CHANDRAGUPTA MAURYA 32

 By Made Titis Marani

 


 

Index Sinopsis : Chandragupta mencari petunjuk untuk mengetahui keberadaan ibunya di rumah Lubdhak dengan bantauan ketiga temannya, Chandragupta  menemukan barang-barang milik anak Pipliwan. Kemudian  Chandragupta memutuskan untuk mencari bantuan dari Mura untuk mengetahui tentang ibunya. Sementara itu, Amatya Rakshas menyatakan bahwa pencuri yang mencuri berlian tidak akan pernah  diampuni. Mura mencurigai Chandragupta di balik perampokan berlian itu. Ketika Mura mencoba menginterogasinya, Chandragupta bertanya padanya tentang barang-barang yang ditemukan sebelumnya. Mura gagal memberi tahu apa pun saat dia dipanggil oleh Dhananand.

Chandragupta  datang kerumah Lubdhak untuk mencari sesuatu untuk mengetahui ibu kandungnya, ketiga teman Chandragupta membuat Lubdhak pingsan dan membaringkannya.

Indera berkata pada Chandragupta" cepatlah, Chandra.., kami tidak tahu kapan Lubdhak akan bangun!". Chandragupta berkata" Baiklah!".., aku tahu itu!".., pasti ada sesuatu di sekitar sini yang membuat ku mendapatkan petunjuk tentang ibu ku.., pergi, carilah itu!".., periksalah setiap sudut, sebelum Lubdhak bangun kita harus menemukannya!".

Chandragupta mencari dan memberantakan semya barang,  Sthulbadhra berkata pada Chandragupta" mungkin saja Acharya Chanakya punya alasan kenapa dia menjauhkan mu dari ibu mu!". Chandragupta marah berkata pada ketiga temannya" dengsrkan aku, kalian semua harus memberitahu ku hari ini.., apakah kau berdiri dengan ku atau dengan Brahman itu?".., aku tidak akan lagi membantunya dalam hidup ini". Teman-teman Chandtagupta hanya yerdiam. Lubdhak mulai tak sadarkan diri, Chandragutya madih mencari setiap sudut sesuatu yang bisa membawanya pada petunjuk ibu kandungnya. Dhumkethu berkata memberitahu pada Chandragupta tentang Lubdhak '" dia bangun!".., mari kita pergi dari sini". Chandragupta menolaknya "tidak, tidak ada yang boleh pergi dari sini sampai aku menemukan peti itu". Dhumkethu berkata" Chandra, kami sudah memeriksanya dimana-mana, tapi kami tidak menemukannya disini". Chandragupta berkata" pasti ada sesuatu disini, jika tidak jelas pasti itu di sembunyikan.., sesuatu yang bisa membawa ku sampai ke ibu ku".

Chandragupta melihat ke tingku api dimana tanah diberikan tanda, Chandragupta berkata" pasti ada sesuatu di sana". Chandragupta menendang api dan tumpukann kayu dan membersihkan tanah, ia mengangkat papan dan melihat peti kecil di dalam lubang, Chandra mengambil peti itu, meniup debu uang menyelimuti peti lalu membuka  peti itu dan memeriksa isi di dalamnya, ia menemukan sabuk pinggang dan membukanya, Chandra menemukan simbol peeplivan teetulis di simbol itu. Chandraguota bertanya-tanya" kenapa lubdhak punya simbol Peeplivan?". Sthulbafhra berkata" kau sudah mendapatkan petunjuknya,  Chandra., tapi siapa yang bisa memecahkan masalah ini?". Chandragupya mengingat kata-kata mura bahwa ia bukanlah pelayan yang melayani  Dhananand  tapi dari klan prajurit dan ratu peeilivan.  Chandragupta menjawab"ada seseorang  di dalam istana yang bisa membantu ku hari ini". Chandragupta terdenyum dan akan pergi, Sthulbadhra menghentikannya " Chandra,  apakah kau kehilangan akal sehat mu?".., jangan pernah berfikir untuk memasuki istana lagi!".., kau telah mencuri berlian milik kaisar Dhananand dari tahta kaisar!".., kembali ke istana berbahaya, Chandra!". Chandragupta membawa sabuk dan simbol peeplivan, ia berkara" jika ancaman ini bisa membawa ku pada petunjuk tentang ibu ku, aku akan berjalan melewati ke matian, apa lagi kembali ke istana!".

