CHANDRAGUPTA MAURYA 21

 by Made Titis Marani

 

 


 

 

 

Index Sinopsis : Durdhara menikmati angin sejuk untuk mengalihkan perhatiannya dari hinaan Chandragupta. Jalan Durdhara dihalangi oleh seorang petani  bawang yang ingin menarik perhatiannya terhadap ketidakadilan yang harus dihadapinya karena pemungutan pajak. Durdhara mengabaikan permohonannya dan memerintahkan para prajurit untuk menghukum petani itu. Chandragupta mengintervensi dan menghentikan tentara saat menyiksa orang tak bersalah (petani bawang dan ibunya). Durdhara diserang oleh tentara Chanakya. Di tempat lain, Chandragupta dan teman-temannya terjebak oleh tentara Chanakya. Bhairav tidak mengerti niat Chanakya dan bertanya kepadanya tentang tujuan utama di baliknya.


Pengumuman di buat oleh tentara Magadha ketika melewati kerumunan penduduk "Perhatian Warga Magadha!".., Perhatian".., berijalan pada Yang mulia putri Durdhara!". Rombongan Tandu Durhdara melintasi jalan dengan menikmati angin sejuk berama Shipra untuk melupakan kemarahannya pada Chandragupta. Durdhara berkata pada Shipra "Ide mu untuk melakukan perjalanan ini sangatlah luarbiasa!".., pelayan itu membuat ku gelisah, memang benar jika udara segar akan menenangkan jiwa mu, kemarahan ku tampaknya telah menguap". Durdahra menghirup udara segar, namun sesaat kemduain kuda berhenti mendadak. Durdahra tesentak kaget dan menatap Shipra, ia melihat dari jendela kereta. Shipra turun dari kereta dan melihat bahwa bawang merah telah berserakan ditengah jalan. Semua warga menududukan kepala mereka. Shipta berkata "Siapa yang telah berani menghalangi jalan Yang mulia!". Seorang pria berkata pada Shipra "Seorang petani tidak punya cara lain untuk menarik perhatian keluarga kerajaan ". Shipra berkata "Kebodohan apa ini!".., apakah kau tahu".. 

Durdahra turun dari kereta dan memanggil kereta.Petani bawang berkata pada Durdhara" putri, sku dan keluarga ku butuh kerja keras selama tiga bulan untuk mengolsh bawang ini.., petugas kerajaan hanya menawarkan dua koin untung semua bawang ini, bahkan aku tidak bisa mendapatkan makanan dengan yang itu, yang mulia".., beri kami keadilan yang mulia atau meminta yang mulia untuk membunuh kami saja, lebih bsik kami mati dari pada  hatus hidup dengan beban ini".

Chandragupta dan ketiga temannya melewati jalan yang sama di mana petani bawang meminta keadilan pada Durdhara, Sthulbadhra tersentak saat menginkak satu siung bawang. Sthulbadhra mengambi bawang itu mencium aromanya  berkata" kok ada bawang disini". Dhumkethu memagang bawang itu. 

Durdhara melangkah maju, Vhandragupta berkata saat melihat Durdhara"hay putri yang sombong itu punya banyak bawang di depannya".

Durdhara berkata pada petani bawang dengan marah" kau telah menuduh kragungan dan pemerintahannya drngan tuduhan yang kejam.., jika, semua orang yang hadir disini berpihak pada mu aku akan meminta yang mulia untuk  melakukan keadilan bagi mu". Chandragupta dan teman-temannya melihat  dari kejauhan, Durdhara berkata" katakan pada ku siapa lagi yang setuju dengan tuduhan petani ini?". Semua orang menundukkan kepalanya, Durdhara memperhatikan mereka berkata pada petani" ini dia, tidak ada yang bepihak pada mu, itu artinya kau telah berbohong.., ysng mulia adalah penguasa Magadha!".., apakah kau menyadari kosekuwensi yang datang dari menuduhnya?". Petani ganya terdiam, Durdhata memanggil prajurit untuk menghukum petani, petani berkata" tidak lepaskan aku". Prajurit memaksa petani untuk berjongkok di jalan di depan semua warga pria itu terus di cambuki tanpa ampun, petani menjerit kesakitan

