CHADNRAGUPTA MAURYA 51 By Made Titis Maerani
Index Sinopsis : Chanakya meminta Chandragupta untuk menemukan lokasi harta Dhananand yang tersembunyi di tempat rahasia. Indrajalik belajar tentang bagian harta yang disimpan secara rahasia di tempat terpisah oleh Amaty8a Rakshas. Dia dengan demikian memberi tahu Chandragupta dan teman-temannya tentang hal itu. Chandragupta mengikuti kereta yang membawa harta Dhananand ke tempat rahasia. Amatya Rakshas mencurigai kehadiran seseorang, tetapi Chandragupta menipu mereka dan melarikan diri. Bhadrasaal mengungkapkan kepada Dhananand bahwa sembilan Janapadas telah memberikan pajak. Dhananand dengan marah memutuskan untuk memaksa enam Janapadas yang tertunda yang menolak untuk memberikan pajak kepada kerajaan Magadha. Amatya Rakshas menyarankan dia untuk tidak melakukannya.
Chanakya berkata" Dhanand sangat mirip dengan kera itu, dia begitu prosesif mengenai kekayaannya sehingga dia tidak menyimpan semua di pembendaharaan kerajaan, dia menyimpan sebagian harta ditempat rahasia untuk di gunakan di hari-hari buruknya". Chandragupta berkata pada Chanakya" apakah kau ingin mengatakan bahwa Dhanand mencuri kekayaan dari pembendaharaan kerajaan dan menyimpannya ditempat yang jauh dari istana?". Chanakya menjawab "benar, kaunharus menemukan tempat itu.., di bandingkan dengan pembendaharaan kerajaan, keamanan tempat itu akan lebih rendah.., itu karena Dhananad ingin menjaga kerahasiaan tempat itu".
Istana Magadha, indera menyapu ruang pembendaharaan dan mengamati situasi, beberapa pelayan menaruh harta milik Dhananand di ruangan bunker khusus dan Amatya Rakhsas mengawasi dengan sangat ketat dan teliti. Amatya Rakhsas berkata kepada seorang pelayan" kau boleh melanjutkan". Para pelayan berbaris menunggu giliran mereka, Indera berkata pada Amatua Rakhsas" Amatya, aku telah menyapu bagian pembendaharaan ini sejak pagi hari, aku pikir aku dipekerjakan untuk mengelola akun.., tapi ini".. Amatya Rakhsas marah dan memukul meja, Indera tersentak dan ketakutan. Rakhsas memelototi Indera berkata",apalagi hanya untuk menjaga akun, sampai aku mengembankan kepercayaan pada mu, aku tidak akan membiarkan mu berkeliaran di tempat ini".., luhatlah pelayan (budak-budak )itu, mereka telah bekerja disini selama berabad-abad.., mereka telah mendaparkan kepercayaan ku".., tapi tetaplah berpegang pada instruksi yang di berikan kepada mu, pergilah!". Indera hanya mengangguk, ia pergi menjauh.
Amatya Ralhsas menghentikan pelayan dan kembali meneriksa harta Dhanand dan memegang berlian besar, kemuduan mengijinkan pelayab utuj melakukan tugasnya. Indera mengasai dari kejauhan. Rakhsas menghentukan pelayan"berhenti, tutup pintunya". Pelayan itu melakukan perintahnya, Rakhsas menberi peritah pada pelayan lainnya dan memintanya untuk meninggalkan kekayaan milik Dhananabd di tempatnya berdiri, semua pelayan melakukan perintahnya, Rakhsas meminta mereka untuk cepat melakukannya. Pelayan melakukannya, Indera bertanya-tanya" Mengapa Amatya meminta untuk menngalkan sebagian kekayaan itu diluar,apakah ini juga bagian dari apa yang di bicarakan Chanakya". Seorang pelayan menggembok banker, dan memberikan kunci pada Amatya Rakhsas. Indera terus mengawasi, beberapa orang prajuirt datang. Amatya Rakhasas meminta agar mereka tetap waspada. Amatya Rakhsas menatap tajam Indera yang bersembunyi di balik tembok, Rakhsas mengatakan "aku meminta mu untuk mengurusi urusan mu sendiri, sapu tempat lain!". Indsera bergegas pergi dan ketakutan. Amatya Rakhsas pegi, Indera kembali dan mengawasi kembali. Indera berfikir "Amatya telah menempatkan 12 tentara untuk menjaga kekayaan.., aku harus memberitahu Chandra tentang hal itu".
