CHANDRAGUPTA MAURYA 22

 By Made Titis Maeani

 

 

 

Index Sinopsis : Mura yang emosional menghadapi Chankya karena mengirim Chandragupta ke istana Dhananand. Chanakya mengungkapkan niatnya yang sebenarnya kepada Mura bahwa dia ingin menarik perhatian Chandragupta terhadap kesalahan Dhananand. Dhananand mencurigai Mura tetapi dia dengan cerdik menanamkan di kepala Dhananand bahwa temannya, Seleucus bisa menjadi orang yang berkonspirasi melawannya. Dhananand yang kesal membakar hadiah yang dikirim oleh Seleucus. Kemudian, Chandragupta terkejut saat teman-temannya melawannya setelah mengikuti instruksi Chanakya.

Beberapa Pejahat (anak buah Achaya Chanakya) mengepung para gadis dan putri Durdhara. Durdhara berkata pada pria penjahat"kau tidak tahu kesalahan apa yang akan kau kau lakukan, aku putri Magadha.., kau mengundang kematian mu sendiri". Para penjahat mentertswaksn Durdahara, semua wanita berteriak ketakutan. Chandragupta dibawa oleh anak bush Acharya dengan menyamar menjadi prajurit Magadha dengan tangan terikat. Chandragupta berkata"tuan putri yang harus di salahkan, karena dia telah menyusahkan orang-orang uang tidak bersalah". Mereka semakin mendekati taman dimana Durdhara dan pelayannya berteriak " selamatkan kami.., selamatkan kami". Seorang pria prajurit yang menyamar berkata" ya dewa, aku mendengar suara". Mereka bergegas berjalan ke sumber suara.

Durdhara mengeluarkan pedang, ia betduel dengan penjahat didepannya, dan melihar samaran prajurit datang membawa Chandragupta.

Prajurit samaran Magadha terkejut' putri Durdhara". Durdhara senang berkata pada penjahat didepannya" lihatlah disana!".., kematian mu menatap mu.., prajurit tangkap mereka semua". Prajurit samaran Magadha mengikat chandragupta di batang pohon dan menyerang para pria yang menyamar sebagai para penjahat nun sanaran prajurit itu kalah. Chandragupta bertanya-tanya"para prajurit ini sangat tidak terlatih". Penjahat membuhuh prajurit samaran didepan Durdhara dan betjalan menghampiri Durdhara.

Durdhara berkata" jsngan berani melangkah maju". Chandrahupta memotong tali di batang pohon. Para penjahat mendekati wanita, para wanita terus berteriak meminta ampun dan memohon untuk membiarkannya pergi. Penjahat membawa semua wanita pergi, tali pengikat tangan Chandragupta hampir terputus. Durdhara terkejut saat pata wanita di bawa oleh teman-temannya.

Penjahat berkata pada Durdhara"kau tidak bisa melariksn dati sini, bahkan kau tidak mencobanya". Shipra berdiri di depan urdhara saat pria itubsemakin mendekat" akubakan memberitahu mu, jangan berani menyentuhnya". Temannya membawa Shipra pergi. Tangannpenjahat akan menyentuh Durdhara namun Chandragupta menahan tangannya, Durdhara tersentak saat melihat Chandragupta menahan tangan penjahat itu dan muncul didepan matanya, Chsndragupta tersenyum menatap penjahat itu dan betkata" makanan yang disiapkan didapur kerajaan rasanya enak, tapi aku menyesal tidak bisa menikmatinya karena mu".


Chandragupta memukul kepala penjahat dengan mangkuk ghee dan melawan pata penjahat dengan tanhan kosong. Chandragupta berkata" cobalah untuk menyelamatkan diri kalian juga". Para pelayan dan wanita menyerang penjahat dengan menimpukinya dengan buah-buahan. Chandragupta betlati menjauh untuk mengalahkan semua penjahat, Durdhara terdiam mengawadi setiap gerak geriknya, bebetapa penjahat berlari tunggang langgang karena para wanita nelawan mereka.

Chandragupta berkata pada Durdhara"apa masalahnya?".., kau menunjukkan ilmu pedang dengan sangat baik diistana.., apa yang salah disini?". Dhutdahara marah "beraninya kau". Kaki Durdhara terpekeset kulit pisang dan terjatuh dipelukan Chandra.

