CHANDRAGUPTA MAURYA 30
By Made Titis Maerani
Index Sinopsis : Chandragupta menolak untuk mencuri berlian yang tertanam di tahta Dhananand. Teman-temannya mencoba meyakinkannya untuk tugas itu. Chandragupta mengungkapkan tentang kesulitan memasuki tempat istana pada malam hari. Chanakya menunjukkan kepadanya peta rahasia dan kemudian membakarnya. Chandragupta mengingat kata-kata Chanakya dan memutuskan untuk mencuri berlian. Dia menyembunyikan dirinya dari Bhardsaal dan Durdhara. Meskipun memiliki kecurigaan bahwa Chandragupta ada di istana, Durdhara menyembunyikan masalah itu dari Bhadrasaal untuk menangkapnya. Chandragupta menggunakan kecerdasannya untuk mencuri berlian dengan sukses.
Sthulabdhra bertanya pada Chandragupta "Apa yang terjadi, Chandra?". Chandragupta menjawab kekesalannya pada Acharya Chanakya "Orang bijak penipu ini, dia meminta ku untuk mecuri berlian kaisar Dhananad.., dan apakah kau tahu apa yang akan dia berikan sebagai gantinya?". Ketgia teman Chandragupta menggelengkan kepalanya. Chandragupta berkata "Dia akan memberikan informasi tentang ibu ku". Indera kaget setelah mendengarnya. Chandragupta berkata "aku melihat kau tercengang setelah mendengarnya.., dari pada bekerja untuk orang bijak yang curang ini, aku lebih suka menjadi budak Lubdhak..,setidaknya dia tidak berusaha untuk membuktikan bahwa dialah yang terbaik".., Lihatlah dia!".., dia telah melihat mimpi untuk bangsanya yang lebih baik, ptinsip dan nilai-nilainya semuanya bohong dan penipu". Acharya Chanakya hanya diam.
Chandragupta berkata pada ketiga temannya "Mari kita pegi dari sini .., kemasi barang-barang kalian".., kita tidak akan terikat untuk bekerja untuk penipu ini, dan penipu ini hanya peduli dengan kebutuhan egoisnya". Indera berkata "Tapi Chandra, karena dia meminta mu untuk melakukannya.., aku yakin pasti ada alasan penting.., selain itu, bukankah kau pergi kesana (ke istana) setiap hari?". Chndragupta menjawab "Ya, tapi sebagai penjaga, selain itu keamanan istana sangat ketat".., setiap hari ketika aku sampai di istana aku harus memberitahu kepala keamanan tentang kedatangan ku dan dia menulisakan nama ku dan kemudian aku di berikan gelang, setelah itu aku bisa masuk.., ada gelang dengan warna yang berbeda untuk pergei ke berbagai bagian istana.., dan di malam hari kita harus mengembalikan gelang ke kepala keamanan.., tidak pernah ada kesalahan dalam proses ini".., jadi, tidak mungkin aku bisa masuk di malam hari".
Acharya Chanakya mengatakan pada Chandragupta "ketika kau tidak bisa menemukan jalan yang lurus maka kau hatus menemukan jalan yang berbeda".Chandragupta berbailik menatap Chanakya. Chanakya mengatakan "Jika tidak ada jalan lagi bagi mu untuk masuk maka kau harus masuk secara diam-diam". Chandragupta marah berkata pada Chanakya "Kita sedang membicarakan tentang tahta kaisar Dhananad.., Raja Magadha".., Dia adalah penguasa, dia adalah dewa Magadha"..., apakah kau tahu?".., bahkan udara disekitar kita mengikuti perintahnya dan kau meminta ku untuk mencuri berliannya?".., Dhananad akan membunuh ribuan pemuda ketika sepeotong kepala, bayangkan apa yang akan dia lakukan pada ku untuk berlian itu.., jalan mu akan menuju pada kematian ku dan".. Chandragupta terdiam ketika Acharya Chanakya menunujukan selembar peta istana Magadha padanya.
