CHANDRAGUPTA MAURYA 48 By Made Titis Maerani
Index Sinopsis : Chanakya menyarankan Chandragupta bahwa dia harus terus menjadi budak yang setia kepada Dhananand. Chandragupta mengikuti instruksi Chanakya dan muncul di depan semua orang di Patliputra. Dia mempersembahkan bunga langka kepada Durdhara dan mengembalikan senyum di wajahnya. Duradhara menjadi bahagia dan Dhananand memenuhi keinginannya. Chandragupta dengan cerdik meletakkan kartunya di atas meja dan meminta Dhananand untuk membiarkan teman-temannya yaitu Dhumketu, Sthoolbhadra dan Indrajalik untuk melayani Dhananand dan keluarganya. Dhananand setuju untuk memenuhi keinginan Chandragupta.
Chandragupta gelisah dan berjalan mondar-mandir, Acharya Chanakya dan ketiga temannya datang menemuinya. Chandragupta berkata pada Chanakya " Acharya, aku akan siap untuk mengikuti arahan mu dan mengambil bimbingan mu, tapi izinkan aku menjelaskan satu hal.., jangan pernah merasas bahwa aku hanya boneka dan kau bisa mengontrol tindakan ku.., ingatlah itu".., Ini pertempuran ku, balas dendam ku, aku akan melakukannya untuk ayah dan ibu ku.., untuk komandan Matsaldev dan semua orang Peeplivan, kau hanya perlu membimbing ku, aku akan memutuskan jalan ku sendiri". Chanya menjawab " Baiklah, aku akan menerimanya untuk saat ini". Chandragupta berkata pada Chankya " Jadi itu berarti sekarang kau tidak akan menghentikan ku karena aku akan kembali memasuki istana". Acharya Chanakya mengatakan pada Chandragupta " Aku bisa memastikannya, tapi bukan sebagai seorang pangeran yang ingin membalsakan dendam, kau akan pergi kesana sebagai seorang pelayan yang telah berhasil mengalahkan kematiannya untuk memenangkan hati semua orang". Chandragupta bertanya pada Chanakya " Kenapa sekarang aku merasa kau sedang menceritakan sebuah cerita ?". Chakya menjawab "Perasaan mu benar".., cerita ini tentang duri yang menusuk di kaki ku".
Durdhara hanya terdiam dan melamun, ia mengingat saat memberikan tantangan pada Chandragupta untuk mengambilkannya bunga yang langka, Shipra datang memanggin nama Chandragupta dan membuyarkan lamunan Durdhara. Durdhara sangat senang dan memanggil naman "Chandragupta". Durdhara melihat sekelilingnya dan Shipra datang berkata pada Durdhara "Lihatlah wajah mu itu telah berubah menjadi bercahaya, bahkan aku melihat senyuman yang lembut di wajah mu". Durdhara kesal dan marah "Sampah!". Shipra mengatakan pada Durdhara "Oh dengarkan aku, aku ragu tentang hal ini sebelumnya, tapi setelah melihat ekspresi mu, aku menyadari mengapa selama ini kau sedih". Durdhara mengatakan pada Shipra "Hentikan omong kosong mu".., Dengar aku membenci Chandragupta, bahkan aku akan sangat senang jika aku bisa menyingkirkannya". Shipra mengatakan pada Durdhara "terrimalah sekrang .., terimalah bahwa kau merindukannya, itulah mengapa kau tidak menyukai pengawal yang ditunjukkan kaisar kepada mu". Durdhara menyangkal dan meminta agar Shipra menyingkir". Durdhara pergi meninggalkan Shipra.
