CHANDRAGUPTA MAURYA 46
By Made Titis Maerani
Index Sinopsis : Pengungkapan Mura tentang pembunuhan brutal Chandravardhan di tangan Dhananand memicu murka Chandragupta. Dia memutuskan untuk membalas kematian ayahnya. Tiba-tiba, sekelompok tentara menangkap Chandragupta dan memisahkannya dari Mura. Chanakya mengungkapkan kepada Mura tentang niatnya yang sebenarnya dan mengatakan bahwa Chandragupta-nya harus berhenti mengamuk untuk beberapa waktu sampai dia sepenuhnya siap untuk merebut Dhananand. Kemudian, Chanakya mulai menguji Chandragupta dan memberinya pelajaran penting untuk bersiap menghadapi Dhananand. Di tempat lain, Dhananand dibangunkan oleh mimpi pagi dan meminta Amatya Rakshas untuk menemukan cara untuk mencegah peristiwa itu terjadi.
Mura meghentikan Chandragupta yang akan membalaskan pendrritaan ibunya dan kematian ayahnya " berhenti Chandra, kau belum siap untuk melawan Dhananand, kau masih anak-anak". Chandragupya beekata pada Mura" tapi ibu, Dhananand pembunuh ayah ku, aku minta maaf katena jika,aju berheti sekarang air mata mu juga tidak akan berhenti dan aku tidak ingin itu terjadi". Vhandraguota berjalan petgi, Mura berkata pada Chabdragupta " berhenti Chandra jangan pergi, Chandra berhenti". Chandragupta mendengar suara dan berkata pada Mura untuk melundunginya"ibu akan lebih baik jika tifak asa yang melihat mu bersama ku, ikutlah dengan ku". Chandragupta dan Mura berlari, seutas kaki megikat kaki Chandragupta dan menjebaknya dengan jaring, beberapa pasukan berkuda membawa Chandragupta pergi. Chandragupta berkata"lepaskan (tinggalkan) aku, kemana kau akan membawa ku?".., lepaskan"
Mura mengejarnya dari belakang, Avharya Chanakya menghentikan Mura. Mura terkejut melihat Acharya Chanakya dan berkata "Acharya, mereka telah mengambil Chandra ku". Chanyakya menjawab "aku tahu, itu terjadi sesuai dengan pesan (perintah) ku". Mura tersentak dan heran "Apa!".., sesuai dengan pesan ( perintah) mu". Chanakya menjawab "Ya, karena baik itu darah atau susu jika belum mendidih sebelum waktunya akan menyebabkan kehancuran diri dan aku tidak akan pernah membiarkan Chandragupta menghancurkan dirinya sendiri karena kemarahan dan amarahnya untuk membunuh Dhanand dan bukan untuk menghancurkan dirinya sendiri.., Chandragupta telah menjadi budak dari pada menjadi seorang pangeran dan setelah mengetahui tentang masalalunya, jiwa batinnya telah terluka, sekarang Chandragupta seperti singa yang sedang terluka yang pasti akan terbukti mematikan untuk beberapa waktu, tapi karena cedranya pada akhirnya dia akan menjadi mangsa yang akan sangat mudah, aku akan memberikan Chandragupta baju besi pendidikan, aku akan memberikannya perisasi pelatihan, aku akan menjadikan kemarahannya menjadi senjatanya dan bukan sebagai kelemahannya.., sekarang Chandragupta tidak cukup mampu untuk menghadapi Dhanand, bahkan kau tidak menyadari tentang kebenaran ini".., Dhananad kejam dan juga licik, tapi dia bukan;ah orang yang bodoh, dia akan menyadari api balas dendam menyala di mata Chandragupta dari kejauhan".., aku akan memberikan arahan pada api balas dendam yang berkobar di hati Chandragupta, aku akan mengajarkannya untuk mengendalikan amarahnya, aku akan menjadikannya seroang pria dan seorang anak laki-laki, pada hati aku percaya sepenuhnya bahwa Chandragupta telah mampu untuk menyelesaikan Dhanand dan aku sendiri yang akan mengirmnya ke Magadha, sampai saat itu terjadi kau kembalilah ke Pataliputra dan menunggu kedatangan raja masa depan dari india yang bersatu.., Inilah janji Acharya Visnugupta Chanakya kepada seorang ibu dan tanah air ini bahwa Chandragupta Maurya akan menjadi satu-satunya raja India". Chankaya memegangi rambut panjangnya yang tidak terikat.
