CHANDRAGUPTA MAURYA 50 By Made Titis Maerani



Index Sinopsis :Chandragupta merusak rencana Daimaa dan membuat Bhadrasaal meminum minuman dengan obat bius. Minuman itu mempengaruhi Bhadrasaal dan dia kalah bersaing dengan Dhumketu. Selanjutnya, Chandragupta menggunakan pelajaran Chanakya dan menghitung koin emas. Dia memberi tahu Indrajalik melalui gerakan tangan. Dhananand menghargai teman-teman Chandragupta dan mengangkat mereka dalam tiga posisi berbeda. Bhadrasaal, Daimaa, Pandu dan Amatya Rakshas bergandengan tangan untuk menyingkirkan Chandragupta dan teman-temannya sesegera mungkin. Kemudian, Chanakya meminta Chandragupta untuk menemukan lokasi harta Dhananand yang tersembunyi di tempat rahasia.

Daaima datang membawakan dua gelas minuman berkata" aku datang membawakan dua minuman minuman energi untuk kedua pesaing.., ini untuk mu (gelas kiri) dan yang ini untuk Badhrasal". Chandraguota berfikir" ramuan ini pasti akan menmbulkan masalah untuk Dhumkethu". Chandraguta datang ke hasapan Daaima" berikan ini pada ku, Daaima".., sementara seorang pelayan ada disini, jika kau harus melakukan pekerjaan ini.., apa yang akan dipikirkan yang mulia?"..,berikan saja itu pada ku, nanti aku yang akan memberikan padanya". Daaima menolaknya"tidak". Chandragupta berkata"tidak apa-apa, ini pekerjaan ku".., ayo, berikan pada mu". Chandragupta mengambil nampan dan menaruhnya di atas meja.  Chandraguota berfikir" yang disebelah kiru untuk Dhumkethu". Chandragupta sengaja mengacak kedua gelas berkata" bayangkan jika keduanya adalah kalian berdua,ini sebuah tantangan, saat berlari, kalian akan melihat datu sama lain.., tapi tidak!".., jangan.menganghu, fokus pada tujuan, aku berharal pria terbaik menang". Chandragupta membahikan gelas minuman yang yelah diacaknya pada Dhumkethu dan Badhrasal, mereka meminumnya, Daaima terlihat kesal.

Daaima berfikir"aju yelah menambhajannramuan ke dalam minuman Dhumkethu yang akan membuatya berjalan lebih lambat", tapi Chandragupta telah mengganti gelas, sehingga aku sendiri tidak mengerti yang mana gelas ramuan itu".., aku ingin tahu apa yang akan terjadi". Dhananand berkata pada Amatua Rakhsas"Amatua, kau boleh memulai pertandigan (balapan)". Rakhsas berkata" pada hitungan ketiga, balapan harus segera dimulai". Amatya Rakhsas mulaimenghitung hingga hitungan ketiga. Dhumkethu dan Bdhrasal memulai untuk memulai perlombaan, ia melompati setiap rintangan yang ada di jalannya, sementara itu Badhrasal terus berlari mendahuli Dhumkethu, Daaima terlihat sangat senang, Dhumkethu melewati pecahan kaca yang berserakan di jalannya, Badhrasal berhasil mengambil bendera terlebih dahulu, dan kembali berlari dengan membawa bendera. Dhumkethu baru sampai dan mengambil bendera.

Indera  dan Sthulbadhra menyemangatinya untuk berlari lebih cepat lagi, Badhrasal tiba-tiba berhenti dan terjatuh, ia merasa pusing, Chandragupta tersenyum sangat senang, Dhumkethu melewati semua rintangan di jalannya, Dhananad memeprhatikannya, Dhumkethu menaiki anak tangga dengan membawa bendera ditangannya, Badhrasasl terjatuh dianak tangga.Chandragupta sangat senang, Dhumkethu sampai terlebih dahulu dengan membawa bendera di tangannya, Chandragupta memeluknya. Dhumkethu dan Indera bertepuktangan dan sangat senang dengan keberhasilan Dhumkethu.. Daaima dan Amatya Rakhsas sangat kecewa, Bahdrasal datang dengan keadaan yang lemah. Dhanand bertepuk tangan dan tersenyum puas, Dhanand berkata pada Dhumkethu "Kau sangat berbakat". Dhananad menatap tajam berkata pada Badhrasal "Dan kau.., meskipun kau menjadi komandan Magadha dan menjadi sepretinter terbaik, kau kalah dari seorang anak muda, malu pada diri mu, Badhrasal!".., kau harus memahami  kau akan terus melayani sebagai komandan Magadha.., tapi, sebelum itu, kenapa kita tidak  teman ketiga (Indera) dari pelayan kesayangan (Favorit ku)?". Wajah Indera terlihat tegang menatap Chandragupta, Dhananad nyengir.