Prajurit Magadha asli datang menodongkan pedang berkata" jangan berani menyentuhnya, Budak!". Chandragupta panik dengan reflek mendorongnya hingga terjatuh di tanah, Chandragupta berkata" maafkan aku, aku hanya mengikuti perintahnya.., maafkan aku". Chandragupta nyengir menatap Durdhara yang marah padanya.

Durdhara kembali ke istana dan berbaring. Daaima menyalahkan Shipra karena tidak mampu melindungi Durdhara. Daaima berkata pada Shipra" yang mulia cukup bermurah hati untuk menganggap mu sebagai temannya bukan pelayan wanita".., tapi itu tidak berarti kau tidak melakukan tugas mu". Shipra menjawab" tapi aku sudah mencoba yang terbaik, bu". Daaima bertanya",kenaoa kau tidak menyerahkan hidup mu?".., bagaimana jika dia dirugikan?". Durdhara berkata pada Daaima"Shipra sudah berusaha dengan keras". Pengumuman di buat saat raja Dhananand datang.

Dhananand berjalan di kooridor istana, pekayan yang berada dalam perjalanan Durdhara berjejer. Dhananand menaiki tangga dan menghentikan langkah kakinya.

Dhananand berkata pada Badhrasal"apakah budak-budak ini menemani adik perempuan ku dalam perjalanannya?". Bhadrasal menjawab" Iya yang mulia". Dhananand memerintahkan untuk segeta mengirimkan semua pelayan ke seleucus segera sebagai hadiah Magadha. Semua pelayan wanita tersentak. Dhananand memasuki kamar Durdhara "Durdhara.., Durdhara adik ku!". Durdhara bangun, Dhananad membentangkan tangannya bertanya",apakah kau baik-baik saja?". Dhitdhara berlari memeluk Dhananand"kakak". Durdhara menjawab"aku baik-baik saja". Dhananand berkata pada" aku akan membuatkan surga di istana untuk mu lengkap dengan hutan, danau, pasar semuanya akan disediakan disana, tapi kau tidak akan keluar dari istana". Durdhara berkata" tapi kak"..

Dhananand berkata pada Durdhara"kau tidak akan keluar istana tanpa aku". Durdhara menjawab" seoerti yang kau inginkan, yang mulia". Dhananand tersenyum menatapnya.

Badhrasal datang  berkata pada Dhananand" budak itu telah di hadirkan di majelis". Durdhara berkata pada Dhananand"kakak, aku akan menemani mu". Dhanananand tersenyum menjawab"tentu saja". Dhudhara tersenyum.

Chandragupta di hadirkan di majelis Dhanand, dan Dhurdahata menatao Chandragupta berkata"hukum dia dengan sangat keras sehingga tidak ada budak yang berani melewati batasannya di masa depan, cungkil matanya keluar yang telah dibangkitkan pada putri Magadha.., jangan biatkan kakinya yang keluar dari istana Magadha tanpa izin dari ku dan potong tangan yangvtekah berani menyentuh putri.., penggal dia!"

Dhanananand bertanya pada Chandragupta"apakah kau melihatnya?".., makanya aku sangat sayang dengan adik ku katena kematahan dan keberutalannya cocok dengan ku". Durdhara berkata pada Dhananand" aku ingin menghukumnya seperti mu, kakak".., hukumlah dia". Chandragupta hanya terdiam.

Dhananand betkata pada Durdhara"kau memiliki semua kwalitas ku.., tapi kau bukan belajar trik melihat lrespektif/pandangan lain dari di situasi, kau ingin mencungkilatanya uang  mengantidipasi serangan terhadap mu!.".., kau ingin aku memotong kakinya yang dia gunakan untuk menyerang para pereman itu!".., dan tangan yang telah menyelamatkan hidup mu, lalu bagaimana aku bisa memotong tangan itu adik ku?". Durdhara terjejut. Dhananand menolaknya "tidak-tidak..tidak".., dialah yangvyelah mrnyelamatkan adik ku".., olrh karena itu dia pantas mendapatkan hadiah bukan hukuman, dan layak untuk di hormati". Chandragipta tersenyum.

