CHANDRAGUPTA MAURYA 07

 

By Made Titis Maerani




 

Index Sinopsis : Amathya Rakhsas berusaha untuk menangkap pencuri/  penjarah hadiah Dhanand. Chandragupta datang menyelamatkab Sthukbadhra dan Acharya Chanakya. Dhananad sangat marah begitu mengetahui kepala patung emas miliknya menjadi kelala keledai. Mura menteryawakan Dhanabd didepan tamu kebanggaanya. Amatya Rakhsas diperintahkan  Dhanand untuk menangkap semua pemuda yang menghafiri  cerimoni ulang tahun kelahirannya dan meminta agar membunuh mereka agar tidak menjadi pembetontak di masa depan.

 

Chandragupya berhasil mencuri dan membawa kereta target curian,  Indera dan Dhumkethu mengikutinya, Sthulbafhra berusaha untuk berlari menyelamatkan dirinya bokongnya tersengat tawon, Dhumkethu agar Sthulbadhra meminta agar Sthulbadhra berlari. Dhumkethu meminya,agar Sthulbadhra berlati cepat, namun Sthulbahdra duduk di tanah, beberaoa orang prajurit Magadha yelah mengepungnya. Dhumkeyhu panik dan pergi meninggalkannya.

Sementara itu Amathya Ralhsas mengerahkan seluruh padukannya untuk menangkap pencuri hadiah Dhanand, prajurit Magadha terus memacu kudanya, Chandragupta dan teman-temannya memacu kereta kuda  dan berpencar, sorangbptajurit yerus mengikuti Chandragupya dan berusaha untuk meraihnya, Chandrahupta mengalihkan perhatiannya" ya dewa, itu beruang!". Ptajurit menengok kearah hutan dan tidak menemuian apapun di hutan dan ia masuk dan menemukan kereta di dalem hutan tanpa kusir, ia berfikir" bandit bodoh itu telah lari ketakutan". Indderaxdan Dhumkethu bersembunyindi balik pohon dan mengawasi prajurit. Chandragupta sampai di bagian hutan yang lain dengan kereta curian, ia turun dari kereta dan waspada saat nendengar langkah kaki, Indera dan Dhumkethu datang menemuinya.

Chandragupta bertanya pada Indera " apakah ada yang melihat mu?". Indera menggelengkan kepalanya. Chandragupta bertanya" dimanakah lokasi Sthulbadhra?". Dhumkethu mengingat saat Sthulbadhra  berusaha untuk betkari mengejarnya namun telah terkepung  prajurit Magadha. Dhumkethu dan Indera menundukkan kepalanya.

Beberapa prajurit Magadha mengawal kereta tahanan Sthulbadhra dan Acharya Chanakya. Sthulbadhra dengan santainya bersiul dan tersenyum. Chanakya berkata pada Sthulbadhra “ dengar.., kau masih muda sepertinya kau kuat dab sehat dat tampaknya kau huga pintar.., apa perlunya mencuri pada saat itu?”. Sthulbadhra menjawab “  itu bukan untuk kebutuhan ku,  begitu dia mengambil keputusan maka keputusannya sudah final dan demi persahabatan kami mengikuti perintahny  begitu dia memutuskan sesuatu”.

Chandragupta berkata pada Indera “aku akan membawa Sthulbadhra kembali”. Ketika Chandragupta akan pergi, Dhumkethu menghentikannya berkata pada Chandragupta “ tapi bagaimana caranya?”.., Chandra, dia pasti sudah tertangkap disana, tidak ada lagi jalan keluar”. Chandragupta berkata “tidak ada yang sulit bagi Chandra yang membimbing orang lain dalam kegelapan, tidak akan apa-apa jika aku harus menemukan jalan keluar sendiri”.

