CHANDRAGUPTA MAURYA 19

By Made Titis Maerani 
 
 
 


Index Sinopsis: Dhananand menyatakan bahwa mayat Veerbhadra tidak akan dikremasi dan menambahkan bahwa itu akan digantunkan di alun-alun Patliputra sehingga tidak ada yang mencoba melawannya.  Chandragupta berhasil meyakinkan Dhananand untuk mengizinkan kremasi Veerbhadra.  Setelah kremasi Veerbhadra, Chandragupta meninggalkan istana.  Sthulbhadra dan teman-temannya memberi tahu Chandragupta tentang bagaimana Chanakya membantu mereka menyembunyikan identitas keluarganya dari Amatya Rakshas.  Kemudian, Chandragupta membantu Chanakya bersembunyi dari Bhadrasaal dan anak buahnya.

Dhananand mengijak jasad Veerbadhra dan tertawa terbahak-bahak. Dhananand berkata "lihatlah Mura.., lihatlah.., hari ini seluruh klan mu telah di hancurkan".., suami mu sudah meninggal.., hari ini kau tidak habya kehilangan peeplivan dari ku tapi juga gagal untuk membalaskan dendam pada ku". Dhananand mentertawakan nasib malang mura, Amatya Rakhsas bersorak sirai untuk Dhananad. Maitri pergi dengan kesedihannya karena kematian Veerbadhra.
Chandragupta merasa sedih dan menatap tidak berdaya pada jasad Veerbadhra. Dhananand menunjukkan kedua pisau berlumur daeah Veerbadhra dan menunjukannya pada Mura dan mengelap darah itu dipakiannya.
Dhananand berkata pada Mura" ya, sekarang aku melihat sesuatu diwajah mu yang sangat ingin aku lihat selana bertahun-tahun".., ego seorang ratu telah hancur". Dhananad mentertawakannya, ia berkata pada Mura"tapi jangan berfikir semuanya berakhir untuk mu, aku harus melakukan banyak hal.., aku akan menggantung jasad pangeran mu di alun-alun Pataliputra.., petlahan tubuhnya akan mengeluarkan bau busuk dan penduduk Pataliputra tidak akan melupakan bau busuk itu seumur hidup mereka, itu akan terus mengingatkan mereka bahwa ini konsekuensi dari bangkit untuk melawan ku". Dhananand tertawa, Mura hanya terdiam menangis.
Chandragupta menutup jasad Veerbadhra dengan pakiannya dan membuat Rakhsas beryanya padanya" budak, apa yang telah kau lakukan?". Dhananand terlihar marah, Chandragupta berkata" dia telah kehilangan identitas karena aku, aku mengembalikan identitasnya keoadanya". Dhananand geram dan membuang kedua pisau ditangannya. Rakhsaa berkara"mungkin kau tidak mendengar apa yang dukatakan kaisar, dia tidak akan mendapatkan pengkremasian/pemakaman". 
Chandraguota berkata pada Dhananad" yang mulia, kau penguasa Magadha, kau tekah benar-benar menghancurkan Klan Maurya tanpa menyayangkan siapapun, diamapun". Mura menangis. Chandragupta berkata pada Dhananand yang mulia, kau tidak akan mungkin mendapatkan ketenaran atau popularitas lagi dengan merampas jenazahnya dari pemakaman". Anatya Rakhsas marah pada Chandragupta, Dhananand menghentikannya. Chandragupta merangkul Mura dan membantunya berdiri. Chandragupta berkata pada Dhananand" jika kau memberikan wanita ini hak untuk memimpin pemakaman putranya, dia tidak hanya berhutang budi kepada mu tapi semua orang akan memuji kemurahan hati mu, setelah serangan yang telah kau lakukan hari ini yelah membuat wanita ini hancur selama sisa hidupnya dan itulah yang aku inginkan". Dhananand berkata pada Chadragupta" jadi kau berani untuk melanggar perintah ku". Chandragupta menjawa" tidak yang mulia". Chandragupta memohon dan berlutut di depan Dhananand berkata"aku hanya memohon kepada mu, kau melakukan apapun yang kau pikir benar untuk menyelamatkan pemerintahan dan juga kerajaan mu.., sekarang izinkan aku untuk melakukan hal yang menurut ku benar, izinkan aku untuk memimpin pemakaman pemuda ini dengan segala rasa hormat". Dhananand berfikir sejenak, ia berkata" baiklah".., aku memberikan mu izin hanya jarena aku senang dengan mu". Dhananand meminta Amatya Rakhsas " bantubudak/ pelayan ini untuk mengatur prosesi pemakaman pangeran peeplivan". Rakhsas mengaggukan kepalanya,  Dhananand berkata" oh , ini upacara pemakaman mendiang pangeran Peeplivan, bukankah begitu, Mura?". Dhananand mentertawakan Mura.