Dhanand duduk di tahtanya berkata pada Chandragupta  "Jadi pelayan ku yang terkasih, kau menyebutkan bahwa teman mu itu juga bisa menghitung tetesan hujan hanya dengan membayangkan!".., bagaimana jika kon jatuh dari langit?".., ini pasti akan sangat menyenangkan". Amatya Rakhsas menyeringai. Dhananad mengatakan "Jadi sekarang teman mu harus menghitung semua koin yang jatuh, jika tebakannya benar maka dia kan menjadi murid Amatya di istana kerajaan ini, dan jika dia salah mendebak".., seroang algojo datang membawa pecut dan membuat Indera tersentak ketakutan saat melihatnya membawa pecut ditangannya. Dhanand mentertawakannya. Dhananad berkata "Sekarang saatnya untuk menguji kemampuan matematika mu, tapi itu menurut perhitungan ku harga membuat satu kesalahan adalah 100 kali cambukan". Daaima dan Pandu tersenyum puas.

Indera berkata pada Chandragupta "Aku sudah selesai, aku tidak akan bisa melakukannya". Chandragupta mengatakan pada Indera "Percayalah pada ku, Indera.., kau harus melakukannya".., jangan fokus pada koin itu tapi nfokuslah pada ku, mengerti?". Indera menganggukan kepalanya. Dhananad mengatakan "sekarang kau bisa memulainya". Koin mulai dijatuhkan, Indera sangat tegang, Chandragupta memperhatikan koin itu dengan seksama. Amatya Rakhsas menyeringai. Dhananad mengatakan "Jadi hujan koin berakhir disini, aku berharap kau selesai menghitung". Indera mengatakan "Iya.., iya yang mulia". Indera ketakutan ketika algojo menghempaskan cambuk ditangannya, Indera memperhatikan isyarat dari Jari Chandragupta dengan seksama. Dhananad berkata pada Indera "Katakan pada ku". Indera berkata dengan terbata-bata "Yang.., yang mulia.., jumlahnya adalah 5.234". Dhanand memanggil dan bertanya pada Amatya Rakhsas "Benarkah?", Rakhsas memeriksa gulungan catatannya, ia berkata "Tidak, yang mulia". Chandragupta dan Mura terkejut. Daaima dan Pandu tersenyum puas.Amatya Rakhsas segera memberikan catatan itu pada pelayan perempuan. 

Dhananad membaca isi catatan itu, Dhanand mengatakan "Jumlah yang disebutkan disini adalah 5.235.., kau kalah dengan  satu koin". Chandragupta menyedari sesuatu, Dhananad mengatakan "dan satu kesalahan akan menyebabkan 100 kali cambukan". Dhananad tertawa terbahak-bahak. Chandragupta menatap Indera, Indera berkata pada Dhananad "Tapi yang mulia, bagaimana jika aku membritahu mu bahwa da satu koin yang tidak bersama dengan koin-koin itu?". Dhanand bertanya "Lalu apa, apa maksud mu?". Indera mengatakan pada Dhananad " Maksud ku".., hanyalah Amatya yang tahu jawabannya". Dhanand menatap tajam Amatya Rakhsas dan bertanya padanya "Amatya?". Amatya menggeser kakinya dan satu koin ada di bawah sendalnya. Chandragupta tersenyum. Amatya Rakhsas mengambil koin itu dan menunjukkannya berkata "Aku hanya ingin melihat, yang mulia.., jika pelayan ini berhati-hati". Dhanand mengatakan "Luar biasa!".., juara matematika, pengamat yang berhati-hati!".., Kau juga harus memperkerjakan dia juga, Amatya". Amatya Rakhsas, Pandu dan Daaima terlihat sangat kesal dan kecewa. Chandragupta dan ketiga temannya sangat senang. Mura tersenyum menatap Chandragupta.

