. Chandragupta berkata “Betullah?”.., Apakah sekarang kau perlu bukti bahwa sekarang aku ada?”. Pria menjawab “Iya dewa”. Chandragupta menjawab “Inilah dia.., lemparkan satu koin ke udara”. Pria itu terkejut “Hanya satu koin?”. Chandragupta berkata “Ya, hanya satu koin”. Pria menjawab “Baiklah dewa, seperti yang kau perintahkan”. Pria itu mengambil satu koin emas dan melemparkannya ke udara, Chandragupta menangkapnya, pria itu melihat kesekelilingnya, ia terkejut dan bertanya-tanya ketika koin emas itu telah raib “Kemana perginya?”.., kemana perginya koin ku?”. Chandragupta berkata “Koin itu berama dengan ku”. pria itu mencoba untuk melihat keatas, Chandragupta berkata “Hai, jangan melihat ke atas atau kau akan dikutuk”. Pria itu terkejut, Chandragupta berkata “Kau bodoh!”.., kau telah ditakdirkan untuk mempunyai banyak kekayaan, kereta, koin emas”. Pria itu berkata “Jai katakanlah pada ku, dewa”.., katakan dimanakah aku bisa menemukannya”. Chandragupta berkata pada Pria “Kau menginginkan kekayaan tanpa imbalan apapun, orang kikir!”. Pria itu terkejut, Chandragupta berkata “kau harus membawakan 10 koin”. Pria itu tersekut dan bertanya “ sepuluh koin?”. Pria bertanya “Dewa, apa yang akan kau lakukan dengan koin itu?”. Chandragupta menjawab “Jika kau menginginkan masa depan yang baik, berikan aku sepuluh koin”. Pria itu memeriksa kantong uangnya, ia mengambilnya satu koin dan berkata “Dewa, aku meminta mu untuk menerima delapan koin”. Chandragupta berkata “beraninya kau tawar-mnenawar dengan ku!”.., disini aku merubah masa depan mu”. pria berkata “Maafkan aku dewa, mohon maafkan aku, sepertinya aku telah membuat mu kesal”. Cahndragupta dan teman-temannya tertawa. Pria mengatakan “Ini disini, ini semua milik mu”.., sekarang berritahu aku dimanakah kekayaan itu?”. Chandragupta memintanya untuk menutup matanya. Pria itu mulai menutup matanya dan meletakan kantong koin emas ditangannya sendiri, Chandagupta melirik ke arah teman-temannya untuk bersiap memgangi dengan tali, chandaragupta mulai turun kebawah saat tali mulai diulurkan kebawah, dan ia akan mulai sampai pada kantung koin tesebut namun kemudian teman-temannya di kejutkan oleh seekor ular yang sedang melata ke arah mereka, satu temannya telah lari setelah melihat ular, namun ketika Chndra hampir berhasil meraih koin emas itu talinya bergoyang dan ia kehilangan keseimbangan, Chandra berayun-ayuun tepat dihadapan pria yang masih menutup matanya sementara ketiaga temannya yang memegangi tali masih menghindari ular yang semakin mendekat ke arah mereka dan satu temannya telah berlari terlebih dahulu. lilitan tali pun mulai terlepas dari tubuh pria gemuk Chandagupta terjatuh begitu juga dengan kedua orang temannya. Pria itu terkejut saat melihat Chandragupta dihadapannya, Chandra melepaskan tali yang telah mengikat kedua kakinya, ia terkejut saat melihat ketiga teman Chadnra dan saat itu juga Chadra mengambil kantung koin miliknya. Pria itu mengatakan "Hai..., pencuri.., koin ku". Pria itu berusaha untuk mengambik kantong koinnya namun Chandra terus berlari menghindarinya. Pria itu berteriak memanggil putrinya "Sunadha!". Subadha berlari melewati Chadragupta yang telah mencuri kantung koin milik ayahnya. Pria itu berkata "aku telah di kutuk.., aku telah selesai". Subadha bertanya "Ayah ada apa?". pria itu mengatakan "koin ku.., koin ku". Teman-teman Chndra dan Chandra membantu temannya yang gemuk untuk berdiri. Pria itu memerintah " Tahan..., tangkap mereka". Beberapa orang pria datang menahan tagang pria itu, pria itu memarahi mereka "Kalian semua tolol.., jangan tangkap aku.. tapi tangkaplah mereka". Chandragupta mengatakan kepada teman-temannya "pencuri adalah orang yang telah ketahuan. Chandragupta mulai melawan beberapa orang suruhan ayah Subadha dan mengalahkan mereka, Chandragupta dan teman-temannya begegas berlari, ayah Subadha mengatakan "koin ku". Chandragupta dan ketiga