CHANDRAGUPTA MAURYA 45
By Made Titis Maerani
Index Sinopsis : Mura mengungkapkan kepada Chandragupta tentang pengkhianatan Dhananand dalam bentuk hadiah yang merupakan patung emas bentuk 'Ardhanareshwar' Siwa. Dia juga menjelaskan kepadanya tentang tentara Magadha yang tersembunyi di dalam patung, mereka menyerang Peeplivan di malam hari. Mura kemudian mengirim Chandragupta bersama dengan panglima tertinggi untuk memastikan keselamatannya. Mura juga mengungkapkan tentang kebohongan Dhananand bahwa Chandragupta sudah mati saat berperang melawan Chandravardhan untuk mengalihkan perhatiannya dan kemudian membunuhnya. Kemudian, Chandragupta memutuskan untuk membalaskan kematian ayahnya kepada Dhananand.
Kilas balik menampilkan di masa kerajaan peeplivan, Dhananand datang ke kerajaan Peeplivan dengan patung emas besar dengan pasukan magadha yang bersembunyi di bawah patung, Dhananand berkata pada Raja Chandravardan" Aku yakin akan sangat senang melihat patung Ardhnnaswar ini, sebuah perang tidak terbatas hanya dua penguasa, tetapi perang antara dua negara dan rasa sakit akan mengalir ke semua orang.., tidak ada lain mendapatkan kegembiraan darinya dan juga tidak ada kedamian dan oleh katena itu aku datang mesini untuk menghentikan pertumpahan darah ini".
Raja Chandravardan berkata pada Dhananand " aku menghormati perjanjian mu, tapi kau bisa saka mengirimkan perjanjian ini dengan seorang utusan". Dhananand berkata" tentu saja aku aku akan melakukannya, tali ini akan menjadi penghinasn untuk raja besat seperti mu dan oleh karena itu aku datang kesini sembarangan, tanpa senjata.., karena aku tahu bahwa seorang raja sejati tidak pernah menyerang orang yang tidak bersenjata, aku sangat mengerti kau perlu waktu untuk memikirkannya dan aku meminta kau pergi". Mata Dhananand tetap melirik dan menata jahat pada pangeran Chandragupta kecil, Dhananand pergi dan menyeringai.Chandravardan berkara pada komandan Masaldev" tolong bawa masuk hadiah ke istana". Masaldev menjawab" seperti yang kau perintahkan, yang mulia".
Mura berkata pada Chandravardan "apakah benar kau menerima hadiah dari Dhananand?" . Chandravardan menjawab" kau berasal dari Klan prajurit,bahkan jika musuh menyerang kapan saja kita siap untuk. menghadapi mereka dalam perang ( Pertempuran)". Ribuan pasukan Magadha keluar dari tempat persembunyiannya di hadiah patung dan mereka menyerang dan membunuh ptajurit peeplivan secara membabibuta. Mura berkata pada Chandravardan akan keraguannya"meski begitu, kita harus memperkuat penjagaan kita".., Dhananand adalah ular yang bisa menyerang kapan saja". Dhananand dan pasukan Magadha secara berutal dan membabi buta membunuh ptajurit penjaga Peeplivan, Dhananand tertawa keji menerobos masuk pertahanan istana Peeplivan, ia memerinyah pasikannya untuk menyerang.
Bunyi denting lonceng perang dan bahaya mengejutkan Chandravardhan dan Mura. Chandravardan bertanya-tanya" gong perang pada jam segini?". Mereka melihat kekacauan yang di buat Dhananand dari teras kamar. Pasukan Magadha mengepung dan menjebol pertahanan keamanan Peeplivan, Dhananan membunuh prajurit peeplivan dengan pedang di tangannya.Chandravardan berteriak"Dhananand, kau datang kesini dengan perjanjian perdamian damai!". Dhananand berkata" tidak, Chandravardan, aku mencari perang". Dhananand tertawa keji. Kilas balik berakhir.Mura berksta pada Chandragupta",dan terungkaplah peristiw-peristiwa yang mengubah sejarah peeplivan, menodai kehormatan dan kebanggaan klany prajurit dan kau diambil dari ku".
