CHANDRAGUPTA MAURYA 18

By Made Titis Maerani

 


 

 

Index Sinopsis : Dhananand dan Amtya Rakshas menunggu kedatangan Mura dan Chandragupta. Dhananand memberi tahu Amatya Rakshas bahwa dia akan membunuh putra Mura setelah pengakuan Mura. Mura menyembunyikan kenyataan yang sebenarnya dari Chandragupta bahwa dia adalah ibunya dan memperkenalkan Veerbhadra sebagai putranya. Mura gagal meyakinkan Chandragupta untuk bergabung dengannya melawan Dhananand. Kemudian, Dhananand membunuh Veerbhadra di depan Mura dan Chandragupta dengan sangat berutal. Setelah pembunuhan Veerbhadra, Mura mengingat pertemuannya dengan Chanakya yang telah meyakinkannya sebelumnya untuk mengizinkan Veerbhadra mengorbankan hidupnya untuk menyelamatkan hidup Chandragupta. Chanakya juga meyakinkan Mura bahwa Chandragupta memiliki kemampuan untuk mengakhiri pemerintahan Dhananand.

 Dhananad dan Amatya Rakhsas datang ke Hutan merah. Dhananad berguam “Bau ini.., apakah kau mengingat sesuatu, Amatya?”.., ini bau darah yang telah ku tumpahkan bertahun-tahun yang lalu dengan membunuh suami Mura, Raja Peeplivan dan bau yang sama sebentar akan menyebar lagi saat aku membunuh putranya”. Dhanand dan Amatya Rakhsas bersembunyi di suatu tempat untuk mengawasi keadaan. Dhananad bertanya-tanya “dimanakah Mura?”. Dhanand melihat Mura datang, ia berkata “Itu dia datang”.., ratu Peeplivan telah datang”.

Mura bertanya-tanya dalam penantiannya “diamanakah kau, Cahndragupta?”. Di tempat pesembunyiannya, Dhanana dberguam “Pangeran Peeplivan sangat nakal, dia telah membuat ibunya menunggu dan Mura sangat ingin bertemu dengan putranya”.., pangeran Peeplivan segeralah datang kesini”..,diamanapun kau berada harap segera datang, kami semua telah menunggu mu”.

Chandragupta datang ketempat yang sama, Mura merasakan kedatangan Chandragupta dan tersenyum saat melihatnya, Dhananad terus mengintai  ditempat persembunyiannya, ia tertawa senang, Mura berlari menyambutnya, Chandragupta berfikir saat melihat Mura “Dia pelayan yag sama, apakah dia ibu ku?”.., apakah dia datang ketempat terpencil ini untuk mengungkapkan identitasnya?”. Chandragupta meggenggam erat gelang milik ibunya ditangannya, Mura mengingat saat Chandragupta dipishkan darinya dan Cahndragupta kecil  hanya mendapatkan gelang ditangannya.

Dhananad berguam “Tontonan yang sangat teragis, Amatya”.., tontonan yang sangat menguras emosi ini bisa meluluhkan siapapun”. Chandragupta dan Mura saling bertemu satu sama lain.

Amatya Rakhas mengatakan pada Dhananad “aku sudah tidak bisa menunggunya lagi.., mari kita pergi dan mengakhiri bab ini segera”. Dhanand menahan Rakhasas bertindak ceroboh “kenapa kau selalu saja terburu-buru, tidak akan ada kesenangan sebelum perpisahan sebelum persatuan.., akan menyenangkan ketika  persatuan mereka berubah menjadi perpisahan”

Dhanannand berkata pada Amatya Rakhsaa" akan menyenanabgkan ketika persatuan mereka menjadi perpisahan, biarkan seorang bertemu dangan putranya, biarkan ibunya nerasakannemosi yang sana sekali lagi". Takhsas setuju dengan Dhananand" kau benar, yang mulia".

