CHANDRAGUPTA MAURYA 39
By Made Titis Maerani
Index Sinopsis : Pandu mengungkapkan kepada Dhananand tentang kecurigaannya terhadap Chandragupta di balik pencurian peta Peevlipan. Dhananand memerintahkan Amatya Rakshas untuk menyelidiki masalah ini. Amatya Rakshas mengirim mata-mata tepercayanya untuk mencegah Chandragupta mencapai tujuannya dengan cara apa pun. Mata-matanya memaksa Chandragupta untuk mengikuti jalan terbatas untuk melarikan diri dari mereka. Sementara itu, Mura mengkhawatirkan keselamatan Chandragupta dan dengan tidak sabar mengikuti Maitri untuk menemui Chanakya. Dia mengabaikan permohonan Mura dan mencoba membuatnya mengerti alasan di balik tidak membantu Chandragupta. Kemudian, Chandragupta menemukan dirinya dalam masalah saat dia menghadapi beruang liar.
Dhananand berkata di majelisnya" para andi dalam Magadha yang cerdas dan cakap, katakan pada ku .., siapa yang mencuri peta Peeplivan dan kenapa?". Pandu menjawab" yang mulia, aku tahu bahwa kau tidak akan menghargai pendapat ku, setelah berfikir kritis tentangvsemua fakta dan bukti.., aku sampaikan pada kesimpulan bahwa ini dilakukan pada orang yang kau percaya, pelayan Chandragupta". Dhananand melengos, Durdhara mulai gelisah. Saudara laki-laki (..) menimpali ucapan Pandu" Aku setuju dengan dia yang mulia".
Dhananand berkata pada pandu" kau mengatakan sesuatu, teruslah berbucara.., aku akan mendengarkan". Pandu berkata" pelayan itu menyesatkan mu, yang mulia.., kau percaya pada dia sangat dekat dengan dengan mu, sehingga mentri mu tidak bisa mengamati tindakannya dan juga tidak bisa memberikan mu nasehat yang tepat.., itulah sebabnya perbuatannya selalu di abaikan, yang seharusnya di hukum dia diampuni dan di promosikan, dia membutihkan hukuman bukan belas kasihan mu dengan hukuman mati".
Dhananand menguap, ia bertanya pada Pandu" sudah selesai, kak?".., aku pikir kau tidak akan bethenti untuk betbicara karena kebencian dan kecemburuan". Pandu menjawab" yang mukia, aku".. Dhananand berkata" diam!".., duamlah kakak ku!" (saudara ku), aku menyesal karena kaku kakak laki-laki raja Magadha bahkannkau tidak bisa keluar untuk mengatakan kau benci anak itu dan ingin membakaskan dendam padanya".., aku.memoting satu jari mu dan sekarang kau mengangkat semua jari mu kearahnya, teruskan saja kecemburuan mu dan pelayan itu akan terus melakukan hal-hal baru dan intrinsik (menagumkan) dan membuat ku terhibur.., satu kali dia mengembalikan kepala patung emas ku, satu kali dia mencuri berlian.., lalu dia menang melawan harimau.., dan sekarang dia telah mencuri peta Peeplivan dari perpustakaan ku.., tinfakannaneh seperti itu satu demi satu sangat menghibur ku!".., lihat aoa yangvdia curi kali ini jika dia sudah mencuri peta Peeplivan itu pertanyaan mengapa dia ingin pergi ke peeplivan, akankah dia mampu melakukan tugas yang mustahil ini?".., akankah dia mampu untuk melewati jalan yang berbahaya dan sulit itu dan sampai di Peeplivan dengan selamat?". Dhananand menanggil Amatya Rakhsas"apakah kau mengerti?". Rakhsas menjawab"ya yang mulia, aku mengerti diri mu"
