CHANDRAGUPTA MAURYA 38
By Made Titis Maerani
Index Sinopsis : Chandragupta mengikuti instruksi Chanakya dan mencuri peta Pipliwan dari perpustakaan yang terletak di istana Dhananand. Durdhara menguncinya di perpustakaan tetapi Chandragupta menipunya dan menguncinya di perpustakaan. Chandragupta kembali ke Chanakya, yang menunjukkan kepadanya prasasti rahasia yang tersembunyi di peta. Dia menyarankan Chandragupta untuk tidak mengambil jalan pintas dan memperingatkannya tentang bahaya yang akan datang dalam perjalanannya ke Pipliwan. Durdhara menyembunyikan fakta dikunci oleh Chandragupta dari Dhananand. Kemudian, Amatya Rakshas mengungkapkan kepada Dhananand bahwa seseorang telah mencuri peta Peeplivan.
Chandragupta menyelinap masuk keperpustakaan istana Magadha di malam hari mencari peta Peeplivan. Chandragupta meluhat sejeliling peroustakaan dan melonggsrkan pintu yang di tutupnya, ia mengunhat ucapan Acharya Chanakya, kilas balik ditampilkan, Chanakya berkata pada Chandragupta" rahasia jalan ke Peeplivan dengan hati-hati disembunyikan diperpustakaan Dhananand, Dhananand tidak ingin siapapun perginke Peeplivan atau mengeyahui apapun tentang tempat itu, satu-satunya tujuannya untik menghapus keberadaan dan idenyitas Peeplivan dari muka bumi dan juga pikiran orang dari peta india.., dia telah memusnahkan Peeplivan".., bila tidak ada peta tentang Peeplivan maka orang tidak akan pergi kesana".., Chandragupta, jika kau ingin pergi ke Peeplivan maka penting untuk mencuri peta tempat itu dari bukunya!".
Chandrsguota mulai mencari dan memeriksa semua buku yang tertata rapi di rak, sementara itu di luar lorong istana Putri Durdhara berjata pada Shipra"aku haru memikirkan sesuatu tentang pelayan/ budak itu, aku harus punya rencana rencana atau taktik yang dapat digunakan untuk mengalahkannya".. Shipra meminta Durdhara " putri, ambilah apel ini, buah apel bisa dalam sehati bisa menghilangkan ke khawatiran". Durdhara mengambilnya, mereka mendengar suara bising. Durdhara bertanya pada Shipta" aku mendengar ada semacam suara". Durdhara terkejut saat melihat Chandragupta dari celah pintu, Dhurdhara berkata" Apa.., apa yang dilakukan budak/ pelayan itu pada jam segini?". Shipra berkata" dia telah meminta cuti dari kakak ku, di waktu senggangnya dia ingin menghabiskan waktu diperpustakaan, dia akan menjadi orang yang betpengeyahuan, putri". Durdhara ragu, ia melemparkan apel namun dengan sigap Chandragupta menangkap buah apel, Durdhara terkejut.
Chandragupta berkata" terima kasih, putri Durdhara, sebenarnya aku lapar". Durdhara berkata" lebih baik makannapel itu dan habiskan waktu sepanjang malam". Durdhara menutup rapat pintu dan menguncinya dari luar". Chandragupta terkejut dan berlari ke depan pintu " putri".., bukakan aku pintu!". Durdhara mentertawakannya" habiskan sepanjang malam untuk belajat dan dapatkan bebetapa pengetahuan, dapatkanlah pengeyahuan sepanjang waktu, budak!" durdhara berkata pada Shipta", a akan menghabiskan sepanjang waktu diperpustakaan, pastikan tidak akan ada yang membuka pintu". Durdhara pergi dan Shipra mengikutinya di belakang. Chandragupta kesal dan berguam" mengapa putru itu selalu menganngu jalan ku.., bagaimana aku akan keluar?". Chandrahupta melihat jendela, Chandragupta menaiki kursi dan berusaha membuka jendela, namun ia terjatih bersama rak buku. Chandragupta melihat buku merah betlambangkan Peeplivan dan bergegas membuka buku, peta itu dihalaman depan, Chandragupta berfikir" jadi ini peta yang akan memandu ke Peeplivan yang hilang, jalan yang akan menuju ke peeplivan". Chandragupta merobeknya, ia tertawa dan berkata" terkadang orang yang norak juga membantu tanpa menyadarinya.., terima kasih putri Durdhara". Chandragupta berteriak keras, Shipra berkata pada Durdhara" budak itu baru saja berteriak, sepertinya dia dalam masalah". Durdhara berkata" aku tidak peduli". Shiora berkata" tapi putri, jangan lupa dia memegang tempat khusus dengan kaisar.., jiia terjafi sesuatu padanya banyak oertanyaan akan muncul". Durdhara mendengar jeritab Chandragupta dan kembali keperpustakaan, lalu membukakan pintu perpustakaan.