Daaima menmijit kaki Dhanand, Dhananad hanya terdiam memikirkan mimpinya tentang Chandragupta yang memotong hidungnya dengan pisau cukur. Daaima bertanya pada Dhanand "Apakah kau masih memikirkan tanda di balik mimpi itu?".., lupakan saja, Dhanand".., kau berbakat dan kuat, tidak ada yang akan terjadi pada mu". Angin berhembus sangat kencang membuat Dhananad dan Daaima bingung, begitu juga dengan Durdhara yang berada dikamarnya, angin kencang memadamkan dua lilin dalam kamar itu. Dhananad bertanya-tanya "Bagaimana cuaca bisa tiba-tiba saja berubah?" . Pintu gerbang istana terbuka, hembusan angin begitu sangat kencang, Chandragupta berjalan memasuki istana Magadha. Chandragupta mengingat ucapan Chanakya, kilas balik ditampilkan ketika Chanakya berkata "aku tidak menebang pohon yang durinya akan menusuk kaki ku, aku baru saja menggali didekat akarnya dan menempatkan Matta di dalamnya, itu menarik banyak semut yang memakan akarnya dan menghancurkan keberadaan pohon, itulah yang harus kau lakukan pada Dhananad, kau harus membuatnya menjadi tidak berdaya".., untuk itu pertama-tama kau harus mengukur kekuatan dan kemampuan Dhananad dan kemudian kau harus mengenal kerajaan yang baik". Chandragupta menjawab "aku mengerti, Acharya".., aku akan membuatnya menjadi tidak berdaya saat berada tepat dibawah hidungnya.., perlahan aku akan menghancurkan sistem pendukungnya dan kemudian aku akan mengakhiri dosa-dosa Dhanand". Chandragupta mencakupkan kedua tangannya didepan gurunya dan Chanakya memberikatinya. Kilas balik berakhir.
Dhanand dan semua orang terkejut saat melihat kehadiran Chandragupta. Durdhara menatap Shipra, Mura datang dan bersembunyi di balik pilar besar untuk melihat kedatangan putra satu-satunya yang menjadi harapannya. Dhanaand berkata pada Chandragupta "Pelayan ku tersayang, kau telah kembali?".., Mahamatya (Mentrti) yang menjadi Favorit ku telah kembali .., selamat datang kembali!". Chandragupta mengingat bagaimana Ayahnya mendiang Chandaravardan di habisi oleh Dhananad, Chandragupta menggenggam tangannya dan mengendalikan amarahnya. Dhanand hanya nyengir, Chandragupta mengingat saat Dhananad mengejek Mura saat Dhananand memrintahkan ibunya untuk membasuh kakinya namun Chadragupta sengaja menendang wadah berisi air.
Dhananad membentangkan lebar tangannya, Chandragupta naik keatas untuk datang menemui mereka semua. Perlahan Chandrgaupta berjalan menaiki anak tangga dan mengingat pesan dari mendiang ayahnya bahwa ia harus membalsakan dendam kematian ayahnya, dan mengingat cara Dhananad memeprmalukan dan menyiksa ibunya di hadapan semua rakyat Magadha. Chandrgupta berdiri didepan Dhanand dengan tatapan mata tajam, ia melihat kearah Mura ibunya berdiri. Chandragupta berlutut di hadapan Dhananad dan bersujud meminta berkah untuk ibunya yang berdiri di kejauhan, ia mengingat pesan ibunya bahwa ia hraus membalaskan dendam untuk ayahnya, ibunya dan untuk peeplivan, Mura memberkatinya.
Dhananad mengatakan pada Chandrgupta "Aku tidak tahu mengapa aku yakin bahwa kau tidak bisa mati". Chandragupta menjawab "Dewa telah memberikan ku hadiah, yang mulia bahwa kau bisa melihat kenyataan dari pada perespektif ( sudut pandang manusia dalam memilih opini dan kepercayaan mengenai suatu hal) yang benar". Dhananad bertanya "Kenapa kau berdiri jauh?".., ayo berikan aku pelukan". Cahndragupta melirik ke arah Mura, ia tersenyum dan memeluk Dhananad. Chandragupta berfikir "Inilah yang harus aku lakukan, aku harus membawa mu ketingkat tertinggi dari pujian diri karena semakin tinggi kau mendaki maka akan semakin kau menjauh dari akar mu dab kemudian aku akan tinggal ditempat perlindungan mu dan menghancurkan mu.., Chandragupta Maurya adalah kematian mu, Dhananad, yang telah kembali dengan janji darah dari ayahnya dan air mata ibunya.., pengorbanan pasukan ku dan kepercayaan komandan Masaldev.., aku akan menghancurkan mu dan kerajaan mu". Chandragupta melepaskan pelukan Dhanand, Dhanand berkata "luar biasa".., kau benar-benar luar biasa, pelayan".., meskipun jatuh dari ketinggian yang begitu tinggi, kau tidak hanya kembali dengan selamat tapi tidak ada goresan di tubuh mu.., terkadang aku pikir hidup mu adalah perwujudan keajaiban, tapi ada satu masalah".., Apakah kau tahu?".., aku tidak percaya dengan keajaiban, aku hanya percaya dengan logika".., katakan pada ku, jika kau masih hidup mengapa kau membutuhkan waktu begitu lama untuk kembali?".., api yang aku lihat di mata mu hari ini tidak pernah terlihat sebelumnya". Chandragupta menurunkan pandangannya. Mura bergitu tegang.
