CHANDRAGUPTA MAURYA 43
By Made Titis Maerani
Index Sinopsis : Chandragupta menghadapkan Mura karena tidak mengungkapkan identitasnya kepadanya di masa lalu. Mura tergerak oleh kata-kata Chandragupta, tetapi bayangan Pandu di cermin menghentikannya untuk mengungkapkan hubungannya dengan Chandragupta. Durdhara memutuskan untuk memberikan tugas sulit lainnya kepada Chandragupta untuk memberinya pelajaran. Chandragupta yang kesal dengan mudah dihasut oleh Durdhara dan menyatakan untuk membawakan bunga langka untuknya. Durdhara dan para prajurit menganggap Chandragupta sudah mati dan memberi tahu Dhananand tentang hal itu. Mura menjadi emosional dan mencapai lokasi dari mana Chandragupta hilang. Dia menyesali hilangnya Chandragupta dan mengutuk dirinya sendiri karena tidak mengungkapkan kepada Chandragupta bahwa dia adalah putranya dan satu-satunya pewaris kerajaan Pipliwan. Setelah pengakuan Mura, Chandragupta muncul dan bersatu kembali dengan ibunya.
Chandragupta berkata pada Mura",kau punya banyak peluang,bbahkan kau sama sekali merasa tidak perlu untuk mengatakan yang sebenarnya bahwa aku putra mu.., bukankah kau tahu segalanya?". Pandu terpantul di cermin dan terus mengawasi mereka diluar, Chandragupta berkata pada Mura" meskipun begitu, mengapa kau tetap diam?"..,mengapa kau tidak mengatakan yang sebenarnya?". Mura menangis berkata" Chandra, aku".., Mura terdiam ketika melihar Pandu dari kaca cermin.
Mura lembsli mengambil palu dan mengetoknya dengan sangat keras. Chandragupta berkata pada Mura"apa yang kau katakan?". Mura terus mengetuk keras palu dan.memperhatikan dari cermin, Chandragupta berkata" bagaimana.., bagaimana kau berhati batu?".., apakah kau tidak memiliki cinta untuk ku dihati mu?".., mengapa kau melakukannya?".., sejarang aku tahu semuanya dan berdiri di depan mu dan memohon untuk mendengarnya langsung dari mu, kau masih menolak ku sebagai anak (putra) mu".., kenapa?". Ketokan palu begitu bising, Pandu kesal dan berguam sendirian" Apa yang sebenarnya di bucarakan.., bahkan aku tidak bisa mendengar budak / pelayan itu".
Chandragupta berkata pada Mura" baiklah!".., jika kau ingin menyembunyikan perasaan mu, aku akan melakukan sesuatu yang akan memaksa mu untuk menerima ku sebagai putra mu, dan aku telah memutuskannya".
Pandu masih mengawasu dan Mura masih memukulkan lalu dengan sangat kencang, Chandragupta berkata pada Mura" ini janji ku". Chandragupta pergi dengan rasa kecewa.
Pandu datang menemui Mura yang menyibukan dirinya membingkai lukisan miliknya, Pandu bertanya pada Mura"apa yang ditanyakan budak/ pelayan itu pada mu?". Mura menjawab" aku tidak tahu apa yang dia bicarakan, aku tidak memperhatikannya, kenapa aku harus memperhatikannya?".., seorang budak/ pelayan biasa tidak ada artinya untuk ku, sekarang pergi dari sini..,biarkan aku menghabiskan waktu sendirian dengan keluarga ku". Pandu kesal menghempas lukisan itu dan pergi.
Mura menangis memperbaiki posisi lukisan keluarganya. Mura membelsi lukisan putranya dan menangis tak berdaya"Chandragupta, anak ku".
Dhananand berkata pada Seleucua" aku terkejut ketika aku menerima pesan mu dan kau ingin bertemu dengan ku.., aku pikir kau telah kembali ke Takhsasila setelah di kalahkan dua kali". Seleucus menyiapkan minuman dan menyajikannya untuk Dhananand. Seleucus berkata" hanya kemenangan yang tidak pernah memberikan mu pelajara dalam hidup, terkadang kekalahan mengajarkan kita pada pelajaran yang besar, setelah kekalahan kedua ku aku belajar yang telah gagal aku pelajari setelah kekalahan peryama ku". Dhananand berkata "Jadi pelajaran apa yang kau pelajari?". Seleucus menjawab" Magadha negara yang kuat di wilayah ini bahkan supermasi raja Magadha lebih kuat, seyelah kalah dari.mu dua kali.., aku mengerti bahwa kau jauh lebih kuat dan bertekad dari pada aku".