Chandragupta bertanya pada Mura" kenapa jau memanggil ku kesini?" . Mura menjawab" aku menanggil mu kesini untuk mengatakan yang sebenarnya dan penting bagi ku untuk mengetahui kebenaran ini, dan tidak ada orang lain yang bisa membertahu mu  kebenaran kecuali aku .., sebenarnya  aku bukanlah budak/ pelayan Dhananand.., aku seorang ratu, ratu peeplivan'. Chandragupya tersentak " Ratu Peeplivan?". Mura menjawab " ya".., dan aku adalah ibu dari oangeran Peeplivan .., dan kau, apakah kau tahu siapa diri mu?". Ditempat persembunyiiannya Dhananand berguam " katakan padanya, katakan kata-kata emas yang ingin Magaadha dengar dari mu". Rakhsas pun mengamati.

Mura berkata pada Chandragupya" kau bukanlah pangeran peeplivan, ya kau hanyalah budak.., kau tidak akan pernah menjadi seorang pangeran peeplivan hanya dengan berpura-pura dan mengenakan pakian kerajaan, katena aku bisa mengenali putra ku  dengan sangat baik". Cjandragupta berkata pada Mura" jika kau hanya ingin memberitahu ku, bahwa kau ratu peeplivan.., kau bisa memberitahu ku hal yang sama bahkan di istana dan sejauh menyangkut identitas ku, aku tau  aku bukan pangeran peeplivan.., aku menyadari hal ini".., kenapa kau memanggil ku kesini hanya untuk membertahu ku hal ini?". Mura menjawab "itu sangat diperlukan, itu perlu untuk memberitahu mu hal itu,  karena ketika kau mengolok-olok keluarga kerajaan peeplivan di dalam istana, aku merasa sangat hancur.., nama tidak akan ada artinya, kecuali ada emosi yang melekat pada dirinya, anak budak". Chandragupta menatap Mura. Mura berkata pada Chandraguota"aku memanggil mu kesini sehingga kau bisa bertemu dengan putra ku.., pangeran peeplivan yang sebenarnya". Mura memanggil Veerbadhra. Veerbadhra datang, Dhananand dannRakhsas terus mengamati dari tempat persembunyian mereka. Mura berkata pada Chandraguota" inilsh putra ku Veerbadhra, pangeran peeplivan yang sebenarnya.., dia yangbakan membuat ku bangga danengembakikan kehormatan ku, dia yang akan membunuh Dhananand". Veerbadhra meminta berkah Mura, Veerbadhra dan Mura berpelukan di depan  Chandragupta.

Mura berksta pada Chandragupta" aku memanggil mu untuk datang kesini karena telah melihat kebetanian dan kebijaksanaan mu".., aku ingat dengan kejadian saat kau menyelanatkan semua pemuda dari Dhananand yang jahat itu". Kilas balik ditampilkan saat Chandragupta neminta Dhananand melepaskan semua pemuda yang tidak bersalah dannDhananand menyuruh.Chandragupta membebaskan teman-temannya sendiri. Kilas balik berakhir.

Chandragupta bertanya pada Mura" kenapa kau memanggil ku kesini?" . Mura menjawab" aku menanggil mu kesini untuk mengatakan yang sebenarnya dan penting bagi ku untuk mengetahui kebenaran ini, dan tidak ada orang lain yang bisa membertahu mu  kebenaran kecuali aku .., sebenarnya  aku bukanlah budak/ pelayan Dhananand.., aku seorang ratu, ratu peeplivan'. Chandragupya tersentak " Ratu Peeplivan?". Mura menjawab " ya".., dan aku adalah ibu dari oangeran Peeplivan .., dan kau, apakah kau tahu siapa diri mu?". Ditempat persembunyiiannya Dhananand berguam " katakan padanya, katakan kata-kata emas yang ingin Magaadha dengar dari mu". Rakhsas pun mengamati.