Durdhara dan Shipra melihat dekeliking ruangan perpustakasn yang berantakan dan memanggilnya "budak" memasuki perpustakasn. Chandragupta datang dari sisi yang lsinnya, ia tertawa menggulung peta peeplivan, Chandrsguota beryanya" apakah kau mencari ku, putri?". Chandragupta segera mengunci pintu perpustakasn meniggalkan Durdhara dan Shipra. Durdhara terkejut, ia lari ke pintu berjata" buka pintunya, budak".., aku bilang buka pintunya!". Chandragupta berkata" akan kebih baik menghabiskan malam disana. ceritakan pengalanan yang kau alami, ada berbagai macam buku jika kau tahu caranya membaca". Durdhara berkata pada Chandragupta" budak, ini tidak benar, buka pintunya!". Chandragupta berkata" milikilah malam yang menyenangkan". Chandragupta pergi.
Keesokan paginya, Chandragupta duduk melihat peta Peeplivan, Acharya Chanakya datang. Chandragupta bertanyapada Chanakya" apa.., apa yang membawa mu ke sini?". Chanakya menjawab" Chandragupta, kau lupa nahwa tanah ini adalah ibu ku dan seorangvanak laki-laki selalu tahu segalanya tentang ibunya".., aku mengetahui semua jalan rahasia disini". Chandragupta terkejut" apa!".., pecinta india merdeka, jika kau sudah tahu semua jalan ini.., mengaoa kau membuat ku mencuri peta ini?".., kau bisa menyampaikan pengetahuan mu lebih awal dan memberitahu ku jalan ke Peeplivan dan bagaimana aku bisa sampai disana.., selain itu peta ini tidak berguna untuk ku, ini tidak berisi rute ke Peeplivan".
Chanakya berkata pada Chandragupta" untuk menjadi raja kau tidak hanya membutuhkan visi tapi juga perespektif /cara pandang, tapi sekarang ksu punya visi, tidak masalah.., cara pandang munjuga akan berubah.., peta ini berisi semua informasi yang bisa membawa mu ke Peeplivan, tapi tidak terlihat secara langsung.., ia hadir secara diam-diam".., jika Dhananand ingin merahasiakannya jelas harus ditulis dengan kode".
Chandragupta membolak balik peta berkata pada Chanakya" aku telah mempelajarinya secara cermat, ini tidak mengandung apapun".
Chanakya bertanya pada Chandragupta" penahkah kau beryanya-tanya mengapa kita tidak bisa melihat hidung kita?".., karena hidung persis berada di antara dua mata kita, kau perlu berkonsentrasi untuk melihatnya, kau perlu merubah cara pandang mu,nyalakan api". Chandragupta bingung berkata"apa?". Chanakya meminta peta Peeplivan, Chandragupta berkata pada Chanakya" seperti yang kau katakan, yang terpelajar". Chandragupta mengumpulkan ranting kering dan memantik batu dan api menyala. Chandragupta berkata pada Chanakya" hal itu sudah dilakukan". Chanakya membawa peta ke atas api, namun Chandragupta menghentikannya" tidak, jangan bakar ini juga". Chanakya berkata " jangan khawatir, aku tidak membakarnya, tapi bagaimana dengan emas yang terbakar didalam api untuk mengambil bentuknya.., sama seperti peta ini juga akan terlihat setelah mendapatkan panas". Chanakya meletakkannpeta diatas panas api yang menyala, perlahan beberapa wujud tulisan timbul dilembaran kertas yang kosong. Chanakya berkata pada Chandragupta" lihat ini".., metode lama yang digunakan untuk mengirin informasi atau informasi rahasia menghunakan tinta khusus, tinta menjadi tidak terlihat setelah bebetaoa waktu dan ajan terlihat setelah mendaoatkan panas". Chandragupta bertanya" apa yang dikatakan?". Chanakya menjawab" sebuah teka-teki yang tertulis di peta ini".