Chanakya mengatakan pada Cahndragupta "ini peta dengan halan yang berbeda yang akan membawa mu langsung ke taht.., sangat sedikit orang yang mengetahui peta ini.., aku tidak akan menyangkal jika jalan ini sulit, tapi jika kau menghafal peta ini dan kemudian memulai maka kau tidak hanya mencuri berlian tapi juga keluar dari istana dengan selamat".., hafalkan peta ini". Chandragupta mencoba memahami isi dan rute di dalam peta Acharya Chanakya. Chanakya bertanya "apakah kau sudah menghafalnya?". Chandragupta menjawab "Iya". Chankaya mengambil, menggulung, Chanakya berkata pada Chandragupta "Kau mungkin akan menganggap bahwa hidup mu akan tergantung pada ingatan mu". Chanakya membakar peta itu, Chandragupta dan teman-temannya terkejut, Chandragupta panik bertanya pada Chanakya "Hai, kau mau ngapain (apa yang kau lakukan)?". Chandragupta berusaha untuk memdamkan api dengan meniupnya dan putus asa, ia berguam" sekarang bagaimana aku akan menemukan jalan ku?". Chanakya menjawab "Kau adalah mata-mata, Chandragupta.., dan mata-mata tidak meninggalkan jejak".., jika kau membawa peta ini, itu akan membahayakan hidup mu". Chandragupta bertanya "Apakah kau sudah kehilangan akal?".., mengapa kau membuatnya jika kau harus membakarnya?".., oh, ini salah ku.., bagaimana aku bisa membayangkan bahwa kau akan memikirkan tugas yang mudah bagi (untuk) ku?".., kau senang untuk membuat hal-hal yang sulit".., tapi ingatlah ini, Acharya.., aku sangat emosional terhadap ibu ku".., setelah melakukan tugas ini jika kau tidak memebritahu ku tentang ibu ku.., aku akan membuat begitu banyak masalah untuk mu sehingga kau kehilangan akal untuk menyelesaikannya". Cahndragupta marah dan bergegas pegi.
Sthulbadhra berkata pada Chanakya "kau ingin Chandra menjadi seorang kaisar.., tapi kaisar itu menghukum pencuri saat kau membuatnya menjadi pencuri, inis ebuah teka-teki yang aneh". Chankya menjawab "Apa yang telah kau sebut sebagi pencurian adalah tugas.., ini bagian dari pelatihannya.., banyak hal yang akan tergantung pada keberhasilan tugas ini terutama mengamankan india bersatu". Sthulbadhra tersenyum.
Chndragupta memasuki gerbang istana dari bagian yang lainnya dengan membawa tali, sementara itu penjagaan istana sangat ketat, 3 orang prajurit mondar-mandir mengawasi keamanan istana. Chandragupta memegangi gelang milik ibunya, ia berkata "Mungin ini tantangan terbesar dalam hidup ku, tapi aku akan menyelesaikannya untuk mendapatkan mu, bu". Chandragupta mulai melemparkan kail tali dan memanjat tembok istana Magadha. Dua orang prajurit tidak menyadari akan kehadirannya. Chandragupta menarik talinya.
Shipra tersenyum, ia berkata pada Putri Durdhara yang angkuh "Lihatlah, putri.., raja telah memberikan ini pada mu untuk menyenangkan mu, dia telah membunuh Toofan di depan mu dan lampu gantung yang indah ini sebagai gantinya".., kau tidak akan marah lagi, kan?". Durdhara menjawab "aku, Shipra.., aku masih marah, seharusnya kakak ku.., menghukum budak yang telah mengendarai Toofan bukan membunuh Toofan, kakak ku telah mengorbankan kudanya yang setia dan bukan budak itu.., aku merasa sangat marah ketika aku kekaguman kakak ku untuknya.., bagaimana menurut mu?".., kau adalah teman terbaik ku".., apakah pendapat mu?.., haruskah dia melakukan itu?". Shipra menjawab "menurut ku, raja telah membuat keputusan yang bijaksana dan itu bukanlah kesalahannya". Mendengar jawaban Shipra Durhdara merasa kecewa, ia memotong tali dari lampu gantung. Shipra berteriak ketakutan namun Durdhara menahan tali itu sebelum mengenainya. Durdhara berkata pada Shipra "Kau boleh melupakan teman mu yang sebenarnya setelah mendapatkan sedikit penghargaan, Shipra". Durdhara memanggil penjaga dan menyerahkan tali. Durdhara berkata pada Shipra "Aku memanggil mu sebagai teman, tapi kenyataannya adalah kau hanyalah seorang pelayan wanita dans eharusnya kau tidak menentang tuan mu". Shipra menangis, Durdhara bertanya "apakah kau akan mengingat itu?". Shipra hanya menganggukan kepalanya dan menagis. Durdhara berkata "Semua orang menyayang budak/ pelayan itu, aku harus bisa merendahkannya di mata kakak ku". Durdhara berfikir sejanak, ia menyeringai dan berkata "Aku tidak perlu berusaha terlalu keras.., kebodohannya kan memberikan ku kesempatan itu".
