CHANDRAGUPTA MAURYA 44

 By Made Titis Maerani


Index Sinopsis : Chandragupta menjadi emosional setelah bersatu kembali dengan ibunya. Dia meminta Mura untuk mengungkapkan segala sesuatu tentang Pipliwan. Mura mengungkapkan kepadanya bahwa dua belas tahun yang lalu, Pipliwan adalah salah satu kerajaan paling makmur di bawah kepemimpinan suaminya, Chandravardhan. Dia mengatakan kepadanya bahwa kerajaan Magadha dulu iri pada kerajaan Pipliwan karena mereka gagal beberapa upaya untuk menaklukkan Pipliwan. Dia terus mengungkapkan tentang pengkhianatan Dhananand dan memberitahunya tentang kejadian ketika Dhananand datang ke kerajaan Peeplivan dengan perjanjian  persahabatan.

Chandragupta memakaikan gelang di tangann Mura, Mura tersenyum, dan seketika senyumnya hilang.

Mura berkata pada Chandragupta" kau membuatku berkata yang sebenarnya dengan berpura-pura mati?".., kebenaran yang ku sembunyikan di hati ku". Chanragupta menjawab" ya aku harus berpura-pura, ibu".., tapi bukan untuk membuat mu mengakui bahwa kau ibu ku, tapi untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang muncul sebagai mimpi buruk dan menakutkan ku".

Mura menangis tak berdaya, Chandragupta berkata"selama bertahun-tahun aku terbakar dengan permusuhanndan kebencian, bahwa aku satu-satunya anak yang sial.., yang ibunya meninggalkannya sendirian di dunia ini, aku berharap bahwa orang yang ku benci sejak kecil sebsgai lambang cinta dan kasih sayang dan pengorbanan.., aku berharap aku tahu bahwa kau membutuhkan cinta ku dan bukan kemarahan ku, aku berharap aku tahu bshwa kau membutuhkan nantuan ku untuk mendapatkan kebebasan dari muka Dhananand.., kenapa, ibu?".., kenapa kau yidak mengatakan yang sebenarnya?".., kenapa kau menjauhkan aku dari diri mu sendiri?"..,kenapa ibu,  kenapa?". 

Mura menjawab" karena tidak penting untuk mu ikut  dengan ku, Chandra".., penting bust mu untuk hidup, jika hubungan kita terungkap kedunia dhananan tidakmakan membiarkan mu (membuatmu) tetap hidup.., dia akan membunuh mu seperti Veerbadhra..., Dhananand ingin membunuh mu pada malam yang sama ketika dia menyerang peeplivan".., Chandra bahkan setelah 12 tahun kegelapan malam itu terus menganggu ku bahkan sampai hari ini, aku telah menyembunyikan kebenaran dari Dhananand selama 12 tahun bahwa putra ku masih hidup, tapi dia sudah mulai mencurigai hubungan kita..,untuk menghilangkan kecurigaannya dan untuk menyelamatkan hidup mu, aku membiarkan Veerbadhra di korbankan sesuai instruksi / bimbingan Acharya Chanakya".., jika aku datang kepada mu dan mengatakan yang sebenarnya kau akan mengungkapkan semua perasaan yang telah aku sembunyikan di dalam diri mu selama bertahun-tahun di depan Dhananand, hidup mu akan dalam bahaya.., pengorbanan Veerbadra akan sia-sia dan meditasi ku selama bertahu-tahun juga akan sia-sia.., itulah sebabnya aku berbohong kepada mu"

Chandrahagupta berkata pada Mura" tapi, ibu.., bagaimana bisa ratu perplivan dan khsatrani pemberani menjadi begitu tidak berdaya?".., aku ingin tahu segalanya tentang masa lalu ku, ibu".., katakan pada ku ibu". Mura menjawab" selana bertahun-tahun aku bahkan juga menunggu saat ini untuk memberitahu segalanya tentang masa lalu kita.., 12 tahun yang lalu rymah kita, kerajasn kita,  peeplivan adalah satu-satunya kerajasn Khsatria yang tidak dapat di takhlukkan Dhananand, peeplivan bukanlah alasan kebanggan para Khsatria tapi juga menyebab kekhawatiran Magadha".

Kilas balik ditampilkan saat masa kejayaan Peeplivan. Dihutan kala itu hananand berkata pada ayahnya Mahapadmanada " bagaimana kau menyukai gaya rambut baru ku?".., aku sangat menyukainya, bagaimana menurut mu?".., aku membuat lima penata rambut dan mencoba gaya rambut yang berbeda dan aku menyukai gaya rambut ku yang unik ini".., bagaimana menurut mu,?".., akankah putra Padmanand dengan gaya rambut seperti Dhananand akan membuat semua orang terkejut selana upacara penobatan besok?". Padmananda menjawab"aku menyukainya, aku senang melihat kecintaan mu pada rambut mu, karena rambut adakah identitas kita,para tukang cukur (Napits).., inilah kebanggan kita, tapi jika kau ingin bangkit tentang  harga diri mu dan melakukan sesuatu dalam hidup". 