Dhananad mengatakan pada Cahndragupta "Dan budak ku tersayang.., kau boleh mengajak teman-teman  mu  berkeliling istana". Chandragupta mencakupkan kedua tangannya berkata pada Dhananad "seperti yang kau perintahkan, yang mulia". Diikoridor, Sthulbadhra mengatakan pada Chandragupta "Kau telah menunjukkan kepada kami istana, tapi sekarang katakan yang sebenarnya, jujurlah Chandra.., bagaimana kau bisa menghitung koin bergitu cepat?". Indera menimpali"Iya Chandra, tolong beritahu pada kami".., aku sangat gugup". Chandragupta tersenyum dan berkata pada ketiga temannya "Seluruh penghargaan diberikan kepada Brahmana  Chanakya".., sambil mengendalikan amarah ku, Chankaya memberikan ku tugas". Kilas balik ditampilkan ketika Chanakya melemparkan beras ke tanah, Chanakya mengatakan pada Chandragupta "Kau harus menghitung butrian beras ini satu perastu dalam waktu yang ku berikan kepada mu". Chandragupta menolaknya berkata "aku tidak akan melakukan tugas bodoh ini, kau boleh melakukan apa yang kau mau". Chanakya mengatakan pada Chandragupta "kau harus melakukannya atau kau tidak akan bisa meninggalkan tempat ini, sehingga tidak bisa membalaskan dendam pada Dhanand, aku telah menghitung butrian beras ini dan aku tahu hitungan terakhir".., jika kau salah menghitung, kau harus memulainya lagi". Chanakya menunjukkan jam pasir dan berkata pada Chandragupta "Waktu mu dimulai sekarang".Chandra melakukannya, Kilas balik berakhir. Chandragupta berkata pada ketiga temannya "Acharya Chanakya membuat ku melakukan tugas ini berkali-kali, sehingga aku benar-benar bisa menghitung tetesan air hujan sebelum jatuh ketanah".

Daaima, Pandu dan Badhrasal saling bertemu di lorong istana. Badhrasal mengatakan pada Daaima "Ibu, aku harus menemukan cara untuk menunjukkan tempat yang tepat untuk pelayan Chandragupta, menjadi komandan Magadha, hari ini aku telah di pewrmalukan olehnya". Pnadu mengatakan "masalah ini jauh dari masalh pribadi kita, ini semakin tidak terkendali, dalam waktu yang sangat singkat pelayan itu menjadi sangat disayangi oleh yang mulia dan dengan kecepatan dia segera terus nergerak maju, yang mulia hanya akan mendengarkannya, waktu tidak akan lama lagi ketika kata-kata menjadi tidak berarti lagi bagi yang mulia". Daaima berkata "itu mustahil!".., yang mulia akan mendengarkan aku!".., baik itu hari ini atau di masa depan, dia telah menuggaskan ketiga temannya di bagian istana yang berbeda.., dapur kerajaan, pembedaharaan kerajaan dan sebagai pengawal kerajaan tapi dipekerjaakan dan mampu melakukan pekerjaan itu berbeda, kita harus menyingkirkan mereka bertiga". Pandu bertanya "tapi bagaimana caranya?". Amatya Rakhsas datang dan  menjawab "serahkan saja semuanya pada ku".., peratama kita harus mengawasi Chandargupta dan teman-temannya, sambil menunggu waktu yang tepat, kita hanya butuh satu kesempatan dia mendapatkan kepentingan itu dimata yang mulia tapi dia akan di permalukan dengan cepat, aku akan merusak imajinasinya".., yang mulia telah meletakkan posisi tinggi seperti itu kepada semua orang, tapi raja yang akan menghukum mereka sampai mati".

