CHANDRAGUPTA MAURYA 47
By Made Titis Maerani
Index Sinopsis : Bhairav memberi tahu Chanakya bahwa dia seharusnya tidak terlalu keras dengan Chandragupta. Chanakya mengungkapkan bahwa dia ingin membuat Chandragupta sadar akan tanggung jawabnya untuk mengakhiri pemerintahan Dhananand. Sementara itu, Sthoolbhadra dan teman-temannya tergerak oleh pernyataan Chandragupta dan membebaskannya. Chanakya mengetahui tentang kejadian itu dan menghargai mereka karena mengingatkan bahwa seorang pangeran juga harus emosional. Dia menghentikan Chandragupta dan mereka menyamar sebagai pengemis. Mereka mengikuti seorang pengemis cacat, yang ternyata adalah mantan Panglima Pipliwan, Matsaldev. Kemudian, Chandragupta tergerak oleh pengorbanan Matsaldev dan memutuskan untuk memenuhi mimpinya dengan membalas kematian ayahnya dari Dhananand.
Bairav berkata pada Acharya Chanakya" Acharya, sesuai dengannperintah mu, akuntelah membaqanya kembalu ke asram.
Chanakya bertanya"bapakah dia baik-baik saja?". Bairav menjawab "ya, kau meninggalkannya sendiri ditengah ular berbisa, bagaimana jika Chandra mati?". Chanakya menjawab"Bairav, aku telah berdoa siang dan malam untuk kehidupan Chandragupta, tapi masalalahnya Chandragupta sendiri tidak mengetahui nilai hidupnya, dia menjadi semangat untuk mempertaruhkan nyawanya saat ada sedikit hasutan.., aku ingin dia menyadari betapa berharganya hidupnya". Bairav berkata", dan setelah itu kau mengirimbya pada kematian".., Acharya, kau mrkewati semua batasan peraturann(keketatan), tapibdia masih sangat keras dan marah.., aku tidak berfikir dia tidak akan beristirahat". Chanakya berkata"jika Chandragupta mudah untuk dipatahkan atau jika dia tidak begitu keras kepala, aku tidak akan pernah memilihnya.., jika Chandragupta ingin menjadibtaja india yang bersatu di masa depan, dia harus sama keras kepala sama seperti Acharya Chanakya yang menginginkan india bersatu".
Chandragupta tetap terikat, sthulbadhra berkata" Chandra, sudah waktunya makan siang.., makanlah sesuatu, kenapa kau begitu keras kepala..,,dan kenapa kau melampyaskan kemarahan mu pada makanan?". Chandragupta berkata pada Sthulbadhra" mainan miana semasa kecil?". Sthulbadra menjawab" bagian atas yang berputar". Chandragupta bertanya pada Sthulbadhra" apa yang terjadio kemudian?" . Indera berkata"Lubdhak mengambilnya (merampasnya) dan membuangnya kedalam selokan, karena dia berfikir Sthulbadhra tidak akan pernah berkonsentrasi pada peketeaannya jika dia memainkannya".
Chandragupta bertanya"dan apa yang tejadi setelah itu?". Sthulbadhra menjawab",aku tidakmakan makan selama tiga hari, aku sangat menyukai gangsing ku(spinning top), aku sangat sedih". Chandragupta bertanya" lalu kemudian?". Dhumkethu menjawab" dan kemudian kau lompat ke parit itu dan kau berjuang dengan setiao rintangan dan membawanya kembali Chandra".
Chandragupta menitihkan air mata berkata" kau sangat sedih dan gelisah, setelah kehilangan main favorit mu saat kecil, sehingga kau tidak makan selama tiga hari, dan aku Dhananand mengambil masa kecil ku, identitas ku, cinta ibu, restu ayah.., semuanya!".., apakah kemarahan ku tidak di benarkan?".., setiap tetes darah yang mengalir di nadi ku adalah rasa syukur atas atas pengorbanan dan kehilangan ibu ku.., apakah darah itu tidak akan mendidih saat aku melihat orang yang telah menjauhkan ku dari ibu ku selama 12 tahun?".., dia menghancurkan harga diri ibu ku.., harus terus menghormati setiap hari di depan egonya, sejauh ini aku terbakar untuk mengetahui identitas ku dan untuk mencari tahu siapa aku".., saat aku telah menemukan siapa aku hari ini, siapa orang tua ku dan siapa yang harus bertanggung jawab atas ketidakadilan kami judtru aku terikat disini".., bukankah tugas ku untuk memberikan kebebasan ibu ku pada Dhanand ?".., haruskah aku tidak membalaskan dendam ku pada Dhanand atas pembunuhkannayah ku dan kehancuran kerajaan ku?".., jawab aku". Ketiga teman Chandraguopa menangis dan tertunduk.