Dhananand berksta pada Chandraguota"mulai sekarang kau akan menjadi pengawal adik perempuan ku". Chandragupta, Dhutdhara, Daaima fan Badhasal terkejut. Durdhara menolaknya" tidak kakak". Dhananand menjawab",tidak, aku tidak akan mendengarkan apapun, ketika penguasa Magadha  memutuskan sesuatu, tidak ada yang bisa menolaknya, meski itu adik ku tersayang"

Chandragupta di hadirkan di majelis Dhanand, dan Dhurdahata menatao Chandragupta berkata"hukum dia dengan sangat keras sehingga tidak ada budak yang berani melewati batasannya di masa depan, cungkil matanya keluar yang telah dibangkitkan pada putri Magadha.., jangan biatkan kakinya yang keluar dari istana Magadha tanpa izin dari ku dan potong tangan yangvtekah berani menyentuh putri.., penggal dia!"

Dhanananand bertanya pada Chandragupta"apakah kau melihatnya?".., makanya aku sangat sayang dengan adik ku katena kematahan dan keberutalannya cocok dengan ku". Durdhara berkata pada Dhananand" aku ingin menghukumnya seperti mu, kakak".., hukumlah dia". Chandragupta hanya terdiam.

Dhananand betkata pada Durdhara"kau memiliki semua kwalitas ku.., tapi kau bukan belajar trik melihat lrespektif/pandangan lain dari di situasi, kau ingin mencungkilatanya uang  mengantidipasi serangan terhadap mu!.".., kau ingin aku memotong kakinya yang dia gunakan untuk menyerang para pereman itu!".., dan tangan yang telah menyelamatkan hidup mu, lalu bagaimana aku bisa memotong tangan itu adik ku?". Durdhara terjejut. Dhananand menolaknya "tidak-tidak..tidak".., dialah yangvyelah mrnyelamatkan adik ku".., olrh karena itu dia pantas mendapatkan hadiah bukan hukuman, dan layak untuk di hormati". Chandragipta tersenyum.

Dhananand berksta pada Chandraguota"mulai sekarang kau akan menjadi pengawal adik perempuan ku". Chandragupta, Dhutdhara, Daaima fan Badhasal terkejut. Durdhara menolaknya" tidak kakak". Dhananand menjawab",tidak, aku tidak akan mendengarkan apapun, ketika penguasa Magadha  memutuskan sesuatu, tidak ada yang bisa menolaknya, meski itu adik ku tersayang". Durdhara kesal.

Dhananand bertanya pada Chandragupta"silahkan, apakah kau punya/ memiliki pertanyaan juga?". Chandragupta berfikir",jika aku menerima tawaran ini maka pintu istana akan terbuka untuk selamanya dan aku bisa menemukan ibu ku, yapi apakah aku bisa melakukan tugas ku secara efisien?". Dhanand beryanya"apa yang terjadi?".