 Chandragupta menahan dirinya untuk tidak ikut campur, ia berkata pada temsn-temannya" dari pada mrlihat pria ini dipukuli, ayo pergi". Chandragupta dan teman-temannya berjalan pergi, petani otu memohon bantuan. Ibunya yang sudah tua datang melindungi putranya" jangan pukuli putra ku.., kasihalilah kami putri.., kasihanilah putra ku, putri!"..., aku mohon pada mu". Namun prajurit juga mencambuki ibu yang sudah tua itu, betsana putranya ibu itu dipukuli di depan warga, Chandharagupta berhenti saat mrndengar kerit kesakitan ibu tua yang terus dicambuki bersama putranya, ibubtua memohon agar tidak memukuli putranya, jerit tsngis mereka tidak didengarkan, jati Chandragupta mulai tergerak untuk melawan kekejian mereka dan menahan cambuk. Durdhara dan Shipra tersentak. Chandragupta muncul dihadapan Durdhara "kau". Chandragupta menjawab" iya ini aku.., jika kau mengangkat tangan untuk mencambuk orang yang tidak bersalah, maka tangan juga harus diangkat untuk menghentikannya". Chandrsgupta merebut cambuk itu dan membuangnya, teman-teman Chandragupta ketakutan.

Chandragupta datang ke Durdhara berkata"bukankah pria ini datang kepada mu dengan masalahnya, alih-alih(dengannalasan) akan menyekesaikan masalahnya kau malah membuatnya di cambuk!". Chanakya dan Bairav datang berdiri diantara warga. Chandragupta berkata pada Durdhara"kau juga menyerang ibunya ". Chandragupta membantu ibu tua itu berdiri, Chandragupta beryanya pada Durdhara",apa ysng kau pikirkan tentang diri mu sendiri!".., semua  hanya karena kau putri Magadha.., itulah dia seorang ibu lebih besar dari kaisar atau kerajaan manapun". Chanakya tersenyum. Chandtagupta berkata pada Durdhara" seorang ibu lebih besar dari pada dewa!". Durdhara yang marah berkata pada Chandragupta" adalah baik untuk menunjukan diri mu sendiri  kepada ku, budak!".., bukankah kau telah menjadi pangetan selama sehari namun kau tidak tahu bagai mana harus bersikap pada keluarga kerajaan.., tidak apa-apa.., aku akan menunjukkannya/mengajarkannya  kepada mu". Durdhara memerintahkan para prajuritnya untuk menangkap Chandragupta.

Para prajurit mengelilingi Chandragupta, Sthulbadhra berguam" ya dewa!".., masalah menemukan orang, tapi orang ini ( Chandragupta) pergi untuk mencari masalah". Dhumkethu berkata" Chandra pasti akan mati, tapi dia pasti akannmembawa kita bersamanya!". Ketiga yeman Chandragupta akan pergi dari sana, tapi mereka ragu. Durdhara tersenyun puas saat para prajurit mengepung Chandragupta, Chandragupta terjatuh diatas tumpukan bawang karena terdesak, lalu mengambil bawang dan menimpuki para prajurit. Ketiga teman Chandragupta ikut mengambili bawang dan membantu Chandragupta. Shipra nerkata pada Durdhara"Mari kita pergi dari sini,putri".

Durdhara menolaknya"aku ingin budak itu mati!". Shipra berkata pada Durdhara" dia tidak akan bettahan lama ditengah prajurit Magadha, menjadi srorang putri kau tidak bisa berada disini, itu tidak sesuai dengan setatus mu"..,mari kita pergi dari sini". Shipta membawa Durdhara pergi dan meminya kusir untuk membawa mereka pergi. 

Chandragupta dan teman-temannya terus menimpuki  prajurit Magadha dengan bawag yang beserakan di jalan dan beberapa lrajurit terjatuh, Durdhara kesal melihat itu.

Wanita tua berkata"sku pikir kita harus menghancurkan bawang terlebih dahulu dan kemudian membuangnya". Ibu tua membetiksn bawang pada Chandragupta dengan menginjaknya dan Chandra menimpukinya  hingga mata semua prajurit kepedasan karena gas bawang. Chandragupta dan teman-temannya menghabisi prajurit lsku memeras bawang dan mengusapksn bawang di mata mereka. Chanakya tersenyum.

Chandtagupta berkata' lihatlah, ini adalah upaya.., beberapa bawang memaksa kakian untuk meneteskan air mata.., pikirkan saja jika  beberapa orang lagi ikut bergabung dengan ku, kami pasti akan menenggelamkan kalian dalan air mata mu sendiriu. Para ptajirit yergeletak tak berdaya mengusap mata mereka. Chandragupta mengajak  teman temannya pergi " ayo kita pergi". Achsrya Chanakya hanya terseyum bangga.