Dalam perjalanannya menuju ke peeplivan, Chandragupta berguam dihutan" untuk orang bodoh seperti Acharya Chanakya, hutan ini benar-benar berbahaya dan menakutkan".., oh hutan yang berbahaya, jiia bahaya nengintai pada diri mu bawalah pada ku stau yang agung dan bijaksana Acharya Chanakya ajab tersiunggung". Chandragupta tertawa berkara" preduksinya terbukti salah". Chandragupta melanjutkan perjalanannya, perasaanya merasa ada yang mengikutinya dan melihat sekelilingnya, ia mulai kerakutan dan mengeluarkan belatinya terus berjalan dengan hati-hati serta waspada, Chandragupta menemukan seekor kelinci de depannya, ia berguam saat menggendong kelinci" hei!".., hei inilah hewan yang berrbahaya.., jadi inilah pemakannmanusia yang dia bicarakan.., jika ada lebih banyak hewan seperti mu disini beritahu mereka bahwa aku ada disini".., dan ya jika kau melihat berahman licik dengan rambut yang tidak terkepang itu pasti akan menyelamatkan hidup mu, dia orang oaling berbahaya di dunia ini". Chandragupta tertawa menurunkan kelinci " sekarang kau bisa pergi". Chandra berjalan, ia dikejutkan auman binatang buas, ia terjatuh ditanah dan tetap waspada kembali mengeluakan belatinya. Chandragupta berkata meyakinkan dirinya "aku harus tenang, aku berlum mengetahu kebenaran tentang Peeplivan dan ibu ku.., untuk itu aku harus tetap hidup, aku hanya perlu tenang". Chandragupta bergegas pergi.
Amatya Rakhaksas berkata pada prajuirt "Kalian berdua adalah informan terbaik Magadha, itulah sebabnya aku telah meminta kalian untuk mengambil tugas yang sulit ini.., raja menginginkan Peeplivan tetap tersembunyi dari dunia ini, tapi pelayan itu sedang dalam perjalanan ketempat itu". Chandragupta melihat Peeplivan dari kejauhan berkata "aku datang Peeplivan untuk mengungkap rahasia masa lalu ku yang kau sembunyikan diantara jalan-jalan sepi mu". Rakhasas berkata pada dua orang prajuirtnya "dengan rasa penasaran tentang Peeplivan Chandra telah menentang ketenaran dan kekuatan kerajaan Raja Dhananad!".., aku tidak akan membiarkannya untuk melakukan itu, selama 12 tahun tempat itu tidak bisa di akses, situasi ini harus tetap sama sampai Peeplivan benar-benar hancur!".., aku tidak peduli apakah budak itu hidup atau mati, tapi pastikan kalian melakukan pekerjaan ini sesegera mungkin atau yang lainnya, kalian tahu akan konsekuensinya.., Pergi!". Kedua prajurit itu pergi, diam-diam Maitri menguping pembicaraan mereka.
Cahndragupta berjalan di tengah hutan dengan membawa peta Peeplivan sementara itu para utusan Magadha datang dengan menunggangi kuda dengan pasukan prajritnya, Chandragupta mendengar suara ringkikan kuda dan ia menghentikan ringkikan kuda dan bertanya-tanya "Aku mendengar suara ringkikan kuda di sini". Chandragupta bersembunyi ketika melihat beberapa pasukan Magadha dan bertanya-tanya "mereka tentara Magadha.., jadi Raja tahu aku ada disini, seharusnya aku tidak melewati jalur ini". Cahndragupta berusaha untuk melarikan diri, Para tentara mengejar Chandragupta.
Chandragupta berlari ke rute yang berbahaya, dan mengingat pesan Acharya Chanakya bahwa jangan mengambil jalan pintas untuk sampai pada tujuannya karena rute itu tidak aman dan ada hewan pemakan manusia yang mungkin akan mengintai jalan. kilas balik berakhir. Chandragupta bertanya-tanya "apakah ini jalan yang Chanakya sebutkan?". Cahndragupta melihat peta, dan tentara Magadha semakin mendekat. Chandragupta berkata "Maafkan aku brahmana, kau meperingatkan aku untuk tidak mengambil jalan ini, tapi aku tidak punya pilihan yang lain.., aku harus melakukannya untuk menyelamatkan diri dari para informan itu". Chandragupta memasuki rute jalan pintas dan berbahaya, para tentara itu menembakan senjata ke arah Chandragupta dan mengenai lengannya. Para prajuirt tertawa senang. Prajuirt berkata pada teman-temannya "Tugas kita berakhir disini, dia telah mengundang kematiannya sendiri dengan memilih jalan ini, mari kita sampaikan kabar genbira ini pada Ahmatya Raksas, dia tidak akan pernah sampai ke Peeplivan.., mari kita pergi". Keempat prajuit itu pergi.