Malam hari, Mura memangis kembali ke istana Magadha, ia berdiri di depan musium baju perang dan senjata mendiang suaminya di simpan saat mengingat pesan mendiang Chandravardan bahwa ketika terjadi sesuatu padanya maka Cahndragupta harus kembali merebut kerajaannya dan Chandragupta harus kembali untuk membalaskan dendam ayahnya. Mura menatap lukisan keluarganya, Mura berkata "Masa depan yang telah kau umumkan sebelum pergi, telah tiba sekarangm suami ku".., kau telah mengumkan bahwa putra kita akan membalaskan dendam kita dan membalaskan dendam atas setiap sikasan yang telah di alami oleh Peeplivan, sekarang saatnya telah tiba, Chandragupa telah menemukan siapa dirinya, seluruh dunia akan mengakui akan kebenaran ini melalui kebernaiannya bahwa putra Chandragupta yang agung dan kebanggan Maurya dan pembalasan atas kematian Peeplivan dan Atas Dhanand pada putra kita, Chandragupta Maurya adalah raja masa depan India bersatu".
Dhanaand diganggu akan mimpi buruk ketika tidur yenyaknya, sosok Chandragupta menganggu tidurnya sedang mengasah pisau cukur milik Dhananad, ia mengejutkan ketenangan Dhananad. Dhanand bertanya-tanya "Siapa itu?".., siapa di sana?". Chandragupta muncul didepan Dhananad dan menatapnya penuh dengan amarah, Dhananad bertanya-tanya "Chandragupta?". Chdnragupta menghempaskan pisaucukur tepat dihidung Dhanand, Dhananad berteriak memegangi hudngnya dan tersadar akan hayalannya. Dhanand meminta untuk dibawakan cermin, dua orang pengawal membawakannya cermin, Dhanand berkaca pada cermin dan bertanya"apakah hidung ku baik-baik saja?".., apakah masih tetap pada posisinya?". Mereka hanya terdiam, Dhananad memarahinya "Jangan diam saja, apakah hidung tetap pada posisinya?". Seorang pengawal menjawab "Ya yang mulia, hidung mu masih utuh". Dhanand merasa aneh dan bertanya-tanya dalam hatinya "Itu mimpi yang aneh".
Chandragupta terus diguyuri dan kedua tangannya diikat di pepohonan oleh Acharya Chanakya dan murid-mudrinya. Chandragupta sangat marah ketika melihat ketiga temannya juga akan menyiramnya dengan air. Sthulbadhra berkata pada Chanakya " Acharya, tolong selesaikan masalah ini, apakah kau ingin menjadikan Chandragupta Kaisar atau pria yang menedrita flu?".
Chanakya menatap Sthukbadhra dengan tajam. Sthulbadhara berkata "Chandra, maafkan aku". Sthulbadhra mengguyur Chandragupta. Indera dan Dhumkethu ketakutan. Acharya Chanakya mengatakan "lemparkan lebih banyak air, mungkin air dingin akan menengkan amarahnya yang membara". Indera mengguyurnya, Chandragupta berteriak marah, Chandragupta berkata "Tidak hanya air ini bahkan seluruh salju himalaya tidak akan bisa menenangkan api pembalasan dendam ini, Acharya!".., kemarahan ini hanya bisa mereda hanya dengan darah Dhananad".., Acharya, bahkan kau menginginkan aku membunuh Dhananad, lalu kenapa kau menghentikan aku?".., lepaskan aku, Acharya"..., tugas ku memanggil ku".., lepaskan aku, Acharya!". Acharya Chanakya mengatakan pada Chandargupta "Jika kau bisa untuk mengendalikan amarah mu di dalam maka tidak akan ada yang bisa membantu selain itu, tapi jika kemarahan mengendalikan mu dan membuat mu terus membara maka tidak ada musuh yang lebih besar dari itu".., ketika kau mulai belajar untuk mengendalikan amarah mu, cobalah untuk hidup dengannya.., ketika kau akan menggunakannya sebagai senjata".., saatnya aku akan yakin bahwa kau mampu untuk menyerang dan juga mampu untuk menanggung luka maka kau akan mendapatkan kesempatan untuk membalaskan dendam pada Dhananad".
