CHANDRA GUPTA MAURYA 04 By Made Titis Maerani

By Made Titis Maeani





 

Index sinopsis : Chanakya dan Bhairav bersembunyi dari tentara Magadha karena Dhananand telah menyatakan hukuman mati untuk Chanakya. Amatya Rakshas menemukan Chanakya tetapi membiarkannya hidup untuk memenuhi tugasnya sebagai 'Brahmana'. Sementara itu, Chandragupta diapresiasi oleh teman-temannya karena berjuang melawan pegulat demi nyawa mereka. Ketika Chandragupta hendak menyerahkan koin, teman-temannya dihentikan oleh Lubdhak. Segera, Lubdhak memberikan hukuman berat kepada Chandragupta. Dia menerima hukuman dan membuat kesepakatan dengan dia untuk kebebasannya. Kemudian, Chandragupta mengungkapkan kepada temannya tentang kebencian terhadap ibunya, Mura. Di tempat lain, Pandu mengikuti instruksi Dhananand dan menghina Mura.

 

 

Chanakya berkata pada Dhanand" kau telah membandingkannaku dengan setitik debu dan aku dari debu itu akan melahirkan seorang Kaisar yang agung!" Chandragupta diperlihatkan, Chanakya berkata" seseorang yang setiap nafasnya membawa tanah Bharat bersatu!". Chandragupta diperlihatkan bangkit,  ia berkata pada pegulat" seseorang tidak akan mati selama dia masih bisa menarik nafas, kau telah membuat kesalahan besar dengan menyentuh kalung/ permata itu,  dan kau harus membayar mahal untuk itu". Chanakya berkata"salah satu yang akan mengakhiri garis keturunan mu!". Chandragupta memukul pegulat dengan kayu, pegulat itu terpental dan jatuh ditanah, Chandra memukulinya tepat dibagian dadanya. Chanakya berkata"  yang akan terbit menjadibulan tidak bercacat, dia akan memberikan bayangan gelap pada mu". Chandragupta mengambil kalungnya dari tangan pegulat.

Chanakya berkata pada Dhanand" seseorang membutuhkan kepala yang bagus untuk menjalankanntubuhnya, seseorang akan menjadi iblis jika diatur oleh sepuluh kepala". Dhananad nyengir, Chanakya berkata" dan sekarang Bharat akan menjadi satu bangsa yang besar dan hanya akan ada satu kaisar yang akan memerintahnya, seseorang yang akan membunuh iblis seperti mu, salah satunya  yang akan memandu tanah Bharat yang akan meandai  era baru yangvakan di mulai pada akhir mu". Chanakya mearah menunjuk Dhananad dan berbalik pergi, sementara itu Chandraguota berjalan pergi membawa kalung yang berisi gelang milik ibu kandungnya. Amatya Rakhsas,terlihat sangat marah, Dhananad gila menirukan gaya dan bicara Chanakya" Aku Acharya Chanakya tidaj akan mengikat rambut ku sampai aku menghabisi dibasti Nand!".., aku akan melahirkan seorang kaisar yangbagung dari tanah Magadha ini". Dhananad mentertawakan kata-kata Chanakya, ia berguam"  seorang Brahmana berubah menjadi penyihir bisa memunculkan penguasa dari tanah!" Anatya Rakhsas berkata pada Dhananand" jangan membuang wakty mu untuk memikirkan ucapan Chanakya,  itu hanyalah mimpi orang bodoh dan hanya itu yangvakan terjadi, itu tidak akan terpenuhi". Dhananand bertanya pada Rakhsas" apa yang kau katakan?".., mimpi Chanakya?".., jika aku tidak salah bagwa seluruh ciptaan du dunia ini adalah mimpi dari dewa wusnu".., benarkan?". Semua Acharya menjawab" ya yang mulia". Dhanand menjawab" sakarang aku mengerti Vushnuguptha Canakya  menganggao dirinya sebagau dewa Wisnu dan ingin memenuhi mimpinya!". Dhananand dan semua orang tertawa. Dhananand berkata pada Rakhsas" mata yang ingin melihat Magadha falan reruntuhan, hatuskah mata seoerti itu harus tetap terbuka?". Rakhsas berfikir sejenak, ua berkata" aku mengerti tuan ku, Chanakya  cerdas dan bijaksana, dengan demikian  ia telah mendapatkan gelarnya sebagai' Kautilya'..,  izinkan aku untuk pergi". Dhananand menganggukannkepakanya,,Rakhsas pergi untuk membunuh Chanakya. Dhananand bertanya-tanya"untuk seseorangvyang bihaksana,  tlritual aoa yang harus kau cari untuk dapat menyelanatjan hidup seseorang?".., ya, debuah doa untuk dewa kematuan, nyanyian pemujaan untuk dewa' Mahamrityunjaya.., sekarang aku akan membuat kalian semua menjadi saksibahwa dengan rituak dewa yang besar sekalipun tidajk akan bisa menyelamaykan orang yang telah menentang Magadha".., mulailah bernyanyi!". Dhananand duduk dan mulai bernyanyi, semua Acharya duduk dan melafakkan nyanyian mantra. Nyanyian itu terdengar sampai pada Chanakya dan Bairav yangvsaat itu mencaru jalan kekuar untuk mekarikan diri. Bairav bettanta-tanya"  mengapa mantra Mahamrityunjaya itu tiba-tiba ada?". Chanakya menjawab" Dhananad sudah mengirimkan seseorang untuk mengejar ku". Chanakya meminta agar Bairav terus mengikutinya dan bergegas untuk pergi. Bairav beryanya"  Sekarang kemana kita akan pergi?".. Chanakya meluhat kesekelilingnya, ia berkata pada Bairav" ini bagian timur laut dari istana,  menurut fondasi dan arsitekturnya pasti ada lorong uang tersembunyi di selatan, kita harus melanjutkannya jesana". Chanakya dan Bairav bergegas pergi melanjutkan pelatiannya, Bairav bertanya"  kapan kita akan mendapatkan  kaisar baru untuk mengakhiri  Dhananand yg keji itu?".

