CHANDRAGUPTA MAURYA 15

By Made Titis Maetani
 
 

 
 


Index Sinopsis : Dhannanad menyambut kedatangan putri Dhurdara dengan antuias, Pandu dan saudara laki-lakinya sengaja menjebak Chandragupta untuk turun di ring peryarungan antara manusia dengan Harimau buas. Maitri menyafari nyawa Chandragupta dalam bahaya, melihat ekspresi Mura yang begitu khawatir tentang Mura, Dhananand menaruh curiga denhan hubungan antara Mura dan Chandragupta.


Dhananand  yang gelisah bertanya-tanya saat menanti dan menyiapkan pesta penyambutan putru Durdhara ke istana Magadha" Ayolah Durdhara, aku tidak bisa menunggu mu lebih lama lagi". Chandragupta memperhatikan Dhananand dan berguam" aku merasa bahwa raja menyayangi ibu ku.., dia pasti sangat istiewa". Chandraguota berkata pada Mura" katakan sesuatu apakah kau tahu orang yang seharusnya datang kesini.., untuk siapa persiapan ini di buat?". Mura terlihat marah, Chandragupta berkata" aku..aku, hanya bermaksud mengatakan.., aku belum pernah melihat raja menunggu siapapun dengan penuh semangat untuk siapapun". Dhananand terus mengawasi mereka. Mura berkata pasa Chandragupta" budak, aku belum lupa dengan cara mu mengejek semua orang peeplivan.., mungkin suatu saat kau akan menyadari bahwa kau harus berperilaku baik untuk orang lain". Dhananand terus mengawadi Mura dan Chandragupta dan mengingat daat Chandragupta,dengan sengaja menendan wadah cuci kaki saat mura,akan membasuh kakinya. Dhananand bertanya-tanya",apa yang Mura bicarakan dengan budak itu?".., anak itu pasti berusia sekitar 16 tahun".

Iringan tandunputru Durdhara memasauki istana, Dhananand tersenyum bahagia" Dia ada disini.., dia ada disini". Saudara-saudaranya senang menyambut kedatangan tandu, Dhananan mengucapkan selamat datang pada Durdhara. Dhananand berkata pada Durdhara" aku harap peejalanan mu menyenangkan". Tidak ada jawaban sedikit pun dari Durdhara, Chandragupta mengeluarkan gelang milik ibunya. Dhananand menjadi penasaran dan terus memanggil adik perempuannya (Durdhara).

Dhananad turun dari tahtanya, ia memeriksa isi tandu namun Durdhara tidak ada di tandunya, semua keluarganya terkejut.

Suara Durdhara berkata"aoa masakahnya?".., siapakah orag yang membuat ketidakhadirannya membuat raja nagadha Shock?". Dengan santainya Durdhara duduk di tahta Dhananand dan menukmati memakan  anggur hijau, Durdhara tersenyum.

Chadragupta berfikir" dia bukan ibu ku". Chandragupta menyimpan kembali gelang milik ibunya. Dhananand berjalan menaiki tangga untuk menghampiri Durdhara, Chandraguoya mengingat saar Badhrasak berkata bahwa tidak ada orang yang boleh menduduki sunggasananya dan pelayan membajar sunggasananya yang telah ternodai. Chandragupta memlerhatikan Durdhara dan berguam" dua bodoh telah bercanda dengan raja, sekarang raja yang jahat itu akan memenggal wanita malang ini".

Dhanaband berlutut dan membentang lebar tangannya berkata"apel mata ku, satu-satunya bintang di langit ku, aku menyambut ku adik ku (saudari ku) tersayang". Daaima tersenyum. Chandragupta terkejut"kakaknya". Durdhara berlaru memeluk Dhanand" kakak". Dhaanad berkata pada Durdhara" jangan  pernah bercanda seperti itu, jantung ku sempat berhenti  berdetak untu beberapa saat".., aku mengejutkan semua orang tapi kau tidak harus mengejutkan ku". Durdhara berkata pada Dhananand" aku adik mu, aku pasti ajan melakukan sesuatu yang tidak terduga". Dhananand berkata pada Durdhara"aku telah membuat persiapan / pengaturan khusus untuk meyambut mu". Dhananand bersorak sorai untuk puri Durdhara. Semua orang bersorak sorai.

Durdhara melihat sesorang pangeran yang tidak lain Chandragupta. Chandragupta terus melihat sekelilingnya, Durdhara yang kesal. berfikir",diapakah pangeran ini yang tidak terpesona dengan kecantikan ku".