Mura berkata pada Chandragupya" kau bukanlah pangeran peeplivan, ya kau hanyalah budak.., kau tidak akan pernah menjadi seorang pangeran peeplivan hanya dengan berpura-pura dan mengenakan pakian kerajaan, katena aku bisa mengenali putra ku  dengan sangat baik". Cjandragupta berkata pada Mura" jika kau hanya ingin memberitahu ku, bahwa kau ratu peeplivan.., kau bisa memberitahu ku hal yang sama bahkan di istana dan sejauh menyangkut identitas ku, aku tau  aku bukan pangeran peeplivan.., aku menyadari hal ini".., kenapa kau memanggil ku kesini hanya untuk membertahu ku hal ini?". Mura menjawab "itu sangat diperlukan, itu perlu untuk memberitahu mu hal itu,  karena ketika kau mengolok-olok keluarga kerajaan peeplivan di dalam istana, aku merasa sangat hancur.., nama tidak akan ada artinya, kecuali ada emosi yang melekat pada dirinya, anak budak". Chandragupta menatap Mura. Mura berkata pada Chandraguota"aku memanggil mu kesini sehingga kau bisa bertemu dengan putra ku.., pangeran peeplivan yang sebenarnya". Mura memanggil Veerbadhra. Veerbadhra datang, Dhananand dannRakhsas terus mengamati dari tempat persembunyian mereka. Mura berkata pada Chandraguota" inilsh putra ku Veerbadhra, pangeran peeplivan yang sebenarnya.., dia yangbakan membuat ku bangga danengembakikan kehormatan ku, dia yang akan membunuh Dhananand". Veerbadhra meminta berkah Mura, Veerbadhra dan Mura berpelukan di depan  Chandragupta.

Mura berksta pada Chandragupta" aku memanggil mu untuk datang kesini karena telah melihat kebetanian dan kebijaksanaan mu".., aku ingat dengan kejadian saat kau menyelanatkan semua pemuda dari Dhananand yang jahat itu". Kilas balik ditampilkan saat Chandragupta neminta Dhananand melepaskan semua pemuda yang tidak bersalah dannDhananand menyuruh Chandragupta membebaskan teman-temannya sendiri. Kilas balik berakhir.

Mura berkata pada Chandtagupta,aku ingat cara mu menangani harimau itu, aku ingin kau menjadi temannya dalam perang ini, aku telah menoleransi kekejaman Dhananand tapi sekarang penantiannku sudah berakhir, sekarang putra ku akan membalaskan dendam dengan darah Nand, dia akan membakaskan tiap tetes air mata yang telah ku tumpahkan, pewaris dinasti Maurya ininyang akan menghancurkan Dhananand dan seluruh keluarganya".., dalam pertempuran yang sulit ini dia membutuhkan dukungan mu". Veerbadhra berkata pada Chandragupta" ya teman ku, aku siap untuk membalaskan pembunuh ayah ku dan penghinaan ibu ku, tapi aku mbutuhkan dukungan mu untuk itu". Veerbadhra ingin betjabst tangan. Dipersembunyiannya, Amathya Rakhsas sudah geram" cukup aku sudah tidak bisa mentolerir ini, dia bersekongkol untuk melawan raja Magadha didepan mata ku dan aku tidak bisa berbuat apa-apa, berikan aku perintah.., aku akan membunuh mereka semua dalam satu detik". Dhananand meminta Rakhsas untuk bersabar" aku ingin melihat apa yang akan dilakukan anak ini (chandragupta).., jika dia bergandngan tangan dengan Mura dan putranya.., dua anak.laki-laki akan terbunuh disini, bukan satu".

Mura berkata pada Chandraguota" ayolah, bergandengan tangan dengan putra ku.., dukung kami dalam revolusi ini dan bantu kami membalas dendam". Chandragupta hanya diam, Mura berkata pada Chandragupta"ayolah, bergandengan tangan dengan putra ku". Mata Dhananand terus mengawasi.

Chandragupta tertawa membuat Mura marah. Mura berkata pada Chandtagupta" kamu membicarakan lembalasan dendam dan kau makah tertawa". Chandragupta berkata pada Mura" itu karena kau bercanda dengan ku.., lihatlah, kau salah paham.., aku tidak bisa melawan raja yang begitu kuat". Mura berkata pada Chandragupta" tapi ini bukan tentang kami, tapi ini tentang tanah air kita". Veerbadhra berkata pada Chandragupta",ya teman". Chandragupta berkata"tunggu sebentar, aku bukan teman mu.., aku jyga tidaj ingin beryeman dengan orang yang berdiri di atas air dan melawan buaya". Dhananand dan Amatya Rakhsas sebang dengan jawanan Chandragupta.

