CHANDRAHUPTA MAURYA 10

 By Made Titis Maeani

 

 

 


 

Index Sinopsis: Cahndragupta datang membawa kepala patung emas milik Raja gila Dhanand dan membuktikan didepan semua orang bahwa Pandu adalah dalang dari pencurian itu.

Dhananad berkata didepan semua orang “Mari kita mulai dengan orang-orang yang menengal pencuri itu!”. Ketiga teman Chandragupta tersentak kaget saat itu, algojo membawa Sthulbawa untuk menjalankan eksekusi penggal, Sthulbadra berusaha menolaknya namun para algojo tetap menaruh kepalanya di tempat eksekusi. Mura berfikir dan bedoa  didalam hatinya “ Yadewa!”.., kapan penantian semua orang yang menderita akan berakhir?”.., kapan penyelamat itu akan tiba untuk melawan Dhahnanad Tiran!”.

Ketika Algojo akan menghempaskan senjata ditangannya, Dhananad dan semua orang diistana dikejutkan dengan suara bising, Chandragupta datang dengan menyeretkan peti dibelakang punggungnya. Chandragupta tersenyum di hadapan Dhananad. Cahdnragupta berkata pada Dhanand “ Mungkin kau akan lebih senang melihat kepala itu disini dari pada kepala itu”. Chandragupta membuka peti dan menunjukkan kepala patung emas itu pada Dhananad. Semua orang terkejut.

Lundhak datang berdiri dibelakang diantara kerumunan para orang tua mengamati jalannya persidangan itu, wajahnya begitu tegang. Dhananad hanya terdiam sejenak dan kemudian bertanya pada Chandragupta “ Kau siapa?”. Amatya Rakhas mengatakan “Dialah satu-satunya orang yang telah mencuri kepala patung mu, dialah orang yang telah menentang perintah mu dengan membebaskan banyak pemuda diantara mereka”.., dia adalah pemberontak!” ..,, pencuri!”. Chandragupta berkata pada Raksahs “ maka kau sangat beruntung, karena kau telah bertemu dengan pencuri yang aneh.., pertama dia mencuri kepala patung emas dan kemudian kembali kepengadilan untuk mengembalikannya”. Mendengar perkataaan Cahndragupta, Dhananad tertawa terbahak-bahak.

Chandragupta berkata pada Dhanand “ Pernyataan Amatya Rakhas (anggota dewan) tidak sepuhnya benar / tanpa dasar”.., aku memang seorang pencuri yang telah mencuri kepala patung emas ini, tapi aku mencurinya dari orang-orang yang telah melarikan diri.., dan sejauh menentang perintah mu .., jadi aku melakukannya untuk menyelamatkan kehormatan Magadha, karena aku melihat para pencuri itu telah melarikan diri, dan aku tahu bahwa semua pemuda yang telah kau tangkap tidaklah bersalah dalam hal ini”. Mura tersenyum bangga.

Chandragupta berkata “ Dan jika berita ini menyebar bahwa penguasa Magadha telah membunugh para pemuda hanya karena pemuda yang iseng, maka itu akan membawa aib yang besar ke negeru Magahda dan aku tidak akan tahan dengan hal itu!”

Amatya Rakhasa mengatakan pada Chandragupta “kebodohan mu akan sia-sia, kau disini bukan untuk menyelamatkan kehormatan Magahda, kau disini hanya untuk menyelamatkan teman-teman mu.., leihatlah mereka semua disana!”. Chandragupta melihat kesekelilingnya, Amatya Rakhasas mengatakan “ aku sangat mengingat mereka dengan baik”. Cahdnragupta mentertawakannya dan berkata pada Rakhas “ Kau cukup lucu, penasihat”.., kau baru saja menyebut ku licik dan sekarang kau melukiskan bahwa aku sebagai orang bodoh.., berdoa dan katakan pada ku.., orang bijak mana yang akan mempertaruhkan nyawanya sendiri hanya untuk menyelamatkan teman-temannya?’.., setiap makhluk di Magadha tahu bahwa setelah melakukan kejehatan, jika sesorang datang kepada dewa Dhanand maka hanya aka nada kematian yang akan menunggunya”. Dhanand hanya tersentyum. Chandragupta berkata “: sekarang beritahu aku, mengapa orang bijak bertindak seperti itu?”. Amatya Rakhas menjadi sangat marah”.