temannya berlari ke tangga. Chandragupta memarahi temannya "bahkan kau tidak bisa meegang tali dengan benar.., saiap yang sudah menjatuhkan aku?" . temannya menyalahkan teman yang berbadan gemuk "itu semua terjadi karena dia". Beberapa orang telah sampai untuk menangkap Chndragupata dan ketiga temannya namun mereka melemparkan bunga dan beberapa karung untuk menghadang, Temannya mengatakan pada Chnadra "dia melepaskan tali karena melihat seekor ular". Chandra berkata pada temannya yang gemuk"Tubuh mu begitu gemuk, aku akan menendang mu sangat keras hingga kau mulai terbang .., berbarislah". Chandra mulai mendong teman-temannya dan berhasil melepaskan diri dari orang-orang suruhan ayah Sunbadha, Pria gemuk itu juga mendorong ayah Subadha, mereka saling mengejar dan Chndra bersmaa dengan teman-temannya berusaha menghindar agar tidak tertangkap, Chandra melopat sementara teman-temannya melemparrkan beberapa kendi tanah. Ayah Subadha mengatakan kepada beberapa orang suruhannya " Kalian idiot..., lupakan saja kendi itu.., dapatkanlah kembali koin ku". Cahndragupta mengatakan pada temannya "tunjukanlah pada mereka apa yang bisa kalian lakukan, Cahndragupta mulai melemparkan koin ke arah teman-temanya yang telah menyebar ke segala arah, kantong koin terus dilemparkan dan mereka terus menghindar agar tidak tertangka. Satu temannya berlari membawa kantong koin ke pintu keluar, dan Chandra masih menarik Stulbahdra "ayo marilah kita pergi".., namun si gemuk terjatuh. Chandra kesal dan memarahi Stulbahdra "kau hanya bisa berlari hanya saat kau melihat ular" Ayah Subahda memerintahkan ". Chndragupta melihat temannya yang lain telah terkepung beberapa orang pria suruhan ayah Subadha. Ayah Subadha sangat senang dan berkata " Yaa..., sekrang dia akan tertangkap". Ayah Subadha tertawa senang, Chandra bersiul untuk memancing perhatian mereka dan ia berlari dan melompat ke arah gerobak yang penuh berisi bubuk warna-warni, semua orang tercengang saat melihatnya, gerobak pun menabrak Chandra melomat dan bubuk warna tersebar ke senua utusan ayah Subadh, Chandra bediri didepan merekadan penutup wajahnya terbuka dan semua orang melihat wajahnya. Ayah Subadha terkejut namun Subadha tersenyum saat menatap wajah Chadragupta, Chandra tersenyum. Chanakya dan Bairav telah sampai di depan pintu gerbang isatana Magadha, Bairav bertanya pada Chanakya " mengapa ada begitu banyak Brahmana di isatana ini, Acahrya?". Acahrya mengatakan pada Bairav "mereka datang untuk menyambut ku" .., Dhananad sadar akan kedatangan ku" Mahamatya mengatakan pada Chanakya " waktu telah membuatmu lebih bijak, Vhisnuguota". Mahamatya datang di hadapan Chanakya dan memberikan salam pada Chanakya. Mahamatya mengatakan pada Chanakya "kau tidak perlu memberikan kehormatan di setiap acara". Chanakya mengatakan pada Mahamatya "ini adalah tugas seorang Amatya untuk memenuhi perintah ajarannya..., Amatya Rakshas".., kau harus selalu bersama dengan raja mu".., apakah yang telah membawa mu datang kemari?". Mahamatya mengatakan pada Chanakya "aku disini hanya untuk memperingatkan mu.., jalan yang telah kau pilih mungkin bisa membawa pada kehancuran mu". Chankya mengatakan dengan tenang pada Mahmatya "Itu mungkin saja.., sudahkah kau menjelaskan hal yang sama pada raja mu pada waktunya" ..., jika india tidak akan berada dalam kesulitan mungkin aku tidak akan datang kesini". Chanakya bergegas pergi namun Mahamatya mengatakan pada Chanakya "Vihsnugupta..". Chanakya mengehtikan langkah kakinya. Mahamatya mengatakan pada Chanakya "kenapa kau mau mengorbankan diri mu sendiri?" .., apa yang akan kau dapatkan dari ini?". Chanakya mengatakan pada Mahamatya "Ada pondasi yang jauh dibawah tanah dan tidak memiliki pengakuan untung".., untuk melindungi India dan membuatnya bersatu.., aku akan siap untuk meletakan fondasi ini". Mahamatya mengatakan pada Chanakya "kau masih punya waktu.., kembalilah".., itu sama