CHANDRAGUPTA MAURYA 42
By Made Titis Maerani
Index Sinopsis :Chandragupta tiba di tempat istana Dhananand di mana tim Seleucus memimpin dalam permainan Kabaddi. Dia meminta maaf kepada Dhananand karena menyakiti pemain terakhir dari tim Magadha dan meminta izinnya untuk memainkan permainan atas nama pemain yang cedera. Chandragupta mengejutkan semua orang saat dia memenangkan enam poin pada serangan terakhir pertandingan untuk memenangkan pertandingan bagi tim Magadha. Dhananand memaafkan kesalahannya saat Chandragupta membuktikan maksudnya bahwa dia mengunjungi Pipliwan. Dia kemudian menyerahkan lukisan itu kepada Mura. Pandu mencurigai hubungan Mura dan Chandragupta dan memutuskan untuk mengawasinya. Kemudian, Chandragupta menghadapkan Mura karena tidak mengungkapkan identitasnya kepadanya di masa lalu.
Chandragupta berkata pada Dhanand "Yang mulia, aku minta maaf karena pemain terakhir tim Magadha terluka dengan ketapel ku, tapi aku siap untuk membayar harga untuk itu.., dengan izin mu aku ingin memimpin tim Magadha dan menggantikannya". Amatya Rakhsas marah berkata menunjuk Chandragupta "Tapi Kau".. Dhanand mengatakan "Tentu saja, kau memiliki izin dari ku".
Chandrgupta menatap tajam seluruh pemain tim Makdeonia, dalam ilusinya semua berubah menjadi wujud Dhananad yang mentertawakannya, Cahndragupta mengusapkan tanah di dahinya dan mulai bermain Kabbadi, semua ilusinya tentang Dhanand yang dilihat dari beberapa tim Makdeonia lenyap. Chandragupta mulai melawan semuanya dan menumbangkan satu persatu-persatu tim Makdeonia, Dhananad tertawa senang semua kekhawatirannya lenyap saat Chandragupta datang untuk berdiri di pihak Magadha, semua penonton dari tim Magadha bertepuk tangan dan disisi lain tim Makdeonia hanya terdiam, Dhananad tertawa senang, semua tim Makedonia menahan tubuh Chandragupta, dengan sekuat tenaga Chandragupta berusha untuk menyentuh garis dan menatap Dhanand dengan penuh amarah, Chandragupta mengingat semua kata-kata Dhananad yang terus menindas Mura dengan memintanya membasuh kaki Chandragupta, dan ketika Mura diikat dan podium untuk menghukumnya penuh dengan kobaran api. Chandragupta berhasil untuk menyentuh garis putih dan mengalahkan tim Makedonia, Dhananad senang dan semua penonton tim Magadha bertepuk tangan.
Pengumuman di buat bahwa Magadha mendapatkan poin 6 dan Makedonia kalah melawan tim Magadha dengan poin 6. Dhananad tertawa senang, Chandragupta berhasil memenangkan Kabbadi semua anggota tim Magadha menggendongnya dan bersorak sorai untuknya. Seleucus menjadi sangat kecewa dengan kekalahannya. Dhananad bertanya pada Seleucus dan mentertawakannya "apa yang terjadi Raja Yunani?".., bukankah ini hanya permainan, anggap saja ini begitu.., aku pikir bukankah selain sebuah permainan, permainan segalanya untuk mu?". Seleucus hanya terdiamm Dhananad berkata pada Seleucus "Tmpaknya bagi ku kau ingin membalsakan dendam atas penghinaan, tapi kau kembali kalah".., tidak apa-apa, kau memiliki keinginan terbaik ku untuk mu, suatu hari nanti mungkin kau juga akan kalah, tapi sekarang terima saja kekalahan mu.., tadi apa yang kau katakan?".., oh iya, nikmati!". Dhananad mentertawakan Seleucus.
