CHANDRAGUPTA MAURYA 49 By Made Titis Maerani
Index Sinopsis : Dhananand memerintahkan Amatya Rakshas untuk mengurus kedatangan harta karun di istana Magadha. Sementara itu, Chanakya memberi tahu Chandragupta tentang rencananya untuk menjarah harta Magadha. Selain itu, ia menawarkan Sthoolbhadra dan teman-temannya untuk bergabung dengan Chandragupta melawan Dhananand. Mereka dengan senang hati bergabung dengan tim Chandragupta di bawah bimbingan Chanakya. Sthoolbhadra harus mengikuti tes untuk mendapatkan izin bekerja di dapur bersama dengan Daimaa. Chandragupta membantu Sthoolbhadra untuk lulus ujian dengan bantuan Mura. Kemudian, Dhumketu harus menyelesaikan tugas yang mustahil untuk direkrut sebagai mata-mata.
Acharya Chanakya berkata pada Chandragupta " Jika kau membawa nuala api di hati mu, maka bahkan percikan kecil bisa membakar hutan menjadi abu , sesorang tidak hanya memhtuhkan sejata di tangan untuk berperang tapi sesorang harus bertekat untuk penyebabnya, kekuatan terbesar Dhananad adalah kekayaannya dan kekayaan itu adalah kelemahannya .., kita harus menyerang tanpa ampun pada kelemahan ini, ini akan menjadi babak pertama dari pemberontakan kita untuk menjarah kekayaan Dhananad".
Dhananand mengumpulkan beberapa peti berkata pada Amatya Rakhsas " Penasihat (Mahamatya)"Penasihat, peti ini kosong, besoj peti-peti itu akan diisi dengan emas yang penuh tepat disaat takyat Magadha yang ketakutan skan membayar pajak untuk keberadaan mereka dan semua emas-rmas itu akan terisi dipeti-peti ini dan kegembirasn ku akan tumbuh berkali-kali lipat!". Amatya Rakhsas berkata pada Dhananand" semoga dewa memberkati Magadha dengan kemlimpahan dan ke makmuran tanpa batas". Dhananand berkata" kekayaan Magadha milik ku". Rakhsas berkata" yang mulia kau benar".., kaisar Magada adalah Magadha itu sendiri dan Magadha,ada karena kaisar Dhananand". Dhananand berkata" aku setuju dengan itu Mahanatya(penasihat) tapi ketika aku berbicara tentang emas , aku berfikir dengan cara yang berbeda, sedikit berbeda..., berbeda dengan Magadha.., kau tahu itu dengan baik, penasihat". Rakshas menjawab "Ya tuan, aku tahu itu dengan baik, dan oleh larena itu, aku telah mengatur untuk mengirim emas kesayangan mu ketempat yang aman di tempatnya, tempat yang terletak di Magadha tapi tidak dalam pemandangan Magadha". Dhananad berkata pada Rakhsas "aku akan menunggu besok, saat emas ku akan tiba dan bersama dengan itu akan ada ada tiga teman serangga ku dan kau tahu itu, Penasihat.., aku tidak tahan dengan ketidakmampuan". Rakhsas meyakinkan Dhanand "Yakinlah, yang mulia".., selama aku masih menarik nafas tidak akan ada orang sperti itu yang akan menginjakkan kaki diistana yang tidak didesikasikano untuk melayani mu.., baik itu dengan kemauan, tindakan dan oleh alam".