Chandraguota membuat tali baru dan melihat gelang milik ibunya,  ia mengingat perpisahan dengan ibunya saat masih kecil. Fhumkethu datang memujinya" hebat.., itu duel yang hebat.., senang dekali untuk melihatnya, jadi darimana kau mendaoatkan kekuatan seperti itu?". Chandragupta tersenyum berkata pada Dhumkethu" kita diberikan keluarga sejak lahir dan kita bisa membuat jeluarga yang lainnya, katena kita bisa memilig orang-orang yang telah terpilih". Stulbhadra tersenyum. Indrajit berkata pada Chandragupta" kau terlihat sederhana, tapi getakan mu sangat licik". Chandragupta berkata" saat seseorang menghadapi jalan yang bengkok/ kesulitan dalam hidup  maka ia belajar beberapa yrik dari jalan itu". Subadhra datang dengan sangat marah menimpuki batu pada Chandragupta berkata" itu bukan / tidak semuanya, tindakan mu berubah menjadi buruk.., kalian semua telah merampok  ayah ku", dasar pencuri!". Indrajit tertawa. Chandragupta betkata" nah inilah!"..,  kau menyalahkan ku?".., kau yang meminta kami untuk mencuri dari ayah mu". Subadhra berkata pada Chandraguota dan terus menimpuki batu " aku hanya meminta dua koin agar ayah teman ku bisa sembuh, tapi kau mengambilnya sepuluh, kembalikan sisanya!". Chandragupta berkata" kenaoa kau bertanya?".., semua ada harganya.., kami telah bekerja keras dan kamu harus du bayar untuk itu, dua koin itu untuk mu dan delapan susanya untuj uoahnkamu untuk mencuri  dua koin". Subadhra kesal dan bertanya" harga delapan koin hanya untuk mencuri dua koin?".  Chandragupta berkata" ya menang begitulah negara, delapan koin untuk empat orang". Dua koin untuk indra, dua koin untuk Sthulbadhra, dua koin untuk Dhumkethu". Chandraguota nenangkap batu berkata" dan susanya untuk mu". Subadhra hanya terdiam, Chandra mendekat, ia betkata" kau membutuhkan gekang kaki". Subadhra mengukurkan tangannya namun Lubdhak datang merampas kantong uang. Chandragupta membungkukan diri mereka dudeoannya. Lubdhak berkata pada Chandraguota" aku mengajari mu semua trik dan sekarangbkau mulai menipu ku?".