Dhananand mencairkan emas di atas tungku. Dhananand berkata" ilusi dan kenystasm adalah dua kutup yang terpisah, tapimseseorang tidak dapat memahami saat perbedaa mereka menyatu.., hal yang sama terjadi pada anak laki-laki  yang telah diangkat menjadi raja selama sehari".., dia mengira bahwa ilusi menjadi kenyataan  dan memiliki prilaku buruk dengan adik ku tersayang Durdhara, putri Magadha didepan rakyat ku, aku berfikir untuk menjadikannya seorang pangeran nyata.., aku ingin membuatnya abadi".., tapi Mahamatya, bukankah sesorang perlu mati untuk menjadikannya abadi?". Rakhsas menjawab" ya yang mulia". Dhananand berkata" aku ajab memastikan untuk menuang emas cair ini padanya dan  akan menjadikannya abadi untuk selananya.., pergilah Mahamadya, cari dia dimanapun dia bersembunyi bawa dia  pada ku buatvdia berlutut di depan ku". Rakhsas menjawab",ya yang mulia". Dhananand mengaduk rmas cair dan menyeringai.

Mura berdiri menitihkan di musium kecil yempat baju perang dan senjata mendiang suaminya, Chandravardan. Mura mengingat pembicaraannya dengan Chanakya. Kilas balik ditampilkan, Chanakya berkata pada Mura " dimasa depan negara yang cerah perlu ada Chandra yang dengan semangatnya membasmi masalah yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.., dan aku sudah melihat semangat itu pada Chandragupta, ratu.., tapi untuk mewujudkan (memungkinkan itu) Chandraguprlta harus tetap hidup". Kilas balik betakhir. Kilas balik lainnya ditampilkan ketika Dhananand bertanya" siapkah nama mu?". Chabdragupta menjawab" Chandrahgupta", Chandragupta pergi setelah membeti tahu mamanya pada Dhananand". Kilas balik berakhir. Mura berfikir"aku tahu bahwa putra ku Chandragupta  di bawah bimbinhan Acharya Chanakya akan segera mengambil tahta Magadha dan kemudia itu akan menjadi akhir dari Dhananand".

Putri Durdhara ditaman bersama Shipra dan para pelayannya. Durdhara kesal mengingat ucapan Chandragupta ketika petani bawang dicambuki dan Chandraguota melakukan perlawanan menimpuki prajurit magadha dengan bawang, Shipra datang membawakan makanan " putri, lihatlah.., ini makanan penutup almon safron favorit mu". Durdhara menolak" aku.., aju tidaj inginnmemakan apapun, aku ingin budak itu didepan ku". Shipra berkata" oh,kau pasti akan mendapatkan dia.., dekarangboasti dia telah ditangkap prajurit".., kita,akan memutuskan nasibnya setelah tiba diistana.., sekarang nikmati saja perjalanan dengan kheer ini". Durdhara diam sejenak berkata pada Shipra"kau benar".., berikan pada ku".

Durdhara mengambilnya, ia duduk berkata"memikirkan dia hanya membuang-buang waktu da tidak akan  ada yang bisa melarikan diri dari kakaj ku kaisar Dhnanand.., tidak akan ada yang menyakitu ku selana dia ada disekitar ku". Durdhara memakan kheer. Beberapa penjahat mengintai para wanita, para wanita berteriak daat penjahat memaduki wilayah mereka tempati, Durdhara dan Shipra terkejut saat melihat para wanita berlari ketakutan. Durdhara terkejut daat menyadari bahwa penjahat telah mengepung mereka.


Dhananand mencairkan emas di atas tungku. Dhananand berkata" ilusi dan kenystasm adalah dua kutup yang terpisah, tapimseseorang tidak dapat memahami saat perbedaa mereka menyatu.., hal yang sama terjadi pada anak laki-laki  yang telah diangkat menjadi raja selama sehari".., dia mengira bahwa ilusi menjadi kenyataan  dan memiliki prilaku buruk dengan adik ku tersayang Durdhara, putri Magadha didepan rakyat ku, aku berfikir untuk menjadikannya seorang pangeran nyata.., aku ingin membuatnya abadi".., tapi Mahamatya, bukankah sesorang perlu mati untuk menjadikannya abadi?". Rakhsas menjawab" ya yang mulia". Dhananand berkata" aku ajab memastikan untuk menuang emas cair ini padanya dan  akan menjadikannya abadi untuk selananya.., pergilah Mahamadya, cari dia dimanapun dia bersembunyi bawa dia  pada ku buatvdia berlutut di depan ku". Rakhsas menjawab",ya yang mulia". Dhananand mengaduk rmas cair dan menyeringai.