Sthulbadhra mengatakan pada Acharya Chanakya "Acharya, Jika kita memasuki istana dengan pemikiran seperti, maka kita akan terlupakan, Acharya". Chanakya mengatakan "Aku senang mengetahui bahwa kau telah merasakan sejauh mana ancaman tersebut, kau tidak akan pergi kesana sebagai pelayan istana.., tapi kau akan pergi kesana sebagai prajurit ku, dan sebagai seorang prajuirt.., pengabidan kepada komandannya paling berharga diatas segalanya, begitu juga kepercayaannya pada komandannya". Chanakya mengeluarkan tiga jaling genitri, ia bertanya kepada ketiga teman Chandragupta "apakah kalian melihat manik-manik ini?".., semua manik-manik itu sama kecuali yang lebih besar, dan dalam semua ini.., satu manik berdiri dengan berbada, tidak hanya dalam penampilan dan bentuk tapi juga di alam karena keracunan". Chandragupta dan ketiga temannya tersentak kaget saat mendangar hal itu., Chanakya mengatakan "Jika suatu saat nanti kalian tertangkap atau ketika ada yang meragukan mu dan tidak ada jalan keluar dan tidak ada pilihan lain, ketika Dhananad atau orang lain diistana meragukan Chandragupta kerena tindakan kalian atau bahkan jika Chandragupta sedang dalam bahaya, maka kalian harus sekaligus menelain manik itu". ketiga teman Chandragupta hanya tediam dan tampak tegang. Chandaragupta menatap mereka. Chanakya mengatakan "Dalam revolusi besar ini kita harus berkorban dan manik-manik ini akan membantu mu jika peristiwa seperti itu terjadi". Chanakya meminta mereka bertiga mengambilnya "Ayo, ambilah.., momen ini akan menjadi saksi atas keputusan kalian".
Chandragupta keberatan berkata" tapi acharya".., Acharya Chanakya menghentukan Chandragupta berbicara " Diam". Chanakya berkata di depan Sthulbadhra, Indera dan Dhumkethu" kau harus memutusjan hari ini dan tidak akan ada yang akan memutuskan untuk mu.., kau harus menemukannya sendiri..,ini kesempatan terakhir bagi mu untuk mundur dari revolusi besar ini karena jika kau melompat tidak akan ada jalan keluar.., katakan pada ku apa yang kalian putuskan?". Ketiga temen Chandragupta hanya terdiam, Chandra menggelengkan kepalanya, Sthulbadhra maju dan mengambil kalung genitri dan berkata "kami bersama mu dalam perang besar ini, Chandra". Indera dan Dhumkethu mengambil kalung genitri dan juga memakainya. Indera berkata" uni bukan hanya perang mu" sthulbadhra, indera dan Dhumkethu bergandengan tangan berkata" ini juga tujuan kami". Chandragupta tersenyum dan memeluk ketiga temannya.
Acharya Chanakya berkata" sekarang mulilah perjalanan mu menuju kedewasaan dari masa kanak-kanak (masa muda), bukan hanya Chandragupta tapi kalian semua, besok pagi".
Keesokan harinya, Chandragupta membawa ketiga temannya ke istana Magadha". Badhrasal datang, Chandragupta memberi salam dan ketiga temannya memberi gaya yang berbeda". Chandragupta menegur mereka bertiga.
Chandragupta berkata pada Badhrasal" ini ketiga teman ku yang aku ceritakan (sebutkan) kepada kaisar, ketiganya terampil dengab apa yang mereka lakukan". Dhananand datang mengawadi mereka dan mengisyaratkan dengan melanbaikan tangannya pada Badhrasal. Chandragupta berkata pada Badhrasal dengan memperkenalkan Inderajenik " tidak ada yang mekewati pandangannya, dia bisa menghitung dengan kecepatan tertinggi, dia bisa menghitung tetesan air hujan".Chandragupta memperkenalkan Dhumkethu pada Badhrasal" dia pelri tercepat, paling tercepat diseluruh Magadha".Chandragupta memperkenalkan Sthulbadhra" tidak ada juru masak yang lebih baik dari pada dia, bukannhanya itu.., dia bisa mencicipi persiapannya dan memberitahu mu bahan-bahan yang digunakan untuk membuatnya, jadi.., Sthulbadhra bisa bekerja didapur, Dhumkethu.., bisa bekerja sebagai utusan dan Inderajenik bisa digunakan sesuai dengab keunginan mu, salah satunya yang membutuhhkan perhitungan". Chandragupta berkata pada ketiga temenya"Ayolah teman-teman.., mari ku tunjukkan dinana kaluwn akan bekerja". Suara Dhananand mengejutkan Chandragupta dan ketiga temannya, Dhananand berjakan dan berdiri di depan Chandragupta dan ketiga temannya berkata" mengapa harus terburu-buru seperti itu?". Dhanannand hanya tertawa.
