CHANDRAGUPTA MAURYA 27
By Made Titis Maerani
Index Sinopsis : Dhananand menyatakan untuk menghukum petani yang tidak bersalah di depan rakyatnya. Chandragupta gagal mengubah keputusan Dhananand. Dhananand memerintahkan Chandragupta untuk hadir saat petani menerima hukumannya karena menyinggung Durdhara di depan umum. Dia menjadi kejam saat dia memerintahkan anak buahnya untuk mengubur petani hidup-hidup. Dhananand mengabaikan permohonan keluarga petani untuk menimbulkan ketakutan di antara rakyatnya jika mereka mencoba melawannya. Kemudian, Chandragupta menghadapkan Chanakya karena dia tidak menyukai keputusan Dhananand tentang petani itu.
Chandragupta tersentak kembali ke asram Acharya Chanakya muncul di depannya. Chandtagupta berkata pada Chanakya" oh Acharua, kau harus menunggu apapun yang ingin kau katakan". Chanakya menjawab"aku tidak punya apa-apa untuk di katakan.., aku hanya perlu satu hal, apakah hal semacam itu terjadi istana yang harus kau waspadai?". Chandragupta mengingat dastcMura menusukkannduti dari sekuntum mawae putih di kaki Dhananand. Chandragupta menjawab"tidak.., tidak ada yang aneh, bolehkah ku pergi sekarang?".., Acharya, aku sangat lelah.., aku perlu istirahat".
Chanakya menjawab" kau boleh istirahat, tapi sebelum itu kau harus menyelesaikan tugas malam ini". Chandragupta berkata dengan menahan kesal"Aku baik-baik saja, apa yang kau inginkan.., tugas apa yang harus aku selesaikan?". Chanakya meminta Chandragupta mengikutinya dan berkata" ayolah Chandragupta, ksunharus memindahlan air dari bak.ini ke bak itu dengan bantuan( pot/kendi/ ) bejana ini".., ambilah". Chandragupta berkata pada Chanakya "Acharya, lihat aku.., apakah aku nampak seperti orang bodoh yang akan memindahkan air dari bak ini ke bak mandi dengan bejana (pot) kecil ini?". Chandrgupta mengembalikan bejana itu "Aku tidak akan melakukannya". Chankaya berkaya pada Chandragupta "Kau tidak suka berhutang budi pada siapapun, Bukankah kau mengatakan itu kepada ku?".., bukankah selain itu aku telah memberikan bantuan yang sangat besar?". Chandragupta bertanya "bantuan apa yang kau bicarakan?".., mengapa kau tidak mengambil emas yang aku tawarkan pada mu?". Chanakya menjawab "Emas tidak ada hubungannya dengan itu, aku sedang bicara tentang janji". Chanakya memberikan kembali bejana itu kembali pada Chandragupta "Selesaikan saja tugas mu".
Chandragupta mengatakan pada Chanakya "aku harus membuat janji untuk mu dengan tabib kereajaan, kau perlu memerikaskan diri .., ada yang salah dengan kesehatan mental mu". Chandrgahupta melakukan tugas yang diminta oleh Acharya Chanakya dengan guaman "pertama dia mengatakan kepada ku bahwa dia akan menjadikan aku seorang raja, tapi dia menjadikan aku mata-mata dan sekarang saat semua orang tidur dia membuat ku melakukan tugas konyol ini". Chandragupta mengambil air namun bejanka itu bolong dan semua air tertumpah keluar. Chnadragupta kesal dan berteriak pada Chanakya "Hai".., Hai, Acharya!".., bejana ini memiliki lubang di dalamnya, airnya bocor.., berikan aku bejana lainnya". Chanakya melihat berkata "oh, menyelesaikan tugas dengan bejana ini akan sangat sulit.., tidak ada cara lain kau memang harus menggunakannya, ambilah". Chandragupta bertanya "tapi bagaimana aku akan melakukannya?".., setengah dari air segera bocor setelah aku mengisinya, ini akan membawa ku untuk sepanjang malam mengisi bak mandi ini". Chanakya mengatakan "Kontrolah dengan ketekunan, akan ada dua kualitas yang akan memecahkan masalah apapun.., kau tidak akan menyelsaikan tugas ini dengan benar.. kerika kau mengisi bejana ini dengan air, kau hanya akan mengisi setengahnya.., jika kau mengisi sepenuhnya wadah ini dengan air kau hanya memiliki setengahnya yang tersisa saat kau sampai pada bak lainnya". Chandragupta berkata "Apa!".., aku harus mengisinya dengan penuh!". Achanrya Chanakya menganggukan kepalanya.