Chanakya mengatakan pada Sthulbadhra “ kau tampaknya tidak kahwatir, pernahkah  kau berfikir bahwa kau akan menghabiskan sisa hidup mu di penjara Magadha?”. Sthulbadha berkata pada Chanakya “ Berhentilah menghawatirkan ku, pikirakan saja tentang diri mu, hukuman penjara di usia tua ini akan sulit bagi mu”.., teman ku akan datang menyelamatkan ku dengan cara apapun”. Chandragupta melompat dari atas pohon kekereta. Sthulabdhra berkata pada Chanakya “ Bukankah aku sudah memberitahu mu bahwa teman ku akan datang untuk menyelamatkan ku?”. Prajurit yang menjadi kusir kereta bertanya “ siapa disana?”. Chandragupta mendorongnya dan mengambil alih kusir dan membawa kereta pergi.  semua prajurot Magadha berlari mengejarnya dibelakang. Sthulbadhra berkata pada Chanakya “bersiaplah, tuan”.., kita akan segera di bebaskan”. Chankya meyakinkan dirinya “Kita?”. Dhumkethu dan Indera melepaskan jebakan untuk semua prajurit yang mengejar kereta Chandragupta dengan menaruh cairan hitam. Beberapa prajuritt lainnya masih mengejar, Chandragupta melemparkan pisaunya dan memotong tali untuk memerangkap jaring semua prajurit Magdha dan memacu kudanya. Chandragupata membawa kereta tempat yang aman dan mendadak kereta itu berhenti, Sthulbadhra terpental dan terjatuh di tanah dengan tangan yang terikat, Chandragupta membebaskan ikatan di tangannya dan membawanya pergi. sthulbadhra bertanya pada Chandragupta  “Bagimana dengan pria itu?”. Chankaya duduk di depan pintu kereta dengan mata yang terutup kain,  Chandragupta bertanya pada Chanakya “apakah kau punya teman?”. Chankya menjawab “tidak”. Chandragupta berkata pada Chanakya “Kalau begitu bantu diri mu sendiri”. Chandragupta melemparkan pisaunya dan tertancap pada kereta, Chanakya membuka talinya sendiri dengan pisau yang ditinggalkan Chandragupta. Chandragupta dan Sthulbadhra bergegas pergi.

Chanakya membuka kainnya dan mengeluarkan gelang milik Chandragupta dan tersenyum, ia berguam untuk Rakshas “  Ulang tahun raja hanya akan membawa mu pada nasib buruk untuk mu, Amatya Rakhsas”.., kau tidak bisa menangkap ku atau juga menangkap pencuri itu”.

Rakhasa marah pada seluruh prajurit Magadha yang telah dikerahkannya dan berkata dengan sangat kecewa pada semua prajurit , Rakhsas berkata pada prajurit yang berdiri di depannya“ Tidak!”.., ada 200 pasukan dari kalian dan mereka hanya berdua, dan mereka telah menipu mu”.. mereka seorang sarjana dan seorang anak muda, apakah kau tidak merasa malu pada diri mu sendiri”. Prajurit itu berlutut di depan Rakhsas berkata . Rakhas berkata “Anak laki-laki yang datang untuk menyelamatkan mereka secepat kilat .., dia datang seperti badai dan membawa mereka pergi  bahkan sebelum kami semua menyadarinya!”. Rakhas berkata “ kemarahan kaisar akan merenggut nyawa mu jika tidak bisa menemukan hadiah itu tepat waktu!” .., kalian semua akan disemen didinding Magadha, tutup semua pintu keluar,  tidak akan ada yang masuk dan keluar meninggalkan kerajaan!”.., aku menginginkan mereka bedua bagaimanapun caranya.., pergi!”.  Semua prajuirt bergegas pergi.

Rakhsas berguam dengan kemarahannya “Ini pasti dari taktik licik Acharya Chanakya, tapi sapakah anak laki-laki yang memutuskan untuk mempertaruhkan nyawanya sendiri?”

Mura datang bersama pelayan wanita lainnya untuk melihat patung emas milik raja Dhanand yang gila. Dahanand berkata pada semua orang”Persiapan/ pengaturan khusus ini telah dibuat pada kesempatan ku yang berarti  ulang tahun Magadha dan tamu yang sangat istimewa  akan menjadi bagian dari perayaan  besar/ akbar ini!”. Pandu dan saudara laki-lakinya yang lain ( ..) tersenyum. Dhanand berkata “  orang yang layak untuk aliansi Magadha, dia adalah JenderaL Alexander  yang telah menakhlukkan dunia  tapi tidak berani untuk menakhlukan Magadha”.., aku senang bahwa orang yang dihormati  oleh seluruh dunia telah memperluas persahabaatannya dengan Magadha!”..,  dia tidak pernah menyadari kekuatannya tapi mengakui kekuatan Mahadaha!”.., silahkan sambut dengan gembira teman Magadha dan jendral besar, Seleucus!”.  