Chandragupta berkata" Acharya benar, Dhananan menyimpan sebagian kekayaan di tempat rahasia.., di tempat lain, tapi dimana?". Indera berkata pada Chandragupta" delertinya 12 tentara itu di tempatkan untuk menjaga kekayaan". Chandrahupta bertanya" apakah mereka menggunakan sepatu bot berkuda khusus?". Indrea mengingatnya,ia berkata pada Chandragupta" ya, itulah yang mereka kenakan". Chandragupta berkata" itu artinya mereka akan membawanya ke tempat yang jauh dari istana, seperti yang di katakan Acharya..., ke-12 tentara itu akan menyangkut kekayaan itu ketempat tahasia dengan menunggang kuda". Sthulbadhra berkata" Mari kita ikuti mereka.., apa lagi yang kau tunggu, Chandra?". Chandragupta menjawab" boarkan malam datang, mereka padti akan mengangkut harta kekayaan dalam kegelapan malam".
Beberapa tentara Magadha bersiap untuk membawa harta kekayaan, Amatya Rakhsas datang menaiki kereta kuda "Ayo, lebih cepat". Ditengah hutan, Amatya Rakhsas mencurigai gerak laju kuda yang berubah arah melewati tumpukan daun. Amatya Rakhsas berfikir"mengapa kuda-kuda ini merubah gerakan mereka?". Chandragupta bersembunyi di bawah kereta untuk membuntuti mereka, Amatya Rakhsas melihat kebelakang. Chandragupta bertanya-tanya" seberapa jauh tempat rahasia itu, tempat Dhananand menyembunyikan harta rahasianya?".
Mura datang ke musium tempat baju besi dan senjata perang milik suaminya raja Chandravardan disimpan. Mura mengingat pesan terakhir suaminya bahwa jika sesuatu teejadi padanya, maka Chandragupta harus bisa kembali.mendapatkan statusnya , Chandragupta harus bisa membalaskan dendam ayahnya. Mura mengingat ucapan Chandragupta ketika Chandra meminta pasa ibunya untuk tidak membuang air matanya dan memintanya untuk menyimpan air matanya dan menjadikannya sebagai kekuatannya karena Chandra membutuhkan kekuatan, dan motivasi agat ia bisa membalaskan dendam. Mura berfikir" suami ku, putra kita,Chandragupta mengambil langkah pertama untuk melawan Dhanand dan kemenagannya pertamanya akan menjadi pengorbanan pertama dalam revolusi ini, putra kita membutuhkan berkah kita hari ini, ku harap dia akan kembali dengan selamat".
Chandragupta masih menggantng di bawah kereta kuda, Smatua Rakhsaa memerintahkan agar kereta di berhentikan. Chandragupta beryanya-tanya" depertinya kita sudah sampai di tempat rahasia itu". Chandragupta tersenyum, Smatya Rakhsas turun dari kereta kuda.Seorang ptajurit bertanya pada Rakhsas" Apa yang terjadi, Amatya?".., kau telah meminta kami untuk memberhentikan kereta, sebelum sampai di tempat rahasia hari ini". Amatya Rakhsas menjawab "Kuda adalah hewan yang sulit untuk di hianati, ketika kita pergi dari istana kita sendirian".., tapi tamu tidak di undang telah bergabung dengan kita di jalan, sekarang dia bersembunyi dibawah kereta". Mendengar hal itu, Chandragupta yang bersembunyi di bawah kereta tersentak kaget.. Amatya Rakhsas mengatakan pada prajuirtnya "Dia berfikir bahwa kita tidak mengetahui hal ini.., pergerakan kuda yang berubah mengungkapkan rencana orang lain". Amatya Rakhsas memberikan peringatan "Siapapun kau, keluarlah sekarang juga.., jika kau ingin tetap hidup!". Rakhasa memerintahkan pada semua prajuritnya "Bawa keluar penyusup itu sekarang". Chandragupta terkejut, semua prajuirt memegang senjata tombaknya di bawah kereta mereka, Chandragupta berusaha untuk tetap bertahan pada posisinya namun ia lengannya tersayat oleh ujung tombak yang tajam, Chandragupta menahan jeritan keskitannya dan membekap mukutnya sendiri. Prajurit terus menyeramng di bawah gerobak, tangan Amatya Rakhsas menahan tombak itu dan kemudian ia melihat noda darah di ujung tombak prajurit. Amatya Rakhsas mengatakan "Aku memebrikan mu peringatan terakhir, melangkahlah keluar".
