CHANDRAGUPTA MAURYA 16
By Made Titis Maerani
Index Sinopsis : Kecurigaan Dhananand terhadap hubungan Mura dan Chandraguota mebuatnya nemerintahkan Anatya Raksas untuk mencari tahu kebenaran melalui Lubdhak.ketiga teman Chandragupta menangani Lubdhak atas bantuan Acharya Chanakya. Putri Durdhara setuju dengan tawaran Chandragupta dengan persyaratan. Durdhara menaruh curiga jika Chandragupta bukanlah seorang pangeran
Chandragupta berlari dan melompat dan meraih tali ketika Harimau buas akan kembali menyerangnya, Mura begitu sangat tegang, Dhananand melirik Mura dan mengawasinya, Chandragupta berhasil kembali keatas podium, Mura menarik nafas lega, Mura menangis. Dhananand berkata pada Chandragupta" Sulit di percaya!".., dia seorang budak tapi dia memiliki keberanian di dalam darahnya.., kau budak dengan pakian seorang pangeran sejati yang maju kedepan untuk menantang Harimau ganas!". Chandragupta tersenyum, Pandu dan saudaranya kecrwa bahwa rencananya untuk membunuh Chandragupta gagal. Mura berfikir"takdir selalu saja mengjadirkan putra ku di depan raja sebagai pangeran Peevlipan". Dhananand berkata pada Chandragupta" aku ingin memeluk mu".., majulah kedepan!". Chandraguoya tersenyum dan maju memeluk erat Dhananand. Seorangbpria berkata" lihatlah kemurahan hati raja Dhananand, dia memeluk seorang budak". Semua orang bersorak sorai untuk Dhananand. Dhananad nyengir memperhatikan dan memegangi rambut Chandragupta, Chandragupta melepaskan pelukannya dan merapikan rambutnya. Dhananand berkata" pakian kotor tidak terlihat bagus pada seorang pangeran". Dhananan memanghil pelayan dan berkata " pertahankan setatus pangeran, hanyalah anggota kerajaan yang akan maju dan menjaga kebersihannya". Dhananand memanggil Pandu dan datang dan betkata" aku tahu tangan mu terluka, yapi pasa saat yang sama kau pejuang yang gagah berani yang memiliki keberanian menggunakan pedang dengan dua tangan.., jadi tidak ajan menjadi hal yang sulit untuk membersihkan pangeran dengan satu tangan".., apakah aku benar, kakak?". Pandu hanya terdiam, Dhananand berkata pada Pandu" kau lupa bahwa seorang kaisar memikiki mata yang terlatih pada anak buahnya, anggota keluarganya dan dimana-mana, aku tidak meragukan bahwa saat ini bahwa hati mu oenuh dengan kebencian dan hanyalah kebencian pada anak ini.., ya, aku yelah melihat ekspresi kebencian dalam diri mu ketika anak itu terjatuh dikandang harimau".., pada saat yang sama aku juga melihat ada eksoresi orang lain ketika anak itu keluar dari kandang tanpa cedra dari kandang". Pandu hanya terdiam, Dhananad berkata" harapan, kesedihan, ketakutan dan desahan lega aku juga melihatnya pada saat ini". Pandu habya terdiam, Dhananand kembali memanggilnya. Pandu membasuh tangan chandragupta yang terluka. Dhananand melirik ke Mura.
Chandragupta berganti pakian, ia bersama Badhrasal. Chandragupta berkata pada Bhadrasal"luat biasa!".., dengan pakaian ini bukankah aku seperti anggota keluarga kerajaan?". Badhrasal menjawab" hari ini kaisar terlalu bermurah hati untuk memanggil mu ke kanar pribadinya, jaga harapan mu dalam batas mu.., tinggalkan tempat ini dengan cepat". Badhrasal pergi, Chandragupta berfikir" takdir tidak ada di pihak ku, jika tidak aku pasti.menemukan ibu ku.., aku harus melakukan sesuatu, bahkan setelah menjadi pangerannaku tidak bisa menemukan ibu ku.., kemudian menjadi budak".., ini tugas yang sulit". Badhrasal bertanya"apa yang sedang kau pikirkan, ikuti aku". Chandragupta berpura-pura sakit " karena luka ku, aku tidak bisa menandingi kecepatan mu, aku akan mengikuti mu". Badhrasal pergi. Chandragupta betrjalan seperti biasanya.