Dhananad mengumpulkasn semua Acharya dengan kegelisahannya atas mimpi buruknya. Dhananad berkata "Kalian semua orang Magadha yang paling intelektual dan beprngetahuan, katakan pada ku arti dari mimpi yang aku alami?". Seorang Acharya berkata pada Dhanand "Maafkan aku kaisr, bagaimanapun mimpi tidak lebih dari namanya, tidak perlu menjadi gelisah karenanya dan budak/pelayan yang sudah mati, tidak akan hidup jika hanya datang dalam mimpi mu, itu mimpi umum yang tidak perlu di khawatirkan oleh raja Magadha". Dhanand meragukan kata-katanya berkata "Ilusi, mungkin kah itu hanyalah ilusi.., pada saat yang sama aku bermimpi bahwa aku akan menjadi kaisar Magadha dan mimpi itu menjadi kenyataan dan aku melihat mimpi itu pada saat yang sama dan kau mengatakan bahwa aku tidak perlu merasa terganggu".
Acharya itu hanya tertunduk ketakutan, Dhananad mengatakan "apakah kau menganggap ketidaksabaran ku sebagai kelemahan ku bahwa aku akan di ikuti oleh mimpi?". Acharya berkata "Itu tidak sama sekali, yang mulia.., aku hanya ingin mengatakan itu hayalah mimpi dan bukan kenyataan". Dhanand mentertawakannya berkata "Sangat bagus!".., dengan sudut pandang ini semua masalah akan teratasi setiap kali ada dalam hidup.., sesroang harus mengabaikannya sebagai mimpi buruk, iya kan?". Dhanand berdiri didepannya, Acharya itu berkata pada Dhanand "Tidak, tidak". Dhanand hanya tertawa dan mengeluarkan pisu cukurnya kemudian memotong hidungnya, ia menjerit kesaiktan. Dhanand bertanya padanya "Apa yang terjadi, apakah itu menyakitkan?".., dewa yang baik, anggap saja itu hanya mimpi, anggap saja hal ini tidak pernah terjadi dan juga tidak ada sedikit pun rasa sakit atau kekhawatiran". Acharya itu memegangi hidungnya dan kesakitan.
Dhanand bertanya pada Amatya Rakhsas "Mahamatya, sekali lagu para Acharya ini telah mengecewakan aku.., dibenteng mu apakah tidak ada Acharya yang lainnya di Magadha yang akan menjawab rasa jegelisahan ku (ketidak sabaran) ku?".., katakan pada ku, Mahamatya, Apa yang harus aku lakukan?". Amatya Rakhsas menjawab "Aku pasti telah membaca kitab suci bahwa pada waktu tertentu ketika ada mimpi buruk ada obat penawatnya.., si pemimpi itu harus bersin, kaisar.., dan itu juga sebelum matahari terbit, saat fajar menyingsing". Dhanand melihat ke atas dan berkata pada Amatya Rakhsas "Matahari sedang menuju Magadha, Mahamatya!".., kenapa semua orang asih berdiri disini?".., Carikan jalan keluar, lakukan sesuatu.., pastikan aku bersin sebelum matahari terbit!".
Untuk menengkan amarah Chandragupta, Acharya Chanakya menaruh sebuah bejana tanah liat berisi air di depan Chandragupta yang masih terikat di pepohonan Chanakya mengatakan pada Chandragupta "Ini tugas pertama mu, kau harus menyerang air dengan tangan mu, tetapi ingat tidak boleh ada setets air pun yang tumpah". Chandragupta bertanya "apa bedanya?".
Chanakya menjawab "kau akan mendapatkan jawabannya setelah kau menyelesaikan tugas, semakin cepat kau menyelesaikan tugas maka akan semeakin cepat kau akan bebas Chandragupta". Chandragupta melakukannya, ia menonjookan tangan ke bejana itu, bejana patah dan Chandrgupta terciprat air, Chanakya menyiapkan bejana lainnya dan Chandragupta kembali dan menonjokkan tagangan, bejana itukembali pecah dan air terciprat mengenai tubuhnya. Dhumkethu betanya-tanya "Apa arti dari tugas ini?". Indera menjawab "Hanyalah Acharya Chabakya yang bisa memberitahu alasannya". Acharya Chanakya memberikan kembali bejana berisi air lainnya dan meletakannya didepannya dan Chandragupta kembali menonjokan tangannya dinbejana berisi air.
Sebelum Chandragupta memukul bejana, Acharya Chanakys berkata" berhenti!".., kali ini jika tidak berhasil maka tidak apa-apa atau aku harus mrningkat tangan mu dan kemudian, setelah beberapa hari kita akan mencoba tugas ini lagi".
