CHANDRAGUPTA MAURYA 09

 By Made Titis Maeani






 

Index Sinopsis: Raja,Dhananan yang gila menangkap ribuan pemuda dan akan memberikan hukuman mati kepada mereka setelah mataharoiyerbit. Daaima (ibu asuh Dhananad)  berputa-pura baik pada ketiga teman Chandragupta untuk menjebak agar mereka mengungkap identitas Chandragupta, Mura datang untuk menghentikanndan membuka kedoknya, lemarashan Daiama kepada Mura membakar kedua lakinya.

 

Ribuan pemuda yang tidak bersalah telah di tawan dan diikat oleh pasukan Magadha, para orang tua dipisahkan dari anak-anak mereka, prajurit meminta agar membawa semua pemuda ke istana. Inderadan Sthulbadhra masih mengikuti dengan menaruh sayur-sayuran di kereta mereka. Seorang wanita meminta bekas kasihan. Chandragupta dan Dhumkethu mengawasu dari balik pintu kereta dan nenyaksikan kekacauan. Seorang pemuda mencoba untuk melarikan diri karena dirinya tidak beraalah namun prajurit jembaki menangkapnya. Seorang ibu lainnya bertanya-tanya dalam kepanikannya" ya dewa!".., siaoa yang telah mencuri kepala patung raja, anaj-anak kami yang harus membayar kejahatan orang lain". Chandraguota mekuhat kesekelilingnya berkata"  ya dewa!".., begikejamnya hanya untuk menemukan kepala emas", semua tangan pemuda  diikat pada nambu. Dhumkethu berkata pasa Chandragiota' kidah krkejaman raja Magadha sangat terkenal". Chandragupta hanya terdiam melihat sekelilingnya. Kereta indera dan Dhumkethu dihentikan prajurit, prajurit beryanya",mau kemana?". Sthulbadhra menjawab aku akan mengambil jatah untuk tentara kami yang di temoatkan di perbatasan". Prajurit memeriksa kereta mereka dengan teliti. Chadragupta dan Dhumkethu menutup pintu kereta barang   dan bersembunyi. Indera dan sthulbadhra sangat tegang. Chandragupta hanya terdiam.

Prajurit mengijinkan kereta mereka lewat, kefua kereta itu pegi. Chandrahuota kembali untuk mengintip situasi, seirang ibu meminta belas kasihabln dan bertanya-tanya siapa sebenarnya pencuri kepala patung emas Raja Magadha. Seorang pemuda memohon kepada prajurit untuk membiarkannya pergi. Chandragupta hanya terdiam.menyaksikan kekejaman itu.

Indera dan teman-temanya mengikuti prajurit yang menahan para pemuda sampai dihutan. Ptajurit mebebaskan bahwa itu perintah raja Dhanand untuk menanhkap semua pemuda yang tidak bersah sampai pencuri yang sebenarnya tertangkap, semua pemuda itu akan teyap berada di penjara. Seorang pemuda berusaha untuk melatikan diri dan nemohon agar membiarkannya pergi, ptajurit berkata"bodoh".., kau tidak mau mematuhi perintah raja" dan kembalu menangkapnya. Indera dan Sthulbadhra memberhentilan kereta mereka disana, Chandragupta kembali mengintip dan miminta pada teman-temannya untuk membawa kreta dan petinya ketempat tahadia mereka dan Chandra akan menemui mereka disana. Chandragupta melompat dari peti dan teman-temannya pergi membawa kereta.

Chandragupta membebaskan beberapa prajurit dari jerat tali ditangan mereka. Seorang prajurit bertanya" kau suapa?". Chandraguota menjawab" akulah yang akan memberikan mu pelajaran penting hari ini".., dari konsekuensi yang akan kaubhadapi katena menahan semua orang yang tidak berdaya". Ptajirit lainnya berkata" bawa dia pergi dan berikan dua cambukan dan dia akan bekajar pelajarannya". Chandragupta bertanya"aoajah begitu?".., dua cambukan kata mu?".