Padmananda mengajak Dhananand melihat istana kerajaan Peeplivan dari kejauhan dan menunjukknya" jalan ini, jalan yang akan membawa mu kesana Dhanand dimana bahkan ayah mu tidak bisa sampai disana". Dhanand bertanya" Peeplivan?". Padnanand menjawab" ya peeplivan".., Dhananand, sebelum diri mu, tujuh saudara  laki-laki mu masing-masing memetintah Magadha selama satu tahun, tapi mereka gagal untuk menetapkan kekuasaan mereka atas Peeplivan, inilah satu-satunya kerajasn yang menjadi penghalang di jalan ku karena di dominasi dan kebanggaan Ksatria lebih besar dari kita sampai sekarang"..,  Dhananand, jika kau menakhlukkan kerajaan Ksatria itu.., kau akan.menjadi raja dalam generasi Napit uang teladannya akan di berikan selana berabad-abad, aku berjanji pada mu bahwa kemenangan mu akan menjadikan mu raja Magadha untuk selamanya"..,jika tidak, aku akan dipaksa ntuk membagikan kerajaan ku kepada ketujuh saudara itu.., sekarang itu akan diserahkan pada mu".., apakah kau ajan menjadi satu-satunya raja Magadha atau kau hanyazakan menetap hanya di satu kerajaan?".

Dhabanand bertanya pasa padnanan "ayah, apa letak kesulitan dalam mengalahkan kerajaan sekecil itu?". Padmanand menjawab" tidak Dhananand, janganbpernah membuat kesalahan dalam menilai musuh kerajaan, kau harus inget bahwa kerajaan peellivan tidak pernah di kalahkan".., itu bukan isyana, tapi itu sebuah benteng, dan tidak.mungkin untuk menghancurkan benteng itu". Kilas balik berakhir.

Mura berkata" benteng itu sangat kuat sehingga butuh  beberapa generasi dari banyak raja untuk menghancurkannya, tapi mereka tidak berhasil". Chandagupta betkata", ibu,  aku telsh menyadarinya saat aku melihatnya bshwa tidak mudah untuk menghancurkan benteng Peeplivan". Mura menjawab" iya Chandra, benteng itu fi bangun dengan sedemikian rupa sehingga tidak ada yang bisa menghancurkannya untuk melindungi sebagian istana Peeplivan ada setangkian tembok yang di pandu oleh prajurit pejuang dan setia kita, dihadapan para pemanah yang kuat".

Kilas balik masa kejayaan peeplivan ditampilkan kembali. Seorang prsjurit peepivan dintampilkan berkata" kewaspadaan,  kehati-hatian,kejujuran.., ingatlah prinsip itu selama,Masaldev masih hidup di peeplivan apalagi musuh burung punntidak akan bisa mengherakan sayapnya (bulunya)". Semua prajurit peeplivan menjawan"  bailkah, masaldev". Kilas balik berakhir.

Mura berkata"banyak penyerang yang datang, banyak perang yang terjadi, tali tidak ada yang bisa menghancurkan Masaldev dan peeplivan dan itu bukanlah akhir.., bahan kimia khusus dicampur ditanah benteng, bqhan jimia itu akan terbakar saat bersentuhan dengan api setiap kali.musuh menginjaknya, tanah itu akan membakar musuh dengan berubah menjadi api".

Kilas balik ditampilkan . Dhananand berkata" tidak"tidak.., aku tidak ingin mendengar apapun cerita tentang peeplivan, upacara penobatan Dhananand telah berlangsung, sekarang Dhananand akan menulis sejarah baru Peeplivan.., aku ingin solusi untuk prajurit dan tembok itu.., peeplivan akan hilang  di halaman waktu dan batu-batu disana hanya akan berisi simbol (lambang) Magadha.., pasti ada beberapa pilihan yang dapat menangkap peeplivan".., apa pilihan itu?".., aku ingin menang dngan cara apapun".

Seorang brahman dev berkata sebelum mengalami kesialan karena mengungkap hal penting pada Dhananand " untuk mendapatkan kemenangan tidak mungkin, jika kau menangkap turup dengan cara apapun, maka peeplivan akan kembali direbut sekali lagi oleh mu". Dhananand berkata" merebut?" akankah mereka akan merebut kebahagiaan ku dari ku?".., mustahil".., aku yang akan merebut harga diri mereka, kekuatan mereka dan oara ptajurit mereka dari mereka!, dengan menghancurkan peeplivan aku ajan menjadi raja tertinggi". Dhananand  menyeringai.