Chandragupta di hadirkan di majelis Dhanand, dan Dhurdahata menatap Chandragupta berkata"hukum dia dengan sangat keras sehingga tidak ada budak yang berani melewati batasannya di masa depan, cungkil matanya keluar yang telah dibangkitkan pada putri Magadha.., jangan biatkan kakinya yang keluar dari istana Magadha tanpa izin dari ku dan potong tangan yangvtekah berani menyentuh putri.., penggal dia!"
Dhanananand bertanya pada Chandragupta"apakah kau melihatnya?".., makanya aku sangat sayang dengan adik ku katena kematahan dan keberutalannya cocok dengan ku". Durdhara berkata pada Dhananand" aku ingin menghukumnya seperti mu, kakak".., hukumlah dia". Chandragupta hanya terdiam.
Dhananand betkata pada Durdhara"kau memiliki semua kwalitas ku.., tapi kau bukan belajar trik melihat lrespektif/pandangan lain dari di situasi, kau ingin mencungkilatanya uang  mengantidipasi serangan terhadap mu!.".., kau ingin aku memotong kakinya yang dia gunakan untuk menyerang para pereman itu!".., dan tangan yang telah menyelamatkan hidup mu, lalu bagaimana aku bisa memotong tangan itu adik ku?". Durdhara terjejut. Dhananand menolaknya "tidak-tidak..tidak".., dialah yangvyelah mrnyelamatkan adik ku".., olrh karena itu dia pantas mendapatkan hadiah bukan hukuman, dan layak untuk di hormati". Chandragipta tersenyum.
Dhananand berksta pada Chandraguota"mulai sekarang kau akan menjadi pengawal adik perempuan ku". Chandragupta, Dhutdhara, Daaima fdn Badhasal terkejut. Durdhara menolaknya" tidak kakak". Dhananand menjawab",tidak, aku tidak akan mendengarkan apapun, ketika penguasa Magadha  memutuskan sesuatu, tidak ada yang bisa menolaknya, meski itu adik ku tersayang". Durdhara kesal.
Dhananand bertanya pada Chandragupta"silahkan, apakah kau punya/ memiliki pertanyaan juga?". Chandragupta berfikir",jika aku menerima tawaran ini maka pintu istana akan terbuka untuk selamanya dan aku bisa menemukan ibu ku, yapi apakah aku bisa melakukan tugas ku secara efisien?". Dhanand bertanya"apa yang terjadi?".., apa ada masalah?".
Chandragupta mengingat saat Lubdhak telah mengingat telah menjualnya pada Acharya Chanakya, dan perkataanya pada Chanamyvabhwa ia akan membeaskan dirunya,dan membayar kembali uang yang telah Chanakya keluarkan. Kilas balik selesai.
Chandragupta berkata pada Dhananand" ketidaknyamanan apa, yang mulia?"..,perinya kaisar adalah perinta dewa dan itu tidak bisa  diabaikan.., aku hanya meminta sedikit bantuan dari yang lerkasa itu".., tidak bisakah kaisar memberikan gajji satu tahun untuk budak ini?". Dhananand mentertawakannya, ia berkata pada Chandragupta" cara mu untuk menyampaikan maksud, kau selalu membuat ku terkesan.., keinginan mu akan terpenuhi, tapi ingat dibawah pengawasan mu jika bahkan sehelai adik perempuan ku terluka"..
Chandragupta berkata pada Dhananad"aku tidak akan meninggalkan sehelai benang pun untuk dilukai sejak awal!". Jawaban Chandra membua Durdhara dan Dhananand terkejut.
Chandragupta berkata"tidak .., tidak.., yang ku maksud adalah selama aku disana, aku tidak akan membiarkan apapun terjadi pada putri lembut Magadha". Chandragupta menatap Dhurdhara yang menahan amarahnya.