Chandragupta bertanya" tapi bagaimana untuk membuat perbedaan ini untuk kalian semua?".., karena kalian bukan lagi teman ku yang siap mati untuk ku". Sthulbadhra menghapus air matanya dan melepaskan Chandragupta. Chandragupta begitu sangat marah pada Dhananand.
Chandragupta berlari untuk kembalinke istana Magadha, sementara itu Acharya Chanakya sangat marah dengan ketiga teman Chandragupta. Indera berkara pafa Chanakya" kemarahan mu di benarkan, Acharya.., tapi Chandra juga penting untuk kami, tidak ada tenan yang lebih baik darinya". Dhumkethu menimpali"ya Acharya, Chandra selalu menganggap masalah kami sebagai miliknya". Syhulnadhra juga menimpali"Acharya, Chandra selalu bergikir dari hatinya untuk kami dan bukan untuk pikirannya, jadi mengapa kami tidak bergikir dari hati.., itulah sebabnya kami membebaskannya". Acharya Chanakya tersenyum, ia berguam"seorang pangeran yang sensitif yang berfikir dari hati dan bukan dari pikiran, bagaimana aku bisamembuat kesalahan besar?".., teman-teman, terima kasih telah mencerahkan ku tentang kesalahan ku". Acharya Chanakya pergi, Chandragupta ditampilkan terus berlari di hutan Chandragiota berguan.dalam kemarahannya" Dhananand, aku akan datang kepada mu sebagai kematian mu". Chandragupta berhenti, ia terkejut saat melihat Acharya Chanakya berdiri di depannya dengan menyamar sebagai pengemis tua.
Chandragupta berkata pada Chanakya" setelahbaku mrlakukan semuanya sesuai dengan instruksi mu, tapi hari ini tidak.., aku akan membunuh raja Dhanand, dan kau.., kau tidak akan menghentikan ku". Chanakya menghalangi Chabragupta.
Chanakya berkata " aku tidak akan menghentikan mu, chandragupta.., tapi aku ingin menunjukkan sesuati sebelum kau pergi". Chandragupta menjawab"tidak ada rencana mu yang akab berhasil, brahmana.., sebelumnya kau juga telah menahan ku".
Chanakya berkata" jika aku harus menahan mu, sekarangbaku akan melakukannya, aku tidakmakan berdiri didepan dan mu dan berbicara dengan mu.., jadi percayalah pada ku dekali saja dan ikut dengan ku".
Durdgara bertanya pada Dhanand"mengapa kau memanghil mu, saudara (kakak)?". Dhanand menjawab" kau tahu betapa berharganya diri mu bagi ku, aku madih belum bisa tidur nyenyak dari beberapa hari terakhir dan keselamatan mu adakah alasan di baliknya..., ada beberapa masalah disekitar ku dan aku ingin membuat mu aman dari setiap masalah.., pengwal.mu, Chandragupta sudah tidak ada lagi".., jadi aku telah memutuskan untuk merekrut penggantinya, aku menentang keinginan mu untuk merekrut Chandragupta terakhir kalinya.., jadi kali ini aku akan membiarkan mu untuk memilih salah satunya". Dhananand menyerahkannya pada Amatua Rakhsas. Rakhsas berkata" biarlah calon-calon ini dipresentasikan". Beberapa orang pria datang untuk menunjukkan keahlian mereka. Rakhsas berkata" dia adalah penembak jitu terbsik dari kerajaan Kausal, panahnya bisa mengensi mata burung yang terbang". Proa itu meleoaskan anak panahnya dan tepat mengenai sasatan burung terbang, Dhananand senang, ia beryepuk tangan berkata"luar biasa, apakah kau menyukainya, adik ku?". Durdhara hanya diam menggelengkan kepalanya". Dhananand meminta takhsaa menunjukkan peserya selanjutnya, Rakhsas berkata" dia berasal.dari Ghandar, pelempar tombak tercepat di dunia.., akurasinya sekitar jarak 400 hands". Pria itu melemparkan tombak dan membelah semangka, Dhananand senang berkata"menabjubkan.., aku harap kau menyukainya, apakah aku benar?". Durdhara hanya terdiam.dan tertunduk.