Kilas balik ditampilkan, Chandravardan berkata kepada komandan Masaldev" bawa ratu dan pangeran ke tempat yang aman, pergilah!". Mura menolaknya " tidak suami ku, aku tidak bisa meninggalkan mu dalam bahaya dan aku baru mengatakan bahwa seorang pejuang selalu siap untuk melawan musuh dannitu tugas mu untuk berada disamping mu seperti gunung yang tidak tergoyahkan, aku akan memenuhi tugas ku". Chandravardannmenatap Chandragupta kecil berkata" tidak, ini perintah ku,Mura".., tigas mu untuk menjaga masa depan peeplivan, pergilah siapkan Chandra.., jika aku jatuh maka dia harus kembali mendapatkan kembali kerajaannya". Mura berkata pada Chandravardan"suami ku".Chandravardan berkata"Chandra harus membalas kematian ayahnya dan dia akan melakukannya, pergilah!" .
Dhamanand dan pasukan Magadha telah menguasai dan membantai seluruh pasukan perplivan dengan sangat berutal, Dhananand teetawa puas berkata" bunuh mereka semua, bunuh setiap prajurit perplivan yang kalian temukan, bunuh harga ditr dan kehormatan mereka!".., dan tunjukkan pada mereka kehebatan tukang cukur, Nand!".., bawakan pangeran itu!".., dimanakah putra mura (pangeran itu)?".
Mura meminta pada Masaldev untuk membawa Chandragupta pergi ke tempat uang aman, Mura berkata" komandan, aku tidak akan ikut dengan mu.., aku akan terus berjuang, kau harus pergi membawa putra ku pergi bersama mu..,bawa dia ke kakak (saudara ku)". Chandragupta kecil memanggil Mura" ibu, aku tidak ingin meninggalkan mu". Mura mengusap air matanya, Muta berjata pada Masaldev"komandan, bawa Chanra pergi!". Masaldev mengandengnya, Chandragupta kecil terus merengek berkata" ibu aku tidak ingin pergi".., ibu". Chandragupta kecil hanya mendapatkan gelang ibunya. Kilas balik berakhir. Chandragupta berkata pada Mura" aku bangga bahwa aku putra dari seorang ibu yang sangat menderita untuk mengirim putranya pergi, dehingga dia bisa bertarung sebagai berjuang untuk melindungi rakyatnya dan krrajaannya". Kilas balik menampilkan ketika Mura bertarung edang dengan semua pasukan Magadha yang telah berhasil memasuki ruangannya, namun prajurit melukai ysngan dan Mura dengan sadis.
Diluar Vhandrabardan bertarung dengan pasukan Magadha, Dgananand marah berteriak" berhenti, Raja Chandravardan". Mura ditangan Dhananand dan tertawan. Dhananand mengarahkan pedang keleher Mura Dhananand berkata" jika tidak, istri tercinta mu akannkehilangan nyawanya". Mura betkata pada chandravardan" tidak suami ku, kau tidak akan pernah menyerah dan tidak untuk istei yang kejam ini".., tidak". Dhananand menyeringai dan.menghoreskan pedang ke lehernya, Chabdravardan menurunkan pedang dan menyerah.Mura bertanya" kenapa, suami ku?". Dhananand mentertawakan mereka. Chandravardan betkata pada Mura" kau yelah mengajarkan ku bahwa seorang pejuang sejati sangat sensitif dan penyayang". Chandravardan juga menjaditawanan dan terkepung oleh pasukan Magadha.