Chandragupya berfikir aku berfikir ibu ku ada disini, tapi dia adik perempuan kaisar.., sekarang sepertinya aku harus mencari ibu ku di pesta/ festival besar".

Saudara laki-laki Dhanaand(..) berkata pada Pandu" kami relah membuat persiapan/ pengaturan untuk membunuh budak itu di festival, apakah kau ingin melihatnya?". Pandu terkejut saat torai terbuka dan melihar beberapa harimau mengaum. Pandu memujinya" luar biasa!".., aku harus kehilangan jari ku karena  anak ku dan sekarang dia akan kehilangan nyawanya".

Beberapa orang penari perempuan datang dan menari. Chandragupta masih fokus dengan tujuannya dan melihat sekelilingnya, Dhurdara terus mengawasinya. Chandragupta berfikir" dimana ibu ku?".., jika ibu ku begitu penting bagi kaisar, lalu mengapa tidak terlihat di sekelilingnya?". Mura membagikan minuman pada setiap tamu yang datang, Maitri kembali ke istana, ia berfikir "ya dewa!".., aku berharap anak itu selamat!".

Hiburan masuh berlangsung, para penari masih menari, Pandu dan saudaranya  menatap dengan kebencuan terhadap Chandragupta. Mura melewati Chandragupta, Chandra bertanya pada Mura"bisakah/ bolehka aku mendapatkan minuman?". Mura menjawab"kau masih belum cukup umur untuk minuman Mead (alkohol)". Badhrasal pun mengawasi mereka, mata  Dananand  juga terus mengawasi Mura dan Chandragupta. Amatya Rakhsas bertanya pada Dhananand"apakah kau lihat itu?"..,Mura tampaknya putus asa untuk menemukan putranya". Dhananand menjawab" aku sangat menunggu hari ini, ketika putranya datang di depan mata ku dan kemudian aku akan membunuh putra Mura bersama xengan sifat keibuannya".

Chandragupta bertanya pada Mura" kenapa kau terus-terusan memarahi ku, seolah-olah aku putra mu?". Mura menjawab"aku harap aku memang ibu mu, karena,aku akan membesaekan mu menjadi anak yang kebih baik daripada ibu mu". Chanragupta bertanya"apa?".., apa kata mu?".., taukah kau dengan apa yang dimaksud penghinaan ini?". Mura menjawab" ya, lanjutkan, pergilak.me kaisar Magadha yang agung.., laporkan kekurangajaranku, O kaisar yang agung". Chandragupta menjawab" aku tidak punya waktu untuk di sia-siakan, kau dapat menawarkan minuman ini kepada orang yang kau inginkan, aku punya urusan sendiri untuk di hadapi". Mura berjalan pergi.

Durdhara bertanya pada saudaranya Pandu"kau telah memberitahu ku bahwa,ada pertunjukan/presentasi gang bagus untuk du tunjukkan kepada ku ketika aku tiba".., dimanakah itu?". Pandu menjawab"tunggulah sebentar, adik ku".., akan ada tindakan selanjutnya". Pandu menyeringai dan tidak meleoaskab landangan kebencuan dan dendamnya pada Chandragupta. Dhananad menatap Pandu, Pandu menundukan kepalanya. 

Durdhara bertanya pada Dhananand " kakak Pandu, mengalihkan perhatuannya dari mu, kakak"...,mengapa aku merasa dia tidak kwhilangan jarinya dalam perburuan liar seperti yang dia katakan?".., apakah itu ada hubungannya dengan mu, apakah aku benar?". Dhananand menjawab"itulah dia, inilah yang aku suka dari mu, tidak ada seseorang pun yang ada didunia yang bisa memahami aku yang lebih baik dari mu"

.., hak seorang kaisar untuk memerintsh rakyat dan juga keluarganya.., dia harus siap melakukan apapun yang dia mau". Dhananand menimpali"kata-kata mu benar, tidak ada yang membawa peringkat yang lebih tinggi dari kaisar!". Durdhara tersenyum melirik Dhananand, Dhananand berkata" tapi aku mengikuti perintah yang di berikan oleh adik perempuan ku". Durdhara dan Dhananan tertawa. 