Amatya Rakhsas berkata pada Durdhara" putri, mereka pegulat sejati Amramvai..,mereka cukup kuat untuk mengangkat anak gajah". Dhamanand bertanya pada Durdhara"jadi katakan pada ku, siapa yang kau suka?". Durdhara menjawab"tidak ada". Dhananand berkata pada Durdhara" tali meselamatan mu". Dirdhara menjawab",bukankah kau penguasa dari kerajasn ini, saudara ku?".., siala yang kebih tahu tentang keamanan dari lada diri mu?".., kau dapat melakukan apapun yang kau inginkan, kau tidak perlu izin dari ku". Dhananand menjawab"ya, Durdhara.., tentu saja aku seorang penguasa yang kejam, kuat dan mengesankan, tapi untuk mu.., aku hanya saudara mu, tidak ada yang lebih penting untuk ku melihat mu tersenyum". Durdhara memaksakan senyumnya, ia berkata pada Dhanand" aku tersenyum untuk mu, sekarang apakah kau senang?". Durdhara kesal dan pergi.
Chandragupta berkata pada Chanakya" setelahbaku mrlakukan semuanya sesuai dengan instruksi mu, tapi hari ini tidak.., aku akan membunuh raja Dhanand, dan kau.., kau tidak akan menghentikan ku". Chanakya menghalangi Chabragupta.
Chanakya berkata " aku tidak akan menghentikan mu, chandragupta.., tapi aku ingin menunjukkan sesuati sebelum kau pergi". Chandragupta menjawab"tidak ada rencana mu yang akab berhasil, brahmana.., sebelumnya kau juga telah menahan ku".
Chanakya berkata" jika aku harus menahan mu, sekarangbaku akan melakukannya, aku tidakmakan berdiri didepan dan mu dan berbicara dengan mu.., jadi percayalah pada ku dekali saja dan ikut dengan ku".
Durdgara bertanya pada Dhanand"mengapa kau memanghil mu, saudara (kakak)?". Dhanand menjawab" kau tahu betapa berharganya diri mu bagi ku, aku madih belum bisa tidur nyenyak dari beberapa hari terakhir dan keselamatan mu adakah alasan di baliknya..., ada beberapa masalah disekitar ku dan aku ingin membuat mu aman dari setiap masalah.., pengwal.mu, Chandragupta sudah tidak ada lagi".., jadi aku telah memutuskan untuk merekrut penggantinya, aku menentang keinginan mu untuk merekrut Chandragupta terakhir kalinya.., jadi kali ini aku akan membiarkan mu untuk memilih salah satunya". Dhananand menyerahkannya pada Amatua Rakhsas. Rakhsas berkata" biarlah calon-calon ini dipresentasikan". Beberapa orang pria datang untuk menunjukkan keahlian mereka. Rakhsas berkata" dia adalah penembak jitu terbsik dari kerajaan Kausal, panahnya bisa mengensi mata burung yang terbang". Proa itu meleoaskan anak panahnya dan tepat mengenai sasatan burung terbang, Dhananand senang, ia beryepuk tangan berkata"luar biasa, apakah kau menyukainya, adik ku?". Durdhara hanya diam menggelengkan kepalanya". Dhananand meminta takhsaa menunjukkan peserya selanjutnya, Rakhsas berkata" dia berasal.dari Ghandar, pelempar tombak tercepat di dunia.., akurasinya sekitar jarak 400 hands". Pria itu melemparkan tombak dan membelah semangka, Dhananand senang berkata"menabjubkan.., aku harap kau menyukainya, apakah aku benar?". Durdhara hanya terdiam.dan tertunduk.
Amatya Rakhsas berkata pada Durdhara" putri, mereka pegulat sejati Amramvai..,mereka cukup kuat untuk mengangkat anak gajah". Dhamanand bertanya pada Durdhara"jadi katakan pada ku, siapa yang kau suka?". Durdhara menjawab"tidak ada". Dhananand berkata pada Durdhara" tali meselamatan mu". Dirdhara menjawab",bukankah kau penguasa dari kerajasn ini, saudara ku?".., siala yang kebih tahu tentang keamanan dari lada diri mu?".., kau dapat melakukan apapun yang kau inginkan, kau tidak perlu izin dari ku". Dhananand menjawab"ya, Durdhara.., tentu saja aku seorang penguasa yang kejam, kuat dan mengesankan, tapi untuk mu.., aku hanya saudara mu, tidak ada yang lebih penting untuk ku melihat mu tersenyum". Durdhara memaksakan senyumnya, ia berkata pada Dhanand" aku tersenyum untuk mu, sekarang apakah kau senang?". Durdhara kesal dan pergi.