Semua orang berkumpul di ruangan Dhananad. Dhanand berkata pada Chandragupta "Pelayan ku tersayangs sekarang kau akan menutup mata teman mu.., teman mu pasti tidak akan melihat apa-apa, emapt makanan akan di sajikan di hadapannya dan dia harus memberitahu kami bahan-bahan yang digunakan hanya dengan mencicipi makanannya, aku telah membawa daftar nama-nama bahan yang digunakan, jadi aku akan tahu apakah dia benar atau salah". Chandragupta melirik cemas pada Sthulbadhra yang juga terlihat sangat tegang. Dhananad meminta agar Chandragupta melanjutkan dan melakukan perintahnya. Chandragupta menutup mata Sthulbadhra dengan sabuk hitam yang telah disiapkan, Dhananad meminta agar semua pring di sajikan di atas meja. Mura datang membawa keempat hidangan makanan dan meletakannya di atas meja, Dhanand menghitung keempat sajian makanan itu. Dhanand berjalan maju dan berdiri di depan Sthulbadhra, ia memeriksa penutup mata Sthulbadhra dan meyakinkan dirinya bahwa Sthulbadhra tidak melihat apapun. Dhanand bertakat mengejutkan mereka "Sebelum kau memulai tes, aku ingin memberitahu mu bahwa salah satu wadah/ mangkuk berisi racun, manakah yang telah diracuni?".., aku benar-benar tidak tahu, tapi aku cukup ingin tahu .., Daaima yang telah menyarankan tes ini, dia adalah kepala dapur kerajaan".., sekarang jika kau lulus tes ini, kau akan diizinkan untuk bekerja di dapur kerajaan dan jika kau gagal maka kau akan berada dirahang kematian". Stthulbadhra ketakutan dan ia berjalan pergi, Indera dan Dhumkethu menghentikannya.
Dhanaan meminya agar tes itu segera di mulai, Sthulbadhra ketakutan, Chandragupta maju dan memberikannya sendok. Dhanand berkata "aku ingin tahu makanan manakah yang telah diracuni?".., apakah yang pertama, yang kedua, yang keempat atau yang ketiga?".., bergegaslah". Sthulbadhra mulai menyendok makanan di mangkuk pertama dan mencium aroma masakan itu, Sthulbadhra mengatakan pada Dhananad "Tuan ku, makanan ini terdiri atas kemangi, daun kari dan lada hitam, dan cengkeh dan sedikit garam dan madu". Dhananad memeriksa kertas daftar makanan di mangkok satu, Dhananad setuju berkata "Luarbiasa, sekarng cicipi makanan yang berikutnya". Dengan tangan gemeteran, Sthulnbadhra menyendok dan menyium aroma makanan dan mencicipi makanan itu, Sthulbadhra memegangi lehernya, Chandragupta dan Mura terkejut. Daaima dan Amatya Rakhsas tersenyum puas, Dhananad tertawa terbahak-bahak saat itu. Chandragupta berlari mendekati Sthulbadhra dan mencemaskannya "Sthul".., Sthul meminta air minum, Chandragupta mengambilkannya minum "Minumlah air ini!".
Chandragupta bertanya pada Sthubadhra "apakah kau baik-baik saja?". Sthulbadhra menganggukkan kepalanya. Daaima terlihat sangat kecewa. Dhananad kesal "Dia masih hidup". Sthulbadhra mengatakan "Makanan itu sangatlah pedas". Dhananad menanyakan pada Sthulbadhra tentang bahan yang terdapat pada makanan tersebut"Apa saja bahannya?". Sthulbadhra menjawab "Tuan ku ini terdiri atas Cabai hijau dan lada hitam, bawang putih, bawang merah dan biji-bijian yang sangat kuat, tapi cabai bubuk banyak digunakan di dalamnya, kaisar akan merasa tidak nyaman jika memakannya". Dhananad meminta agar Sthulbadhra mencicipi makanan hidangan ketiga, Sthulbadhra menyendoknya dan mencium aromanya. Sthulbadhra berkata pada Dhananad "Tuan ku.., makanan ini telah diracuni". Daaima dan keluarga kerajaan tersentak kaget. Sthulbadhra mengatakan "Seorang juru masak yang terampil tidak hanya mengandalkan rasa, tapi dia juga bisa mengetahuinya dari aroma bahan dan bumbu apa yang digunakan dan aroma dari hidangan masakan ini membuatnya jelas bahwa makanan itu telah dicampur racun". Dhananad menatap Daaima, Daaima hanya menganggukan kepalanya.