Seleucus datang disambut meriah dengan kawalan prajuritnya berjalan menuju ke  podium Dhanand. Dhanand menyambutnya dengan sangat meriah di Magadha. Dananad gila dan Seleucus berpelukan satu sama lainnya, Dhananad berkata pada Seleucus “ kau telah datang sebagai tamu istimewa pada kesempatan ulang tahun ku, aku sangat senang .., sekarang aku akan menerikan mu kehormatan untuk menyasksikan pembukaan patung yang telah di berikaj kepada ku oleh saudara laki-laki ku”.

Pandu dengan semangat mengatakan keadaan patung emas itu “ dengan panjang 100 kaki dan lebar 20 kaki,  patung kasiar ini terbuat dari emas”. Saudara laku-laki dhananad lainnya (..) berkata “ patung ini telah di bangun dengan tujuh bagian yang memiliki cinta terjadap ketujuh saudara yang mulia”. Seleucus berkata “Luar biasa!”.., patung emas sebesar ini pasti akan memiliki reputasi  dan keberanian kaisar Magadha”. Dahanand berkata pada Seleucus”itu tidak diragukan lagi.., tidak di ragukan lagi”.., itu akan menjauhkan musuh dari kita dan juga persahabatan kita dan akan mengajari teman-teman ku  untuk tetap berada di batasannya mereka”. Seleucus berkata pada Dhanand “Tentu saja kaisar!”.., ketika tujuannya sama  maka aliansi akan terjalin seperti yang diinginkan, jika tujuannya  berbeda maka teman-teman  akan segera berpisah, aku berdoa kepada dewa agar tujuan kita berdua tertap sama, sehingga pedang yang terangkat untuk saling menghormati satu sama lain tidak boleh saling menebaskan pedang”. Dhanand berkata pada Seleucus “ Inilah yang aku suka dari mu, kata-kata mu setajam pisau dan pikiran mu secerdas kuda”.., luar biasa!.., datanglah”.., mrai kita bersenang-senang dalam perayaan ini”. Dhananad dan Seleucus mulai berjalan ke sisi podium dimana patung emas itu ditempatkan , dalam perjalanannya Dhananad menatap Mura yang sangat membenci Dhanand.

Acharya Chanakya memandangi gelang milik Chandragupta. Shakar berkata pada Chanakya “ Siapakah sebenarnya anak itu?”. Chanakya menjawab  “orang yang telah bangkit dari tanah Mahadha.., lebih cepat dari angina dengan amarah seperti murka lautan, kuat seperti gurun, terampil dalam menghadapai bahaya, seperti singa dalam memimpin kawanannya, bersedia mengorbankan hidupnya demi teman-temannya dan cukup tanpa pamrih untuk menyelamatkan orang asing seperti ku..,  dia mempunyai semua sifat karakteristik yang aku lihat  dimasa depan Bharat  dan akan menjadi kaisar dari Bharat besatu”. Shakar bertanya pada Chanakya “ Siapakah nama pemudia itu?”. Chanakya menjawab “seorang tukang emas hanya akan memerikasa biji di dalam batu dan setelah penempaan  permata itu akan menemukan nama dan aku harus menemukannya untuk menempanya  menjadi seorang pejuang”. Bairav berkata”Maafkan aku Acharya, tapi bagaimana bisa seorang anak muda  memakai perhiasan di lehernya bisa menjadi kaisar yang agung?”. Chanakya menjawab “ “gelang ini  pasti milik ibunya dan hanya  seorang pejuang sejati  yang berani memakai perasaan di dadanya sebagai kebanggaan, Bairav”.., pikirkanlah sesorang yang memiliki cinta seperti itu untuk ibunya, betapa dalam dia akan mencintai tanah airnya!”. Chanakya hanya memandangi gelang itu.

Dhanand sampai dan menaiki ke podium untuk membuka tirai dari patung emas kebanggaannya, ia mengatakan “Dan semua orang bodoh yang bernai menentang suara mereka untuk melawan Magadha akan kehilangan kehormatannya, ketika mereka melihat keagungan patung dewa Magadha yang perkasa!”.., akan bercahaya karena makmur dari kepala sampai kekaki.., ini akan menjadi  bentuk agung dari Kaisar Dhanand  yang tidak akan pernah terlupakan oleh dunia maupun sejarah itu sendiri!”. Pandu dan saudara laki-lakinya tersenyum.

Semua orang bersorak-sorak untuk Dhanand, Dhananad akan menarik tali yang di berikan pelayan wanita dan akan membuka tirai dan melihat wujud kepala dari patung emas kebanggaannya itu, semua orang melihat keatas wujud patung itu perlahan tirai telah terbuka, seketika semua orang terdiam dan serempak menundukkan kepala mereka saat melihat wujud kepala keladai terpasang di patung emas itu, Dhanand masih belum menyadarinya. Padnu, Saudara laki-lakinya dan Amatya Rakhsas pun terkejut saat mengetahuinya.