Chandragupta berkata pada Dhananad" yang mulia, kau penguasa Magadha, kau telah benar-benar menghancurkan Klan Maurya tanpa menyayangkan siapapun, diamapun". Mura menangis. Chandragupta berkata pada Dhananand yang mulia, kau tidak akan mungkin mendapatkan ketenaran atau popularitas lagi dengan merampas jenazahnya dari pemakaman". Anatya Rakhsas marah pada Chandragupta, Dhananand menghentukannya. Chandragupta merangkul Mura dan membantunya berdiri. Chandragupta berkata pada Dhananand" jika kau memberikan wanita ini hak untuk memimpin pemakaman putranya, dia tidak hanya berhutang budi kepada mu tapi semua orang akan memuji kemurahan hati mu, setelah serangan yang telah kau lakukan hari ini yelah membuat wanita ini hancur selama sisa hidupnya dan itulah yang aku inginkan". Dhananand berkata pada Chadragupta" jadi kau berani untuk melanggar perintah ku". Chandragupta menjawa" tidak yang mulia". Chandragupta memohon dan berlutut di depan Dhananand berkata"aku hanya memohon kepada mu, kau melakukan apapun yang kau pikir benar untuk menyelamatkan pemerintahandan juga kerajaan mu.., sekarang izinkan aku untuk melakukan hal yang menurut ku benar, izinkan aku untuk memimpin pemakaman pemuda ini dengan segala rasa hormat". Dhananand berfikir sejenak, ia berkata" baiklah".., aku memberikan mu izin hanya jarena aku senang dengan mu". Dhananand meminta Amatya Rakhsas " bantubudak/ pelayan ini untuk mengatur prosesi pemakaman pangeran peeplivan". Rakhsas mengaggukan kepalanya,  Dhananand berkata" oh , ini upacara pemakaman mendiang pangeran peepivan, bukankah begitu, Mura?". Dhananand mentertawakan Mura.
Maitri datang menemui Acharya Chanakya dengan menangis pilu melihat saat melihat kematian Veerbadhra"tidak ada tanda putus asa di wajah veerbadhra bahkan untuk sesaat, dia tidak takut bahkan ketia dia akan mati.., Veerbadhra meninggal dengan senyum di wajahnya". Acharya Chanakya juga menangis, ia berkata" itu karena Veerbadhra sadar bahwa dia tidak sekarat tapi akan menjadi abadi".., Sekarang Veerbadhra telah menjadi abadi dengan menjadi fondasi pertama untuk membangun India yang bebas".., Veerbadhra, aku salut dengan pengorbanan mu, Veerbadhra akan di kenal sebagai Martir pertama yang menyerahkan nyawanya untuk menjadikan Chandragupta calon kaisar Bharat yang bebas.., kematian mu akan membuat keinginan membara untuk membuat india bebas semakin kuat".
Keesokan paginya, Chandragupya melakukan prisesi kremasi/pemakaman terakhir untuk mendiang Veerbadhra uang juga di hadiri raja Dhanand, Amatya Rakhsas dan Mura. Chandraguota menumpukkan kayu diatas jasad Veerbadra. Dhananand meminta agar Chandragupta segera mengkremasi dan memberikan obor. Dhananand berjata pada Chandragupta"  kau menulis akhir dari Dinasti Maurya". Chandragupta menatap Mura yang telah dianggapnya sebagai ibu Veerbadhra, Mura menganggukan kepalanya.
Chandragupta datang mengambil obor itu dari  tangan Dhananand, dan menyulutkan api di atas tumpukan kayu. Dhananad berkata" semoga jiwanya istitahat dengan damai". Dhananand nyengir.