Chandragupta senang saat mendapatkan gaji pertamanya, ia bertemu dengan Mura di kooridor istana. Mura terkejut saat melihat Chandragupta"kau!".. Apa yang kau lakukan disini?". Chandragupta berkata pada Mura" hai ibu Veerbadhara, kau ada disini!".., aku punya kabar baik untuk disampaikan pada mu, aku telah menemulan lekerjasn di istana ini sendiri..,  mulai hari ini aku pengawal putri Durdhara". Mura terkejut. 
Chandragupta bertanya"apa yangvskan kau katakan?"..,apakah ini tidak luar biasa?". Mura mencemaskan Chandragupta"kau tidak akan mengambil pekerjaan ini".., seharusnya kau tidak pernah datang ke istana ini, lalu kenapa kau melakukannya?"..,ikutlah dengan ku, biarkan aku membetiyahu jalan rahasia untuk pergi dari istana ini, ikutlah dengannku". Chandragipta meminta agar Mura mau mendengarkannya terlebih dahulu, dan memberitahu Chandragupta bahwa setiap sudut istana ada bahaya. Mura bettanya" bukankah kau sudah menyaksikan kekejaman yang mulia?" .., lari saja dari sini". Chandragupta menolaknya, tapi dengarkan aku sebentar.., penting bagi ku untuk tinggal di istana".., aku meneria pekerjaan disini ada alasan di baliknya.., sesorang telah berkata pada ku bahwa ibu ku, dia tinggal di istana ini dan penting bagi ku untuk tinggal di istana ini untuk menemukannya". Mura membalikan tubuhnya dan menyembunyikan air matanya berkata" ibu mu?". Mura menangis, ia berfikir kata-kata Acharya Chanakya bahwa sangat penting  untuk keselamatan Chandragupta dan meminta agar Mura tidak mengungkapkan kebenaran bahwa dia adalah ibunya, Chandragupya mudah implusif dsn jika Chandragupta mengetahui kebenarannya maka tanpa mengetahui situasinya Chandragupta akan melakukan sesuatu yang emosional dan berita itu akan menyebar ke Dhanand. Chanakya berkata pada Mura"aku tidak perlu memberitahu pada mu apa yang akan terjadi setelah itu". Mura berkata pada Acharya" tapi setiao kali aku meluhatnya menjadi hal yang sangat sulit untuk menahan perasaan ku". Cjanakya berkata",tes yang mudah tidak layak menjadu tes, seorang ibu memegang hak tertinggi di dunia ini .., oleh karena itu ujiannya juga akan menjadi ujian yang hebat juga". Kilas balik berakhir.mura mengusap air matanya, Muta betkata pasa Chandragupta"mungkinnkau berada dibawah kesalah pahaman, katena tidak ada seorang ibu yang ingin snaknya tinggal ditemoat yang penuh dosa.., disini detiap saat nasib berubah setiap saat swperti cuaca.., aku yakin bahka ibu mu ingin kau pergi jauh dari tempat ini".
Chandragupta berkata pada Mura"ini cinta dari pikiran, ini cinta keibuan milikmu, ibu Veerbadhra.., tapi ibu ku tidak seperti mu"..  Kau adalah lambang cinta dan kebaikan, tapi ibu ku kejam, egois dan seorang wanita yang serakah".. Mura terkejut"apa?". Chandtahupta menjawab "ya.., demi kesetakahan bebetapa koin, ibu ku telah menuslju kepasa seotlrang pengemis(pemburu) dan dia tinggal diistana ini untuk menikmati kemegahan dan kemukiaan tempat ini tanpa memikirkan bagaimana anaknya/putranya akan hidup di tengah kekejaman dan keegoisan dunia, ibunku merenghut masa kecil ku demi beberapa koin". Mura terkejut dan menangis.
Chandragupta berkata pada Mura"sekali saja.., aku ingin bertemu dengannya sekaki sajaagar aku bisa menatao.matanya dan memberitahunya betapa putranya membencinya". Mura dan Chandragupta mendengar suara beberaoa orang pelayan wanita meminta maaf dan Mura berkata"mari kita pergi dari suni". Mura dan Chandragupta mebgumpat para pelayan wanita meminta maaf dan di bebaskan. Chandragupya berkata" bukankah itupelayan yang tinggal bersama putru dhurdara". Mura menjawab" ya mereka akan di bawa ke seleucus karena mereka gagal untuk melindungi putri Durdhara, oleh karenanya mereka diambut oleh orang terdekat mereka sebagau hukuman". Chandraguota berkata"tidak, keamanan sang putru bukanlah tanggung jawab para pelayan ini tapi para prajurir, lalu mengaoa mereka di hukum?".., tidak aku tidak akan membiarkan ini terjadi". Mura melarang Chandragupta" tidak.., jangan.., berhenti dan tenanglah.., jangan pergi kesana jika kau madih ingun hidup". Chandraguota menolaknya" tapi, nyonya". Mura bertanya"apakah kau tidak menghormati ku?".., maka hormatilah kata-kata ky, jangan pergi kesana saat ini dan pergilah dari istana ini.., pergioah jauh dari istana ini'. 
Chandragupta berjalan pergi, namun menghentikan langkah kakinya dan berkata" aku menghormati datu permintasn mu, tapi maafkan aku, aku tidak bisa memenuhi perintasn kedua mu.., aku tahu tidak bisa memenuhi permintaan kedua mu".., aku tahu bahwa kau khawatir untuk ku dan kau melihat ku sebagai veerbadhra, tapi aku tidak akan beristirahat kecuali aku menemukan ibu ku". Mura terkejut menatap Chandragupta.








Comments

Popular posts from this blog

CHADNRAGUPTA MAURYA 54 By Made Titis Maerani