Durdhara menutup telinga saat mendengar auman harimau, semua orang terkejut. Pandu menyeringai melirik saudara laki-lakinya(..). Saudaranya pun menyeringai. Pandu berkata"pertunjukannya sudah siap, adik ku". Semua keluarga ketajaan duduk untuk menyaksikan pertarungan antara Hatimau dan orang yang akan di korbankan Pandu serta saudara laki-lakinya(..). Seorang laki-laki / pawang harimau buas telah bersiap untuk melakukan pertunjukan dengan Harimau. Saudara laki-laki (..) berkata " ini Harimau lemakan manusia, kakak".., dan orang yang berada di bawah sana akan menyuruhnya kecincin". Harimau buas melangkah mendekati pawang, Durdhara sangat senang " luar biasa ini akan menjadi sensasi". Durdhara beryanya pada,Dhanand apakah aku benar, kakak?". Dhananand hanya nyengir. Saudara laki-lakinya (..) mengumumkan aksi dari pertunjukan akan di mulai. Dirdhara dan semua orang antusias

Harimau melompati cincin besar, Dhananand tertawa dan bertepuk tangan. Semua orang bertepuk tangan atas aksi pertunjukan pertama. Daaima menganggukan kepalanya dan memberi isyarat pada Pandu, Hatimau menyerang sang pawang, pawang berteriak minta tolong agar dirinya diselamatka harimau mencabik-cabik pria itu dengan kukunya yang tajam. Pandu melirik Dhananand, dengan sengaja Pandu mendorongnya, Chandragupta terperosok berpegangan pada kain. Mura terkejut saat itu. Pandu menatap saudara laki-lakinya dan mereka saling menyeringai. Mura berkata" seseorang harus menyelanatkan anak itu!".., tolong dia!". Dhananand memperhatikan rasa kekhwatiran Mura yang mencemaskan Chandragupta " tolong dia!".

Harimau mengaum berjalan mendekati Chandragupta yang selalu waspada, Pandu tersenyum puas, Mura mencemaskan nasib Chandragupta. 

Maitri melewati lorong, mendengar bebetapa pelayan wanita berkata "cepat.., aku telah mendengar bahwa seorang anak laki-laki sedang melawan harimau pemakan manusia". Maitri gelisah berfikir ucapan chanakya yang mengatakan bahwa hidup Chandragupta dalam bahaya besar, bahkan jika Dhananand menyadari bahwa chandragupta adalah putra Mura maka impian dan masa depan chanakya dan Chandragupta keduanya akan binasah.

Maitri bergegas berlari. Pandu berkata",Luar biasa!" .., saudara ku, sekarang aku mendapatkan apa yang hati ku cari"

Harimau melompat menyerang Chandragupta, Chandra melompat dan menghindar, Dhananad begitu gembira melihat aksi Chabdragupta, Mura mencemaskannya. Chandragupta mengambil obor dan melawan harimau, Pandu berfikir tentang Chnandragupta " hidup mu akan berakhir sekarang". Hatimau mengamuk dan melempar obor, Chandragupta berlari dan melimpat ke udara ketika Hatimau itu menyerang, Raja Dhananand menjadi terkesan namun Pandu kesal. Maiyri sampai di sana. Harimau marah menendang Chandra,  gelang milik ibunya terpenyal, Jarimau mencakar lengannya. Chandraguota melihat cincin besar fan mengoleskanndarah dilengannya dan melemparkannua ke harimau, Chandraguota mengambio kesempatan untuk berlati, melompat dan kembali ke atas podium.

Mura dan Maitri merasa lega, Chandragupta menyadari gelang ibunya hilang "gelang ku!". Chandragupta terkejut dan melihat sekeliling ring pertarungan, ia melihat gelang itu di tanah sementara harimau telah menunggu mangsanya. Chandragupta kembali melompat dan mengejutkan semua orang, Dhananand senang dan berrepuk tangan, Chandra bergegas mengambil gelang itu menghindari swrangan harimau, Mura begitu ketakutan, ia mengungat perpisahannya dengan Chandragupta kecil. Chandragupta menyimpan gelang itu, Muta berfikir" itu dia putra ku Chandragupta". Chandraguota berlati dan melompat berjongkok melewati Hatimau, Mura menangis dan berteriak " tidak". Dhananand melirik melihat air mata Mura dan menaruh curiga padanya, Mura menyadaribDhananand mengawasinya dan mengusao air matanya. Dhananand berfikir dan bertanya-tanya tentang kegelisahan mura" kenapa dia begitu khawatir?".., kenapa pendetitaanya seperti itu?".., seperti ketakutan, siapakah anak ini bagi mu, Mura?". Layar terpecah menjadi tiga, antara Dhananand, Chandragupta dan Mura.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Comments

Popular posts from this blog

CHADNRAGUPTA MAURYA 54 By Made Titis Maerani