Dhananad bertanya pada Chandragupta dan bertanya padanya "Jadi Chandragupta, menurut mu kenapa kau di panggil kesini?".., apakah pengadilan akan memberikan mu imbalan atas kinerja mu dalam permainan karena telah mencuri lagi di istana?". Chandragupta menjawab "yang mulia dalam beberapa hari ini hidup kubanyak mengalami perubahan yang drastis.., dari seorang budak/ pelayan biasamenjadi penjaga keamanan keluarga kerajaan, aku tidak akan pernah tahu kapan rantai perbudakan berubah menkadi gelang oleh yang mulia.., karena keparcayaan dan berkah mu aku terus berkembang jadi itu tugas ku untuk melayani mu sebanyak yang aku bisa sebagai balasannya".., saat aku mendengar Peeplivan dan juga kehancuran/ keruntuhannya, cara mu menghancurkan semua jalan menuju kesana, untuk sampai di tempat itu bukan hanya tidak bisa di lewati tapi juga tidak mungkin.., jadi aku penasaran, aku harus memeriksa keamanan disana, dengan tujuan itu aku mencuri peta dari perpustakaan mu dan menantang diri ku sendiri sehingga aku bisa mengatasi abamyak keterbatasan diri ku, karena kau telah mempercayakan seorang budak/ pelayan seperti ku dengan tanggung jawab penting sebagai penjaga keamanan, aku tidak punya pelatihan untuk itu, jadi aku memutuskan untuk menjadikan perjalanan ini sebagai rezim pelatihan dan belajar dari semua hambatan ku.., karena tidak ada pelatihan yang bisa memberikan ku pelatihan seperti itu".
Dhananad berkata pada Chandragupta "kau sangat kecil tapi pemikiran mu begitu besar!".., jadi apakah mencoba untuk mengatakan bahwa kau sampai di peeplivan?". Chandragupta menjawab "Iya yang mulia".., aku telah menyaksikan dengan mata kepala lu sendiri bahwa semua peninggalan negera itu tidak ada artinya dibandingkan dengan keberanian mu dan telah di hancurkan, aku telah menyaksikannya sendiri cara mu memandikan bangsa itu dengan darah tahun lalu untuk membuatnya tunduk pada mu, itu bangsa yang dimasa lalu sangat bangga, hari ini tunduk pada dominasi mu, hari ini sama seperti debu". Amatya Rakhsas mengatakan pada Dhananad "Yang mulia, pelayan/ budak ini berbohong".., Samdev beritahu pada yang mulia". Samadev berkata pada Dhanand "Dia (Chandragupta) telah berbohong, bahkan dia tidak pernah sampai di Peeplivan, kami telah melihatnya pergi menuju hutan dimana tidak ada manusia yang bisa kembali, mungkin dia keluar dari hutan tapi dia tidak pernah sampai di Peeplivan.., karena sesuai dengan pernitah mu, aku telah membuat persiapan (pengaturan) kemanan yang sangat ketat di Peeplivan". Dhanand berkata pada Chandragupta "Inilah dia, kepala keamanan peeplivan berbicara dengan penuh keyakinan bahwa kau telah berbohong".