Dhanand membawa Chandravardan dan Mura ke Magadha sebagai tahanan perang mereka, semua orang bersorak-sorai untuk salam Dewa Magadha. Dhananad menghentikan sorak sorai mereka. Dhananad menlihat Chandravardan dan Mura, ia berkata pada Amatya Rakhsas " Hanya ada Raja dan ratu saja?.., dimanakah pagerab itu, penasehat?". Amatya Rakhas mengatakan pada Dhanand "Maafkan aku, dewa ku".., aku tidak bisa menemukan pangeran kecil itu dimanapun, aku pecaya dia di kirim ke temppat penyimpanan rahasia". Chandravardan menatap Mura, Mura hanya menganggukan kepalanya. Amatya Rakhsas mengatakan pada Dhananad dan menyakinkannya "Tapi yakinlah yang mulia, mata-mata ku pasti akan menemukannya". Dhananad marah berkata "Aku tidak akan memenangkan tahnta ini jika masih ada satu musuh yang lolos dari jangkuan ku!". Dhanand tersenyum berkata "aku menginginkan pangeran itu".
Chandravardhan mengatakan pada Dhananad " memang benar apa yang aku dengar tentang mu.., Nanada, seorang bangsawan .., kau bukanlah rajam Penjarah!".., kau tidak layak di sebut sebagai seorang laki-laki.., kau ingin membunuh bayi". Amatya Rakhsas marah menegur Chandravardan. Dhanand hanya menyeringai dan berkata "Chandravardan". Dhananad bergitu sangat marah dan mencengkram baju besinya. Chandravardan berkata pada Dhananad "Sepertinya keinginan mu membangun keinginan mu?.., bebaskan aku dari ikatan ini dan aku akan menunjukkan pada mu apa itu pejuang, manusia rendahan!". Dhananad bertanya-tanya berkata "sebuah tantangan?". Dhananad mengatakan pada Chandravardan "aku menerimanya.., besok sat fajar kita akan bertarung di hutan Peeplivan mu, dan ratu mu.., istri mu, dia akan melihat suaminya mati di depannya". Chandravardan marah, Dhanaand hanya nyengir. Amatya Rakhas meminta pada penjaga untuk membawa Chandragupta dan Mura pergi. Chandravardan berkata "Ayo Mura". Amatya Rakhsas mengatakan pada Dhananad "Izinkan aku memberitahu mu, tidak ada prajurit yang bisa mengalahkan Chandravardan dalam pertempuran". Dhananad berkata pada Rakhsas "sampai sekarang, penasehat".., tapi mulai sekarang dan seterusnya hanya akan ada satu pejuang hebat!".., Dhananad". Amatya Rakhasas berkata "Luar biasa". Dhanaand tertawa.
Keesaokan paginya, Dhanand dan Chandravardan bertarung pedang di hutan Peeplivan dan mereka bertukaran pedang. Dhanand melemparkan pedang pada Chandravardan. Dhananad berkata "aku bisa saja membunuh mu kemarin, Chandravardan.., tapi aku tidak ingin kehilangan kegembiraan untuk membunuh serorang raja didapan rakyatnya dan istrinya dengan pedangnya sendiri". Chandravardan berkata pada Dhananad " Ini arena bukan kios tukang cukur, bukan kata-kata tapi senjata yang harus berbicara, manusia rendaahan!". Dhananad dan Chnadravardan mulai menyerang satu sama lain dengan pedang di tangan mereka, Chandravardan berhasil mematahkan serangan Dhanaand dan memukulnya.
Prajurit Magadha akan mengempung Chandravardan, Dhananand berkata"duelmini antara seorang pejuang dan Nand yang rendahan, tidak akannada orang lain yang ikut campur". Dhananand menjadu marah dan menangikis semua serangan Chandravardan, ia memegangi kakinya, Chandravardan sekali lagi mematahkan serangan Dhananand hingga berhasil membuatnya terjatuh di tanah.