Dhananad berbalik, dan ia tersentak kaget saat melihat kepala berwujud keledai di atas tubuh patung emasnya yang agung. Seleucus tersenyum dan menahan tawanya. Mura tertawa terbahak-bahak saat melihat itu berkata didepan semua rakyat Magadha dan Dhananad serta kerabat dan tamu istimewanya.

Mura berkata “memang itu ciptaan yang sungguh luar biasa , begitulah bentuk sebenarnya dari dewa Magadha  dari tubuh dan jari-jari kakinya berbalut emas tapi kepalanya tetap seperti seekor keledai .., salah satu kebodohannya yang saat melihat jalan dengan rerumput yang kering di musim panas akhirnya berfikir bahwa dia akan memakan semuanya dan menganggap dirinya sebagai yang terkuat”.., inilah benar-benat bisa dikatakan tidak ada yang akan melupakan wujud kaisar ini dan juga sejarahnya”. Mura mentertawakan Dhananad. Saudara laki-lakinya (..) sangat marah dengan Mura, Dhanand menghentikannya ketika ia akan menyerang Mura. Dhananad pun tertawa terbahak-bahak setelah mendengarkan semua ocehan Mura tentang dirinya, ia berkata didepan semua orang “ Betapa indahnya ciptaan ini!”.., ini memang hebat, sungguh luar biasa!”.., sangat menyenangkan!”.., semua orang disini tahu betul aku menyukai humor yang bagus!”. Dhanand mentertawakan dirinya, ia berkata “ dan siapa lagi selain sudara-saudara ku yang paling tahu  bagaimana membuat aku tersenyum!”. Dhanand memeluk kedua saudaranya dan mereka tertawa bersama.

Dhananad berkata “ ini memang patung yang hebat!”. Dhanand kembali mentertawakan dirinya dan sesaat kemudian wajahnya berubah menjadi marah.

Rakhsas datang menemui Dhananad yang saat itu melampyuaskan semua emosi dan rasa kecewanya dengan membelash semangka dengan pisau yang tajam diatas meja.

Dhanand berkata pada Rakhsas” Ada sesorang yang telah merampok ku tepat dibawah hidung ku”.., aku menginginkannya”. Rakhas mengatakan pada Dhananad “ ada beberapa orang remaja dibalik pencurian acara ini, tapi tidak ada yang melihat wajah mereka”.., tapi aku akan segera menangkap mereka”. Dhananad berkata pada Rakhsas “ Kau dikenal cukup luas akan kemampuan matematika mu, jadi aku membutuhkan bantuan mu  untuk memperkirakan berapa banyak anak yang ada di Magadha?”. Rakshas mengatakan pada Dhananad “sekitar 2.000.000 kuat”. Dhananad berkata “jadi jumlah pemuda ada dalam jumalh itu?”.. berepa banyak dari mereka dari anak muda laki-laki?”. Rakhasa menjawab “ sekitar 1.10000”.

Dahanand berkata pada Rakhas “ sekarang jika seseorang akan memperkirakannyam ada berapa banyak dari mereka yang berusia 15 atau 16 tahun?”. Rakhsas menjawab “25.000”.  Dhnanad berkata pada Rakhas “ 25.000 anak remaja laki-laki Magadha beruasia 15 atau 16 tahun.., jadi bawa remaja laki-laki itu ke dalam isatana Magahda dan kurung mereka dan bunuh mereka semua!”. Rakhasas bertanya “Tapia da ribuan anak yang akan membayar satu kejahatan?”. Dhanand berkata pada Rakhsas “ Pasti salah satu dari mereka ada yang mencuri  kepala patung emas kaisar Magadha. Sebelum keberaniannya bisa menghasut pemuda lainnya kita harus menghancurkan mereka semua yang bisa menjadi ancaman  bagi masa depan Magadha dan aku telah di permalukan depan Selescus.., aku tidak akan membalas siapapun yang akan bangkit untuk melawan mu di masa depan, aku ingin mereka semua di panggil ke istana, aku akan membuat mereka semua dihukum dengan kematian atas keberanian mereka!”

 

Comments

Popular posts from this blog

CHADNRAGUPTA MAURYA 54 By Made Titis Maerani