Chandragupta berkata "Bagaimana jika aku menunjukkan bukti untuk mendukung perkataan (klaim) ku?".., aku tidak hanya sampai di kerajaan Peeplivan, bahkan aku menerobos keamanan dan memasuki istana.., aku punya buktinya". Chandragupta mengambil gulungan lukisan keluarganya, Mura terkejut saat Chandra menatapnya sebelum membuka gulungan lukisan dan menunjukkannya di depan Raja Dhananad dan semua orang. Dhanand bertanya pada Chdnragupta "Apa yang terjadi pelayan (Budak)?". Mura terlihat sangat tegang, Chandragupta menunjukannya didepan Dhanand, Mura tersentak kaget dan gemetran. Semua keluarga kerajaan terkejut saat melihatnya. Mura menjatuhkan nampan di tangannya, Chandragupta hanya meliriknya dan melihatair matanya. Chandragupta berkata pada Dhananad :Ini lukisan keluarga kerajaan Peeplivan dirumah yang tidak bisa di akses itu.., dan budak ini Mura bisa menjelaskan semua ini". Mura menangis dan Chandrgupta hanya menatapnya.\
Acharya Chanakya bersama ketiga teman Chandragupta di hutan. Sthulbadhra berkata pada Chanakya "Jika Chandra memutuskan sesuatu, maka dia akan melakukannya dengan cara apapun".., tapi Acharya, apa yang telah kau katakan pada Chandra sehingga membuatnya sangat marah". Indera berkata "Tidak pernting apa yang di katakan Acharya kepada Chandra, yang penting Chandra sudah mengetahui masa lalunya.., Acharya siapakah ibunya?". Dhumkethu menimpali berkata "Tolong beritahu kami, Acharya". Chanakya menjawab "Chandragupta adalah pangeran Peeplivan". Sthulbadhra dan teman-temannya tertawa. Sthulbadhra mengatakan pada Chanakya "Lelucon ini tidak terdengar bagus di mulut mu, Chandra hanya berpura-pura menjadi pangeran Peeplivan karena kaisar Dhanand mengangkatnya menkjadi pangeran selama satu hari.., dia tidak nyata". Chanakya menjawab "Chandragupta adalah seorang pangeran, dia pewaris terakhir dari dinasti Maurya dan putra dari mantan raja Peeplivan Chandravardan dan ratunya, Mura". Ketiga teman Chandragupta terkejut saat mendengar kenyataan yang sebenarnya tentang Chandragupta, Chankaya berkata "aku telah menyadari masa lalunya, tapi aku ingin Chandragupta mempelajarinya sendiri dan sekarang dia telah sadar akan masa lalunya". Sthulbadhra berkata dengan terbata-bata "Pa.., pangeran, itu arinya dia puta dari seorang raja dan ratu yang tinggal di istana, dia pewaris keluarga kerajaan dan darah bangsawan mengalir di nadinya". Chanakya menjawab "Iya". Indera berkata pada Chanakya " Acharya, Chandra telah pergi keistana setelah mengetahui hal ini!".., Acharya, kau harus melakukan sesuatu.., dewa yang tahu apa yang akan dilakukannya di istana".., Tidak mungkin untuk memprediksi kapan Chandra akan menjadi gila". Chankya mengatakan "Babak baru dari kehidupan Chandragupta telah di mulai setelah dia mengetahui tentang masa lalunya, aku mencoba untuk menghentikannya, tapi Chandra tidak mau mendengarkan aku".., sekarang apapun yang akan terjadi padanya di istana dia harus menghadapinya sendiri". Dhumkethu berkata "Tapi Acharya".. Acharya Chanakya mengatakan "Orang yang akan memimpin seluruh bangsa suatu saat nanti harus menyadari bahwa tindakan dan keputusannya tidak hanya akan memperngaruhi dirinya sendiri tapi juga mempengaruhi rakyat dan seluruh bangsa"
Dhanand seolah tidak percaya dengan lukisan yang ada di depannya, ia mengeker lukisan itu dengan tangannya berkata "Chandragupta benar, dia telah pergi ke Peeplivan dan tidak ada keraguan tentang itu".., Mura, lukisan ini mencerminkan waktu baik mu, Mura, apakah aku benar?". Mura hanya tertunduk dan terdiam. Dhananad berkata "Berikan dia lukisan ini, sehingga dia bisa meneteskan air mata atas kemalangannya dan untuk mengenang keluarganya yang telah hilang.., berikan dia lukisannya, Chandragupta.., pergilah". Chandragupta berjalan mendekati Mura dan memperlihatkan lukisan itu, Chandra hanya terdiam menatap Mura. Kilas balik di tampilkan ketika Chandragupta kecil dipisahkan darinya dan Chandra hanya mendapatkan gelang ibunya. Kilas balik berakhir, Mura menangis tak berdaya, begitu juga dengan Chandragupta yang menyembunyikan air matanya dari Raja Dhananad dan keluarga kerajaan yang kejam, Chandra memberikan lukisan itu, Mura mengambil lukisan itu dan membawanya kedalam pelukannya dan pegi. Chandragupta mengedalikan emosinya, Pandu terus mengawasinya, Chandra menghapus air matanya dan menenangkan dirinya kembali.