Chandraguoya melawan prajurit Magadha dan meleoaskan tali pasa beberaoa kelompok pemuda yang tertawan. Chandra bertarung dengan prra prajurit yang menuerangnya dan menangkis setiap serangannya. Amatyya Rakhsas datang bersama pasukannya melihat peryarungan Chandragupta melawan prajurit-prajurit Magadha dari kejauhan. Ptajurit Magadha telah mengepung Chandragupta, seorang pemuda yang telah terbebas memberikannya tongkat dan mekawan semua prajurit, Rakhsa geram dengan tingkah Chandragupta dan meminta pasukannya menangkap dan menghentikannya, Rakhsa berkata pada semua prajuritnya" kita harus menangkaonya hidup-hidup dan menyerahkannya didepan kaisar!".., pergilah". Semua prajurit mengelilingi dan akan menyeranh Chandragupta, tiga tong menggelunding ketiga teman Chandra bersembunyi di masing-masing tong, mereka keluar dan membantu Chandrahupta. Chandragupta berkata" kalian semua harus pergi dari sini sebelum balabantuan tiba, temui aku di tempat biasanya.., sekarang pergilah".

Chandra akan berlari saat melihat kuda putih namun tombak yang di lepaskan Amatya menyerempet  dan melukai lengannya, ia terjatuh ditanah.

Rakhsas berkata pada Chandragupta" tidak tahu mengapa aku merasa bahwa kau yang telah mencuri kepala patung emas itu diperayaan ulang tahunnya". Chandragupta bangkit dan berkata pada Rakhsas “Kebijaksanaan mu, aturan dan cara berfikir mu .., pikirkan apapun yang kau inginkan. Rakhasa berkata pada Chandragupta “aku telah memikirkannya, aku akan memberikan mu pilihan.., akui saja kejahatan mu atau bersiaplah untuk kematian mu”. Chandragupta berkata pada Rakhas “ Aku selalu melakukan apa yang hati ku katakan.., katakan jadi kenapa aku harus merubah momen sebelum kematian ku?”. rakhasa berkata pada Cahdragupta “ jadi besiaplah untuk kematian mu”. Ketika Rakhas akan menyerang Chandragupta, kereta melintasi tepat dijalan mereka dan menghalangai Rakhasas, Chandragupta naik ke kereta itu. Rakhsas berkata pada prajuritnya “ aku menginginkan dia hidup bagaimanapun caranya!”.. pergi”, bebrapa prajurit mengejar namun Kusir kereta (Acharya Chanakya) melemparkan beberapa barang tajam ke tanah dan membuat semua prajurit jatuh dan kesakitan.

Dikereta, Chandragupta berkata pada kusir “Luar biasa!”.., siapa punkau, kau telah datang di waktu yang tepat”. Acharya Chanakya membuka penutup wajahnya. Didisi lain, para Prajurit lainnya datang  untuk berhasil menangkap ketiga teman Chandragupta dan  menghadapi Amatya Rakhasas, Seorang prajuirt berkata pada Rakhas” Kami berhasil menangkap mereka saat dalam pelarian”. Rakhasa berkata “Taruh / tempatkan mereka di ruang bawah tanah”

Prajurit membawa ketiga teman Chandragupta. Dalam perjalanannya, Chanakya menunjukkan kalung yang berisikan gelang milik ibu kandung Chandragupta, Chanakya mengatakan pada Chandragupta “ Gelang ini milik mu, kan?”. Chandragupta telah pergi dari kereta itu. Chanakya bertanya-tanya “ kemana dia pergi?”.

Chandragupta mencari keberadaan ketiga temannya di tempat yeng telah mereka janjikan dan membuka peti dari kepala patung emas milik Dhananad. Chandragupta berguam “ kepala patung ini masih berada ditempatnya.., dimanakah mereka bertiga?”. Subadhra datang dan ketakutan memebritahu Chandragupta “ mereka bertiga telah ditangkap  oleh tentara Magadha, ketiganya”.., Indera, Sthulbadhra dan Dhumkethu.., kaisar tidak akan mengampuni mereka.., tidak akan ada!”. Mendengar hal itu Chandragupta tersentak kaget.

Dipenjara bawah tanah Rakhasas menyikasa ketiga teman Chandragupta  dan meminta agar mereka memberitahu pemuda yang juga merupakan teman mereka. Rakhasas berkata “Aku sangat tahu bahwa dia yang telah mecuri kepala patung emas yang telah mencuri kepala patung emas yang menjadi kebanggaannya, jawab aku”. Dhumkethu berkata “ kau akan bosan untuk memecuti aku, tapi kami tidak akan pernah memberitahu namanya”. Rakhasas kembali memecuti Dhumkethu”apakah kau tidak akan pernah memberitahu ku?”.., katakan pada ku”.