Chanakya membacakannya :
"Matahari bersinar pada malam yang memiliki cahaya bulan"
"ada kegelapan di mana-mana"
"Hanya ada cahaya disatu tempat"
"Jalan yang terjepit diantara siang, malam penuh sesak oleh orang asing (turis)"
"Seseorang yang berpergian selama sebulan penuh".
Chandragupta bingung " apa!". CandraguPta mengambilnya dan membacanya, ia bertanya" apa artinya ini?". Chandragupta mengulangi untuk membacanya :
"Matahari bersinar pada malam yang memiliki cahaya bulan"
"Ada kegelapan dimana-mana"
"Hanya ada Cahaya di satu tempat"
Chandragupta berkata "Ini tidaklah mungkin". Chandragupta melanjutkan membacanya :
"Seseroang yang berpergian siang dan malam selama sebulan penuh".
Chandragupta berkata "Omong kosong apa ini?".., aku pikir ini hanyalah ilusi mu saja".., lihatlah dengan hati-hati". Chanakya menjawab "aku sudah memberitahu mu apa yang tertulis di peta ini.., kau akan menemukan jawaban dari teka-teki ini setelah kau sampai di Peeplivan". Chandragupta bersihkeras mengatakan pada Acharya Chanakya "Jika kau tahu jawabannya mengapa tidak memberitahu ku sekarang?".., mengapa kau menganggu ku untuk sampai pada tujuan ku?". Chanakya menjawab "karena terkadang perjalanan terkadang lebih penting dari pada tujuan, Chandragupta".., aku akan berdoa kepada dewa agar pejalanan mu mudah dan sukses".., Tapi ya, hati-hati tentang satu hal".., jangan memilih jalur yang lebih pendek untuk sampai pada tunjuan mu lebih cepat, jalan itu tidak aman", kau akan menemukan makhluk pemakan manusia di sana". Acharya Chanakya memerbikan tute peta Peeplivan pada Chandragupta. Acharya Chanakya pergi namun Chandragupta menghentikannya "Tunggu.., harap tunggu!". Chanakya mengatakan "semoga perjalanan mu aman, Chandragupta". Acharya Chanakya pergi. Chandragupta bingung dan berguam sendirian "aku terjebak disini sendiri.., di satu sisi ada teka-teki berbahaya ini, disisi lain Brahmana itu dan di sisi lainnya ada Raja Dhananad"
Amatya Rakhsas mengelurakan genangan air dari kapal yang bocor, Dhananad mengawasinya dari kejauhan. Rakhsas menutup lubang di perhau. Dhanand memanggilnya "Amatya!".., sebuah pekerjaan mirip dengan perahu ini, berisi dengan banyak lubang uang mencoba untuk menenggelamkan penguasa dan kerajaannya, lubang-lubang itu juga musuh ku yang mencoba untuk menyakiti ku dan identitas ku berulang kali.., dia ingin merebut tahta ku, Seleucus telah di kalahkan". Rakhsas menutup setiap lupang di perahu, pencuri yang berani merusak patung ku telah menerima hukumannya, petani yang bernai memberontak telah dijatuhi hukuman mati dan budak/ pelayan Mura melayani ku.., aku bisa membunuhnya kapan saja aku mau, tapi aku masih bertanya-tanya tentang orang-orang yang berani menyerang adik ku". Rakhsas mengatakan pada Dhananad" Jangan kahwatir, yang mulia.., aku pasti akan menangkap mereka". Rakhsas memberitahu pada Dhananad "Lihatlah, aku telah memperbaiki kebocoran perahu ini bersama dnegan itu aku telah membuang semua air yang terenang (terkumpul).., percayalah pada ku, setiap orang yang berarti masalah bagi kerajaan harus melangkahi (menyebrangi) mayat ku, aku tidak pernah meninggalkan tugas apapun yang tidak lengkap.., kau bisa mempercayai aku". Dhananad bertanya "apakah kau yakin kau telah menyelesaikan tugas yang diberikan kepada ku?". Dhananad menujuk di kaki Rakhsas yang menutupi lubang dan air masih mengalir masuk ke deg perahu.