Amatya Rakhsas mengambil tombak itu dan berkata pada semua prajuritnya "Prajuirt, lihatlah siapa yang bersembunyi di bawah". Amatya Rakhsas menyerang dengan tangannya sendiri kebawah gerobak, Chandragupta semakin terdesak dan dalam bahaya, ia mengeluarkan sebuah bom asap dan melemparkannya ke arah Amatya dan para prajuritnya (tentaranya). Asap mengebul sangat tebal di hadapan Amatya Rakhsas dan semua prajuirtnya, Chandragupta mengambil kesempatan itu untuk melarikan diri dengan menunggangi kuda. Amatya Rakhsas memerintahkan pada semua prajuirtnya "Serang dia!".., seharusnya dia tidak melarikan diri!". Beberapa orang prajuirt Magadha melemparkan tombak ke arah Chandragupta, Chandragupta menghindari seluruh senjata yang terbang kerahnya. Seorang prajuirt mengatakan pada Amatya Rakhsas "Aku akan pergi untuk memberitahu pada Raja sekarang". Prajuirt itu berlari untuk menunggangi kuda namun Amatya Rakhsas marah dan melemparkan tombak di kakinya, prajuirt itu terjatuh ditanah ketika ujung tombak menacap di kakinya. Amatya Rakhsas berjalan mendedaktinya, ia mengatakan pada parajurit " Itulah mengapa kau hanya menjadi seorang prajuirt dan aku Amatya.., karena aku tidak memberitahu raja ketika ada masalah datang, aku memberitahu raja setelah menyelesaikannya.., aku harap kau selalu mengingat kata-kata Amatya Raksas ini". Amatya Rakhsas menekan tombak itu berkata pada prajuirt "Apakah kau akan mengingatnya?". Prajurit itu kesakitan menjawab "Ya".
Keesokan paginya, di istana Magadha. Raja Dhananad datang mengecek semua harta kekayaannya di bunker pribadinya. Komandan Badhrasal mengatakan pada Dhanand "Yang mulia, pada hari ulang tahun ayah mu.., mendiang raja Padmandand, raja-raja tentangga telah mengirimkan hadiah ini untuk menghormatinya". Dhananad menghitung semua hadiah itu dan bertanya pada Badhrasal"Tapi, Badhrasal.., aku hanya bisa melihat 9 (sembilan) hadiah disini, sedangkan kita mempunyai 15 kerajaan tetangga". Bahrasal menjawab "Ya yang mulia, tapi kau tahu ada 6 (enam) raja yang kuat berada di bawah kekuasaan ksatria, itulah sebabnya"... Dhananad marah melemparkan uang koin, dan bertanya pada Amatya Rakhsas "apakah kau mendengarnya, Amatya?".., Kstaria ini tidak melewatkan kesempatan untuk mempermalukan ku. mereka masih belum mengambil pelajaran dari apa yang terjadi di Peeplivan.., aku harus melakukan sesuatu".., ya, inilah saatnya untuk mambwa keenam raja dibawah kenadli ku".., tidak, tidak.., aku pikir tiadak ada gunanya menunggu, semua 15 raja harus berada di bawah kenadi Magadha, sehingga tidak ada Khsatria yang bisa mempermalukan ku di masa depan".., Amatya, siapkan tentara untuk perang" Amatya Rakhsas mencakupkan kedua tangannya, ia berkata pada Dhananad "Aku menyesal, aku minta maaf, yang mulia".., tapi aku tidak menyarankan perang ini".., Pikirkan tentang itu, yang mulia".., perang sebesar itu bisa mengosongkan harta karun istana kita dan sebagai hasilnya kita hrus mengumpulkan lebih banyak pajak dari rakyat".., "Menurut ku, baik keputusan ini maupun keputusan kali ini tidak tepat". Dhananad mengatakan "waktu, keputusan.., Amatya, dalam kendali kita untuk mengubah waktu dan keputusan dan aku sangat tahu bagaimana mengendalikan 15 raja dan kapan serta darimana sumber dana untuk itu dapat diatur".