Wanita pengasuh Dhananad (Daaimaa) yang jahat datang kepenjara untuk berpura-pura baik kepada ketiga teman Chandragupta, Daaima seolah merasa iba dan meminta pedang pada prajuit, Daamia berkata pada Rakhasas” Mungkin aku yang telah membesarkan Dhanand, tapi aku sangat mencintainya dan aku akui bahwa dia adalah seorang tiran yang telah dinobatkan sebagai kaisar!”. Daaima memutuskan pengikat ditangan ketiga teman Chandragupta, ia berkata didepan Sthulbadhra “ Pria tidak berperasaan apa yang telah menghukum anak-anak dengan cara seperti ini?”. Sthulbadhra menangis di depan Daaima “iya”. Daaima mengatakan “ mereka telah dimasukkan kedalam Dungen seperti binatang!”. Daaima melepaskan rantai pengikat diatangan mereka. Rakhasa berkata pada Daaima “ini salah”. Daaima mengangkat tangan dan menghentikan Rakhasa untuk berbicara. Daaima mengatakan pada Rakhasas “ Kau tidak kurang dari seorang pejabat, alih-alih untuk meredakan kemarahan Dhanand kau cukup menyulut mulutnya dengan menjadi pria tapi sekatang aku disini dan kau tidak diperlukan disini”. Rakhas berkata pada Daaima “maka aku harus menyampaikan ini kepada kaisar”. Daaima berkata pada Rakhas “ kau tahu betul bahwa aku tidak akan menghentikan mu, dan kau  juga tidak akan mengentikan ku”. Daaima membawa ketiga teman Chandragupta pergi dan menunjukan jalan keluar, ia berkata kepada mereka bertiga “ Ikutlah dengan ku, kita tidak punya banyak wakt.., sebelum anggota dewan Rakshas itu bertemu Dhananad”. Daaima berpura-pura untuk membawa mereka bertiga pergi.

Cahdragupta hanya terdiam memikirkan ketiga temannya, sunbadhra bertanya “ apa yang kau pikrikan?”. Chandragupta menjawab “ Jika aku mendengarkan Lundhak dan membuat kepala patung itu meleleh dan menentang Dhanand maka Dhananad Tiran akan membuat teman-teman ku terbunuh bersama ribuan pemuda lainnya dan jika aku melawan Lubdahk dan mengirimkan kepala patung ini ke Dhananad maka Lubdahk tidak akan pernah bertemu dengan ibu ku lagi”

Daaima menuntun ketiga teman Chandragupta untuk keluar dari istana dan meminta mereka untuk bergerak lebih cepat karena mereka sudah tidak punya banyak waktu. Sthulbadhra bertanya pada Daaima “Apakah kau pengasuh kaisar, jadi mengapa kau mau membantu kami?”. Daaima menjawab “ Aku punya tangan untuk bermain tapi dalam keberadaan Dhananad aku tidak bisa menghentikannya, tapi aku bisa mencoba untuk menghentikan kerusakan yang akan ditimbulkannya, sehingga beban rasa bersalah ku berkurang.., cepat ikut dengan ku”. Daaima membawa ketiga teman Chandragupta keluar dari istana dan meminta mereka bergerak lebi cepat dan telah menyiapkan emapt ekor kuda, Daaima berkata “ Ambillah kuda-kuda ini dan pergilah jauh dari Magadha!”. Indera bertanya “ tapi siapa yang akan menggunakan kuda keempat?”. Daaima berkata “ Ya itu untuk teman mu.., kuda itu untuk dia.., jika dia tinggal disini di pataliputra kaisar akan menemukannya dan membunuhnya dan aku tidak ingin itu terjadi, katakan pada ku dimanakah dia tinggal?”.., siapakah namanya?”.., aku akan memberitahuinya agar kalian berempat bisa pergi jauh dari sini dengan aman!”.  Ketiga teman-teman Chandragupta tersentuh dengan kebaikan daaima yang palsu dan memuji akan kebaikannya itu “Sungguh luar biasa!”. Daaima mengatakan pada Sthulnadhra “ akan sangat bagus jika kau juga bisa menyelamatkannya, jadi katakan pada ku siapakah namanya?”.., diamakah teman mu tinggal, katakan pada ku”. dhumkethu  berkata “Namanya”..