Dhananand mencukur rambut seorang pria, Amatya Rakhsas datang menemunya dan bertanya pada Dhananad" apakah kau memanghil ku?". Dhananand menjawab" Ya, Amatya.., aku harus nemainkan permainan". Rakhsas bertanya" permainan?".., permainan macam apa?". Dhananand menjawab" sebuah permainan menebak".
Dhananand bertanya"bisakah kau memberitahu ku, diantara wanita yang berdiri disini.., siapa yang bisa menjadi ibu dari anak laki-laki ini?". Dhananand menghadirkan bebetapa orang wanita, Rakhsas mejawab" tidak".., yang mulia, kemungkinan dan oerkiraan tidak selalu benar dan kau tahu betul bahwa aku tidak bisa berbohong di depan mu dalam kondisi apapun". Dhananand betkata",tali hubungan antara ibu dan anaknya juga tidak busa berbohong karena mereka memiliki hubungan darah". Dhananand melukai anak itu dan ibunya maju memohon untuk tidak melukai putranya. Melihat teaksu ibu dari anak itu, Dhananand berkata pada Rakhsas"apakah kau melihat itu, Amatya?".., apakah kau melihat ekspresi kesakitanndi wajah wanita itu?".., aku juga melihat ekspresi yang sama diwajah Mura".., ketika pangeran sehari itu bertarung dengan harimau". Dhananand meminta anak itu pergi. Rakhsas, Daaima dan Maitri terkejut.
Kilas balik ditampilkan saat Chandragupta mekawan harimau itu sendirian dan Mura ketakutan, Dhananand mengawadinya dan melihat derai air matanya. Kilas balik berakhir.
Rakhsas berkata" jadi maksud mu ada kemungkinan bahwa anak itu putra Mura yang hilang?". Dhananand berkata pada Rakhsas" kau baru mengatakan bahwa kemungkinan bisa salah dan aku ingin yahu kemungknan dan kebenaran ini, karena ini bukan hanya seorang budak.., ini tentang pewaris Peeplivan". Rakhsas berkata pada Dhananand"aku akan mengumpulkan semua informasinya, jika kecurigaan mu ternyata benar maka aku akan bersumpah demi dewa, bahwa hari ini aku akan nersumpah hari ini akan menjadi hari tetakhir pangetan Peeplivan itu". Dhananand senang akan hal itu" lanjutkan". Amatya Rakhsas pergi.
Maitri berfikir"aku haris memberi tahu informadi ini pada Acharya Chanakya".
Charaguota pergi melewati lorong tempat pemandian para wanita dan mencoba untuk melihat dari celah jendela, Chandragupta berguam saat melihat sekrliling tempat itu" ada begitu banyak wanita kerajaan?".., mungkin salah satunya ibu ku". Durdhara datang menodongkan pedang fan membuat Chandragupta terkejut. Durdhara berkata pada Chandragupta"selain kakak ku Dhananan dan bebetapa pelayan,ii tidak ada orang lain yang diizinkan memasuki ruangan ini". Chandragupta berfikir" putri Dirdhara bisa membantu ku untuk sampai pada tujuan ku, aku hanya perlu meyakinkannya". Durdhara betyanya" apa yang sedang kau pikirkan?". Chandragupta menjawab" aku berfikir bahwa perhiasan itu terlihat bagus ditangan orang yang begitu lembut dan seorang putri uang sangat cantik bukan pedang ini dan kau mengangkat pedang dan melawan orang yang melawan harimau dengan tangan kosong. Durdhara berkata" itu ada perbedaannya antara harimau dalam kandang dengan putri ketajaan Magadha". Chandragupta berkata" tidak.., aku tidak akan percaya tanpa bukti apapun".., pertama, kalahkan aku dalam permainan pedang dan betikan aku bukti dari kekuatan mu". Durdhara berkata"apa?". Chandragupta berkata"kenapa kau mulai banyak mengajukan pertanyaan dari lada menunjukkan pedang dengan.mendengarkan tantangan ku?".
Chandragupta berkata pada Durdhara" aku tahu tidak ada perbedaan antara putri dan boneka cantik". Chandragupta berjalan pergi ia berguam" tolong hentikan aku, putri". Durdhara berkata" aku akan menerima tantangan mu.., aku akan membuktikan bahwa kecantikan juga bisa berbahaya"
Chandragupta tersenyum puas, dan menjawab" baiklah, aku punya syarat.., jika kau mengalahkan ky, aky akan melakukan apapub yang jay minta dan jika aku mengalahkan mu, maka kau akan meunjukkan ruangan ini daru dalam". Durdhara setuju" aku menerimanya". Chandragupta berkata pada Durdhara" bagus sekali, aku telah membuat adik perempuan raja menerima dua hal dalam pertemuan pertama itu sendiri, ini bukan awal yang buruk". Chandragupta mengediokan matanya pada Durdhara dan membuatnya diam terpaku".