Chandragupta berkata pada Mura"'aku tidak bisa mengembalikan putra mu kepada mu, tapi aku tahu bagaimana rasanya.., karena bertahun-tahun yang lalu aku telah kehilangan ibu ku.., tapi sekarang kau telah kehilangan putra mu, aku akan berdoa kepada dewa untuk memberikan mu kedamian dan kekuatan untuk menjalani kehidupan tanpa putra mu". Chandragupta datang ke depan Dhananand berkata" yang mulia, masa aku untuk bermain pangetan selama sehari sudah betakhir, sekarang izinkan aku pergi". Chandragupta berpamitan dan berjalan pergi. Dhananand menghentikannya"tunggu, budak.., aku ingat kau mengatakan kepada ku bahwa nama dari seorang pelayan tidak penting, bahwa mereka tidak memiliki identitas apapun, tapi meskipun begitu aku inginnyshu siapa nama mu.., siapa nama mu?". Chandragupta sempat terdiam sesaat an Mura mencenaskannya, ia memberitahu namanya" Candragupta". Chandragupta pergi. Dhananan berkata" jadi budak itu  bernana Chandragupta, itu nama yang bagus, aku akan mengingatnya".
Chandragupta mengganti pakaiannya. Sthulbadhra berkata" baiklah jika kau tidak ingin memberitahu ku tentang pertarunhan mu dengan Harimau, jangan katakan padaku.., tapi setidaknya beritahu aku betapa lembutnya tempat tidur di istana  besar itu dan ada berapa banyak orang yang tidur ditempat tidur itu?". Cjandragupta menjawab" aku medapatkan  waktu untuk tidur". Jawaban Chandragupta membuat ketiga temannya terkejut.
Chandragupta berkata"tapi apa yang ku lihat, setelah itu aku tidak akan tidur selama berbulan-bulan, raja membunuh seorang pangeran yang muda dan polos tanpa ampun.., aku tidak akan pernah bisa melupakan kejadian itu bahkan jika aku mau". Kilas balik ditampilkan saat Dhananand membunuh Veerbadhra dan menusuknya bertubi-tubi. Kilas balik berakhir. Chandragupta berkata" dan air mata ibunya, air matanya". Kilas balik mensmpilkan Mura mensngis histeris saat Dhananand menghabisi nyawa Veerbadhra. Kilas balik berakhir.
Chandragupta berkata" ada ibunya, jika seseorang melihatnya seolah-olah dia telah kehilangan segalanya dengan putranya yang telah tiada (meninggal).., dan kemudian ada ibu ku, yang untuk sejumlah uang menjual ku".
Mura datang ke musium baju besi dan senjata perang mendiang suaminya disimpan dengan membawa abu Veerbadhra"seorang pejuang menang hari ini, tapi seorang ibu telah kalah.., seorang ibu telah kehilangan hari ini.., klan Maurya telah selamanya berhutang budimkepada mu, Veerbadhra".. Tapi kami akan membalas pengorbanan mu, mimpi bahwa kau telah memberikan darah mu untuk putra ku, Chandra akan menjadi kenyataan.., Chandralah yang akan mengakhiri tirani ini dengan cahaya pedangnya dan menciptakan india baru".
Chandragupta berkata"setelah bertemu dengan  lambang cinta dan kasihbsayang keibuan aku merasa ada bsiknya Lubdhak tidak memberikan alamat lengkap ibu ku.., aku beryanya-tanya bagaimana jadinya dia dengan orang yang tinggal bersama raja .. Orang itu adalah ibu ku". Chandragipta menyadari dan beranya"omong-omong, dimanakah Lubdak?". Sthulbadhra menjawab, Oh, lubdahk.., dia pasti petgi ke beberapa tabib.., dia harus mendaoatkan lerlskuan dan saran khusus agar dia tidak merasakan rasa sakit saat duduk dan berdiri". Indera tertawa, Chandragupta bingung" apa?". Dhumkethu berkata pada Chandragupta" maksudnya, ketika kau berada diistana, Amatua Rakhsas datang kesini dengan beberapa tentara dan menanyakan mu". Kilas balik ketika Amatya Rakhsas datang dengan beberaoa prajutkrit dan menemui Lubdhak dan menginginkan semua jawaban atas pertanyaannya tentang Chandragupta tentang keraguannya mengaoa Chandraguota pada akhirnya mau datang ke istana meskipun pada awalnya menolaknya, dan saat itu Dhumkethu dan Indera menyulutkan apu ke bagian bokongnya, dan lubdhak mengarang semua jawaban bahwa jiika Chandragupta tidak mengikuti perintah raja maka dia,akan di cambuk. Kilas balik berakhir.