Dhananand berkata"mereka mengatakan jika seseorang melakukan kesalahan dan menyadarinya, dia tidak boleh dianghap bersalah.., aku senang bahwa kau telah menerima supermadi Magadha, tapi masih ada sesuatu yang madih ingin ku katakan.., apa kah kau benar?". Sekeucus menjawa"kau benar!".., setelah memikirkannya begitu kama, aku memutuskan tidak bijaksana bagi kita untuk sibuk mempermalukan satu sama lain".., aku tidak ingin siapapun mengambil keuntugan perbedaan di antara kita, itulah sebabnya aku memanggil mu ke sini.., sekarang saatnya untuk kita untuk mengatasi masalah kecil ini dan melihat gambaran yang lebih besar sehingga persahabatan kita menjadi lebih kuat".., jika kau setuju, maka".. Sekeucus mengajak Dhaanand bersulang.
Dhananand berkata pada Seleucus" persahabatan di antara kita pasti akan semakin kuat".., dan atas nama persahabatan ini aku akan dengan senang hati meminta mu untuk menikmati masa tinggal mu selama di Magadha, mungkin kau mengaggumi keindahan dan kekayaan Magadha". Dhananand tertawa, mereka bersulang dan Dhananand membuang gelas.Dhananand berkata pada Seleucus",aku menunggu kesempatan untuk bertemu dengan mu lagi teman ku". Mereka berdua berpelukan. Dhananand, Amatya Rakhsas dan pasukannya pergi.
Seleucus beryanya" apakah kau melihat, bagaimana kau mengubah kekalahan mu menjadi kemenangan, sekarang tinggu bagaimana aku menggunakan kekuatan Magadha untuk keuntungan ku selama tinggal di Magadha".., akan segera tidaknada lagi Magadha, tapi juga,seluruh india akan sujut di hadapan ku".
Chandraguota yang kesal dengan Mura, nertemu Badhrasal. Badhrasal berkata pada Chandragupta" jika permainan kecil mu untuk menunjukkan keberanian mu telah berakhir, nungkinnaku akan mendalatkan kembali pekerjaan yang telah ditetapkan untuk mu.., tugas mu untuk menjaga putri Durdhara.., pergilsh kembali bekarja". Chandragupya berkata pada Badhrasal" dengar Badhrasal, inu bukan waktu yang tepat". Badhrasal bertanya" untuk apa ini bukan waktu yang tepat?". Chandragupta menjawab" baiklah, aku akan kembali kesang putri". Chandragupta pergi.
Durdhara berkata" bukankah budak itu senang untuk menerima tantangan?".., sekarang aku akan memberinya tantangan yang akan menjadi alasan kejatuhannya, dan dia tidak akan bisa menolaknya". Durdhara menyeringai.
Chandraguta datang ketika Durdhara mengamuj melemparkan semua barang keluar. Chandragupta bertanya-tanya" ada apa dengan semua ini?". Chandragupta menangkap barang sebelum barang itu mengenainya. Shipra berkata pada Durdhara" putri, tolong dengarkan".. Durdhara berkata" sampai aku menemukan seseorang yang bisa membawakan ku bunga itu, aku tidak akan tenang, aku ingin bunga itu". Shipra berjata pada Durdhara" tapi putri, tidak mungkin untuk manusia mana pun, dan jika,ada yang mencobanya maka kematian orang itu sudah pasti terjadi". Chandragupta bertanya" ada apa shipra?". Shipra menjawab" seseorang telah memberikan deskripsi bunga langka kepada sang putri dan sekarang putri Durdhara menginginkan bunga itu". Durdhara menunjuk Chandragupta" kau".., bukankah kau pengawal ku?"..., itu berarti kau juga beratanggung jawab untuk memenuhi semua keinginan ku". Chandragupta menolaknya" tidak, itu bukan tanggung jawab ku". Durdhara beryanya"betulkah?" .., tapi itu mulai dari sekarang".
Putru Durdhara memperluharjan lukisan bunga yang di inginkannya pada Chandragupta.
Durdhara berkata" inilah bunga langka yang memiliki sembilan warna, yang deskripsinya pernah ku dengar danntempat bunga itu bukan di pohon, tapi disini di kamar ku". Shiora berkata" tapi putri.., ini berbahaya". Durdhara berkata"akan kebih berbahaya jika aku menyakiti diri ku sendiri demi bunga ini".., budak, aku relah di beritahu berkali-kali bahwa tantangan yang menggairahkan mu, jika ini benar, kau harus mebawakan bunga ini untuk ku". Chandragupta berkata" baiklah, aku akan membawakan bunga itu".