Acharya Chanakya membalut luka di lengan Chandragupta, Chandrgupta menangis mengatakan pada Chanakya "Aku kalah, Acharya".., bahkan aku tidak bisa menemukan dimana Dhananad menyembunyikan hartanya.., ketika aku gagal melakukan tugas yang sangat sederhana, bagaimana aku bisa menghadapai Dhananad?". Acharya Chanakya melihat sekelompok semut di pepohonan Chandragupta berkata pada Chanakya "Bagaimana aku bisa membangun pasukan untuk dapat melawannya?".., bagaimana revolusi akan di mulai?".., Acharya, melakukan semua ini dalam waktu satubulan terlihat mstagil untuk ku". Chanakya mengatakan pada Chandragupta" seorang pendekar, yang bertarung dan terjatuh, tidak kalah dalam sebuah peprangan.., sesorang yang kehilangan keberanian untuk bangkit dan berjuang lagi setelah jatuh adalah orang yang kalah". Chanakya mengajak Chandragupta melihat sekelompok semut di pohon berkata pada Chandragupta "Lihatlah semua semut ini, Chandragupta.., Lihatlah bagaimana semut memegang sepotong kecil manisan di mulutnya, dan mereka mencoba untuk membawanya ke sarang semut, dan setiap saat semut terjatuh, tapi semut tidak menerima kekalahan, semut kembali bekerja dengan kegigihan dan keberaniannya.., tunggu saja dan lihat, pada akhirnya itu akan berhasil".., kerana kegagalan yang berulang telah memberikan semut pelajaran yang berharga tentang kesuksasan". Chandragupta memperhatikan semut0semut itu.
Acharya Chanakya mengatakan pada Chandragupta "Jika begitu mudah untuk menemukan harta karun rahasia Dhananad, akan banyak orang untuk sampai kesana, Chandragupta".., Jika kau menginginkan untuk menemukan harta karun itu, kau harus melakukan upaya yang tidak terbatas dan itu bebrapa kali, kau harus mencoba level terbaik mu, kau memiliki kekuatan keberanian dan tekad, Cahndragupta".., sekarang kau harus belajar bagimana mengubah keklahan menjadi kemenangan". Chandragupta bertanya pada Chanakya "Menurut mu, apakah itu mungkin?". Chanakya menjawab "Sudah waktunya bagi mu untuk belajar keterampilan bersenjata". Chandragupta terdiam menatap Acharya Chanakya.
Nasehat Chanakya (Niti Acharya Chanakya : Chanakya memegang busur berkata" dapatkah kau melihat busur ini?".., senar merupakan bagian yang penting, katena panah yang di targetkan dikirim ketujuan oleh senar/ tali, tapi agar panah sampai pada sasarannya tali harus di tarik mundur.., demikian pula dengan orqng-orang yang bekerja di bawah kita dalam hidup membant kita untuk sampai pada tujuan kita, hanya ketika kita mundur dan membetikan mereka kecepatan"..,berikan kebebasan kepada orang-orang yang ingin kau pekerjakan, tapi perlu juga untuk bersikap tegas dengan mereka, kau tidak akan sampai pada target jika kau memberikan terlalu banyak kebebasan".., ini ajaran milik ku dan takdir milik mu".
Episode mendatang: Suara Narator berkata" seirang guru dan muridnya menyalakan api revolusi pertama untuk india dengan suara yang bulat". Chanakya berkata pada Chandragupta" jadikan kelemahab musuh sebagau kekuatan terbesar mu, hilangkan Dhananand dari kekayaannya dan buat dia menjadi miskin". Narator berkata" apakah rencana guru akan berhasil?".., bab pertama revolusi dari murid. Acharya,Chanakya mengajarkan Chandragupta memanah.
Comments
Post a Comment