Dalam pelatiannya untuk melarikan diri dan keluar dari istana Magadha, Chanakya menemukan tetesan minyak ditanah dan membeti tahu Bairav " kesana". Bairav berkata" tapi kau bilang itu ada di didi yang kain". Chanakya berkata" jika kau tidak menemukan penanda saat mencari arah, mungkin kau akan mendapatkan masalah". Bairav bertanya"apa maksud mu?". Chanakya mengatakan “Lihatlah obor itu, itu telah di berikan minyak baru-bari ini.., jadi penjaga ada disekitar sini, ini akan merepotkan untuk tinggal disini”. Prajurit Magadha mengajar Acharya Chanakya dipimpin oleh Rakhsas. Bairav berkata “Tapi Acharya”..,  ini jalan keluar terakhir”. Chanakya mengatakan pada Bairav “ Aku harus membuat jalan keluar untuk diri ku untuk mencapai tujuan yang ku cari”.., ikui aku”. Mereka sampai pada sebuah vas bunga yang terletak di pokokan tembok, Chanakya bertamya-tanya “ sebuah vas penuh dengan bunga di gua rahasia ini”. Prajurit Magadha dan Rakhsas semakin mendekat, Chanakya dan Bairav memerikas dan meraba tembok dan Chanakya berhasil membuka pintu rahasia itu, chanakya meminta agar Bairav mengikutinya, mereka masuk kedalam namun Bairav menjatuhkan vas bunga itu.

Rakhsas dan bebarapa prajuit Magadha datang kesana dan melihat Vas bunga yang telah terjatuh di tanah,., Rakhsas bertanya”sesorang peranah datang kesini”. Seorang prajurit berkata “ bisa jadi itu hewan pengerat, ada banyak tikus gua/ kastil rahasia ini”. Rakhsas berkata “dan tikus ahli dalam menemukan jalan keluar mereka”. Dibalik pintu rahasia, Chanakya mendengar suara tikus dan berkata pada Bairav “aku sudah/telah menemukan jalan keluarnya, lihatlah tikus itu, mereka pasti masuk  dalam saluran pembuangan dan setiap selokan berakhir di danau atau disumur, kita harus menemukan saluran pembuangan jika kita menginginkan jalan keluar dari sini”.

Lubdhak membawa Chandragupta dan semua teman-temannya kehutan, ia mengaduk cairan hitam dengan besi panjang dan berkata pada Chandra”apakah kau tahu cairan hitam ini.., saat cairan hitam dan mengkilat ini bersentuhan dengan tubuh mu dan mongering, maka kulit mu juga akan ikut terbawa saat terkelupas”. Lubdhak mengetukan tongkat diitangannya ketanah di depan Chandragupta, Lubdhak bertanya pada Cahndragupta “apakah kau mendengar suara itu?”..,  itu bukanlah suara tapi panggilan  bahwa kau pelayan/ budak ku.., seorang budak / pelayan yang aku beli seharga 100 pan pada tahun yang lalu”. Chandragupta mengingat saat masih kecil ia dipasangkan gelang besi di kakinya oleh seseorang. Lubdhak berkata “penghasilan seorang budak/ pelayan  baik itu dari kerja keras atau dengan negosiasi, baik itu mencuri atau dari meminta sedekah ataupun mencuri.., tuannya memiliki hak untuk itu.., itulah aturannya dan kau telah melanggar aturan karena itulah mengapa hukuman mu tetap akan berada didalam cairan hitam itu selama tiga jam”. Chandragupta bangun berkata pada Lubdhak “ aku menginginkan kebebasan”. Subdahra melihat dari kejauhan mencemaskan Chandragupta berguam “sebelumnya Chandragupta tidak pernah menyebutkan kebebasan, apa yang terjadi didalam pikirannya?”. Lubdhak bertanya pada Chandragupta “apakah kau sedang memimpikan hal yang mustahil.., itu semua kerena keluarga mu”.., keluarga mu telah menjual mu dan mencuci tangan mereka  dari tanggung jawab dan sekarang kau menginginkan kebebasan dari perbudakan!”.