Dhanand berkata pada Amatya Rakhsas "Dia tadi barusan dengan beberapa masalah, Durdhara tidak bahagia, dia tidak tersenyum.., umumkan diseluruh kerajaan bahwa siapapun yang bisa membuatnya tersenyum aku akan meberikannya hadiah" Rakhsas berkata "tentu saja". Amatya Rakhsas pergi, Dhananad terlihat sangat aneh dengan sikap Durdhara.
Acharya Chanakya dan Chandragupta duduk menyamar dengan menjadi pengemis jalanan dan meminta sedekah. Chandragupta kesal, ia bertanya pada Chankaya "Acharya kenapa kita duduk diluar kerajaan ini dimasa aku disarankan untuk tidak pergi?". Chanakya menunjuk "Kita disini untuk pengemis iru".Seorang pria cacat secara fisik ( Masasldev) berjalan dengan menyeret kakinya disebuh papan beroda dengan bantuan kedua tangannya. Chandragupta bertanya "mengapa kita disini untuknya?".., bagaimana hubungan dia dengan Dhanand dan aku?". Chankaya menjawab "Kau akan menemukan jawaban, jika kau tidak bungkam untuk sementara waktu". Pria cacat( Masasldev) itu bersujud kearah istana Magadha, Chandragupta bertanya "Mengapa dia membungkuk di depan istana?".., kenapa dia memerikan hormat?". Chankaya berkata pada Chandragupta "Awasi dia, kau akan mendapatkan jawaban mu". Pria yang cacat ( Masasldev) menuju ke suatu tempat, Chanakya berkata pada Chandragupta "Kita harus mengikutinya". Mereka mengikutinya dibelakang, Pria cacat itu sampai di sebuah kuburan dan membuka galian untuk menyimpan kantong uang di dalamnya.
Chandragupta dan Acharya Chanakya mengawasi pria cacat ( Masasldev) itu dari kejauhan. Acharya Chanakya bertanya-tanya "Apa motifnya?".., mari kita tanyakan dia". Chandragupta berkata "apa?". Chankya menjawab "Ikuti saja aku". Chnakya bertanya pada pria cacat "apa yang kau lakukan?".., maukah kau mmeberitahu kami, atau haruskan aku memanggilkan penjaga?". Pria cacat ( Masasldev) berkata "mengapa hanya memanggil pengawal, panggilkan juga Dhanand, katakan padanya aku tidak takut padanya, aku menunggu seorang revolusioner.., aku menunggu secercah aharapn yang akan mengembalikan kehormatan yang hilang, aku menunggu pangeran Peeplivan, aku mengumpulkan uang untuk membangun tentara". Acharya Chanakya dan Chandragupta saling bertatapan mata.
Pria cacat(Masasldev) berkata "Pasukan yang akan membantu pangeran Peeplivan untuk menghancurkan Dhananad ". Chankya mengatakan pada pria Cacad "Kau hanyalah seorang pengemis, mintalah sedekah .., kau berbicara tentang mengalahkan Dhanand tapi kau hanya memohon di luar istana!". Pria cacad mengatakan " Iya, aku memang seorang pengemis, aku meminta sedekah, aku melakukannya di depan istana tapi alasannya bukan untuk Dhanand tapi untuk ratu peeplivan yang tinggal di istana". Chandragupta tersentak kaget ketika mendengarnya. Chanakya menatap Chadragupta dan mengamati rekasinya, Pria cacad ( Masasldev) berkata "Aku memujinya, aku menyembanhnya, bahkan aku sudah melakukannya sejak 12 tahun yang lalu.., ya aku memang seorang pengemis, tapi aku pernah menjadi panglima Peeplivan". Chandragupta mengingat masa kecilnya kilas balik di tampilkan ketika Chandravardan (Ayahnya) berkata "Panglima tertinggi ini menyerahkan senjatanya, kau harus memarahi Chandragupta". Panglima Masaldev berkata "Maafkan aku yang mulia, kau dan ratu selalu menganggap ku sebagai keluarga, tapi aku tidak bisa memarahi pangeran muda ini". Kilas balik berakhir.