Chandragupta berkata “aku datang kesini sebagai warga Magadha yang baik karena kau tahu sebagai warga Magadha yang baik, karena aku tahu banyak pemuda yang tidak bersalah akamn dibunuh dalam baying-bayang keraguan untuk kepala patung mas ini”. Dhanand berkata pada Chandragupta “ Kisah ini cukup mewah, tapi memiliki sisi yang lain, nak”.., kau telah datang kesini saat tuan mu yang bodoh itu melakukan pencurian tetapi sekali”.., tapi begitu dia tahu tentang hukuman yang akan didapatkannya atas tindakan keserakahan ini maka dia mengirmkan mu kedapan untuk menghindari nasibnya”. Lundhak meras ketakutan dan tetap mengikuti jalannya persidangan Dhananad dengan berdiri di antara orang-orang.

Dhananad kembali tertawa terbahak-bahak, ia berkata “ bahkan tuan mu tidak tahu apa yang telah dia lakukan, tuan mu terpaksa untuk mengembalikannya, apakah yang aku katakan benar?”. Cahndragupta berfikir dalam kegelisahannya “Kepada dewa!..,, orang ini tidak hanya jahat tapi juga sangat licil”. Dhanand mengatakan “Tidak jangan kaget, budak”. Ketiga teman Chandragupta terkejut . Dhanand mengatakan pada Chandragupta “  gelang belenggu di kaki sesorang membuat semua hal menjadi jelas”. Chandragupta hanya terdiam melihat gelang belenggu di kaki kanannya, kilas balik di tampilkan ketika  Lundhak memberikan gelang berlunggu baru, Landahak mengatakan pada Chandragupta “ sekrang setelah kau memutuskan untuk tetap tinggal maka kau kan tetap mengenakan / memakai gelang belunggu ini, budak”. Kilas balik berakhir.

Dhananad berkata pada Chandragupta “Jadi katakan pada ku siapakah nama tuan mu?”. Chandragupta menatap Lubdhak yang berdiri dianatara orang-orang Magadha. Chandragupta menjawab “ tuan ku”.. Chandragupta mengingat kembali, kilas balik ditampilakan  ketika Lubdhak berkata “ Jika kau mengatakan nama ku kepada kaisar Dhanand  maka kau tidak akan pernah tahu tentang ibu mu”. kilas balik berakhir.

Dhananad berkata pada Chandragupta “ jawab aku”. Amatya Rakhas bertanya pada Chandragupta “kenapa kau hanya terdiam?”.., bicaralah siapakah nama tuan mu?”. lubdhak ketakutan.

Chandragupta berkata “ Tuan ku tidak beralah dan aku juga.., kami tidak mecuri kepala patung emas ini”. Dhanand mengatakan pada Chandragupta “ kau datang kesini untuk meyelamatkan teman-teman mu dan kau juga mencoba untuk melindungi tuan mu agar tetap aman, memang itu tindakan yang berani .., tapi sekarang pernyataan mu telah menganggu ku .., bunuh dia sekali gus!”. Chandragupta dan ketiga temannya tersentak kaget, para prajurit menahan Chandragupta, saudara laki-laki Dhanand  datang mengelurkan pedangnya, Chandrgupta melihat cincin kerajaan dan mengingat saat ia bertanya pada Lubdhak tentang siapa yang membuatnya melakukan pencurian  dan Lubdhak mengakui bahwa wajah orang itu tersembunyi/ terselubung dan hanya mengingat bahwa orang itu hanyalah memakai cincin kerajaan di tangannya, ketika Chandragupta akan disrang, Chandragupta tertawa terbahak-bahak dan membuat semua orang bingung. Amathya Rakhas mengejek Chndragupta “ Tampaknya rasa ketakutan mu akan kematian telah membuat mu menjadi gila, kau tertawa ketika kau seharusnya menangis”. Chandrgupta mengatakan pada Amatya Rakhsas “sekarang kau hanya mendengarkan ku tertawa, tapi nanti seluruh dunia akan segera mentertawakan Magadha dan juga kaisar.., dipasar, di tepian sungai dan diselokan-selokan orang akan membicarakan kisah ini bahwa meskipun begitu dekat dengan pencuri, kaisar tidak dapat mengenalinya, jika kau akan membunuh mu hari ini .., maka pencuri itu kaan sangat gembira dan dia akan membual tentang bagaimana dia mampu menipu seorang kaisar Magadha yang perkasa.., dia akan tertawa terbahak-bahak  saat dia mengingat tidakan ini dan dia akan melihat dunia tertawa bersama dengannya”. Chandragupta tertawa terbahak-bahak dan membuat Dhanand marah.