Chandragupta mengatakan pada Acharya Chanakya "Lihatlah sekali lagi, ini snagat berat jika aku mengisi air sepenuhnya itu akan menjadi lebih berat". Chandragupa memebrikan bejana itu kembali "Pegang ini". Chanakya mengatakan "Apakah lebih berat dari pedang yang gagal kau ambil saat melawan pengawal kerajaan?". Chandragupta terkejut, ia mengingat saat pengawal Samandev dan teman-temannya mengejeknya untuk membawakan pedang dan mengajaknya berdual atas perintah putri Durdhara dan mereka semua mentertawakannya. Chandragupta bertanya "tapi bagaimana kau bisa tahu?". Chanakya mengatakan pada Chandragupta " itu karena kau lebih banyak menggunakan tangan kiri mu dari pada tangan kanan mu.., jelas saat kau memegang pedang bahwa kau masih belum menggunakannya sampai hari". Chandragupta melihat baju besi dan pedang lalu menatap Chanakya. Chankaya berkata "tidak akan ada gunanya menatap ku, Chandragupta".., jika kau mulai melakukan tugas sekarang aku yakin kau pasti bisa untuk menyelesaikannya sebelum fajar, tapi jika kau mencoba untuk memahami niat mu, kau akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk melakukannya". Chandragupta tersentak menatap Chanakya. Chanakya memberikan kembali berjana itu dan berkata "selesaikan tugas mu". Acharya Chanakya berjalan pergi. Chandragupta menangis dan kesal. Chandragupta mulai mengambil air dari bejana yang berlubang itu dan memindahkannya ke bak sebelahnya, Chanakya tersenyum.
Mura membersihkan kandang kuda, Dahanand datang kesana untuk menemui kuda putih kesayangannya berkata "Toofan, setiap kali aku merasa gelisah aku datang kepada mu, karena kau membimbing ku di jalan yang berar.., aku juga merasa geliash hari ini, aku telah membunuh suami Mura, aku juga telah membunuh putanya di depan matanya.., aku menajdikannya budak/ pelayan mesikipun dia seorang ratu, aku mempermalukan dan meyikasanya tapi arogansinya tetap tidak menyerah".., tatapan matanya menembus tubuh ku seperti senjata tajam lainnya.., apa yang harus aku lakukan Toofan.., agar aku bisa menghancurkan kesombongannya untuk selamanya?". Toofan meringkik dan Dhananad memintanya untuk tenang. Dhanand kesal dan berkata pada Toofan "jika kau mengabaikan perintah ku, aku tidak akan mengampuni mu setelah itu tubuh mu hanya akan menjadi sepotong daging yang dingin, diam!". Toofan terdiam, Dhanand tersenyum berkata "Luar biasa!".., tidak lama setelah merasakan bahaya kau menjadi tenang".., Toofan, apakah kau mencoba untuk membantu ku memecahkan masalah ?". Dhananad tertawa, Mura mengawasinya dari tempatnya. Dhanand berkata "Aku juga jarus melakukan hal yang sama pada Mura, aku harus membuatnya memgalami lebih banyak sikasaan fisik, sehingga kesombongan dan harga dirinya hancur berkeping-keping .., bukankah dia musuh terbesar ku di dalam istana?", jadi aku harus membuatnya menyelesaikan semua persiapan untuk menyambut musuh asing terbesar ku semuanya oleh dirinya sendiri". Dhananad pergi, Mura bertanya-tanya "Musuh terbesarnya.., siapa itu?".
Ketiga teman Chandragupta tidur, Dhumkethu bertanya "Hai bagaimana menurut mu?".. apakah Acharya sudah pergi tidur?". Indera bangun dan melihat sekelilingnya menjawab "Dia pasti sedang tidur". Sthulbadhra mengorok dan tertidur pulas, ia pun terbangun melihat Chandragupta yang masih mengerjakan tugasnya. Sthulbadhra berkata "Mari kita pergi dan membantu Chandra". Mereka bertiga bangun, namun Acharya Chanakya muncul didepan mereka. Chanakya menunjukkan makanan pada Sthulbadhrta"Rotis (Cappati) ini.., aku menyimpannya untuk dimakan di pagi hari, berikan pada ku". Chankaya berkata "Aku tahu ini adalah bagian mu dari makanan, tapi kau telah melanggar aturan dengan mencoba membantu Chandragupta". Indera dan Dhumkethu terkejut. Sthulbadhra berkata pada Chanakya "Tapi Acharya, aku"..