Durdhara membawa Chandraguota ke air terjun, Durdhara berjata" pergilah budak!'.., bawakan aku bunga itu". Chandraguota yersentak saat melihat bunga yang terletak di tepian tebing dan tertutup air terjun. Durdhara" inilah bunga langka langka yang mekar hanya sebulan, setahun sekali, inibsalah satu dari jenisnya.., langka dan istitimewa sana seperti ku". Chandragupta hanya terdiam.
Ptajurit berkata" putri, aku pikir tidak mungkin untuk membawa bunga itu". Durdhata bertanya" kenapa?".. Durdhara menunjuk Chandraguota berkata" dia ada disini, favorit kakak ku, pengawal ku, Chandragupta yang bisa melakukan sesuatu yang mustahil.., apakah aku benar, Chandragupta?". Chandragupya telah menghilang, Durdhara berkata" dia kabur" .., beritahu pasa ku bahwa Chandragupta pengecut dan melarikan diri". Suara Chandragupta"putri!". Durdhara dan semua rombongannya terkejut saat melihat Chandragupta sudah berada di tebing.
Chandragupta berkata" didunia ini tidak ada yang membuat ku takut dan aku akan melakukan sesuatu yang mustahil dan membuktikan bahwa kau salah, Chandragupta melempar tali, ia melompat dan meraih bunga namun talinya terputus, Chabdr terjatuh ke sungai. Durdhara menghawatirkannya"budak(pelayan)". Chandragupta menghilang, prajurit mencemooh berkata" dai membual untuk melakukan sesuatu yang mustahil". Durdhara memarahi prajurit" Diam!".., tutup mulut mu dan cari dia". Beberapa prajurit bergegas mencari Chandragupta. Durdhara ketakutan.
Durdhara berkata pada Shipra" kau tahu aku tudak bermaksud untuk melakukannya, aku tidak ingin membunuhnya tapi memberikannya pelajaran, kau tahu aku tidak bermaksud untuk melakukannya".
Dirdhara tetus memanggil Chandragupta" pelayan". Shipra berkata Durdhara " putri tenanglah, para prajurit sedang mencarinya, mereka pasti akan menemukannya selamat". Seorang prajurit teerjun kesungai untuk mencari Chandragupta. Prajurit berkata pada Durdhara"maafkan aku putri, gelombang sangat kuat, bahkan jika dia bisa berenang, dia tidak akan hidup, kami menduga dia sudah mati". Durdhara ketakutan "mati?". Durdhara mengingat keegoisannya terhadap Chandragupta dan merasa bersalah.
Durdhara jembali ke istana, Raja Dhananand mengumpulkan semua orang di pengadilannya.
Dhanaband berkata "Aku telah mengumpulkan kalian semua disinibuntuk berbagi berita bagus, budak ku (pelayan) Chandragupta tidak bisa membawakan bunga langka yang diminta adik ku.., dan Chandragupta.., salam dewa ram2x.., dia meninggal". Mura terkejut.
Dhananand berkata" nah, seorang budak (pelayan) dilahirkan untuk mrlayani seorang raja sampai nafas terakhirnya, tapi aku heran kenapa aku begitu dekat dengannya.., dia mainan yang hebat.., sumber hiburan ku". Mura berkata" tidak".., ini bohong!".., ini tidak benar!". Mura pergi mencari Chandragupta ke air terjun, Mura terus memanggil Chandragupta, ia berkata" dewa, kau mengambil harapan terakhir ku pergi, kau mengambil putra ku dari ku, dia satu-satunya membuat ku bertahan, dia harapan terakhir ku.. "Kau membawanya pergi?".., aku berharap aku bisa memberitahu mu, Chandra".., aku berharap bisa memeluk mu'. Mura mengingat semua kenangan saat pertama kali bertemu Chandragupta. Mura berkata" aku berharap".., aku berharap aku bisa memberi tahu mu dan dunia diatas suara ku, bahwa kau putra ku, pangeran peeplivan.., pewaris terakhir dan klan Maurya, Chandragupta Maurya". Mura terkejut saat Chandra memanggil Mura "ibu!". Mura neryanya-tanya" Chandra?". Chandra muncul dari balik tebing tepat di hadapan Mura, Chandragupta memanggilnya sekali lagi" ibu!".
Mura berjalan mendekatinya.
Chandragupta berkata pada Mura"kau menyimpan kebenaran dari ku selana bertahun-tahun mohon jelaskan aku.., tolong beritahu aku.., aku disini di depan mu". Mereka menangis dan berpelukan. Chandragupta,dan Mura mengingat semya pertemuan mereka. Mura mencium Chandragupta dengan penuh kasih sayang.
Comments
Post a Comment