Dua prajurit utusan Rakhsas ketakutan dan berlutut meminta maaf . Dhanand mengatakan "Kalian tidak perlu khawatir, aku tidak akan menghukum mu.., aku akan mengirim kalian ketempat tinggal yang dikelilingi oleh taman hijau yang subur, hewan dan burung, nikmati masa tinggal mu dihutan yang mengerikan itu!". Dua prajurit itu menolaknya "Tidak yang mulia". Dhanand berkata "Bawa mereka pergi". Prajurit lainnya membawa kedua prajurit yang telah gagal itu pergi. Chandragupta memejamkan matanya dan menengkan dirinya, Dhananad bertanya "Chandragupta, apa yang harus kita lakukan untuk meningkatkan keamanan istana kita?".., aku perlu memiliki parameter failsafe". Chandragupta menjawab "kekurangan keamanan telah berkontribusi pada pelanggaran keamanan, kita harus merekrut dan melatih lebih banyak dari mereka dan harus menggunakan keamanan secara bergiliran untuk membuat mereka lebih waspada dan beristirahat, ini akan membatu mereka lebih waspada dan selalu waspada". Dhanand berkata "Luar biasa!".., ini benar-benar hebat!".Dananad berkata "Mahamatya!".., umumkan kenaikan pajak di kerajaan". Chandragupta terkejut. Rakhasas mengatakan "Ya Yang mulia".Dhananad membelai rambut Chandragupta berkata "Aku punya firasat bahwa jalan mu masih panjang lebih dari yang bisa aku bayangkan". Chandragupta menjawab "Bahakan aku juga merasa begitu, yang mulia". Dhanand nyengir dan berjalan pergi.
Pandu berkata pada Saudara laki-lakinya (..) "bahkan setelah mengacau bahakan budak ini pada akhirnya berhasil menenangkan hati kaisar, tidak disangka kehilangan kehormatannya justru dia mendapatkan kehormatannya lebih banyak di bawah kasi dan karunianya". Saudara laki-laki (..) bertanya "Apa rencana mu?". Pandu menjawab " Aku tidak tahu mengapa merasa ada sesuatu yang terjadi antara pelayan /budal itu dengan Mura, aku akan mengawasi mereka berdua, kemudian aku akan membeberkan (mengekspos) mereka di depan raja, aku akan menggunakan Mura untuk mengusir pelayan/ budak itu".
Mura membuat bingkai pada lukisan keluarganya, ia mengetokan palu. Chandragupta datang menemui Mura dan bertanya" mengapa kau berbohong?". , apakah kau tidak tahu kebenarannya?". Mura menatap Chandragupta.
Chandragupta memperlihatkan gelang yang menjadi kalungnya dan bertanya" bukankah gelang ini milik mu?".., bukankah aku putra/anak mu?".., kenapa kau menyembunyikan kenyataan/fakta ini dari ku?". Mura hanya menangis dan terdiam, Chandragupta berkata pada Mura" kau peduli tentang aku dan memberikan ku makan dengan baik, kau merawat ku .., bahkan kau mempertsruhkan hidup mu untuk ku, apakah tidak terpikir oleh mu sekarang saatnya untuk memberitahu ku bahwa aku putra mu?".
Pandu datang terpantul dari kaca cermin mengawasi mereka, Chandragupta bertanya pada Mura" aku terus mendekati mu untuk menemukan jawaban, tapi aku gagal untuk mengetahui, bahwa kau orang yang ku cari". Mura hanya menangis dan tertunduk, diluar Pandu terus menguping pembicaraan mereka dan mengawasi.
Comments
Post a Comment