Mura berdiri menitihkan di musium kecil yempat baju perang dan senjata mendiang suaminya, Chandravardan. Mura mengingat pembicaraannya dengan Chanakya. Kilas balik ditampilkan, Chanakya berkata pada Mura " dimasa depan negara yang cerah perlu ada Chandra yang dengan semangatnya membasmi masalah yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.., dan aku sudah melihat semangat itu pada Chandragupta, ratu.., tapi untuk mewujudkan (memungkinkan itu) Chandraguprlta harus tetap hidup". Kilas balik betakhir. Kilas balik lainnya ditampilkan ketika Dhananand bertanya" siapkah nama mu?". Chabdragupta menjawab" Chandrahgupta", Chandragupta pergi setelah membeti tahu mamanya pada Dhananand". Kilas balik berakhir. Mura berfikir"aku tahu bahwa putra ku Chandragupta  di bawah bimbinhan Acharya Chanakya akan segera mengambil tahta Magadha dan kemudia itu akan menjadi akhir dari Dhananand".

Putri Durdhara ditaman bersama Shipra dan para pelayannya. Durdhara kesal mengingat ucapan Chandragupta ketika petani bawang dicambuki dan Chandraguota melakukan perlawanan menimpuki prajurit magadha dengan bawang, Shipra datang membawakan makanan " putri, lihatlah.., ini makanan penutup almon safron favorit mu". Durdhara menolak" aku.., aju tidaj inginnmemakan apapun, aku ingin budak itu didepan ku". Shipra berkata" oh,kau pasti akan mendapatkan dia.., dekarangboasti dia telah ditangkap prajurit".., kita,akan memutuskan nasibnya setelah tiba diistana.., sekarang nikmati saja perjalanan dengan kheer ini". Durdhara diam sejenak berkata pada Shipra"kau benar".., berikan pada ku".

Durdhara mengambilnya, ia duduk berkata"memikirkan dia hanya membuang-buang waktu da tidak akan  ada yang bisa melarikan diri dari kakaj ku kaisar Dhnanand.., tidak akan ada yang menyakitu ku selana dia ada disekitar ku". Durdhara memakan kheer. Beberapa penjahat mengintai para wanita, para wanita berteriak daat penjahat memaduki wilayah mereka tempati, Durdhara dan Shipra terkejut saat melihat para wanita berlari ketakutan.

Dihutan, Sthulbadhra berkata pada Chandragupta" Dhananand pasti sudah mengetahui hal ini sekarang, aku pikir kita harus meninggalkan pataliputra sekarang". Chandragupta berkata pada Sthulbadhra",kau hanya berkonsentrasi pada makanan mu". Sthulbadhra betkata"apa". Chandragupta berkata.., perencanaan dan strategi serahkan pada ku". Chandragupta asik berjakan dan mendengar teman-temannya berteriak memanggil namanya, Chandragupta tersentak saat melihat ketiga orang temanya terperangkap dijaring  dan mereka minta untuk di selamatkan. Saat Chandragupta melangkah, seseorang melemparkan jaring padanya. Beberapa prajurit utusan chanakya yang menyamar menjadi prajurit Magafha mengepung, Acharya Chanakya mengawasi dari kejauhan bersama Bairav. Bairav betkata pada Chanakya" Acharya, aku tidak mengeri dengan rencana mu..,pertama, kau membuat putri Durdhara diserang oleh  anak buah mu, sekarang anak buah mu  juga akan menangkap Chandragupta dengan menyamar menjadi prajurit Magadha, mengaoa kau melakukan ini?". Acharya Chanakya tersenyum, ia menjawab"aku sedang menyiapkan medan perang untuk.melstih kaisar masa depan india". Bairav nertanya" Acharya, apa rencana mu?". Chanakya menjawab" orang yang mengungkapkan rencananya sebelum waktunya akan di hancurkan, kau skan mengetahui semuanya sendiri pada waktu yang tepat, rencana ku akan membuat Chandragupta ke takdirnya, ini ajan membawanya ke tahta india". Chandragupta san teman-temanya panik.








Comments

Popular posts from this blog

CHADNRAGUPTA MAURYA 54 By Made Titis Maerani