CHANDRAGUPTA MAURYA 41
By Made Titis Maerani
Index Sinopsis : Chandragupta membawa lukisan Chandra Vardhan, Mura dan putra mereka bersamanya. Dia bertemu dengan seorang pendeta di Pipliwan. Ketika ditanya tentang lukisan itu, pendeta itu memperkenalkannya kepada keluarga kerajaan Pipliwan. Dia mengungkapkan kepadanya bahwa anak kecil dalam gambar adalah Chandragupta, yang merupakan pewaris kerajaan Pipliwan. Chandragupta kembali dari Pipliwan tetapi menemukan Chanakya dalam perjalanan. Terlepas dari upaya Chanakya, Chandragupta memutuskan untuk menghadapi Dhananand. Kemudian, Chandragupta tiba di tempat istana Dhananand di mana tim Seleucus memimpin dalam permainan Kabaddi.
Chandragupta berjalan, ia membawa lukisan itu menyentuh gelang milik ibunya, mengungat masa kecilnya saat dipisahkan dengan ibunya namun habya mendapatkan gelangnya. Chandragupta melihat seketsa ratu Mura di lukisan, sura dentingan lonceng menyadarkannya.
Chandragupta datang menemui pandit ji dikuilnya yang sederhana di dalam hutan, Chandra mengusap air matanya, pandit ji tersentak menatap Chandragupta. Chandragupta bertanya"mengapa kau menatap ku seolah-olah kau telah melihat hantu?". Pandit ji menjawab" karena tidak ada lagi yang datang ke sini.., tidak ada yang datang kesini selana 12 tahun".., hari ini ketika aku melihat mu disini.., ya apa yang kau lakukan disini saat ini?".., aku pikir kau tersesat". Chandragupta menjawab"ya, bisa di bilang begitu..,ngomong-ngomong sudah berapa lama kau ada disini?". Pandit ji menjawab" aku sudah lama disini.., itu masa ketika peeplivan bukan reruntuhan, yangvdianggap sebagai lambang kebanggan ksatria.., saat ketika peeplivan di puji karena kejayaannya dan bukan Dhananand yang kejam".., ketika tempat ini hidup dengan tawa dan kegembiraan tidak tenggelam pada kesakitan dan kesedihan, aku telah berada disini sejak saat itu". Chandragupta bertanya" apakah begitu?".
Chandragupta membuka lukisan itu dan menunjukkannya pada pandit ji berkata",jadi kau harus mengenal mereka". Pandit ji mencakuokan tangan dan membeti hormat pasa lukisan raja dan ratu peeplivan.
Pandit ji berkata tentang sosok laki-laki dilukisan" itu mendiang raja Peeplivan, Chandravardan".
Pandit ji.memperkenalkan wanita dilukisan" ratu peeplivan, Mura". Lalu pada sosok anak kecil putra mereka, pandit ji berkata" itu putra mereka pangeran peeplivan, Chandragupta Maurya". Mendengar hal itu Chabdragupta tersentak dan bertanya"apa?".., apa, siapa nama pangeran itu?".
Pandit ji berkata" Chandragupta Maurya".., ketirunan terskhir dari klan Khsatria, pewaris terakhir dinasti Maurya..,pangeran Peeplivan, Chandragupta Maurya "Chandragupta syhok setelah mendengar tentang kebenaran peeplivan.
Keesokan paginya Chandragupta terngiang-ngiang ucapaan pandit ji tentang pangeran peeplivan, Chandragupya Naurya yang merupakan pewaris terakhir klan ksatria, mangingat masa kecilnya yang kelam dan baju besi di musium milik raja perplivan yang telah menantang Dhananand, dan tawa keji Dhananand. Chandragupta memegangi kepalanya dan berteriak "tidak!".
Seleucus memikirkan penghinaan Dhananand terhadap dirinya dan kematian Desmond di tangan Chandragupta serta membacakan semua pidato yang telah disiapkan Dhananand, Seleucus meminta air namun tidak ada yang memberikannya. Seleucus marah berkata"aku berkata, bawakan aku air!". Prajuritnya datang dan memberukannya.
Seleucus berranya pada pengawalnya"apakah kau melihat apa yang terjadi disini?".., sku raja Mekedonia, harus memanggil seorang prajurit dua kali, itu juga hanya untuk air!".