Dhananand berkata" masih ada satu lubang di perahu itu, demikia juga ada tai lalat yang ingin menyakiti ku".., dia tepat ada di bawah hidung mu". Rakhsas nengingat Chanakya yang merasa terhina dengan.meleoas keoang rambutnya dan bersumpah meleyapkan dan melegderkan Dhananand dan memilih raja yang cakap sebagai raja. Kilas balik.
Amatya Rakhsas berkata" Visnhugupta Chanakya". Dhananand menjawan" ya benar, Amatya".., dualah satu -satunya ujung yang longgar yang belum diikat, kau benar-benar tidak perbah peduli tetang dia". Rakhsas berkata" aku tahu,dia tidak akan bisa lama untuk melarikan diri, yang mulia".., aku bersumpah demi dewa aku akan menggerakkan langit dan bumi untuk menemukannya". Prajurit datang berkata" putri Durdhara telah terkunci diperpustakasn kerajaan". Rakhsas dan Dhananan terkejut.
Dhananand berkata pada Prajurit" pastikan tidak ada yang bergeraj dari posisi mereja, tidaj boleh ada yang membukakan pintu, aku tidak ingin ada gangguan". Prajurit menjawab" seperti uang jau perintahkan, yang mulia".
Dhananand kembalu ke istana dan membuka pintu perpustakaan yang telah terkunci. Durdhara memeluk Dhananand. Dhananand bertanya pada Durdhara"apakah kau baik-baik saja?". Durdhara menjawab" ya". Dhananand marah beryanya" siapa yang sudah berani melakukannya?". Shipra hanya diam tertunduk.
Durddara beralasan untuk menjawab Dhananand" aku tidak berfikir ada orang yang bertanggung jawab untuk ini". Dhananand bertanya"apa maksud mu?". Durdhara nenjawab" aku ingin membaca puisi, karena itu sku datang bersama Shiora datang ke perpustakaan, daat membaca buku itu aku pergi jauh masuk kedalam ruangan.., jauh dari pandangan siapapun, seseorang mungkin telah menutup pintu dan menganggap (berasumsi) bahwa rungan itu kosong , tidakbada yang harus disalshkan untuk ini, saudara ku".., seharusnya aku ebih berhati-hati". Dhananand bertanya pada Dirdhara" apakah kau mengatakan yang sebenarnya?". Durdhara bertanya bskik" apa maksud mu?"..,beraninya ada orang yang berani.mengunci sang putri di perpustakaan!". Dhananand tertawa berkata pada Durdhara"baiklah, kau bisa pergi adik ku, istrihatlah". Durdhara tersenyum menganghukan kepalanya, Durdhara buru-buru pergi sebelum Dhananand curiga, Shipra mengikutinya di belakang.
Durdhara berguam berkata" aku tidak akan membiarkan kakak menghukumnya untuk tindakannya, aku yangvakan menghukumnya sendiri".
Dhananand membuka perpustakaan, dan terkejut saat melihat rak dan semua buku berantakan di lantai. Dhananand berkata pada Amatya Rakhsaa" seseorang telah datang kesini, lihatlah disekitar mu". Rakhsas melihat sekeliling perpustakaan yang porah poranda. Dhananand berkata" seseorang telah belajar banyak disini, itu juga dalam waktu yang singkat". Rakhsas berkata " dia mungkinningin menemukan sesuatu, yang mulia". Rakhsas menyadari ketika menemukan sobekan dari peta peelivan hilang, Rakhsas berkata dengan menunjukkan buku pada Dhanand" lihatlah, yang mulia". Dhananand berkata" halaman dari peta Peeplivan dirobek, seseorang ingin tahu tentang Peeplivan".
Chandragupta ditampilkan memulai perjalanannya ke peeplivan, Dhananad bertanya pada Rakhsas",siapa yang sangat ingin pergi ke peeplivan, Amatya?". Layar terpevah menjadi dua antara Chandragupta dan Dhananand
Comments
Post a Comment