sekali tidak akan menguntungkan jika kau datang kesini". Chanakya hanya tersenyum dan mengatakan "Amatya Rakshas... kau datang hanya untuk memperingatkan aku dan memenuhi kewajiban mu sebagai seorang Brahmana..., tap sekarang aku akan memenuhi tugas ku sebagai Acharya dengan memasuki istana-istana". Chanakya dan Bairav bergegas berjalan memasuki istana Magadha. Chandragupta tersenyum dan Ayah Subadha mengenalinya "Chandragupta?". Ayah Subadha memerintahkan "penjaga”. tutuplah pintu gerbang!". Seorang pria mulai menutup pintu gerbang agar Chandragupta dan temannya yang gemuk tidak bisa melarikan diri, dua temannya telah berhasil di luar dan pintu gerbang akan tertutup selueruhnya, teman yang gemuk masih berbaring di tanah dan memanggil Chandragupta. Chandragupta berlari dan mengatakan pada Stulbadhra" Hai bangunlah.. bangunlah gemuk!". Chandara menrik si gemuk lalu mereka terkejut saat melihat sedikit lagi gerbang akan tertutup. si gemuk bertanya pada Chandra "lalu sekarang bagimana?". Chadragupta mengatakan "itu sudah jelas seperti yang aku katakan tadi.., aku akan menenadang mu sekarang". Chandragupta menendang Stulbadhra hingga sampai keluar pintu dan Chandra terkejut saat pintu gerbang sepenuhnya telah tertutup rapat. Diluar dua temannya memapah Stulbadhradan berkata "bangun..., ayolah gemuk". Ayah Subadha tertawa senang Chandragupta telah di kepung. Ayah Subadha mengatakan "akhirnya aku akan mendapatkan mu". Chandraghupta melihat bambu di tanah dan mengambilnya, Chandragupta mengatakan "semua orang mencoba untuk mengedalikan ku.., tapi tidak pernah ada yang berhasil". Chandra menggiring orang-orang dari ayah Subadha agar mundur, lalu Chadra melompat dengan menggunakan bambu dan sampai di pintu keluar, Chandra tersenyum. Di Isatana Magadha, Chanakya berdiri di koridor dan menatap Dhananad yang sedang duduk di singgasanannya, ia memainkan jemarinya. Chanakya menatap pada beberapa Bramana lain yang sedang duduk, dan saat Chanakya akan mencakupkan kedua tangannya untuk memberi salam pada Dhananad, Dhananad berkata "oh.., Acharya!" .., hebat.., aku tidak pernah membayangkan jika kau datang untuk mengunjungi kami pada saat seperti ini". Chanakya dan Bairav melangkah masuk ke ruang Dhananad, dengan tenang Chankya mengatakan di hadapan Dhananad "Aku di sini untuk memberitahu mu beberapa hal penting". Dhanand menguap seolah tidak peduli dengan ucapan Chanakya, Chanakya berkata "kau harus sadar..". Dhnanand mengatakan pada Chanakya " kau pasti sudah membaca kitab Bhgavad Gita.., itu adalah tulisan suci yang sangat hebat yang mengatakan Niat murni menarik alasan yang sah" ..., lihatlah aku telah memutuskan untuk membaca tulisan suci dan kemudian kau muncul sebagai alasannya". Dhananad menghela napasnya dan tersenyum licik dan berkata " ini adalah sebuah kebetulan yang sangat mengejutkan". Dhanand memandang pada beberapa orang Brahmana yang sedang memperhatikannya, dan para Brahmana dan Dhananad bertanya kepada mereka "untuk apa kau memandangi ku?" .., apakah kau tidak mengetahui siapa dia?". Dhanand memerintahkan berhmana "Berdiri". Atas perintah Dhananand semua brhamana yang telah di undang berdiri di hadapan Acharya Chanakya. Dhananad mengatakan "dia adalah Acharya yang sangat terkenal dari Takhsasila.., namanya adalah ...". Dhanand tidak mengenalnya dan berkata "Maaf.., maafkanlah aku Acharya aku lupa dengan namamu". Dhanand bertanya kepada mahmatya Raksas "Siapakah namanya?". Mahamatya memperkenalkan "Visnuguptha Chanakya". Dhanand mengatakan " o ya.., Visuguptha Chanakya". Mhamatya memandang Chanakya dengan penuh kebencian, Dhananad mengatakan "dialah yang relah memerintahkan semua orang.., dia telah melewati pengetahuannya tentang benar dan salah " .., yang menguntungkan dan tidak menguntungkan..., apakah aku benar Chanakya?". Chanakya hanya menganggukan kepalanya dan menatap Dhananad" Dhanand mengatakan "dia bukanlah barahmana