Dhanand bertanya pada Chnadragupta “ Ku katakan bahwa kau bukanlah pencurinya?”.., lalu  siapa itu?”. Chandragupta mengatakan pada Dhananad “ pencuri, bukanlah orang yang melakukan pencurian  dengan tangannya sendiri, pelaku yang sebenarnya adalah orang yang telah merencanakan pencurian dan penguasa kehebatabn itu pasti ada di istana ini.., orang yang telah di berikan oleh kehomatan kerajaan”. Dhananad dan semua orang tersentak kaget. Chandragupta mengatakan “ saat aku sedang memasang perangkap  dihutan  seperti yang telah diperintahkan oleh tuan ku, aku melihat beberapa orang menggali parit dihutan .., mereka menyembunyikan peti ini di parit itu.., saat aku menantang mereka  aku tidak melihat wajanya tap aku melihat sebuah cincin ditangan kanan salah satu  pencuir yang memiliki simbol kerajaan di atasnya”.

Saudara laki-laki Dhanand berkata menentang perkataan Chandragupta “ Kau bodoh, cincin ini diberikan sebagai hadiah oleh kaisar Dhanand  dan kami ketujuh bersudara memilikinya”. Chandragupta tersentak dan melihat kesekeliling saudara-saudara Dhanaand dengan mengenakan cincin di jari telunjuk sebelah kanan dengan motif cincin yang berfariasi.  Saudara laki-laki Dhanand mengatakan pada Chandragupta “ tidak ada cincin lain selin cincin ini, jadi itu berate kau telah menuduh kami”. Chandragupta berguam “ketujuh saudara itu memakai cincin yang sama (identic)”.., aku memang ditakdirkan untuk mati”. Saudara laki-laki Dhanand mengatakan “ Tuanku!”.., anak ini dikirmkan oelh musuh kita, salah satunya orang yang ingin menaburkan keraguan dan kebencian dinatara saudara dan menghancurkan keluarga kita!”.., dia sangat ingin menghancurkan Magadha!”.

Dhanand berkata “ sering kali kita gagal untuk melihat musuh yang mengintai lebih dekat dan tetap terpaku hanya pada musuh yang jauh, padahal yang sebenarnya  bahayanya semakin dekat”. Dhanand berkata pada Chandragupta”  Jika yang kau katakan ternyata bohong, maka aku tidak akan membunuh mu begitu saja.., aku akan melapisi tubuh mu dengan madu dan aku akan mengunurkan mu setengah dari tubuh mu di kebun dan kemudian  aku akan meminum anggur dan menyaksikan kematian mu merangkak mendekati mu.., madu akan menarik semut  dan kemudian mereka akan memakan mu, kulit mu akan di makan terlebih dahulu dan kemudian sampai pada daging mu dan kemduain tulang-tulang mu.., kau pasti akan mati setiap saat .., saat kau masih hidup kau akan menderita, tubuh mu akan memuaskan semut dan pemandangan itu akan menyenangkan di mata ku, jadi jika kau ingin tetap hidup maka beritahu siapa pelaukanya dan kau harus membuktikannya”.

Cahdnragupta ketakutan, ia berguam dengan dirinya sendiri “ Aku bisa menuduh siapun pelakunya, kecuali untuk membuktikannya”. Dhananad mengawasinya, Chandragupta berfikir dan berkata  “aku memang akan membuktikannya, tapi pertama-tama kau harus membeaskan tali di tangan ku”. Chandragupta kembali berguam dengan dirinya sendiri “ Dhananad menatap ku seolah-orlah akan melahap ku dengan utuh jika aku gagal untuk membuktikannya!”.., apakah dia seorang penguasa atau binatang buas?”. Chandragupta tersenyum dan berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri.