Dhananand mencukur rambut seorang pria, Amatya Rakhsas datang menemunya dan bertanya pada Dhananad" apakah kau memanghil ku?". Dhananand menjawab" Ya, Amatya.., aku harus nemainkan permainan". Rakhsas bertanya" permainan?".., permainan macam apa?". Dhananand menjawab" sebuah permainan menebak".
Dhananand bertanya"bisakah kau memberitahu ku, diantara wanita yang berdiri disini.., siapa yang bisa menjadi ibu dari anak laki-laki ini?". Dhananand menghadirkan bebetapa orang wanita, Rakhsas mejawab" tidak".., yang mulia, kemungkinan dan oerkiraan tidak selalu benar dan kau tahu betul bahwa aku tidak bisa berbohong di depan mu dalam kondisi apapun". Dhananand berkata" hubungan antara ibu dan anaknya juga tidak bisa berbohong karena mereka memiliki hubungan darah". Dhananand melukai anak itu dan ibunya maju memohon untuk tidak melukai putranya. Melihat teaksu ibu dari anak itu, Dhananand berkata pada Rakhsas"apakah kau melihat itu, Amatya?".., apakah kau melihat ekspresi kesakitanndi wajah wanita itu?".., aku juga melihat ekspresi yang sama diwajah Mura".., ketika pangeran sehari itu bertarung dengan harimau". Dhananand meminta anak itu pergi. Rakhsas, Daaima dan Maitri terkejut.
Kilas balik ditampilkan saat Chandragupta mekawan harimau itu sendirian dan Mura ketakutan, Dhananand mengawadinya dan melihat derai air matanya. Kilas balik berakhir.
Rakhsas berkata" jadi maksud mu ada kemungkinan bahwa anak itu putra Mura yang hilang?". Dhananand berkata pada Rakhsas" kau baru mengatakan bahwa kemungkinan bisa salah dan aku ingin tahu kemungknan dan kebenaran ini, karena ini bukan hanya seorang budak.., ini tentang pewaris Peeplivan". Rakhsas berkata pada Dhananand"aku akan mengumpulkan semua informasinya, jika kecurigaan mu ternyata benar maka aku akan bersumpah demi dewa, bahwa hari ini aku akan nersumpah hari ini akan menjadi hari tetakhir pangetan Peeplivan itu". Dhananand senang akan hal itu" lanjutkan". Amatya Rakhsas pergi.
Maitri berfikir"aku haris memberi tahu informadi ini pada Acharya Chanakya".
Charaguota pergi melewati lorong tempat pemandian para wanita dan mencoba untuk melihat dari celah jendela, Chandragupta berguam saat melihat sekrliling tempat itu" ada begitu banyak wanita kerajaan?".., mungkin salah satunya ibu ku". Durdhara datang menodongkan pedang fan membuat Chandragupta terkejut. Durdhara berkata pada Chandragupta"selain kakak ku Dhananan dan bebetapa pelayan, tidak ada orang lain yang diizinkan memasuki ruangan ini". Chandragupta berfikir" putri Dirdhara bisa membantu ku untuk sampai pada tujuan ku, aku hanya perlu meyakinkannya". Durdhara betyanya" apa yang sedang kau pikirkan?". Chandragupta menjawab" aku berfikir bahwa perhiasan itu terlihat bagus ditangan orang yang begitu lembut dan seorang putri uang sangat cantik bukan pedang ini dan kau mengangkat pedang dan melawan orang yang melawan harimau dengan tangan kosong. Durdhara berkata" itu ada perbedaannya antara harimau dalam kandang dengan putri ketajaan Magadha". Chandragupta berkata" tidak.., aku tidak akan percaya tanpa bukti apapun".., pertama, kalahkan aku dalam permainan pedang dan betikan aku bukti dari kekuatan mu". Durdhara berkata"apa?". Chandragupta berkata"kenapa kau mulai banyak mengajukan pertanyaan dari lada menunjukkan pedang dengan.mendengarkan tantangan ku?".