Chsndragipta mencoba untuk mengendalikan emosinya, memejamkan mata dan menarik nafas panjang, Chandragupta menvobanya kembali dan berhasil melakukannya, ketiga teman Chandragpta senang. Chanakya berkata" Menabjubkan!".., tujuan/ evisiensi mu meningkat di bawah tekanan, pekerjaan ku telah selesai, Chandragupta dan tujuan ku juga.., aku ingin kau menyadari jika kita menggunakan kekuatan kita pada saat yang tepat dan dalam jumlah yang tepat, maka akan lebih mudah untuk sampai pada kesuksesan, saat kau menggunakan kekuatan mu secara tidak terkendali.., bejana pecah dan air tumpah, dari bejana tapi saat kau memusatkan dan mengendalikan amarah mu dan memukul bejana ini tidak pecah dan air tidak tumpah, hanya akan ada gelombang yang di hasilkan.., kau perlu menghasipkan gelombang yang sama antara semua orang Magadha di masa depan dan gelombang ini akan berguna untuk mengakhiri rezim kejahatan Dhananand".
Raja Dhananand mengamuk membuang kelopak bunga yang dibawakan oleh pelayan, dengan berbagai macam cara mencoba untuk bisa bersin. Dhananand berkata pada Amatya Rakhsas" aku madih tidak bisa bersin, Amatya Rakhsas". Dhananand melihat perubahan dilangit, ia berkata" matahari hampir terbit, bagai mana menurut mu?".., mungkinkah mumpi buruk ku akan menjadi kenyataan?". Amatya Rakhsas meyakinkan Dhananand" tidak.., tidak akan ada yang terjadi pada my yang mulia, aku tidaj akan membiarkan apapun terjadi pada mu"
Sebelum Chandragupta memukul bejana, Acharya Chanakys berkata" berhenti!".., kali ini jika tidak berhasil maka tidak apa-apa atau aku harus mrningkat tangan mu dan kemudian, setelah beberapa hari kitaxakan mencoba tugas ini pagi".
Chsndragipta mencoba untuk mengendalikan emosinya, nemejamkan mata dan menarik nafas panjang, Chandragupta menvobanya kembali dan berhasil melakukannya, ketiga teman Chandragpta senang. Chanakya berkata" Menabjubkan!".., tujuan/ evisiensi mu meningkat di bawah tekanan, pekerjaan ku telah selesai, Chandragupta dan tujuan ku juga.., aku ingin kau menyadari jika kita menggunakan kekuatan kita pada saat yang tepat dan dalam jumlah yang tepat, maka akan lebih mudah untuk sampai pada kesuksesan, saat kau menggunakan kekuatan mu secara tidak terkendali.., bejana pecah dan air tumpah, dari bejana tapi saat kau memusatkan dan mengendalikan amarah mu dan memukul bejana ini tidak pecah dan air tidak tumpah, hanya akan ada gelombang yang di hasilkan.., kau perlu menghasipkan gelombang yang sama antara semua orang Magadha di masa depan dan gelombang ini akan berguna untuk mengakhiri rezim kejahatan Dhananand".
Raja Dhananand mengamuk membuang kelopak bunga yang dibawakan oleh pelayan, dengan berbagai macam cara mencoba untuk bisa bersin. Dhananand berkata pada Amatya Rakhsas" aku madih tidak bisa bersin, Amatya Rakhsas". Dhananand melihat perubahan dilangit, ia berkata" matahari hampir terbit, bagai mana menurut mu?".., mungkinkah mumpi buruk ku akan menjadi kenyataan?". Amatya Rakhsas meyakinkan Dhananand" tidak.., tidak akannasa yang terjadi pada my yang mulia, aku tidaj akan membiarkan apapun terjadi pada mu". Amatya Rakhsas bingung dengan apa yang harus di lakukannya, ia berfikir"Matahari akan terbit dan tidak ada seorang pun disini yang bisa membatu kaisar bersin". Kepulan asap membuat Dhananad bersin, Rakhsas berkata "selamat kaisar telah bersin". Dhanand bersin sekali lagi, Mura datang dengan membawakan perasapan di tangannya.