Dhananad berkata pada Chandragupta "ada yang berbeda, sesuatu yang pasti baru dalam kepribadian mu .., apa yang kau sembunyikan?".., katakan pada ku".., kenapa kau tidak kembali?". Chandragupta menjawab "aku pasti akan menjawab pertanyaan mu, yang mulia". urdhara pergi, Chandrgaupta berkata "Tapi didepan putri Durdhara, aku bisa kembali lebih awal sendiri tapi putri Durdhara telah memerintahkan ku untuk membawa bunga berwarna ungu langka itu".., ketika aku jautuh dari air terhun itu, aku mengikuti arus untuk jarak yang jauh sambil mengikuti bungan itu.., tapi aku tidak berhenti untuk mengikuti bunga itu. hari ini aku telah membawakan bunga yang sama". Chandragupta berlutut di depan Durdhara dan memberikannya bunga yang langka, Durdhara tersenyum senang saat melihat bunga langka itu di depannya "Buanga ini". Durdhara sangat senang "Kakak". Dhanand mengatakan pada Amatya Rakhsas "Amatya.., Amatya, adik ku tersenyum". Rakhasas menjwab "Ya, yang mulia".
Durdhara mengatakan pada Dhanand "Ya kakak, aku tersenyum, menurut pengumuman mu, kita harus memberikannya hadiah".., tanyakanlah pelayan, mintalah apapun yang kau inginkan". Dhananad berkata pada Chandragupta "tentu saja, mintalah apapun yang kau inginkan". Chandragupta tersenyum, ia berkata pada Dhananad " aku tidak bisa menghormati perintah raja dan kemurahan hati sang putri.., jadi aku pasti akan meminta mu untuk sesuatu tapi bukan untuk diri ku sendiri".., "Aku punya tiga teman dekat sejak aku menjadi pelayan dan mereka bukan hanya teman ku tapi seperti keluarga ku, yang mulia".., jadi aku akan berterima kasih kepada mu, jika kau memberikan pekerjaan seperti yang kau berikan kepada ku di bawah naungan mu". Amatya Rakhsas dan keluarga kerejaan terkejut saat mendengarnya. Dhanand terlihat sangat marah, namun Durdhara berkata "tentu saja". Dhananad menatap tajam Durdhara dan merekahkan senyumannya saat Durdhara memebrikannya isyarat.Dhananad berkata "Sekarang adik perempuan ku tersayang telah mengatakannya, sebagai kakak laki-laki dan sebagai seorang raja aku tidak akan bisa melawan perintahnya".., tentu saja" . Amatya Rakhasas dan anggota kerajaan sangat kesal, Mura tersenyum
Dilorong iatana pada malam hari, Daaima bersama dua saudara laki-laki Dhanaand bersama-sama mendiskusikan ketidaksukaan mereka pada Chandragupta. Pandu berkata "Kita sudah punya pelayan Chandragupta itu bersama kita dan sekarang tiga orang lagi seperti dia akan bergabung dengan kita, waktunya tidak lama lagi, kita harus segera mengemasi tas kita dan pergi dari sini, pelayan itu akan membawakan tiga pelayan lagi seperti dia, ketiganya akan membawanya dua masing-masing dan kesembilan orang akan membawakan 90 orang dan merekan akan menyebar seperti rayap di setiap ruangan istana dan mereka pasti akan mengisir kita dari istana ini".
Daaimaa berkata" kau tidak perlu khawatir, tidakmakan ada yang seperti itu akan terjadi.., kita harus menghentikan mereka untuk pekerjaan apapun diistana, kita juga tida akan punya tiga pelayan dan 300 orang tidak akan datang kesini".
Ketiga temannChandragipta sedang mebayangkan kehidupan indah di istana. Sthulbadhra berkata" istana!".., itu artinya aku akan mendapatkan makanan yang enak.., tidak, makanan kerajaan". Indera berkata" itu artinya, kita akan berjalan di karpet sutra, kita akan tidur di kasur yang empuk". Dhumkethu berkata"itu artinya kita akan melihat pelayan cantik setiap hari". Suara Acharya Chanakya mengejutkan dan membuyarkan pikiran mereka " itu berarti, langkah pertama dari rencana ku berhasil". Chandragupta berkata pada Chanakya" semua itu baik-baik saja, Acharya".