Semua keluarga kerajaan berkumpul di ruangan singgasana Dhanand, mereka terkejut saat melihat berlian yang tertanam dimata singa besar telah dicuri. Amatya Rakhas mengatakan pada seluruh pasukan penjaga "Kalian semua menyadari  bahwa kaisar sangat menyayangi barang-barangnya!".., dan hanya karena memikirkan seorang mencuri sesuatu yang berharga baginya, itu akan membuat kaisar sangat marah!".., dan pristiwa ini telah terjadi!".., berliannya yang berharga dari tahtanya telah dicuri, jika ada orang diantara kalian yang mengetahuinya, maka datanglah dan jangan takut saat kau mengatakan yang sebenarnya kepada kami". Pandu mengingat saat ia memergoki Chandragupta keluar dari istana dengan melewati penjagaan keamanan yang sangat ketat dan tutun melalui seutas tali, namun Pandu enggan untuk mengatakannya ketika Rakhsas mengatakan Tapi ingat baik-baik kaisar membenci setengah kebenaran dan kebohongan keji!".., jadi ini bukanlah untuk desas desus dan imajinasi, jadi jika kau yakin maka kau bisa maju dan berbicara atau pencuri dan orang yang mengalihkan perhatian kita akan menemui nasib yang sama!".., mereka akan di bunuh!". Pandu melihat jarinya yang telah terputus digigit Dhananad.

Rakhsas berkata "jika tidak ada diantara kalian yang tahu tentang hal ini, maka kaisar akan menghukum siapapun jika dia mencuriagai seseorang". Pandu dan Badhrasal hanya diam. Rakhasas memanggil komandan / panglima Bahdrasal "Pergi ke unit Gransiun yang ditempatkan disini pada malam hari dan bawa mereka semua ke kaisar, dan kalian semua.., kalian semua adalah tersangka sampai kita menemukan berlian itu dan juga pencurinya, pada hari kita mendapatkan pencuri itu aku akan membunuhnya pada saat itu juga!". Beberapa prajurit yang berjaga di malam hari pergui untuk menerima nasibnya di tangan raja gila Dhanand. Mura mengingat kata-kata Chandragupta pada malam itu bahwa tuan barunya aneh karena telah membuatnya melakukan hal-hal yang tidak diinginkannya. Mura berrtanya-tanya "Mungkinkah Chandragupta yang telah mencuri berlian itu?".

Chandragupta kembali keistana Magadha dengan jubah kecil masa kecilnya yang masih menjadi msiteri bagi hidupnya. Chandragupta berfikir "aku berharap ibu Veerbadhara memeiliki semua jawaban yang aku cari". Chandragupta menyimpan jubah dan simbol peeplivan itu di pakiannnya. Chandragupta  bertanya pada penjaga  "Apakah semua baik-baik saja?". Prajurit mengatakan pada Chndragupta "Kau terlambat". Chandragupta berkata "Ya, aku bangun agak terlambat". Penjaga memasangkan gelang ditangannya dan Chandragupta menatap mata penjaga. Chandragupta menenangkan dirinya, ia bertanya-tanya "sepertinya semua orang tahu tentang berlian itu, apa yang terjadi disini?".