Chandragupta terus berlari kedalam hutan dengan rute berbahaya dan berhenti ketika merasa dirinya telah aman. Chandragupta kembali mengelurkan peta dan berguam "kau sudah tidak berguna lagu untuk ku, teman ku" dan kemudian membuang peta itu. Seekor beruang hitam besar datang mengintai di belakang Chandragupta. Maitri datang menemui Acharya Chanakya. Chanakya bertanya pada Maitri "apa yang membawa mu ke sini?".., informasi apa yang kau punya / miliki?". Maitri menjawab "Acharya, akan menjadi sulit untuk mengendalikan Ratu Mura, dia bersih keras untuk bertemu dengan mu". Chnakya berkata "Mengapa dia tidak bisa mengerti abhwa untuk bertemu dengannya akan menimbulkan masalah untuk kita?".., terutama, ketika Amatya Rakhsas telah memutuskan untuk menangkap aku". Seorang wanita dengan menutupi wajahnya masuk, Maitri berusaha untuk melindungi Acharya Chanakya dan mengarahkan belatinya "Awas.., siapa kau?". Wanita itu menunjukkan wajahnya, Maitri terkejut saat melihatnya berkata "Ratu Mura?". Acharya Chanakya merapatkan dan mengunci pintu.
Acharya Chanakya mengatakan pada Mura "Kau seharusnya tidak datang kesini, kehadiran mu disini bisa menimbulkan masalah". Mura menjawab "Acharya, tidak masalah bagi seorang ibu ketika putranya dalam bahaya, kenapa kau melakukannya?".., kenapa kau mengirim Chandra meskipun kau tahu bahaya yang mengintai di Peeplivan dan jalannya?".., bahkan sekarang Dhananad telah mengetahui jika Chandragupta pergi kesana dan dia telah mengirimkan pembunuh bayaran yang berbahaya untuk mengejarnya, kau tahu bahwa tidak akan ada yang akan selamat dari jalan yang dikirim Chandra". Chanakya menjawab "Aku tahu, tapi jika Chandra tidak menjadi raja masa depan india bersatu, dia harus kembali dengan kemanangan dari sana". Mura terkejut. Chanakya mengatakan "Ratu Mura, jangan meringkas pikiran mu karena cinta keibuan mu yang hanya melihat Chandragupta hanya sebagai putra mu, dia warisan India.., dia pelindung masa depan tanah air ini".., jadi, pahamilah ini dengan jelas.., Dalam perjalanan besar Chandragupta telah memulai untuk menjadi raja india bersatu, dia akan menemukan banyak masalah dan kesulitan, jika dia berhasik untuk menangani masalah-masalah itu saja maka dia bisa membawa kecerahan di langit India".., Chandragupta akan mengahdapai banyak masalah dan juga rintangan dalam perjalanan ini yang harus dia lewati sendiri.., itu juga, sendirian". Mura terkejut dan bertanya "Sendirian?".., jadi kau tidak akan membatunya dalam proses ini". Acharya Chanakya menjawab "sesorang yang membutuhkan bantuan ku disetiap langkahnya tidak memiliki hak untuk menjadi raja masa depan India bersatu".., Ini ujian Chandragupta".., dia akan menghadapi banyak masalah dan kesulitan di jalan ini dan dia harus menemukan solusi untuk setiap masalahnya sendiri, aku tidak akan membantunya dalam proses ini dan aku juga tidak akan membiarkan mu untuk membantunya". Mura tersentak.