Mura datang dan mengnetikannya “ Jangan memberitahu nama teman mu”. ketiga teman Chandragupta tersentak kaget, wajah baik Daaima berubah menjadi jahat seketika saat memelototi mura. Daaima berteriak memanggil penjaga untuk menangkapnya.

Mura berkata kepada ketiga teman Cahandragupta “ Apakah sekrang kau melihat bentuk wajah aslinya?”.., dia bukanlah seorang pengasuh yang telah membersatkan kaisar tapi dia kaki tangannya juga.., , dia hanya  berpura-pura untuk membebaskan mu sehingga kau memberitahu nama teman mu dan daaima bisa menunjukkan kalian di depan Dhanand, jangan beritahu dia tentang nananya!"

 Daaima yang marah kepada Mura meminta para prajurit untuk menabgkao.ketiga teman Chandragupta dan mengambakikannya keruang tahanan bawah tanah. Daaima berkata pada Mura dengan amarahnya" kegelapan malan akan abadu untuk mu, besok pada cahaya pertama mayat mu ajan jatuh ke tanah. Daaima menjambak rambut Mura  betkata" kau telah mekakukan perbuatan yang mengerukan, penghinaan mu melewati batasan". Daaima menginjak kaki mura, ia berkata pada Mura" dan kau berjalan jauh kesini menggunakan kaki mu". Daaima membakar kaki kiri Mura dan memintanya untuk berteriak" berteriaklah.., berteriaklah sbanyak yang kau bisa, berteriaklah sedemikian rupa sehingga ini akan menjafi kenang-kensngan mu". Daaima menginjak kakinkanan Mura dan membakarnya, Daaima berkata pada Mura" setiap saat kau akan ingat ketika kau berani melawan penguasa Dhanand". Mura menjerit dan menangis kesakitan, Daaima tersenyum puas.

Ribuan pemuda dan ketiga temab Chabdragupta di hadurkan di depan Raja Dhanand, pengumuman di betitahukan bahwa raja gila Dhanand telah datang nemasuki ruang pengadilan, keluarga kerajaan berdiri untuk menyambutnya. Para orang tua,dari para pemuda memunta belas kasihan.

Dhanand berkata di depan semua orang" aku merasakan kegembiraan yang luar biasa, ketika aku mendengar seseorang memohon untuk hidup mereka.., dengan gemetar dan ketakutan dan kegembiraan ini akan berlipat ganda saat kebanggaan dari klan prajurit datang kepada ku". Dhanand berranya" dimanakah Mura?". Amatya Rakhsas menunjukkan keberadaannya, Dhanand berkata" sekarang semuanya tampak cerah"

Dhanaband berkata" maafkan aku orang-orang magadha, kalian semua harua datang kesini sast fajar menyingsing, tapi aku tidak punya piliha, aku harus mengirimkan pesan ku bahwa aku Dhanand, matahatmru dari Magadha yang memegang matahari sebagai saksi dan bersumpah bahwa jika orang yangvtelah mencuri kepala patung emas ku tidak muncul san tidak mengakui kejahatannya, maka akubakan membuat semua pemuda yang hadir disini". Semua orang ketakutan, Dhananad berkata" mereka semua tidak akan hidup untuk  melihat matahari terbenam. Dhanand mentertawakan Mura yang begitu ketakutan" kau memang teryawa terbahak-bahak saat melihat kepala patung ku kemarin dan sejarang jau melihat diistana Magadha ini akan dihiasi dengan kepala anak laki-laki yang terpenggal, tunggulah matahari terbit". Dhanand berkata" mari kita mulai pada orang-orang yang tahu siapa sebenarnya pencuri itu!". Ketiga teman-teman Chandragupta ketakutan saat para algojo membawa Sthulbadra, Sthulbadra menangus kerakutan, Algojo menaruh kepalanya di area eksekusi dan siap untuk dipenggal,  suara bising terdengar Chandragupta datang menyerwt peti beisi kepala patung emas  dan membuat semua orang terkejut

 

 

 

 

 

 

 

 


 

 

 

 

Comments

Popular posts from this blog

CHADNRAGUPTA MAURYA 54 By Made Titis Maerani