Nicanor berkata pada Seleucus" aku akan segera memenggalnya, yang mulia". Nicanor mengeluarkan pedang, Seleucus berkata pada Nicanor" siapa yang akan kau oenggak, apakah semuanya?".., kemenangan seorang raja tidak hanya membuat musuh-musuhnya tunduk di hadapannya tapi juga para prajuritnya dan karena kekalahan ku, orang-orang ku kehilangan rasa takut dan rasa hormat mereka terhadap ku, ini karena Dhananand yang arogan itu, caranya mempermalukan ku..,karena kekalahan itu aku kehilangan pengaruh pada orang-orang ku.., tidak, aku tidak bisa kembali ke Takhsasila". Nicanor bertanya" lalu apa yang akan kau kakukan, baginda?". Seleucus berkara" kehormatan, akuningin mendapatkan kembali dan harga diri ku yang hilang dan menunjukkan pada Dhananand tempat yang tepat.., tuliskan surat kepada raja Dhananad bahwa sebelum pergi, aku inginnmemainkan permainan lagi dengan permainan yang lain untuk merayakan persahabatan kami".., aku memilih permainan itu dan para pemainnya". Fillipus berkata pada seleucus"tuan, apa itu pertandingan persahabatan?". Seleucus menjawab"ya".., tapi di bawah permainan persahabatan ini, aku akan membalaskan dendam atas permainan yang Dhananan mainkan dengan ku".
Chandragupta menangis, mengingat petemuan pertama dengan mura dan ia selalu saja dimarahinya dan merasa bahwa mura memarahinya seperi ibunya dan mura berharap jika dia ibunya akan mengajarkannya tatakrama yang lebih baik yang tidak pernah dilakukan ibunya, Chandraguota mengungat pengakuan mura bahwa ia bukanlah pekayan tapi ratu peeplivan dan mengejeknya bahwa dirinya bukanlah pangeran peeplivan, ucapan chanakya yang berkata padanya bahwa mungkin dia satu-satunya orang di dunia ini yang bisa mengenalkannya pada ibunya".
Acharya Chanakya telah menunggu, Chandragupta datang dengann rasa kecewanya, Chanakya berkata pada Chadragupta"aku senang melihat mu aman". Chandragupta marah dan berjalan pergi, Chanakya menghalanginya.
Chandragupta berkata pada Chanakya" bukankah kau tahu segalanya?"..,Mura, wanita yag menjadi elayan Dhanand selama bertahun-tahun dan selalu menjadi sasaran kekejananya, wanita itu adalah ibu ku".., dia ratu Peeplivan".., bukankah kau yshu segalanya?".., tapi kau terus mengajari ku, kau mengajari ku bagaimabna tanah air kita paling penting untuk kita.., begaimana aku harus setia pada tanah air ku?".., setiap saat, setiap saat kau terus berusaha menghentikan ku untuk megetahui masa laluku, siapa yang memberikan mu hak untuk bermainndengan emosi siapapun dan bagaimana pun kau mau?". Chanakya menjawab" kau harus menjadi penguasa india bersatu, Chandragupta".., apapun yang aku lakukan hanya untuk membuat mu menyadari tanggung jawab dan tugas seorang raja marena india yang merdeja harus dikuasi raja yang bijaksana".
Chabdragupta marah meghentikan kata-kata Chanakya" cukup!".., cukup sudah ceramah mu tentang india merdeka.., tidak lagi"., berapa kali aku menjelaskan bahwa aku tidak tertarik dengan mimpi mu?".., aku juga tidak ingin menjadi seorang kaisar dan kau paling tidak tertarik dengan tanah air ini atau aku menjadi seorang kaisar.., kau hanya ingin memperbaiki ego mu yang telah hancur, atas nama mimpi kau mencari cara untuk memalaskan dendam pada Dhananand, jadi hentikan keoura-puraan dan penipian tentang india yang merdeka".
Chanakya matah berteriak memanggil Chandragupta, chanakya berkata" jangan menyebut dedikasi ku sebagai ego ku, aku tidak peduli apa yang terjadi di dunia ini tali ada satu hal yang menjadi fakta bahwa tidak ada yang lebih penting untukku dari pada tabah air ku". Chandragupta berkata" tanah air mu, sumpah mu, impian mu itu semuaya tentang mu.., aku sama seksli tidak mampu untuk melupakan diri ku sendiri dan memikirkan orang lain.., pernahkah kau memikirkan perasaan orang lain selain perasaan mu sendiri?".., ketika aku pergi ke istana peeplivan aku.., aku mendengarkan suara jeritan ibu ku, aku mendegar tawa kejam Dhananand dan saat aku terpisah dari ibu ku, aku mengingat trauma di masa kecil ku". Chandragupta menghapus air matanya, berkata pada Chanakya" dan kau tahu ini menyebabkan betapa sakitnya aku, karena kau tidak peduli dengan perasaan siapapun".
Chanakya berkata pada Chandragupta" ketika kau pergi ke peeplivan, kau hanya bisa memikirkan ibu mu dan masa kecil mu.., apakah kau tidak mendengar tangisan tentara yang menyerahkan hidup mereka untuk melindungi kehormatan peeplivan?".., bagaimana dengan anak-anak yang tidak berdaya,wanita dan orang- orang yang di bunuh oleh Dhanand yang kejam itu?".., apakah kau mendengar tangisan ibu pertiwi, tangisan yang dengan jelas membutuhkan kebebasan dari kekaisaran Dhananand?". Chandragupta menjawab" tidak, karena aku tidak peduli dengan tanah air .., saat ini aku hanya ingin bertemu ibu ku dan bertanya kenapa dia berbohong kepada ku sejak lama, jangan lanjutkan dan berikan pengetahuan mu ditempat lain".