Semua untit penjaga di malam pencurian berlutut di hadapan Dhananad yang memegang belati di tangannya dan masing-masing prajurit  dengan pring dengan isian roti, pecahan kaca  di masing-masing penjaga, mereka semua ketakutan. Dhananad berkata "jadi katakan pada ku, bagaimana hal itu bisa terjadi?".., bagaimana berlian itu bisa diambi;/ dicuri dsaat kalian semua hadir ?".., apa yang bisa menjadi alasan di balik semua ini?".., apakah itu karena uang?".., apakah itu karena keserakahan?".., atau apakah itu kerena sesuatu yang lain?".., apakah upah yang ku berikan kepada kalian semua tidak cukup?".., bicaralah". Semua prjurit hanya diam dan menundukan kepalanya, Dhananad berkata "Kalian semau terdiam, keheningan kalian memberitahu ku bahwa kalian semua tidak punya jawaban untuk ku.., maka jadilah itu".., aku menawarkan dua pilihan kalian harus memakan pecahan kaca ini dengan roti dan jika kalian tidak bisa menahan rasa sakit , kalian bisa menggunakan belati ini.., kalian bisa memilih sesuai dengan keinginan". Beberapa prajurit memakan roti dengan mengisi pecahan beling, sesaat kemudian mulut mereka mengelurkan darah dan mereka mati,  satu orang prajuirt enggan untuk memakannya dan beberapa dari mereka mengambil belati dan membunuh diri mereka sendiri, Dhanand hanya mentertawakan kematian konyol semua prajuritnya dangan santai dan memakan apel. Dhananad mengatakan pada Badhrasal "mereka semua adalah apel yang baik, yang busuk pastilah yang kita cari  dan kita masih belum menemukannya".

Chandragupta berjalan di koordidor istana, Mura yang mencemaskannya telah menunggunya. Mura meminta agar Chandragupta tidak berisik dan memanggilnya untuk datang. Mura mengajak Chandragupta ketempat yang aman. Mura berkata "Dengarkan aku, Chandra". Chndragupta mengatakan pada Mura "Baik, karena aku telah menemukan mu, aku sedang mencari mu". Mura berkata pada Chandragupta "Ini masalah yang serius, katakan yang sebeanarnya.., apakah kau mencuri berlian dari tahta kaisar?".., apakah itu alasannya kau datang ke istana tadi malam?".., katakan pada ku yang sebenarnya". Chdnargupta hanya terdiam dan kemudian berkata pada Mura "kau telah mengajukan pertanyaan kepada ku selama ini dan saatnya untuk mu menjawab pertanyaan ku dan baru kemudian aku akan menjawab yang sebenarnya". Chandragupta mengeluarkan jubah kecil dan simbol peeplivan di depan Mura dan membuatnya terkejut. Chandragupta bertanya pada Mura "apakah kau tahu tentang ikat pinggang ini?".. perhatikan baik-baik, ini ku temukan dari tuan lama ku Lubdhak dia yang telah menyembunyikannya". Cahndragupta menunjukkan simbol peeplivan itu pada mura "Ada tuliasan peeplivan di atasnya, bukankah kau ratu peeplivan?". Mura berfikir "Ini adalah lambang kerajaan yang aku berikan kepada Chandra,  ketika dia  masih bayi!". Mura hanya teridam, Chandragupta berkata pada Mura "Nyonya, bisakah kau memberitahu aku bagaimana ini bisa sampai ditangan Lubdhak?".., hanyalah jawaban mu yang bisa membawa ku pada ibu ku". Mura mengingat ketika Chandragupta kecil memakai jubah dengan kain yang sama dengan yang ada di depannya. Chandragupta bertanya pada Mura "apa yang kau pikirkan?".., apa kau tahu tentang hal ini?". Mura menangis berkata "Aku".. 