Chandragupta menitihkan air matanya berkata pada pria cacat "Panglima Masasldev?". Chanakya mengatakan "Mantan baginda, orang yang telah mati tidak akan pernah bisa kembali, pangeran yang lau tunggu untuk dibunuh oleh Dhanand, dia telah dibunuh.., tidak akan ada yang akan datang untuk menyelamatkan mu". Masaldev berkata "dia masih hidup.., aku.., aku yang telah mengambil pangeran dari ratu dengan tangan ku sendiri, aku yang menyeragkan pangeran pada pamannya". Chandragupta mengingatnya, kilas balik kembali di tampilkan ketika Ratu Mura mengatakan pada Masaldev "Panglima tinggi, tolong bawa anak ku bersama dengan mu.., langsung bawa dia ke saudara ku!". Kilasa balik berakhir. Masaldev berkata "Ketika Dhanand meninggalkan raja kita untuk mati, akulah yang membawa mayatnya kesini.., ini bukanlah makam biasa, ini makam orang yang menjadi kebanggaan kesatria, Chandravardan Maurya". Chandragupta ,menangis dan terkejut.
Masaldev mengatakan "Dan aku mengumpulkan koin disini agar jiwanya bisa menyaksikan bahwa perang untuk kemerdekaan Peeplivan belum dimulai, Dhanand menyiksas ku, dia mencungkil salah satu mata ku, dia memotong kaki ku.., tapi aku tetap tidak pernah mengatakan kepadanya bahwa pangeran masih hidup, aku hanya mengatakan bahwa pangeran telah mati sehingga Dhananad berhenti untuk mencarinya tapi aku tetap yakin bahwa pangeran akan kembali dengan kekuatan yang sama dengan ku dan semua orang Peeplivan.., pangeran harus kembali untuk membalaskan dendam untuk orangtuanya dan untuk tanah airnya". Chandragupta kembali mengingat masa kecilnya,kilas balik ditampilkan ketika ayahnya berkata "Jika sesuatu terjadi pada ku, dia harus memenangkan tanah air kita kembali, dia harus kembali untuk membalsakan dendam untuk kematian ayahnya". Kilas balik berakhir.
Chandragupta berjalan kemakam mendiang ayahnya dan terpaku melihatnya, ia menangis dan berlutut di hadadapan makam itu dan berlutut didepan Masaldev untuk meminta berkahnya. Chandragupta berkata pada Masaldev "impian dan harapan mu .., keyakinan mu telah menang, panglima Masaldev". Maseldev bertanya "Apa..., kau memanggil ku apa tadi?".., datanglah mendekat!", Masaldev mengingat Chandragupta kecil yang dulu ia selamatkan dari kekejaman Dhananad. Acharya Chanakya mengatakan pada Masaldev "Kau tidak salah panglima tertinggi, pangeran yang telah kau tunggu, dialah orangnya.., Chandragupta Maurya!". Cahndragupta mengatakan pada Masaldev "Aku tidak akan membiarkan pengorbanan mu sia-sia, aku akan membalas dendam untuk semua yang Dhananad lakukan pada mu dan bahkan untuk hal-hal yang dia lakukan pada semua orang peeplivan.., ini adalah janki ku pada mu". Masaldev berkata "Yang mulia". Masaldev dan Chandragupta berpelukan sangat erat. Chanakya mengatakan "Pangeran yang sangat sensitif". Chandragupta begitu sangat marah.
Nasehat Chanakya : "Air manis dari banyak sungai menyatu dengan lautan, padahal air laut rasanya asin karena itulah sifat dasar laut.., demikian pula tidak peduli dengan sebarapa baik kau berperilaku dengan orang yang licik mengharapkan dia untuk melawan sifat nalurinya untuk melakukan sesuatu yang baik akan sia-sia dan karenanya sesorang harus melakukan upaya pada orang-orang yang diharapkan darinya, untuk di sampaikan, ini adalah perinsip ku, pilihan ada pada mu".
Episode mendatang : Putri Durdhara menagtaakan pada Shipra "aku benci pada Chandragupta". Shopra berkata pada Durdhara "Terimalah bahwa kau sangat merindukannya itulah mengapa kau tidak menyukai pengawal yang ditunjukkan kaisar kepada mu". Chandragupta menunggangi kuda dan kembali ke pataliputra.
Comments
Post a Comment