Chandragupta marah mematahkan besi ditangannya dan mengikatkan tali ke lehernya, ia membawanya ke sumur yang penuh dengan cairan hitam. Chandragupta mengatakan pada Lubdhak “  aku tidak menginginkan kebebasan, aku hanya ingin tahu berapa haraha untuk kebebasan.., dengarkan aku dengan baik, aku akan mencuri 500 pan sebagai imbalabn 100 pan yang telah kau belikan untuk ku, sebagai imbalannya kau harus membebaskan aku.., apakah kau mau menerimanya?”. Lubdhak ketakutan dan bertanya “kenapa kau harus marah tentang hal itu?”. Chandrtagupta menjawab “  jika aku melepaskan mu masuk ke dalam cairan hitam itu dan menutupnya selama Sembilan jam maka kau akan mati.., apakah kau mau menerimanya?”. Lubdhak mengatakan pada Cahndragupta “ aku akan membebaskan mu”, Chandragupta mengatakan pada Lundhak “aku juga akan menerimanya”. Chandragupta mendorong Lubdhak  Subadhara berguam “ kau tidak tahu nilai mu sendiri, harus ada seseorang yang harus memebritahu mu seberapa berharganya diri mu”. Chandragupta  melompat kesumur cairan hitam semua teman-temannya tersetak kaget.

Chanakya  dan  Bairav menuruni anak tangga, Bairav bertanya pada Chanakya “ Acharya, disini sangat gelap”. Chanakya mengatakan pada Bairav “Magadha juga sedang berada pada kegelapan seperti itu, tapi mereka mengatakan saat kegelapan berada pada puncaknya maka cahaya akan ada didekatnya, datanglah kesana dengan cepat”.

Cahankya keluar dari lubang selokan air, ia terkejut saat melihat Amatya Rakhsas berdiri di depannya dengan membawa pedang ditangannya. Rakhsas menodongkan pedangnya pada Chanakya.

Diistana Magadha nyanyian puja untuk keselamatan dari kematian masih di lantunkan. Disislain, Chankya bertanya pada Rakhas “  jika masih ada dalam keraguan dalam pikiran mu, bahkan senjata ditangan mu itu juga tidak aka gunanya, ini bukanlah waktunya untuk kebodohan seperti itu tapi untuk mengambil keputusan”.., kau mentrinya siapa?”..,  kerajaan Magadha atau Dhanand yang sombong itu?”. Rakhsas, mengatakan pada Chanakya “  bagi ku Magadha dan juga raja Magadha tidak terpisahkan untuk ku, aku sama-sama berdedikasi terhadap mereka”. Chanakya bertanya “ lalu mengapa kau berhenti?”. Rakhsas berkata pada Chanakya “  aku tidak berhenti karena aku ragu,  aku menghormati mu jadi aku akan memberikan my satu kesempatan terakhir, jauhi pebatasan Magadha”. Chanakya mengatakan “ kau pasti sudah lupa bahwa aku telah mengambil sumpah  untuk menemukan kaisar masa depan dari Magadha yang akan menyatukan India.., Amatya Rakhsas, aku akan menjalankan tugas ku dan kau akan memikirkan tugas mu sendiri”. Rakhsas marah berkata pada Chnakya “Kau telah mengundang kematian mu sendiri”, ia akan mengayuhkan pedangnya pada Chankaya dan Bairab ketakutan memejamkan mata dan menutup telinganya, saat Bairav membuka matanya Rakhsas telah pergi. Rakhsas berjalan tersenyum menatap Chanakya dari kejauhan.

Bairav bertanya pada Chanakya “ Apa itu Acharya?”. Chanakya mengatakan pada Bairav “Rakhsas telah menjalankan tugasnya sebagai seorang Brahman  dengan tidak mengambil nyawa ku, tapi yang aku tahu Rakhsas tidak akan  meninggalkan kebutuhannya pada urusannya  yang terlewat untuk membunuh dan membunuh ku hanya untuk memenuhi tugasnya terhadap rajanya”. Bairav berkata “  tapi sepertinya kau masih tidak peduli”. Chankya mengatakan pada Bairav “  itu karena Rakhsas tidak akan pernah bisa menemukan ku lagi.., Dhanand sudah melakukan keslahan, seharusnya dia tidak membuat pemujaan Mahamityunjaya mantra untuk mu.., raja Magadha itu harus membayar kesalahannya, harga yang mahal untuk kesalahannya”.

Malam hari, Chandragupta berusaha keras untuk membersihkan cairan hitam yang telah mongering ditubuhnya denga air. Subdaha datang melemparkan kampan “ kampaknya sangatlah tajam untuk menembus dinding perbudakan, pergilah Lundhak tidak akan pernah bisa menemukan mu, jadi kenapa  kau masih mau menerima belenggu itu?”. Chandragupta memberikan kapak itu pada Subdaha dan pergi.