Chandragupta berkata pada Durdhara" aku tahu tidak ada perbedaan antara putri dan boneka cantik". Chandragupta berjalan pergi ia berguam" tolong hentikan aku, putri". Durdhara berkata" aku akan menerima tantangan mu.., aku akan membuktikan bahwa kecantikan juga bisa berbahaya"
Chandragupta tersenyum puas, dan menjawab" baiklah, aku punya syarat.., jika kau mengalahkan ky, aky akan melakukan apapub yang jay minta dan jika aku mengalahkan mu, maka kau akan meunjukkan ruangan ini daru dalam". Durdhara setuju" aku menerimanya". Chandragupta berkata pada Durdhara" bagus sekali, aku telah membuat adik perempuan raja menerima dua hal dalam pertemuan pertama itu sendiri, ini bukan awal yang buruk". Chandragupta mengediokan matanya pada Durdhara dan membuatya diam terpaku"
Pelayan wanita mengembalikan beberapa buah apel ke pedagang ( Acharya Chanakya). Pelayan wanita berkata"Maitri memberikan lerintah untuk mengembalikan sekeranjang apel ini, banyak apel yang membusuk". Pelayan itu pergi, Chanakya menemukan pesan Maitri diantara apek yang telah terbelah". Shatkar bertanya pada Acharya Chanakya" apa betitanya?". Chanakya menjawab" beritanya tidak bagus, Shatkar".., Dhananand meragukan hubungannantara Mura dan Chandragupta dan untuk menghilangkan keraguannya, dia memberikan perintah pada Amatya.., jika keraguan Dhananand hilang dan jika dia mengetahui kebenaran tentang Mura dan Chandragupta, maka Dhananand akan membunuh mereka".., Shatkar, kita harus mengentikan Lubdhak dengan cara apapun sehingga dia tidak bisa mengatakan yang sebenarnya tentang Chandragupta kepada Amatya".
Amatya Rakhsas datang bersama pasukannya menemui Lubdak berkata"katakan pada ku, tahasia apa yang ada di balik semua ini". Lubdhak berbaring di tempat tidur, Sthulbadhra mengawasinya dengan memijit kakinya, Lubdhak berkata pada Rakhsas" tolong percaya pada ku, aku tidak tahu banyak tentang masalalunya, aku tidak tahu masa lalu budak itu".., tolong biarkan aku pergi akub harus pergi ketabib, aku merasakan sakit yang luar biasa di kaki ku". Dhumkethu dan Indera menyulutkan obor di bokong Lubdhak untuk mengendalikannya, Lubdhak menjerit kesakitan membuatcSthulbadhra menahan tawanya.
Amatya Rakhsas berkata pada Lubdhak" rasa sakit mu bisa ku tambahkan jika aku tidak puas dengan jawaban mu.., aku butuh jawaban dari pertanyaan ini".., kenapa Chandagupta/bocah itu setuju untuk pergi ke istana meskipun dia telah menolak untuk pergi ke istana sebelumnya/ lebih awal" Dhumkethu dan Indera kembali menyulutkan api di bokongnya, Lubdhak menjerit kembalu menahan rasa panas dan berkata" siapa yang tidak peduli dengan hidupnya Amatya.., akubhanya mengingatkan Chandagupta bahwa dia,akan di cambuk jika tidaj mau mematuhi perintah raja". Dhumkethu dan Indera menurunkan obor, Rakhsas beryanya pada Lubdhak"dan cerita apa yang ada di balik gelang itu?".., anak.laki-laki itu memantang seekor harimau untuk mendapatkan kembali gelang itu, jawab aku". Lubdhak menjawab " oh gelang itu!". Indera dan Dhumkethu kembali menyulutkan api ke bokong Lubdhak, ia kembali menjerit. Rakhsas berkata" aku telah menanyakan sesuatu pada mu, aku hanya butuh jawaban atas semua pertanyaan ku, Lubdhak". Lubdhak menjawab" gelang itu kenang-kenangan dari ibunya". Dhumkethu dan Indera menyulutkan bokingbya kembali, Lubdhak menjerit kesakitan, ia betkata" yang sudah tidak ada lagi". Indera dan Dhumkethu menahan tawa, Lubdhak berkata" si idiot itu menganggap gelang itu sebagai berkat ibunya, itulah sebabnya Chandragupta selalu menyimpan bersamanya.., perkenankan aku untuk mengunjungi tabib jika kau merasa puas dengan semua jawaban ku"..Rakhsas mencengkram leher Lubdgak, ia berkata" jika salah satu dari jawaban mu teebukti salah, aku bersumpah demi dewa siwa.., aku akan memenggal kepala mu.., ingatlah ini". Rakhsas melepaskan lehernya dan pergi.
