CHANDRAGUPTA MAURYA 40
By Made Titis Maerani
Index Sinopsis : Chandragupta menemukan dirinya dalam masalah saat dia menghadapi beruang liar. Sementara itu, Mura berdoa kepada Siwa untuk keselamatan putranya. Chandragupta berhasil melarikan diri dari beruang tetapi menemukan dirinya dalam masalah lain saat ia jatuh ke dalam lubang besar. Dia berhasil melarikan diri dari gerombolan ular dengan sukses. Dia melanjutkan menuju istana Pipliwan yang terbakar. Dia menemukan sisa-sisa orang Pipliwan. Dia menyadari tentang kekejaman Dhananand dan memutuskan untuk melarikan diri dari tempat itu sesegera mungkin. Chandragupta kemudian terkejut melihat lukisan Mura dan suaminya yang memakai gelang milik ibunya.
Beruang hitam terus berusaha untuk menggapai Chandragupta yang menyelamatkan dirinya di atas ranting pohon besar, Chandragupta melompat dan bergantungan di dahan pohon yang lainnya. Beruang memanjat pohon dan hampir mendekat. Chandragupta menjatuhkan dirinya ke lubang yang penuh dengan ular berbisa untuk meyelamatkan dirinya dari beruang hitam pemakan manusia, ia mencoba untuk bangun dan memegangi tangannya yang telah terluka. Chandragupta terkejut saat melihat beberapa ular berbisa melata kearahny, sementara itu diatas tibing, beruang hitam yang buas telah menunggunya di atas, ia ketekutan dan menghindari ular berbisa yang menyerang. Mura datang ke hadapan patung dewa Siwa untuk tandav keselamatan putranya Chandragupta dengan penuh emosianal, Mura berkata "Dewa siwa, satu Chandra telah menghiasi dahi mu sebagai mahkota dan Chandra lainnya adalah putra ku yang hari ini hidupnya dalam bahaya.., jika putra ku hari ini terluka maka akan menodai makhota mu juga".., hari ini, aku seorang wanita kstaria disini bukan untuk memohon kepada-Mu tapi meminta mu untuk berjanji kepada ku bahwa kau akan melindungi putra ku, Chandra". Disi lain, Chandragupta yang ketakutan terus berusaha menyelamatkan dirinya sendiri dari serangan ular berbisa "Tidak.., tidak".
Mura melemparkan bubuk merah di patung dewa siwa, Bebrapa ular melata semakin mendekat kearahnya, Chandragupta mengambil ranting kayu untuk mengusir ular. Mura menyalakan api dikedua telapak tangannya berkata "Ahli waris Peeplivan tidak akan mati.., tidak akan pernah!".., kau harus membawa kembali putra ku kepada ku dengan aman dan sehat". Chandragupta mengelurkan kedua belatinya dan mendaki tebing dengan menusuk secara bergantian ujung belati di tanah dan akan sampai di atas, namun satu belatinya terjatuh di sarang ular berbisa.Mura berkata "Kemurahan Tandhava-Mu menghujani dunia dengan kehancuran , tapi jika kau tidak melindungi putra ku hari ini maka kau akan menghadapi murka kemarahan ku, Dewa Siwa!". Chandragupta keluar dari sarang ular namun kembali kegelincir dan hampir terjatuh kembali kesarang ular, Mura mulai menari Tandav dihadapan patung dewa siwa.
Chandragupta bergelantungan di sekitar akar pohon, disisi lain Mura terus menari Tandav, Cahndragupta mulai kembali memanjat dengan bebrapa akar pohon. Mura mengakhiri tariannya dan Chandragupta telah berhasil naik keatas, sekuntum bunga jatuh tepat di depan Mura, Mura mengambilnya berkata "Aku mengerti tanda-Mu.., aku mengerti, Dewa siwa!".., kau.., kau tidak akan membiarkan aku menghadapi kesalahan". Mura menangis dan mencakupkan kedua tangannya.
Chandragupta tersenyum senang ketika melihat Peeplivan dari kejauhan dan berfikir "Jadi inilah jalan menuju Peeplivan. Chandragupta sampai di reruntuhan bangunan kerajaan Peeplivan, ia melihat sekelilingnya penuh dengan tengkorak pejuang Peeplivan. Chandragupta bewrkata "tampaknya pertumpahan darah yang mengerikan terjadi disini, tapi kenapa?".., kenapa aku merasa bahwa aku tahu tempat ini?".., seolah-olah aku pernah kesini sebelumnya?". Chandrgupta melihat gerbang istana dan bertanya-tanya "apa yang sebenarnya terjadi disini?".., reruntuhan ini menunjukkan masa lalu yang makmur, aku hanya memasuki benteng.., mungkin aku akan menemukan jawaban ku disini dan aku telah sampai disini".