Daaimaa berkata" kau tidak perlu khawatir, tidakmakan ada yang seperti itu akan terjadi.., kita harus menghentikan mereka untuk pekerjaan apapun diistana, kita juga tida akan punya tiga pelayan dan 300 orang tidak akan datang kesini".
Ketiga teman Chandragipta sedang mebayangkan kehidupan indah di istana. Sthulbadhra berkata" istana!".., itu artinya aku akan mendapatkan makanan yang enak.., tidak, makanan kerajaan". Indera berkata" itu artinya, kita akan berjalan di karpet sutra, kita akan tidur di kasur yang empuk". Dhumkethu berkata"itu artinya kita akan melihat pelayan cantik setiap hari". Suara Acharya Chanakya mengejutkan dan membuyarkan pikiran mereka " itu berarti, langkah pertama dari rencana ku berhasil". Chandragupta berkata pada Chanakya" semua itu baik-baik saja, Acharya".., kau masih belum memberitahu kami tentang rencana mu yang sebenarnya, kenapa aku harus memebrikan mereka bertiga pekerjaan di istana?". Chanakya menjawab "mereka akan bekerja menjadi pelayan Dhananad di istana, mereka akan menjadi mata dan juga telinga mu, mereka akn memberitahu mu tentang kegiatan di dalam istana, kalian berempat adalah pillar penting dalam rencana ku dam Chandragupta yang akan memimpin Grup mu". Chandragupta bertanya pada Chanakya "Tapi apa rencananya?".Chanakya menkawab " malam ini adalah malam bulan purnama.., tepat satu bulan dihari ini pada bulan purnama terompet pertama pertempuran kita melawan Dhananad akan dibunyikan, di bawah Chandragupta tentara kita, akan menghancurkan kegelapan ini yang telah disebarkan oleh pemerintah kejam Dhannad dan kita akan melakukan fonasi pertama dari masa depan cerah perastuan india". Chandragupta bertanya "Apa?".., tentara?".., tentara kita?".., tapi bagaimana ini mungkin?".., kita tidak punya fasilitas untuk membentuk tentara, Acharya".., kita juga tidak siap untuk pertarungan kecil dan kau ingin kami bertarung tanpa senjata?".., untuk melawab pasukan Magadha yang besar, wow!".
Chanakya mengatakan pada Chandragupta "Jika api menyala di hati mu, bahkan hanya dengan api lecil saja sudah cukup untuk membakar seluruh hitan, Chandragupta, kau tidak membutuhkan senjata untuk berperang tapi kau membutuhkan tekad didalam hati mu.., sejauh fasilitas yang menyangkut raja Magadha, Dhananad".., akan memerikan fasilitas itu kepada kita.., kekuatan terbesar Dhananad adalah kekayaannya dan itu juga kelemahan terbesarnya dan kita akan menyerang kelemahannya itu dengan kejam, ini akan menjadi langkah pertama dari revolusi kita dengan mencuri harta Dhananad". Ketiga teman Chandragupta terkejut, Chandragupta tersenyum menatap Acharya Chanakya.
Nasehat Acharya Chanakya (Niti Chanakya) : "Sebagian besar hewan dan burung yang hidup dihutan berburu untuk kelangsungan hidup mereka, kadang-kadang mereka berhasil, kadang mereka gagal .., namun hanya akan ada satu penyerang yang serangannya tidak akan pernah sia-sia, yaitu seekor elang dan elang selalu berhasil karena memiliki rencana di balik setiap serangan.., elang tidak meyerang mangsanya begitu menemukannya, elang mengamati mangsanya, elang berkeliaran di sekitar mangsanya selama berjam-jam dan berhari-hari dari ketinggian yang sangat tinggi sehingga mangsanya bahkan tidak menyadarai bahwa ia sedang di awasi dan ketika waktu yang tepat tiba hanya satu serangan dan mangsanya mati".., jadi jika kau ingin sukses dalam hidup butalah rencana dengan berani dan ketika waktu yang tepat tiba, seranglah target dengan sekuat tenaga".., Ajaran ini adalah milik ku, dan takdir adalah milik mu"
Episode Mandatang : Acharya Chanakya dan Chandragupta menyusun startegi untuk pencurian harta milik Dhananad. Chanakya berkata "Jika kekuatan musuh sebagai kekuatan terbesar mu , hilangkan dia dari kekayaannya dan buatlah dia menjadi miskin". Chanrgaupta belajar untuk memanah.
Comments
Post a Comment