Dhananand mentertawakannya saat Chandravardan akan menyerangnya, Dhananand berkata pada Chandravardan "sekarang kau akan kalah bahkan jika kau membunuh ku, sejak harapan mu hilang.. Orang-orang ku telsh membunuh putra mu!"'. Mura dan Chabdravardan tersentak, Dhananan berkara"psngeran peeplivan sudah mati". Chandravardan menatap Mura yang menangis, diam-diam Dhananand memanfaatkan kesempatan untuk mengambil pedang yang telah sengaja di berikannracun dan menyerang Chandravardan, lengan Chandravardan berdarah.
Mura berkata"tidak!". Dhananand kembali mentertawakannya, Chandravardan mulai kehilangan keseimbangannya, pandangannya menjadu buyar, Dhananand mentertawakan ketidak berdayaanya. Kilas balik di tampilkan, ketika Dhananand menuangkan seluruh permukasn pedang dengan racun yang mematukan. Dhananand berkata pada Amatya Rakhsas " Chandravardan telah memuntahkan racunnya terhada ku dan racun ini ajkan membunuhnya". Kias balik berakhir.
Dhananand hanya meteryawakannya dan menyerang Chandravardan yangvsudah tidak berdaya dengan mudah, Dhananand berkata" kebnencian berbida, kau meludahi ku kemarin dipengadipan mu.., aku telah menoreskan pedang didalamnya dan mengembalikannya pada ku". Dhananand kembali menghindari serangan Chandravardan, ia berkata"satu lagi, putra mu belum mati dia madih hidup.., yapi sekarang kau yang akan mati, aku tidak memerlukan waktu yang lama ntuk mengakhiri hidupnya dan ksu akan degera untuk beryemu putra mu, taou bukan disini, kepada dewa!'".., aku ajan meliharnya di akhirat". Dhananand jembalu menghindari serangan Chandravardan dan menusuk perutnya, mura berteriak histeris memanggil "suami ku". Chandravardan mati ditangan Dhananand tepat di hadapan Mura.
Mura berusaha untuk mendekatinya namun Dhananand berdiri dan menghalanginya.
Mura berkata pada Dhananand" bunuh aku.., bunuh aku Nand!". Mura pasarh memejamkan matanya, dan Dhananand hanya menusuk pedang di tanah, Dhananand bertanya pada Mura" kau ingun aku membunuh mu?".., dama sekali tidak, kau tanda dari memenangan ku ini yang tamoakya selalu sulit untuk di pahami, aku tidak akan membunuh mu.., sebalknya aku akan mengikatmu sebagai seorang gadis yang melayani ku.., jadi setiap kali aku menginjak-injak harga diri mu di bawah kaki mu semua orang akan mengingat hari ini dann kemengan ku atas semua pejuang!". Mura hanya menangus taj berdatta menatap Chandravardan yang telah tewas. Kilas balik berakhir.
Mura berkata pada Chandragupta"kau harus membalas kematian ayah mu!'.., kematian ayah mu, milik mu dan peeplivan". Chandragupta dangat marah, Mura melepaskan gelang, ia berkata pada Chandragupta"aku mengerti perasaan mu, kau telah mengembalikan gelang ini kepada ku, tapi Dhananand tahu betapa pentingnua gelang ini untuk mu.., jika dia melihat gelang ini bersama ku, dia akan tahu tentang ikatan (hubungan) kita.., jadi akan lebih baik jika kau menyimpannya di tempat mu". Mura menangis Chandraguts berkata pada Mura"tidak ajan ada lagi airmata mu, bu.., sekarang hanya akan ada darah Dhananand, sekarangvaku akan pergi kepadanya dan membalaskan dendam untuk semua siksaan dan rasa sakit yang dia berikan kepada mu!". Chandragupta berteriak penuh amarah menyebut nama Dhananand, Chandragupta berkata"aku bukan lagi budak mu tapu aku kematian mu, aju akan membalaskan rasa sakit yang diderita ibu ku dan aku akan membuat mu membayar atas pembunuhan ayah ku!".
Comments
Post a Comment