biasa yang memohon kehidupan.., jika kalian semua berpengetahuan.., kalian semua akan memanggilnya mahatahu". Dhanand terperangah dan berkata " aku telah membuat kesalahan besar" .., bagaimana aku hanya bisa duduk dihadapan seorang Acharya yang sangat hebat?". Dhanand dan Mahmatnya bangkit dari kursinya, Dhananand bertanya " sekarang beritahu aku.., apa yang telah membawa mu datang kemari?".., atau adakah sebuah pemikiran yang kembawamu untuk datang ke sini?". Chanakya mengatakan "Ya.., pikiran dan juga sebuah berita".., aku disini untuk mendiskusikan sesuatu yang penting untuk mu". Dhanand mengatakan pada Chanakya "Aku sungguh merasa sangat terhormat, tentu saja aku akan mendengarkan mu". Dhananad nyengir dan berkata "Tapi kita disini hanyalah untuk membaca tulisan suci, aku ingin kau berpartisipasi dan juga mencerahkan ku". Chanakya mengangguk. Dhanand mengatakan "aku sangatlah bersukur, Acharya.." dan karena diri mu sekarang aku telah menjadi pusat perhatian dan dimulainya gagasan itu.., aku ingin kau duduk tepat di tengah-tengah pengadilan, agar semua orang bisa menonton mu, aku akan menjamin ini akan sangat menarik dan menghibur"..., Aku Dhanand akan berjanji kepada mu bahwa pemikiran mu tidak akan terintervensi". Mhamatya tersenyum dan menoleh ke Dhanand. Dhanand begitu sangat arogan dan menatap Chanakya dengan sangat bengis namun Chanakaya tetap tenang menatapnya. Candragupta bersama dengan teman-temannya telah berhasil melarikan diri dari orang-orang ayah Shubadha, Chandaragupta tertawa bersama dengan temannya namun Stulbadhra kelelahan Sthulbadhra berkata "tertawalah semau mu". Chandragupta tertawa dan si gemuk mengatakan " aku tidak tahu untuk berapa hari lagi aku tidak bisa duduk, Chandragupta dan teman-temanya mentertawakan si gemuk. lalu ayah Subadha bersama dengan orang-orangnya masih mengikti mereka berkata "pencuri.., pencuri". Chandragupta dan teman-temannya menyadarinyadan ayah Subahda mengatakan "koin ku".. tangkaplah mereka dan ambilah koin ku.., pencuri". Chandragupta mengambil sebuah sepatu dari pedagang dan berkata "orang yang kikir itu tidak akan membiarkan kita pergi.., jadi biralah kami yang akan pergi". Chandragupta dan teman-temannya berlari untuk menghindari beberapa orang suruhan ayah Subadha. Chandragupta menaiki anak tangga dan ia bersiul untuk memancing beberapa orang yang telah mengejarnya, mereka menaiki anak tangga dan mengejar Chandragupta, namun Chandra keluar dari jendela yang lainnya ia melompat dan terjun kebawah, teman-temannya sangat mencemaskan Channdragupta dan Chandra berhasil bersama dua teman lainnya yang telah menunggunya namun orang suruhan ayah Subadha telah menangkap teman Chandra yang lainnya dan mengepungnya, namun teman Chandra berhasil untuk menghipnotis mereka semua, beberapa penduduk datang dan memukuli beberapa orang suruhan ayah Subadha "Hajar mereka!". Chandragupta dan teman-temannya tertawa puas. Temannya berkata pada Chandra"Sihirku telah berhasil". Chandragupta mengatakan "belum.., kita harus menghilang dari sini .. ayo mari kita pergi". Chandragupta dan teman-temannya berlari saat ayah Subadha bersama dengan Shubada sampai "Hai kemana kau akan pergi?".., tunggu.., tangkap mereka". Chandra dan teman-temannya berpencar. Distana Magadha, Dhanannd kembali duduk di singgasananya dan Chanakya duduk bersila di tengah-tengah mereka, Dhanand mengatakan "mulailah acaranya!". Chanakya dan Dhananand saling bertatapan
| By Made titis Maerani | ||||
| Episode mendatang : Dhananad memperlakukan Acharya Chanakya dengans sangat buruk, ia menjambak rambut Chankya di depan semua Acharya. Acharya Chanakya bersumpah bahwa kepang rambut yang telah Dhananad hina hari ini.., aku Acharya Chanakya bersumap dengan simpul rambut yang sama, aku akan mencabut mu dari tahta mu dan menempatkan seroang penguasa yang layak di atasnya". Sosok Chandragupta di perlihatkan. | | ||||
Comments
Post a Comment