Sthulbadhra membungkukan tubuhnya dan menyeringai, ia meleoaskan tali lengikat di kaki Lubdhak. Lubdhak bergegas berlari, Indera dan Dhumkethu memeluk Sthulbadhra, Acharya Chanakya datang menemui mereka bertiga " kalian telah melakukan oekerjaan yang luar biasa.., yakinlah sekarang teman mu Chandragupta akan segera kembali dari istana dengan selamat". Chanakya pergi.
Durdhara bertanya pada Chandragupta" angeran macam apa kau uang bahkan tidak membawa pedang?". Durdhara mengarahkan pedang ditangannya ke leher Chandragupta dan mendesaknya. Durdhara berkata pada Chandragupta" katakan ladakybyang sebenarnya.., apakah kau benar-benar seorang pangeran?". Chandragupta diam, Durdhara menuntut jawaban " katakan pada ku".
Chandragupta berfikir" jika adik perempuan Dhananand mengetahui bahwa aku bukanlah seorang pangeran maka aku akan mendapatkan masalah". Chandraguota terdiam, Durdhara mengawasi gerakgeriknya.
Shatkhar berkata pada Acharya Chanakya" aku setuju dengan mu, tapi seluruh cerita Lubdhak yang palsu tidak akan membuat Dhananan dalam kegelapan yang lama.., rencana yang kau usulkan terlalu beresiko, ini seperti memasukkan tangan mu kefalam kemulut singa". Chanakya bwrkata pada Shatkar" Dhananan bukanlah singa, dia serigala yang haus darah., seseorang harus meletakkan tangannya di mulut singa jika kita harus menyelamatkan tanah air kita dari serigala itu.., tidak ada yang tidak mungkin.., seseorang dapat samopai pada tujuan apapun jika dia bertekad dan siap untuk memperraruhkan segalanya.., aku hanyalah seorang Brahmana biasa yang tidak memiliki tentara, aku tidak memiliki apa-apa selain pengetahuan yang ku dapatkan/peroleh dari hasil kerja keras ku".., bahkan saat itu aku telah bersumpah bahwa aku akan menghancurkan Dhananand dan memberikan india yang bersatu seorang kaisar yang layak / efisien yang akan menggantikannya dan aku siap untuk mempertaruhkan segalanya untuk sampai tujuan ku, tapi Chandragupta harus tetap hidup jika kita ingin dia duduk diatas tahta dan aku akan menjalankan rencanaku dengan pasti untuk menyelamatkan hidup Chandragupta tanpa rasa takut dan ragu". Shatkar berkata" baiklah mari kita lanjutkan". Chanakya berkata" hal pertama dan terpenting adalah kita perlu mengirimkan pesan ke istana". Durdhara terus mendesak Chandragupta" katakan pada ku yang sebenarnya, apakah kau benar-benar seorang pangeran?".., katakan pada ku". Chandragupta befikir"kau harus punya ide, Chandra".., jika dia mengetahui bahwa aku bukanlah pangeran, maka dia tidak akan membawa ku kesakah satu kamar khusus itu". Chandraguota melihat senjata dan baju besi milik mendiang Chandravardan. Chandragupta berkata pada Durdhara" kekuatan tidak datang dari senjata, tetapi berdiam dalam diri seseorang.., apakah pedang itu milik ayah atau anak, itu semua tergantung pada siapa yang memegangnya". Durdhara hanya terdiam, Chandragupta melepaskan diri dari tekanan mentak Durdhara.
Chandragupta datang ke musium kecil baju besi dan senjata milik mendiangvsuami Mura, Chandravardan. Ketika Chandragupta akan menyentuh pedang, ia merasakan sesuatu. Chandragupta berfikir' aku tidak tahu mengapa aku mwrasajan ketertarikan disini". Chabdragupta mengingat saat pertama kali datang ke musium dan melihat baju besi itu untuk pertama kalinya, Badhrasal memberitahu bahwa itu baju besi/ perisai dan senjata milik raja Peeplivan yangvtelah menentang dan meninggikan suaraya di hadapan Dhananand. Kilas balik berakhir.
Chandragupta mengabil pedang itu.
Comments
Post a Comment