Chandragupta memasuki lorong istana Magadha, ia bersembunyi ketika melihat Komandan Badhasal dan bersembunyi. Chandragupta keluar dari persembunyiannya namun menyenggol benda disana dan menimbukan suara bising, Bhadrasal terkejut dan berhenti. Suara itu juga terdengar sampai di telinga Durdhara. Durdhara terkejut dan keluar untuk memerikasanya. Shipra mengikutinya di belakang. Chandragupta berhenti berlari ketika menyadari kehadiran sesorang, Durdahra datang memeriksa lorong istana dan Chandragupta berada ditengah lorong, disisi yang lainnya ada Badhrasal yang datang. Chandragupta mencoba untuk berkari cepat saat melihat sebuah ruangan, namun Durdhara melihat sosok Chadragupta dari pantual cermin. Durdhara terkejut "Chandragupta?".., apa yang dilakukannya di istana pada jam segini?".., Jika itu Chandragupta maka itu adalah kesempatan yang aku tunggu-tunggu.., bersiaplah untuk di hukum oleh raja, Chandragupta". Durdhara mencari Chndragupta namun tidak ada siapapun disana, Durdhara bertanya-tanya "Kemena Chandragupta pergi?". Durdhara pergi sementara Chandragupta ada dinelakangnya, Chndragupta membututinya dan berdiri dinelakanganya namun ketika Durdahra berbalik Chandragupta hilang. Durdhara melihat ksekelilingnya namun Chnadragupta berusaha untuk mempertahankan posisinya di atas tembok tepat diatas kepala Durdhara. Durdhara berguam "Pasti ada sesorang disin, tapi kemana perginya orang itu?". Tangan Chdnragupta sudah tidak kuat menopang berat badannya, ia hampir terperosok, Durdhara berjalan pergi dan Chandragupta melompat turun, Chandragupta tertawa "aku cukup beruntung untuk menghincari perhatiannya". Chandraguta terkejut saat beberapa orang prajuirt datang ke lorong istana, sementara itu Shipra berjalan di sisi yang lainnya, Chandragupta pergi, ia sampai pada aula luar istana Magdaha. Chdnragupta panik dan berguam "Aku harus segera memikirkan sesuatu, jika aku tertangkap hari ini maka raja Dhanand akan memenggal kepala ku.., aku harus mencari solusinya.., apakah Brahmana itu telah menjadi gila karena dia membakar peta itu?". Chandragupta mencoba untuk mengingat setiap bagian dari peta itu dari ingatannya, ia menuangkan tanah di pot dan mencoba untuk menggambarkan isi peta yang terekam oleh ingatannya, Chandragupta mengingat kata-kata Chanakya" ingatan kita berhubungan dengan indra kita dan jika kau berkonsentrasi dan menganalisis hal-hal yang terjadi di depan mu maka ingatan mu tidak akan mengecewakan mu".
Chandragupta mengingat semua isi peta itu dan mulai mengambar ditanah, ia tersenyum berkata "aku menemukan jalan". Chandragupta mendengar suara langkah kaki, Badhrasal datang ke bagian luar aula istana, Durdahra dan Shipra dari bagian lain, mereka bertemu satu sama lain. Durdahra bertanya pada Badhrasal dan Shipra "apa yang kalian berdua lakukan dilarut malam begini?". Badhrasal menjawab" Putri, aku mendengar suara di daerah ini". Durdhara berkata"itu dilakukan oleh kucing ku.., pergi dari sininkau menganggu ku". Bhadrasal berkata",tentu saja". Badhrasal pergi, Durdhara melihat jejak kaki pada lantai, ia berfikir " jika itu kau, Chandragupta".., percayalah pada ku, aku akan membawa kebenaran ini di depan raja".
Sementara itu, Chandragupta melewati lorong kecil yang gelap dan berbahaya dengan membawa obor sebagai penerang, penuh dengan jebakan dan tengkorak manusia, ia ketakutan dan menyingkirkan tengkorak dan jebakannya. Chandtagupta menjerit kesakitan ketikaxjebakan mengenainya, ia menangis dan sesaat tidak sadarkan diri. Chandtagupta mengingat masa kecil dan perpisahan dengan Mura dan ucaoan Achsrya Chanakya bahwa hanyakah dia orang satu-satunya yang bisa menyatukannya dengan ibunya.
Chandraguopa berfikir dalam tekstnya"aku harus menemukan berlian itu, untuk bisa beteemu ibu ku". Chandraguoya menemukan jalan dan berkata" tampaknya tempat ini kosong.., menurit peta, aku bisa memasikii istanda dari sini". Chandragupta sampai di aula, beberapa penjaga menjaga area aula tahta. Chandragupta melihat letak batu intan dan berfikir"aku tidak bisa melihat cara aku menipu para penjaga agar aku sampai pada tahta untuk mencuri berlian itu'.
Angin bertiup kencang membuat lidah alu terus bergoyang, Chandragupta melihat ke atas dan berfikir" aku menemukan jalan keluarnya".
Chandragupta memanjat tiang pilar untuk sampai diatas atap.dan membuka penutupnya, anginnyang kencang meredupkan seluruh api yang menerangu ruangan itu. Seorang penjaga terkejut dan bertanya-tanya ketika semua obor mati dan meminta untuk kembali di nyalakan. Chandragupta berfikir" sebelum para prajurit menyalajannya kembali, aku akan mencuri berliannya. Ruangan itu kembali terang sementara itu Chandragupta senang melewati aula dengan berlian curiannya, putri Dhirdhara mengikutinya di belakang
Chandragupta berguam" intan yang bagimku seumpama batu, akan menjadi alat ku untuk menemui mu, ibu.., kau akan degera berada di depan ku untuk menjawab semua pertanyasn ku". Durdhara terkejut mendengarnya.
Comments
Post a Comment