Dhananad berkata "Luar biasa!",, bukalah penutup matanya". Indera dan Dhumkethu membuka penutup mata Sthulbadhra. Dhananad mengatakan pada Sthulbadhra "kau tidak perlu mencicipi makanan lainnya". Chandragupta menarik napas, Dhananad berkata pada Sthulbadhra "Kau bisa bekerja di dapur kerajaan bersama dengan Daaima". Daaima terlihat sangat kesal. Dhananad berkata "sekarang kita akan melihat seberapa cepat Dhumkethu bisa berlari". Chandragupta masih terlihat sangat tegang.
Dikooridor istana, Indera bersama ketiga temannya memuji keberhasilan Sthulbadhra. Dhumkethu bertanya pada Sthulbadhra "Bagaimana kau bisa tahu hanya dari bau, masakan mana yang diracuni dan yang tidak di racuni?". Sthulbadhra bertanya "apakah kau tidak waras?".., bagaimana aku bisa tahu hanya dari aromanya saja jika mangkuk pada makanan itu diracuni atau tidak?".., aku tidak melakukan apapun".., Chandragupta yang telah melakukan semuanya". Chandragupta bertanya pada Sthulbadhra bertanya "apakah kau pikir itu aku?".., bukan aku tapi ibu yang telah membantu kita". Sthulbadhra tersenyum. Chandragupta mengatakan "Saat ibu meletakkan keempat mangkuk/ piring ke meja di aula, ibu ku menatap ku, ibu ku mengetukkan mangkuk ketiga".., aku tahu ibu ku mengatakan sesuatu". kilas balik berakhir. Sthulbadhra bertanya "Lalu apa lagi?".., ketika melihat hidup ku dalam bahanya maka otak ku bekerja, setelah kaisar membuat pengumuman, Chandra membawa ku ke mangkuk/piring dan dia mencubit jari ketiga ku dan aku tahu apa artinya". Dhumkethu mengatakan pada Chandragupta "Kau sangat hebat, Chandra".., bantulah aku seperti yang kau lakukan padanya". Pengumuman dibuat ketika Dhananad datang.Dhananad berkata "Badhrasasl adalah komandan tentara Magadha dan pelari cepat Magadha.., jika kau mengalahkannya dalam perlombaan ini, maka kau akan di perkejakan sebagai utusan pribadi ku". Dhananad nyengir. Chandragupta tersentak saat melihat halangan dan rintangan yang telah di siapkan oleh Dhananad unntuk Dhumkethu. Chandragupta berkata pada Dhananad "Tapi, Tuan ku".., jalan Badharasl sangat jelas tapi Dhumkethu menghadapi tantangan?". Dhanaand berkata "Begitulah jalan dari seorang utusan".., tidak peduli dengan rintangan apapun yang akan menghadang baik itu pecahan kaca, bara atau krikil.., seseoang harus menyampaikan pesan pada waktu tertentu dengan cara yangf bijaksana dan jika tugasnya menantang maka begitulah juga jalannya". Chandragupta hanya terdiam.
Nasehat Chanakya (Chanakya Niti) : "Jika aku memberitahu mu, bahwa kau harus memadamkan api dengan menggunakan belati ini atau dengan menggunakan air ini untuk memotong kain ini, apakah itu mungkin untuk mu?".., Tidak akan pernah".., karena air memadamkan api dan pisau yang tajam diperlukan untuk memotong kain dan dengan cara yang sama tidak hanya cukup untuk mengumpulkan kekuatan dan sumber daya dalam kehidupan.., sesorang harus menggunakannya dengan bijak dengan waktu dan tempat yang tepat, hanya dengan begitu sesorang bisa mendapatkan hasil yang diinginkan":. Pelajaran dari ku sebuah tindakan dari mu".
Episode mendatang : Dhananad berkata "Biarkan perlombaan di mulai". Dhumkethu mulai berlari dan melewati semua rintangan melawan Badhrasal.
Comments
Post a Comment