Chandragupta berkata" Jika Amatya mengetahui bahwa aku pergi.keistana dengan suatu motif, maka raja yang kejam itu akan memenggal kepala ku.., terima kasih atas bantuan ini". Sthulbadhra berkata" terima kasih?".., jangan berterima kasih kepada kami, tapi berterimakasilah pada Acharya Chanakya.., atas arahannya kami melakukan semua ini". Chandagupta bertanya" Acharya Chanakya?".. Siapa dia?". Dhumkethu menjawab" Chandra, dia adalah orang yang sama yang mengembalikan gelang mu". Chandragupta mencoba untuk mengingatnya. Chandragupta berfikir" pertama, dia mengembalikan gelang ku dan sekarang dia membantu ku untuk melawan Amatya.., apa yang sebenarnya dia mau?".., mengapa pria itu mengikuti ku?".
Badhrasal dan Beberapa tentara Magaadha mencari keberadaan Acharya Chanakya. Badhrasal berkata"aku harap informasi mata-matamu benar.., apakah benar Acharya Chanakya tinggal disekitar sini?".., semua informasi yang informan berikan sampai terbukti benar". Chanakya dan bairav di sungai. Chanakya menfengar suara langkah kaki Magadha dan memberitahu Bairav dan memintanya tenang, Bairav bertanya apa yang terjadi, Acharya?". Chanakya menjawab",aku mendengar suara langkah kaki beberapa orang, keluar dari sini". Chanakya mengambil tongkatnya, Bairav berkata" tidak ada tempat untuk bersembunyi disini, Acharya". Chanakya melihat getobak pedati. Badhrasal dan prajuritnya sampai ditempat target, seorang prajurit berkata" tuan, lihat kesana ". Mereka melihat pedati dan sesirangvyang tidur di gerobak. Badhrasal dan tentaranua mengepung pedati. Bdhrasal betkata" permainan petak umpet sudah berakhir, Chanakya".., bangun dan lihat akhir mu disini". Badhasal menarik selimut dannmenemukan Chandragupta dengan santainya tidur, Chandragupta membuka matanya. Badhrasal berkata"kau". Chandragupta tersentak kaget. Badhasal bertanya" apa yang kau lakukan disini?". Chandraguota menjawab" aku juga punya pertanyaan yang sama, apakah kau juga tidak punya pekerjaan penting lainnya selain mengikuti ku?".., tidak bisakah aku tidur nyenyak setelah menjadi pangeran selama sehari ?".., aku lelah,tuan.., biarkan aku tidur". Badhrasal berkata pada Chandraguota" kaubtidak begitu penting sehingga kami harus mengikuti mu setiap saat, kami mendapatkan informasi ada orang lain berada  disini". Chandragupta berkata" pidak peduli dengan alasan apa yang kau berikan, tapi kenyataanya adalah kau tidak suka aku menjadi pangeran selama sehari.., apakah aku benar?". Badhrasal menjawab" itu tudak benar". Badhrasal memerintahkan tentaranya"ayo pergi". Candra melompat turun dan berkata " aku tahu dimana kau bersembunyi, sekarang kau bisa keluar". Acharya Chanakya keluar dari persembunyiannya  di air sungai. Chanakya berkata pada Chandraguota"terima kasih". Chandragupta berkata"tidak perlu berterima kasih pada ku, kau telah menyelamatkan ku dari lubdhak dannhari ini aku menyelamatkan mu dari tentara ini.., jadi kita genap.., sekarang kau memberi tahu aku kenapa kau mengikuti aku.., mengapa ksu mengikuti aku, apa tujuan mu dibaliknya?".., kau memiliki gelang ibu ku dan kaunjuga tahu betapa pentingnya gelang itu bagi ku.., bagaimana?". Acharya Chanakya tersenyum, Chandragupta berkata"sekarang jangan katakan kau tidak punya kepentingan pribadi dibaliknya, ksrena tidak ada seorang pun yang bisa tanpa pamrih.., bshkan ibu ku menjual ku karena alasan egoisnya sendiri dannksu adalah otang ading bagi ku". Acharya Chanakya berkata"ada perbedaannantara keegoisan dan tujuan, Chandragupta.., dan kaubadalah tujuan ku".., tujuan kubadalah Bharat bersatu.., tujuan adalah membangunkan mu  menuju tujuan itu sendiri, sehingga kau bisa menjadi kaisar Bharat di masa depan".., kaisar Chandragupta". Chandragupta hanya terdiam



Comments

Popular posts from this blog

CHADNRAGUPTA MAURYA 54 By Made Titis Maerani