Acharya Chanakya datang bersma Bairav dengan membawa kulit beruang hitam kerumah Lubdhak dan mengetuk pintu, namun Lundhak tidak ada. Chanakya berkata “ sepetinya Lubdhak tidak ada dirumah”. Bairav berkata “ Kami telah mencarinya diseluruh kota  dan dia hanyalah seorang pedagang dari budak, yang tidak kami tanyakan tentang anak itu”. Chankaya mengatakan “ Mari kita bertanya dengan orang lain”. Chanakya dan Bairav pergi keluar dan bertanya pada seorang pria yang berpapasan dengannya “ Dengarkan aku orang yang baik hati!”.., aku mendengar jika Lubdhak bisa membayar dengan baik”. Pria berkata “Apa?”.., dalam bebrapa waktu Lundhak terlihat mengemis di jalanan, karena semua budak hari ini akan dibunuh”. Chanakya dan Bairav terkejut. Chanakya bertanya “diamankah dia?”. Pria itu menjawab “Lubdhak pasti berada diistana untuk melihat kehancurannya sendiri”. Pria itu berjalan pergi.

Chanakya berkata pada Bairav “Bocah itu penyelamat Negeri ini, hidupnya sangatb berharga  kita harus menyelamatkannya bagaimanapun caranya”. Chanakaya dan Baiarav pergi.

Digadapan Dhananad, Chandragupta hanya terdiam dan tersenyum pada Dhananad dan semua orang. Amatya Rakhsas kehabisan kesabarannya dan berkata pada Chandragupta “ jangan membuang waktu!”.., beritahu pada kami  siapakah penghoanat itu atau bersiaplah untuk  kematian mu!”. Chandragupta berkata pada Rakhsas “ Ini bukanlah kasus pencurian ayam yang sedang kau bicarakan.., yang sedang di curi kepala patung emas milik raja, berikan aku waktu”,. Dhanand tersenyum. Chandragupta berkata pada kepaala patung emas “ Maafkabnlah aku kaisar, aku tidak bisa mendengarkan mu, anggota dewan itu telah menyela kami.., maafkan aku”.

Saudara laki-laki Dhanand (..) berkata pada Dhanand “ Aku gagal untuk melihat, kenapa kita terus menontin orang bodoh ini ketika dua terus berbicara debgan kepala emas ini?".., kenapa?". Chandraguota bertanya" apa yangbkau lakukan, ini bukanlah kepala yang sederhana, itu kepala dewa Dhananad.., dewa Magadha, dan patung dewa  harus dioerlakukan dengan hormat". Mendengar hal itu Dhanabad gila tersenyum, Chandragupta bertanya" aoakah kau ingun aku mengejeknya?". Saudara laki-laki Danand (..) berkata" aku tidaj bermaksut begitu/ demikian". Chandragupta bwrkata" keyakinan didalam hati seseorang yang akan memberikan kekuatab kepada sang penyembag untuk melihat dewanya". Mura tersenyum.

Chandragupta berguam  dengan dirinya sendiri berkata"tujuh orang, dengan tujuh cincin dan aku tidak tahu siapa pencurunya, amu bukan ahli sihir untuk memberikan/ menyajikan bukti dengan tangan kosong". Chandra terdiam sejenak, ia tersenyum.saat mendapatkan ide. Chandragupta berkata" aku tekah di beritahu, kepala patung ini telah memberitahu ku tentang hal itu, tentang siapa pelakunya!"..Wajah Pandu terlihar gelisah saat Dhanaband menatal semua saudaranya denganntatapan mata tajam. Chandragupta menggenggam tangannya dan berkata" aku mendapatkannya,  orang yang menciri kepala patung ini meninghalkan miliknya sendiri di peti ini,  sekarang ini yang akan memberitahu kaisar tentang penjahat yang melakukannya.., bahwa satu-satunya saudaranya menjadi penghianat".

Pandu semakin tegang dan saudara-saudaranya hanya terdiam.menundukkan kepalanya, Dhananand meminta bukti itu hadir di depannya, Chandraguptlta berjakan menaiki tangga dengan mengenggam tangannya. Pandu menuduh Chandragupta" kau berbohong!".., aku tidak pernah berada didekat patung itu, dan bahkannaku tidak pergi kesana saat pencuruan itu terjadi, bagaimana aku bisa menjatuhkan sesuatu di peti itu?". Perkataan Pandu membuat Dhanand fan keluarganya tersentak kaget Chandragupta tersenyum, ia nerkata" inilah bukti remahan roti, satu-satunya yang tertinggal di janggut pencuri itu".., sekarang penjahat itu berdiri didepan my dan dia telah mengakui kejahatannya". Pandu memelototi Chandragupta dan terdiam.

 

 

 

 

 
 

Comments

Popular posts from this blog

CHADNRAGUPTA MAURYA 54 By Made Titis Maerani