Chandragupta pergi, Chanakya menghentikannya berkata" Chandragpta, istana tempat ibu mu berada itu milik raja Magadha, Dhananand, dia orang yang tahu bahwa kau mencuri peta peeplivan, keputusan yang diperlukan dengan baik perlu dipikirkan, tapi kau tidak cukup mental untuk itu karena kau tidak dapat membedakanatara benar dan salah.., sampai kau bisa megendalikan amarah mu kau tidak bisa pergi".
Chandragupta nenghapua air matanya, berkata pada Chanakya"aku pasti akan pergi ke istana dan minta penjelasan dari ibu,biarkan aku membuat sesuatu menjadi jelas, Acharya.., aku memanggil mu Acharya tapi jau tidak berarti apa-apa untuk ku, jadi kau tidak punya wewenang atas keputusan ku". Chandragupta pergi, Chanakya marah meghetak tongkatnya.
Seleucus kembali untuk permainan kabbadi dan menantang dua tim, antara mekednia dan Magadha.
Dhananand berkata pada seleucus" meskipun telah di kalahkan dengan hunaan, kau kembali untuk menawarkan kompetisi lainnya, seleucus". Seleucus menjawab "karena ku pikir aliansi (kesepakaran) yang aku harapkan akan menciptakan kenangan indah bagi ku untuk masa depan, agar aku menyimpannya diingatan ku selamanya, dan apa yang lebih terkesan dari pasa sebuah permainan?". Dhananand menjawab" aku yakin kau pasti akan menikmati permainan ini". Seleucus menganggukan kepalanya.
Dhananand berkara" aturan mainnya akan di jelaskan Amatya". Rakhsas bangun berkata" aturannya dibuat sebagai berikut: ada dua tim.., tim satu dari Makedonia (pakian putih), tim kedua dari Magadha (pakuab hungu), seorang pemainnakan melangjah ke perbatasan tim lawan dab menyentuh pemainnya..,pemain yang kembali dengan selamat detekah melakukanya,akan di beri skor berdasarkan jumlah orang yang disentuhnya.., dan yang tersentuh akan di eliminasi.., tapi perlu diingat, permain yan tertangkap oleh lawanajan tersingkir dan pemain yang bertahan sampai akhir akan menjadi pemenang dari permainan ini, biarkan pemain memulai.
Timakedoia (putih), mengepung dan menangkap seorang pemain Magadha(ungu) di awal permainan mereka tidak membiarkannya kabur, seleucus tersenyum senang, awal permainan Makedonia berhadil mencetak angka 1 poin, dan Dhananad kecewa. Seleucus memunta,Dhanand tenang dan menikmatinya karena itu hanyalah permainan. Dhananan tertawa berkata"tentu saja".
Tim makedonia maju menantang tim Magadha dan kembali berhasil mencetak nilai 2 dan tim Magadha tetap 0.
Untuk permainan berikutnya, tim. magadha kembali di kalahkan tim Makrdonia, wajah Dhananand sangat kecewa, seleucus tertawa menatap Dhananand.
Pengumuman di buat bahwa tim Makedonia mendapatkan 5 poin, sementara skor Magadha masih 0. Dhananand menahan kekesalannya bertanya pada Amatya Rakhsas" Amatya ,apa yang terjadi, mengapa tim kita kalah?". Rakhsas menjawab Dhananand" masfkan aku, yang mulia!".., tapi aku memikih tim terbaik Magadha, tampaknya pemain Makedonia lebih baik".
Pengumuman di buat bahwa pemainnterakhir dari tim Magadha akan melawan tim Makedonia, pria Magadha tampak gemetaran, semua orang Makedonia dan pemain mentertawakannya. Dhananand bertanya pada Amatya Rakhsas " mengapa disini ada pemain yang begitu lemah?".., aku hanya melihat ketakitan dimatanya, dia tidak mampu untuk melakukan apa-apa". Tim Makedonia menggoda dan mentertawakannya, Chandragupta datang dengannkemarahannya dan melemparkan ketapelnya, dan pemain Magadha yang lemah itu tumbang. Amatya Rakhsas tersentak dan berranya-tanya" ini mustshulil, mengapa Chandra bisa bertahan?". Dhanananand tersenyum senang melihat Chabdragupta, Chandragupta berjalan mengungat semua penderitaan ibunya Mura ditangan Dhananand dan tawa keji Dhananand.
Comments
Post a Comment