brahman dev berkata"maafkan aku, yang mulia.., tapi takdir telah memilih orang lain untuk menjadi raja tertinggi". Semangat gila Dhanahand memudar, pandit ji berkata" sekitar empat tahun yang lalu, aku meramalkan pangeran yang baru lahir, nasibnya tak terkalahkan tidak  akan ada musuh yang bisa mengalahkannya .., dia,akan menjadi raja tertinggi yang akan menyatukan india ". Dhananand menunjukkan rambut ditangannya pada brahman dev dan membuangnya.

brahman dev ketakutan, ia berkata" tapi masih ada jalan, yang mulia".., jika pangetan itu terbunuh di usianya yang lebih muda, maka perjalanan mu menjadi pangeran tertinggi akan.menjadi lebih mudah, jika tidak".. Dhananand bertanya " jika tidak apa?". Pandit ji menjawab" kslsu tidak, pangeran itu akan tumbuh besar dan membunuh mu". Dhananand betyanya pasa pandit ji (brahman dev)" siapakah pangeran itu yang akan menjadi kematian ku dimasa depan?". brahman dev menjawab " aku tidak tahu namanya, tapi aku tahu itu".., bahwa dia pangeran peeplivan". Dhananand mentertawakannya dan berkata"takdir.., takdir.., aku sangat menyukai permainan takdir yang indah ini".., pangeran dari kerajaan yang sama yang ingin aku tangkap akan menjadi alasan dari kematiannku di masa depan.., sekarang aku harus membunuh pangeran itu untuk menjadi raja di masa depan, itu menyedihkan tali aku tidak suka ke kalah dan bagi ku untuk melakukannya dan mengalahkan takdir".., omong-omong, ada sesuatu pekerjaan penting lagi yang tertunda, apakah kau tahu apa itu?".

brahman dev bertanya" apa, yang mulia?". Dhanananand menyeringai, berdiri didepan brahman dev berkata"kata-kata sial seharusnya kekuar dari mulut mu yang sial!'. Dhananand marah dan mencengkram lehernya, brahman dev menjerit ketakutan nsmun Dhananand tertawa mengeluarkan pisau cukurnya dan memotong lidahnya, brahman dev menjerit kesakitan. Dhananand berkata" nasib telah di bungkam.., ular!".., sejarang aku ingin bertemu  pangeran peeplivan".

Di istana peeplivan Chandragupta kecil di tampilkan berlatih pedang, ia berkata" Aku Chandraguota Maurya!".., pangeran Peeplivan!".., berhenti!"..,siapapun yang akan menentang orang-orang atau keluarga ku, harus menghadapi ku!".

Chandravardan berteriak " Aduh, Chandra, kaki ku!" . Chabdragupta kecil melempar pedang dan betlari ke ayahnya dan beryanya",apa yang terjadi dengan kaki mu, ayah?".

Chandravardhan berkata " Chandragupta yang terhormat, kemarilah!". Chandra kecip duduk di pangkuan ayahnya.

Chandravardan berkata pada Komandan Masaldev" prajurit ini telah menyerahkan pedangnya, kau harus memarahi Chandragupta". Masaldev menjawab" Maafkan aku, raja.., aku telah berhutang budi".., yang mulia dan ratu telah menerima ku sebagai keluarga, aku tidak bisa memarahi pangeran yang tidak bersalah ini.., aku tidak akan bisa memarahinya". Chandravardan berkata pada Chandragupta kecil" tidak ada yang terjadi pada kaki ku dan ini ujian mu dan lihatlah..,kau telah gagal".., aku sudah menjelaskannya berkali-kali, nak".., saat musuh menghadang mu maka 

Fokus mu hanyalah meraih kemenangan dan tidak terbawa arus, hanya dengan begitu kemenangan akan menjadi milik mu".  Chandra kecil berkata"Tapi, ayah.., selain menjadi pemberani, deorang oejuang harus memiliki empati.., tanpa empati seorang pejuang hanya akan menjadi pembunuh, ibu ku telah mengajarkannya". Ratu Mura datang berkata",sangat bagus, Chandragupta". Mura tersenyum dan bertepuk tangan.

Dhananand berkata pada Chandravardan" ketujuh saudara laku-laku ku terus menerus menyerang mu, tapi tiap kali mereka tidak berdaya di depan kekuatan mu, aku percaya dengan belajar dari kesalahan orang lain.., jafi aku satang ke tempat tinggal mu yang aederhana ini untuk memperpanjang kersahabatan ku, aku berharap permusuhan dan kebencian diantara kita akan berakhir.., itulah sebabnya aku datang kesini membawakan hadiah untuk mu". Dhananand menunjukkan patung emas". Mata Dhananand sesekali menatap tajam kearah Chandragupta kecil". Dhananand inget kata-kata Brahmandev bahwa jika pangeran itu mati dimusia remja maja impinannya untuk menjadi kaisar akan menjadi kenyataan, atau setelah dewasa anak itu akan menjadi kematian Dhanand. Dhananand terus menelototi Chandragupta kecil dengan tajam.



Comments

Popular posts from this blog

CHADNRAGUPTA MAURYA 54 By Made Titis Maerani