Chandragupta berkata pada Mura " Peeplivan negara mu, orang-orangbya adalah warga mu.., dia putra mu dan balas dendam  mu juga milik mu".., jadi mengapa aku harus mempertaruhkan hidup ku?".., selain itu kaisat tidak adil pada ku, meskipun hanya selama sehari, dia telah membuat ku sebagai pangetan.., jadi kenapa aku harus melawannya?".

Dhananand senang dengan tanggapan Chandragupta" luar biasa, anak itu membuat aku terkesan.., dia tahu betul.cara bagaimana menjadi setia". Chandragupta berkata pada Mura" kau tidak dapat memiliki kesetiaan ku.., selamat tinggal". Chandragupya berkata pada veerbadra" dan kau putranya.., hentikanlah dia".., dia tidak akan tahu bahwa tencananya akan mengakhirinya".

Suara Dhanannand bersuara lantang" tapi sebelum itu putranya akan mati". Dhananand dan Amathya Rakhsas keluar dari tempat persembunyian mereka, membuat Mura,Veerbadhra dan Chandragupta tersentak gagak hitam berytarbangan. Dhananand tertawa terbahak-bahak. 

Dhananand berkata pada Chandragupta",kau adakah lesoba keberuntungan ku, budak!".., pertama, kau mengembalikan keoaka oatung emas ku, kemudian kau membawa/ mengungkap konspirasi saudara ku(pandu)  kepada ku".., sekarang, penantian ku selana,12 tahun akhirnya berakhir karena mu.., semua ini terjadi hanya jarena menjadikan mu pangeran selama sehari,aku akan memberikan mu haduah yang layak untuk kau ingat". Maaitri datang dan mengamati dari celah pepohonan. Dhananand langsung menendang Veerbadhra hingga ia terjatuh terbaring ditanah, Chandragupta terkejut. Mura memanggil namanya "Veerbadhra". Prajurit Magadha menghalangi Chandragupta dan memegangi Mura ketika Dhananand membunuh dan menusuknya secara membabibuta dengan pisau dikedua tangannya. Mura berteriak"tidak. Dhananand menteryawskannya, ia berkata pada Mura"lihatlah Mura"..lihatlah.., sekarang aku telah memenuhi janji uang yelsh ku buat untuk mu, aku akan membunuh putramu tepat di depan mata mu.., bukankah kau bersekongkol untuk membunuh ku?".., sekarang lihatlah, aku membunuh pewaris klan yerakhir dari Maurya". Dhananand menghujamkan pisaunya di tubuh Veerbadhra berubu-tubi, Chandraguoya berteruak"Tidak.kaisar, berhentilah!". Mura memohon pada Dhananand" jangan bunuh dia". Mura menghempadkan tangan lrajurit dan berlari ke Dhananand"berhenti, jangan bunuh dia.., berhenti.., jangan bunuh dia". Dhananand mendorong Mura. Chandragupta berlari membantu Mura dan juga memohon agar Dhananand tidak membunuh Veerbadhra. Chandragupta menvegah muta pergi ke Dhananand atau Dhananand gila ity juga akan membunuhnya. Veerbafhra betlumuran darah, Mura menangis sedih dan Chandraguota memeluknya, Dhananand berkata pada Mura"ingatlah saat ini jika kau berani memprotes ku". Mura memohon pada Dhananand untuk tidak membunuhnya, Dhananand berteriak dan kembalu menusukkan pisau ditangannya  menghabisi nyawa Veerbadhra, Mura menangis begitu sedih menetima kenyataan bahwa Veerbadhra sekarat ditangan Raja Dhanaband, Veerbadhra tersenyum dalam kondisi kritisnya. Dhananand tertawa terbahak-bahak atas kematiannya. Mura mengingat saat Chanakya mempertemukannya dengan Veerbadhra. Kilas balik di perlihatkan saat Mura menolak permintaan Acharya Chanakya untuk pengorbanan Veerbadhra" ini tidak mungkin, Acharya".., tidak, aku tidak setuju dengan rencana mu.., hanyalah seorang ibu hang bisa nemahami kehilangan putranya, kau tidak akan pernah memahaminya". Chanakya berkata pada Mura" kau tidak dapat mendengarkan tangisan tanah air mu.., negeri ini terbagi.., orang asing ingin merebutnya".., orang-orang sebangsa ingin terbebas dari penguas kejam seperti Dhananand dan Chandragupta adalah anak yang bisa melakukannya, jika kita harus memenuhi rencana itu". Mura nertanya' apakah kau ingin aku memlertaruhkan nyawa seorang anak laki-laki?".., hanya untuk menyelamatkan nyawa putra ku?". Chanakya menjawab" tanah air ku sendiri yang paling aku pedulikan!".., ketika aku sendiri memegang rambut ku diistana kerajaan Dhananand".., aku yelah berjanji bahwa aku akan menghilangjan garis keturunannya, tapi orang-orang seperti Dhananand tidak hanya terbatas di Magadha, ada banyak orang seperti dia di negara ini..,bangsa ini membutuhkan orang seperti chandragupta untuk memadtikan.masa depan yang cerah".., dia bisa menghunakan kekuatannya untuk meringankan oenderitaan rakyat, dia anak yang menjanjikan".., tapi agar itu bisa terjadi, Chandragupta harus tetap hidup".., ratu Mura..,bukanlah pemikiran yang tajam untik kehilangan seorang putra demi kesehahteraan negara tapi sebsliknya adalah pengorbanan, ketika orang tersebut siap  untuk mengirbankan hidupnya demi bangsa, apa yang akan kau katakan padanya?".., apakah kau unginelihat betapa semangatnya Veerbadhra mengorbankan hidupnya untuk bangsanya?".