Chandrgupta berdiri didepan pintu dan melihat kesekelilingnya, ia mentertawakan Acharya Chanakya" Acharya Chanakya mencoba untuk mengintimidasi ku dengan mengatakan bahwa akan ada penjaga disini, tapi aku sama sekali tidak melihatnya, tapi mungkin hanya ada hantu.., hantu orang-orang yang sudah mati ini". Chandragupta mendorong pintu gerbang, namun batu besar jatuh menimpa kakinya, ia menjerit kesakitan ketika mendorong batu itu untuk mengeluarkan kakinya. Chandragupta menjerit kesakitan memegangi kakinya. Chndragupta mencoba untuk bangun dan memijakkan kakinya, ia berjalan pincang namun kakinya menyandung tali, dua buah kapak terbang kearahnya, Chndrgupta menghindarinya. Chndrgupta naik ke atas tugu, namun kedua telapak tangannya terbakar dan baru menyadari "Acharya benar, meskipun tidak ada penjaga penghalang tidak trelihat Dhananand melindungi tempat in, aku tidak akan keluar dari tempat ini dengan selamat, aku harus mencari cara lain". Chandragupta mengingat peta dan berkata "menurut peta, ada satu gerbang lagi". Chandragupta berjalan dan melihat batu dengan lambang simbol Peeplivan diatas batu besar, Cahndragupta berfikir "Mungkin disinlah pintu rahasianya". Chandrgupta mengambil bambu dan menggesar batu, ia melompat ke lubang itu.
Chandragupta sampai pada bagian buntu dari istana Peeplivan yang sangat gelap, dan melihat kesekelilingnya dan menyalakan obor untuk menarangi ruangan. Chandragupta terkejut saat itu "Ini adalah jalan buntu?".., bagaimana ini mungkin?".., mungkinkah kaisar Dhananad menutup tempat ini?". Chandra melihat lubang pada patung, sinar bulan dijendela kecil dan mengingat teka-teki yang dibacakan Acharya Chanakya "Matahari bersinar pada malam yang memiliki cahaya bulan, ada kegelapan dimana-mana.., hanya ada cahaya di satu tempat, jalan yang terjepit dianatara siang dan malam penuh sesak orang asing (turis).., sesorang yang berpergian siang dan malam selama sebulan penuh". Kilas balik berakhir.
Chandragupta berkata "itu artinya untuk membuka pintu rahasia ini, aku harus memcahkan teka-teki itu terlebih dahulu". Chandragupta mengulangi tekateki itu ""Matahari bersinar pada malam yang memiliki cahaya bulan.., ini menyiratkan pasti ada sesuatu disini yang bisa membantu ku untuk membuka gerbang rahasia ini". Chandragupta melihat kesekelilingnya dan menemukan sebuah berlian besar terletak di telapak tangan sebuah patung dan mengambilnya "Menemukannya.., sekarang bagian kedua dari teka-teki " ada kegelapan dimana-mana, cahaya hanya ada di satu tempat". Chandragupta menaiki podium dan berkata "bagian terakhir dari teka teki" jalan yang terjepit dianatara siang dan malam penuh sesak orang asing (turis).., sesorang yang berpergian siang dan malam selama sebulan penuh". Chandragupta berfikir "Jadi seperti halnya bulan dan bumi mengorbit matahari, aku harus meletakkan berlian ini disini dan memutarnya". Cahdrgaupta melakukannya dan kemudian memutar, ia terjatuh di bagian dalam istana Peeplivan.
Chandragupta berjalan melihat sekeliling ruangan yang berantakan dan merasakan ingatan bahwa ada seorang wanita bersama seorang anak kecil, Chndrgupta bertanya-tanya "mengapa tempat ini terlihat sangat tidak asing (Familiyar)?".., kenapa sepertinya".. sepertinya aku pernah kesini sebelumnya". Chandragupta bertanya-tanya "Siapa aku?".., siapa ibu ku?".., bagaimana aku terhubung ketempat ini?".., Apakah ada jawaban dari teka-teki hidup ku ini?". Chandraguota narah dan menendan apapun yang ada disana berkata"apakahnada jawaban, apa itu?".., apakah ada jawaban?".
Chandragupta mebemukan lukisan Almarhum ayahnya dan ratu Mura dan puta mereka Chandra kecil yang tertutup debu tebal.
Chandra berkata" ini pasti lukisan keluarga kerajaan peeplivan, raja dan ratu Mura dan putra mereka!".., pangeran perplivan, Veerbadhra". Chandragupta bangun dan berjalan pergi, namun ia berhenti saat menyadari sesuatu dan mencocokan gelang ibunya dan gelang milik Mura.
Chandragupta bertanya-tanya" bagaimana gelang ibu ku ada di pergelangan tangan ratu Mura?". Chandragupta menangis" apa artinya semua ini?". Chandragupta hanya terdiam.
Comments
Post a Comment