Subdhra berdiri didepannya dan menghalanginya, Subdahra berkata pada Chandragupta “kau tidak akan pernah biasa pergi tanpa menjawab pertanyaan ku, kayu harus memberitahu ku, apa yang menahan mu.., rahasia apa yang ada dibalik gelang  yang memberikan mu begitu banyak kekuatan sehingga kau bisa mengalahkan Mahamalla, mengapa kau mempertaruhkan hidup mu untuk melindunginya?”.., jawablah aku”. Chandragupta berkata pada Sunadhra “ aku belum pernah menjawab semua pertanyaan mu selama bertahun-tahun, lalu kenapa menurut mu bahwa hari ini aku akan berbeda?”. Chandragupta berbalik pergi. subdahra berkata pada Chandragupta “  ini karena aku berlum pernah melihat mu begitu panik untuk membicarakan kebebasan.., kau mengatakan  bahwa kita dilahirkan dalam satu keluarga dan  kita bisa memilih keluarga kita yang lainnya dalam bentuk pertemanan, apakah kau akan menyimpan rahasia ini dari keluarga pilihan mu?”.., aku tidak akan membenbani hati mu, siapa yang telah memberikan mu luka, orang yang tidak bisa kau lupakan atau bahkan memaafkannya?”. Chandragupta menjawab “ ada sesorang yang tidak ingin aku cintai”. Chandragupta melihat gelang milik ibu kandungnya berkata “seseorang yang telah melahirkan aku, ibu ku”. subdahra terkejut.

 Mura berjalan menuruni anak tangga dengan membawa dua gelas minuman, dua orang pelayan mengejeknya. Pelayam 1 mengatakan pada pelayan 2 “ lihatlah dia, dia mantan ratu Piplivan”.., sejak dia kehilangan kerajaannya dia selalu menjatuhkan segalanya”. Pelayan 2 mengatakan pada pelayan 1 “ Ratu apa, dia hanya seorang pelayan.., seorang pelayan yang tidak pernah menerima upah”. Kedua pelayan itu mentertawakannya. Mura hanya terdiam dan terus berjalan.

Dhananand memperhatikan dirinya dicermin, mencoba pakaian baru, saudaranya pandu berkata" kaisar.., aku mendapatkan pakaian  untuk mu dari mesir sebagai hadiah ulang tahun.., jika kau tidak menyukainya, maka kain persia ini cocok untuk mu". Dhananand tersenyum, berapa banyak yang kau habiskan?". Pandu menjawab "tidak banyak hanya 10.000 pan". Dhanand tersenyum senang berkata" maka itu bagus". Mura datang untuk membawa minuman namun kibasan kaun Dhanand menjatuhkan minuman itu. Dhananand menyeringai dan melihat pakian Mura, Mura mencoba untuk mengambilnya, Pandu memarahinya" dasar pelayan/ budak bodoh, bidakah kau meihat kemana kau pergi, kau bukan tatu Piplivan yang bisa kau jalani sesuka hati, kau pelayan/ budak Magadha, minta maaf pada kaisar!". Mura hanya terdiam, Pandu mengulangi ucapannya" minta maaf pada kaisar!".

Dhanand berkata pada pandu"bahkan jika uang ada di tanah kau tidak boleh memandang seolah-olah itu batu,  dia bukan pekatan biasa dia mantan tatu Piplivan!".., bicaralah kepadanya dengan sopan dan hormat". Dhanand berkata",maafkan aku, Mura". Mura hanya terdiam, Dhananand berkata" sebuah koin ditanah kehilangan kilauannya, kau harus melakukan sesuatu untuk itu". Pandu menghuyur Mura dan tertawa.

Chandagupta berkata" kebencian yang sangat kuat dari cinta.., gelang ini adalah sumber dari kebencian itu, itu akan terus mengingatkan ku pada ibu ku". Layar terpecah menjadi dua antara Mura dan Chandragupta.

Episode Mendatang : Amatya Rakhsas marah menemukan pecahan koin mata-mata yang akan memberikan informasi pada Acharya Chanakya. Rakhsas berkata "Aku pasti akan menemukan Chanakya, Murli". Amatya Rakhsas memerintahkan seorang utusannya untuk menyamar menggantikan Murli yang telah tewas bunuh diri. Utusan Rakhsas menemui Acharya Chanakya di kereamian.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Comments

Popular posts from this blog

CHADNRAGUPTA MAURYA 54 By Made Titis Maerani