Chanakya berkata"Veerbadhra". Veerbadhra berkata"Acharya". Chanakya berkata"definisikan agama". Veerbadhra menjawab"ini adalah keadaan keinginan untuk mengorbankan hidup kita untuk bangsa kita". Chanakya bertanya" siapa yang melawan siapa?". Veerbadhra berkata"orang uang benar mengorbankan perang untuk orang yang salah". Chankya beryanya" apa gang lebih kau sayangi dari pada hidup mu?". Veerbadhra menjawab"kemerdekaan". Chanakya berkata"definisikan itu". Veerbadhra menjawab" hak untuk menjalani hidup dengan cara ku sendiri". Chanakya bertanya" apa dasar kemenangan dalam pertempuran?". Veerbhdra menjawab" kesyahidan". Chanakya bertanya" jiia kau mati hari ini, apa keinginan terakhir mu?". Veerbadhra menjawab" aku ingun dilahirkan kembali untuk mengorbankan hidup ku". Mura yakin dan memanggil Acharya Chanakya. Chanakya berkata"inilah waktunya untuk pengorbanan. Jadilah kuat". Mura menyentuh wajah Veerbadhra dengan penuh kasih sayang dan menundukkan kepalanya, Mura berkata oada Veerbadhra" meskipun kau lebih muda dari ku, tapi aku tidak bisa membantu.., tapi sujud kepada mu dan ibu mu".

Veerbadhra berkata padaMura"tidak bu, bahkan jika aku harus menyerahkan hidup ku beberapa kali.., aku tidak akan ragu".., biarkan pengorbanan ini membantu bangsa mendapatkan penguasa yang cakap". Mura menatap Acharya Chanakya, Chanakya menganggukan kepalanya. Kilas balik berakhir.

Veerbadhra menghembuskan nafas terakhirnya, Dhananand gila tertawa terbahak-bahak melihat kenatiannya. Dhananand berkata pada Mura" lihatlah, aku telah membunuh putra mu, laki-laki terakhir dati keluarga mu telah di kuburkan, aku tidak hanya mengakahkan ketajaan mu tapi juga keinginan mu untuk membalaskan dendam pada raja Dhananand. Dhananand teryawa terbahak-bahak atas penderitaan Mura. Mura menangis pilu, Chandragupta bingung dan tidak berdaya melihat kekejaman Raja Magadha.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Comments

Popular posts from this blog

CHADNRAGUPTA MAURYA 54 By Made Titis Maerani