Mura mentertawakan Dhanand , Dhanand berkata saat melihatnya "Kau". Mura menjawab "Iya ini aku". Mura tertawa, ia berkata pada Dhanand "Mungkin kau lupa apa yang ditunjukkan oleh mimpi buruk di pagi hari dan bersin di pagi hari". Dhananad kembali bersin, Mura mendekat berkata "Ini menunjukkan bawa kaisar akan menghadapai beberapa masalah dan krisis di masa depan". Amatya Rakhsas marah menegur Mura. Amatya Rakhsas berdiri di depan Dhanand dan berkata pada Mura "sebelum aku memenggal jkepala mu pergilah dari sini". Mura mengatakan "Amatya, lihatlah dia .., lihatlah dia, dia tahu bahwa aku mengatakan yang sebenarnya". Dhanand kembali bersi, Mura pegi membawa perasapan. Amatya Rakhas mengatakan pada Dhanand "yang mulia, setelah mendengarnya jangan kahwatir setelah mendengar kata-katanya, Mura hanya ingin menyiksa mu secara mental.., hanya itu saja!". Dhanand berkata pada Rakhsas "Tidak Amtya Rakhsas, aku bisa merasakan bahwa waktu buruk ku masih belum berhasil, aku merasa seolah-olah ular berbisa besar sedang menuju ke arah ku secara bertahap keluar dari kegelapan untuk mengigit ku".
Seekor ular kobra berbisa berwarna emas, melata sementara itu Chandragupta terikat di pepohonan. Chandragupta berkata pada Acharya Chanakya " Acharya aku tidak ingin terbunuh, maka ada pilihan yang terbaik di dunia tersedia di dunia ini". Chanakya menjawab "dengarkan aku baik-baik.., selama kau melihat matanya, ular itu tidak akan mengigit mu, ikuti perilakunya.., gerakanlah kepalamu dan itu akan mengikuti tindakan mu dan perilaku mu secara bertahap". Ular terus menyerang, Acharya Chanakya mengatakan "Bahkan Dhanand seperti ular berbisa besar yang berwujud di dunia ini dalam bentuk manusia, kau perlu melakukan perilaku yang sama padanya".., pertama ikuti ular, nanti ular itu akan mengikuti mu". Chandragupta mengingat semua tidakan jahat yang dilakukan pada Mura dan saat ia mengujungi istana Peeplivan dan merlihat semuanya telah runtuh dan mengingat perkataan Mura bahwa ia harus membalasakan dendam atas nama ayahnya, ibunya dan juga peeplivan". Chandragupta mengikuti gerakan ular dan menahan kepalanya, Chanakya tersentak kaget.\
Acharya Chanakya bertanya pada Chandragupta "apa yang kau lakukan ?". Chandragupta membuang ular kobra itu, Chanakya mengatakan pada Chandragupta "Ular ini bisa mengigit mu juga". Cahndragupta berkata pada Chanakya "Aku sekarat setiap hari, keinginan untuk balas dendam membara di hati ku". Acharya Chanakya mengatakan pada Chandragupta "Kau telah gagal untuk memahami pelajaran hari ini dan sebagai hukumannya , kau harus menghabisakn sisa hari di hutan ini.., ingatlah satu hal Chandragupta.., jika kau mampu mengendalikan amarah mu dan mempelajari pelajaran ini, maka tidak akan ada ular yang mengigit mu di masa tua mu.., tidak peduli apakah itu ular yang bergerak di hutan ini atau apakah itu Dhanand yang merupakan kaisar Magdha". Chandragupta hanya terdiam kesal.
Nasihat Chanakya (Chanakya Nithi) :" Ini adalah Rudrarakhsa, itu dianggap sebagai air mata Mahadewa, jika ada air mata di mata mu maka bersihkan air mata mu sendiri. Karena jika kau membiarkan sesorang menghapus air mata mu, dia akan menggunakan mu. Pertama, dia akan menunjukkan sempati kepada mu, dia akan mengambil banyak dari mu sebagai balasannya. karena itu jangan ungkapkan kelemahan mu dengan menetesakan air mata mu. Jangan biarkan siapapun belajar tentang ini, tingkat diri mu secara pribadi dan ubahlah kelemahan mu menjadi kekuatan mu, seperti itulah Rudrarakhsa maha dewa. Rubahlah air mata mu menjadi yang berguna, ingatlah ini, jika kau menunjukkan kelemahan mu pada orang lain, itu akan menandai langkah pertama kegelapan mu. Ikutilah prinsip ku dan rubahlah perinsip mu".
Episode yang akan datang :
Chandragupta berkata kepada ketiga temannya ketika Acharya Chanakya masih mengikatnya "Haruskah aku membiarkan orang yang membunuh ayah ku tetap hidup?".., dia menjadikan ibu ku seperti budak selama bertahun-tahun". Ketiga teman Chandragupta melepaskannya, Acharya Chanakya menjadi marah.
Comments
Post a Comment