Chanakya berkata pada Sthulbadhra "Kau tidak akan mendapatkan makanan besok sore". Sthulbadhra mencoba menjelaskan "Tap aku".. Chanakya mengatakan pada Sthulbadhra "Kau tidak akan mednapatkan makanan bahkan untuk malam ini". Sthulbadhra terkejut. Dhumkethu berkata pada Acharya Chanakya "Tapi, Acharya.., tolong beritahu pada kami apa yang akan diperoleh Chandragupta dalam melakukan tugas ini". Acharya Chanakya memacakan isi sloka dan menjelaskan artinya "Pdertama-tama, aku akan membuatnya mencoba berulang kali seperti burung gagak sehingga tangannya menjadi kuat dengan mengisi air di kendi/ bejana ini dan menuangkannya berulang kali, agar dia bisa tenang..,sehingga dia menjadi tenang dan sabar dan kualitas ini akan berguna baginya dimasa depan".., Satu hal lagi, semakin banyak kau berkeringat selama pelatihan akan semakin sedikt darah yang akan hilang selama perang". Chandragupta kelelahan menyelesikan tugasnya.
Keesokan paginya, rakyat Magadha berkumpul dan bersorak sorai untyk Dhabanand yang mengikat tangan Mura di kereta, Dhananand menghentikan sorak sorai warga dan berkata" Aku membuat pengumuman Khusus, aku akan degara menjamu tamu istimewa ke istana ku, jalan menuju istana harus dibersihkan dan di dekorasi dengan baik, mempertimbangkan kesempatan keagungan seperti itu setislap saat, aku mengijinkan warga ku untuk menyumbangkan tenaga meraka untuk waktu yang singkat setiap hari.., tapi hari ini, ini adalah perintah ku bahwa tidak ada dari warga ku yangnakan melakukan tugas ini.., seorang wanita akan melakukan seluruh tugas.., tidakmakan ada orang lain yang akan melalukan tugas ini, kalian semua lihat wanita ini denhan hati-hati.., tidak akan ada yang akan membantunya, jika ada otang yang membantunya maka dia akan dianggap sebagai penghianat dan semua orang tahu aoa hukuman penghianat". Semua warga Magadha tertunduk.
Dhanaband berkata pada Badhrasal" pastikan dia mendapatkan semua yang perlu untuk membersihkan dan menghiasi jalan.., setidaknya, dia tidak akan mendapatkan bantuan". Dhananand berkata pada Mura" kau adalah seorang ratu, aku tahu betul perlalakuan seperti apa yang bisa menyenangkan seorang raja dan bagaimana segala sesuatunya didekorasi selama kunjungannya.., ingstlah satu hal tamu istimewa kuakan diperlakukan dengan dangat hormat". Dhananand menarik mura dan bertanya " kau menusuk ku dengan duri, kan?".., aku telah kehilangan setetes darah .., sekarangvaku akan membalaskan dendam dengan membuat mu menderita.., setelah itu bshkannkau tidak akan bisa berjalan". Dhananand menyeringai dan mentertawakan Mura dan menatapnya tajam.
Mura menyapu jalan di depan warga Magadha, Badhrasal dan prajuritnya terus mengawasai, menaruh setiap vas yang disediakan, dan menyiram jalan. Badhrasal berkata pada pelayan "cepat, serahkan pembersih ke budak/pelayan itu, dia haris memperbaikiekacauan ini sesegera mungkin". Mura janya terdiam menatap badhrasal. Badhrasal berkata pada Mura" jangan menatap ku.., aku harap kau bisa mengerti kata-kata yang mulia, bekerjalah jika kay masih ingin hidup".
Mura menaruh semua hiasan di dinding, Badhrasal terus mengawasi. Chandraguta datang ke sana, Mura terkejut daat melihatnya.
Comments
Post a Comment