Chandragupta kelelahan, ia senang saat melihat sungai dan tersenyum "Biarkan aku minum air". Chandragupta kesungai dan melompati batu mengambil air dengan kedua tangannya untuk minum namun terkejut saat melihat semua burung berterbangan di pepohonan, Beuang besar hitam datang kesana dan mengaum, Chandragupta ketakutan berlari menjauh untuk menyelamatkan diri dengan memanjati dahan pohon besar, betuang itu mengikuti Chandragupta dan menyerangnya dengan cakarnya, Chandragupta terkena cakarannya, Beuang itu memanjat pohon untuk menangkap Chandragupta.
Mura menangis tak berdaya berkata "Acharya, aku bisa mersakannya.., Putra ku Chandragupta dalam bahaya, Mungkin.. mungkin aku harus mengungkapkan kepadanya bahwa aku ibunya yang malang tentang siapa dia, Chandra terus bertanya kepada ku", Chanakya mengatakan "aku telah mengirmkannya ke Peeplivan untuk mengetahui kebenarannya". Mura terkejut dan bertanya "Apa?".., tapi kenapa?".., kau bisa memberitahu tentang masa lalunya disini!".., mengapa kau mempertaruhkan nayawanya?".., kau tidak memberitahunya atau bahkan membiarkan aku untuk mengungkapkannya, kenapa kau mengirimya ke Peeplivan?".., kenapa?". Chanakya menjawab "Karena aku ingin Cahndra merasakan rasa sakit itu bukan saja pada ibunya tapi juga pada tanah airnya.., setiap sudut tempat Chandragupta pergi hari ini akan memberitahunya tentang kekejaman Dhananad.., hari ini Chandra akan menghadapai kenyataan yang pahit namun lengkap, dia akan menyadari bahwa Dhanand tidak hanya menyerang ibunya tapi dia juga telah menghancurkan seluruh kerajaannya, semua tanda-tanda kehancuran di Peeplivan akan menceritakan padanya tentang penderitaan ibunya dan tanah airnya kemudian Chandragupta akan menyadari jika dia tidak mengambil inisiatif untuk mengakhiri kekejaman ditaktor ini akan banyak kerajaan seperti Peeplivan akan dihancurkan dan akan banyak wanita seperti mu diperbudak.., banyak orang yang tidak berdosa seperti Chandragupta akan di perdagangkan". Mura menangis, Chanakya mengatakan pada Mura "Aku setuju bahwa aku mengizinkannya pergi sendiri, aku melakukannya karena kita menyadari diri kita yang sebenarnya hanya dalam kesendirian dan bukan di hadapan siapapun". Mura menatap marah dan berkata pada Chanakya "Kau tidak punya hati". Chankya mengatakan pada Mura "Orang yang mengubah sepotong besi menjadi pedang harus membakarnya dalam api dan kemudian membentuknya lebih jauh dengan memukulnya tanpa perasaan, maka saat itulah kau bisa membuat pedang.., jika kita ingin mengahkiri kaisar yang kejam seperti Dhananad, kita harus membuat Chandragupta menjadi kuat dan untuk melakukannya aku menerima untuk menjadi pemebri tugas yang tidak berperasaan". Mura menangis. Chankya mengatakan pada Mura "Ditanah Peeplivan Chandragupta akan mendengar tangisan dari anak-anak yang tidak berdosa dan jeritan wanita yang tidak berdaya.., dia akan melihat sisa-sisa orang mati, udara itu akan membuatnya menyadari penderitaan dari ratusan orang yang tidak berdosa dan tentara dan ketika dia menyadari bahwa itu semua mengguncang hati nuraninya.., Chandragupta akan menyadari bahwa dia bukanlah Budak/ pelayan dan itu akan mengubahnya menjadi raja masa depan bersatu.., raja yang akan berjuang untuk negara dan tanah airnya dan bukan untuk kepentingan dirinya sendiri.., ini akan menjadi kematian Chandragupta sebagai pelayan dan membangkitkan Chandragupta Maurya sang kaisar".
Layar terpecah menjadi dua antra Acharya Chanakya dan Chandragupta.
Comments
Post a Comment