Seorang prajurit bertanya-tanya dan membuat Mura terkejut "Di manakah pengawal Chandragupta?".., dia pasti ada disini". Mura mengusap air matanya dan mengingat kata-kata Pandu yang saat itu bertanya tentang ikatan dirinya dengan Chandragupta dan mengapa Mura begitu peduli dengannya. Mura segera mengambil ikat pinggang dan simbol peeplivan itu. Mura berkata "kau harus segera pergi dari sini.., jika mereka menemukan mu disini.., kau harus segera pergi dari sini". Chandragupta menolak untuk pergi "Tidak nyonya, aku membutuhkan jawaban ku.., kau spati tahu tentang ikat pinggang ini, sesuatu yang kau sembunyikan dari ku". Mura berkata "Chandra, kau harus pergi sekarang".., jika merka melihat kau bersama ku, mereka akan".., tidak kau harus segera pergi!".., pergi dari sini!".

Chandragupta keluar dari persembunyiannya menyapa dua orang prajurit " kau disana!".., penjaga!".., siapa yang kau cari?". Penjaga 1 berkata" itu dia". Chandragupta berkata"ya, aku ada disini". Penjaga 1 berkata pada Chandraguta" ikutlah dengan kami, kaisar telah memanggil mu". Mura mencemaskan Chandragupta.

Chandragupta ketakutan dan berkata " apakah begitu?".., mari kita pergi". Penjaga membawa Chandragupta, Mura terus mengawasi. Mura bertanya-tanya" ya dewa!".., apakah Dhananand berfikir apajah Chandragupta pencurinya?".., dimana berlian itu?".

Seleucus memegang berlian milik Dhananand yang telah di curi, seorang pria datang berkaya"ya dewa!".., ini berlian yang sama". Seleucus berkata " kau pedagang hebat Magadha yang memperdagangkan permata". Pria itu menganggukan kepalanya.Seleucus berkata" ceritakan semua tentang berlian ini". Pria mengambil berlian curian itu berkata" berlian ini permata  tak ternilai yang tertanam di tahta kaisar Dhananand, ketika kaisar mengalahkan kerajaan peeplivan, dia menemukan berlian ini saat dia menyerbu perbendaharaan mereka, akulah yang mengukirinya dan meletakannya  di singgasana, permata inj sangat disayangi kaisar.., dia pasti gelisah melihat permatanya telah di curi, pasti sekarang  sudah banyak yang kepalanya dipenggal.., aku harus segera mengembalikannya".

Seleucus mengambil dengan kasar berlian itu,   dan pengawalnya menahannya, pria itu bertanya" apa ini?".., mohon maafkan jika aku mengatakan sesuatu yang menyinggung mu". Seleucus berkata" aku memaafkan mu, katakannpada ku apakah sekuat itu kilauannya (cerahnya)?". Pria itu berkata pada Seleucus" baik tuan ku, itu berlian terkuat di dunia, semakin bersinar akan semakin kuat, berlian itu bisa memotong logam". Seleucus berkata" terima kasih" .., itu semua yang ingin aku ketahui". Seleucus menghantam kepalanya dengan berlian di tangannya dan membunuhnya, Seleucus berkata" sejarang aku tahu kejuatan berlian ini, sekarang kaisar mu yang akan menderita.., dua ajan segera melihat bahwa Sekeucus lebih kuat dari berlian ini dan permata berharga mu akan segera akan dipersembahkan di kaki ku dan semua orang yang menentang ku.., skan mati di tangan ku saat kau mati!".

Chandragupta datang ke ruang majelis raja Magadha, Dhananand. Dhananand berkata" semua pihak berwenang yang hadir disini selalu memperingatkan aku  bshwa aku telah mempercayai mu secara membabi buta.., tapi aku tidak akan mengindahkannya, aku akan terus mempercayai mu dan seseorang yang dekat dengan ku dan dipercaya oleh ku telah menipu dan menghianati ku!".., sebuah berlian yang tak ternilai bertaktakan disunggasana ku telah dicuri langsung dari dalam dinding istana ku!"..,apakah kau punya,sesuatu untuk dikatakan kepada ku, budak?". Chandragupta ketakutan dan terdiam.







Comments

Popular posts from this blog

CHADNRAGUPTA MAURYA 54 By Made Titis Maerani