Chandragupta mengajak ketiga temannya ke ruangan kerja Mura. Chandragupta berkata "Ini tempat di mana jubah dicuci. Mura hanya terdiam dan ketakutan ketika Chandragupta dan ketiga temannya datang menemuinya di ruang cuci baju istana. Chandragupta memanggilnya "Ibu". Mura bertanya dalam kecemasannya pada Chandragupta "Apakah kau memastikan bahwa tidak ada orang disini?".., apakah ada orang yang mengawasi kita?". Chandragupta menatap Sthulbadhea, Sthul meyakinkan Chandragupta dengan menggelengkan kepalanya bahwa semuanya aman. Chandragupta berkata pada Mura " Yakinlah ibu, tidak ada orang lain disini". Mura tersenyum, ia menghampri Chandragupta dan memeluknya dengan sangat erat.

Sthulbadhra berkata pada Mura "Nyonya, Chandra mengatakan (menyebutkan) bahwa kau membuat laddo yang lezat". Mura dan Chandragupta tersenyum. Indera mengegur Sthulbadhra "Hentikan Sthul". Dhumkethu juga memarahi Sthulbadhra. Denagn santainya, Mura menjawab "Ya , aku memang membuatnya, kau juga akan mendapatkannya, tapi jika kau mau membagikannya pada teman-teman mu, jadi maukah kau berbagi?". Sthulbadhra mengangguk. Mura tersenyum bahagia, ia mengeluarkan Laddo yang telah disembunyikannya di balik tumpukan pakian. Mura menyuapi Laddo pada Sthu;badhra berkata " Ini dari ku".., lalu kemduain Mura menyuapi Indera " Untuk keksukesan mu", lalu menyuapi Dhumkethu dan Chandragupta, Mura berkata pada mereka berempat " Disini aku tidak hanya memiliki satu putra, tapi empat". Sthulbadhra mengambil Laddo dan mengamankannya, mereka berempat meminta berkah Mura. Mura memberkahi mereka berempat berkata "Selalu jadilah pemenang". Chandragupta mengusap air mata Mura, ia berkata pada Mura "Jangan menangis lagi ibu, Rangkullah air mata mu dan jadikan itu sebagai kekuatan mu, karena aku menginginkan kekuatan, aku ingin isnpirasi untuk dapat membalaskan dendam, semua orang akan segera melihat langkah awal dari pergolakan kita". Mura memastikan semuanya masih tetap aman. Mura berkata pada Chandragupta"Karena hubungan kuat mu dengan yang mulia dan kebaikannya, banyak orang disini iri pada mu dan mereka terus mengawasi mu seperti elang, mereka hanya mencari satu kesempatan untuk dapat menghina mu di hadapannya.., jadi nak, kau harus berhati-hati".., disini, setiap hari akan menjadi ujian baru untuk mu". Cahndragupta mengangguk. 

Acharya Chanakya mengajak Chandragupta dan ketiga teman-temannya mengamati kereta harta karun milik Dhanand akan di amankan dari kejauhan. Chanakya mengatakan "Lihatlah disana, kereta (gerobak) itu berisi kekayaan yang diambil Dhanand dari rakyatnya atas nama pajak, itu adalah kekuatan terbesar Dhananad". Indera berguam "Ya dewa, bagaimana kita akan bertahan dihadapan kekuatan  dan kekayaan yang tidak ada habisnya, Acharya?". Chanakya menjawab "dengan mencuri bebrapa kekayaan darinya, kau bisa mengambil beberapa kekuatan dari musuh untuk membawa kekuatan bagi diri mu sendiri". Chandragupta melihat kekayaan Dhananad dibawa oleh kereta dengan pengamanan yang sangat ketat. Chandargupta mengatakan pada Dhananad "Jika kereta (gerobak-gerobak) ini di jaga dengan baik, aku yakin maka pembendaharaannya memiliki keamanan seratus (100) kali lipat dan untuk mencurinya dari sana tidak mungkin".

Chanakya berkata "Ikutlah dengan ku". Chanakya membawa Chandragupta dan ketiga temannya ke tengah hutan. Chandragupta bertanya pada Chanakya "Mengapa kita disini?" Chanakya menumpahkan beberapa kacang di tengah hutan, seekor monyet datang untuk mengambilnya. Chanakya mengatakan "Apakah kau melihat apa yang dilakukan hewan ini?". Chandrgupta menjawab "Monyet memakan bebrapa kacang tanah  dan menyimpannya untuk nanti". Chanakya menjawab "Kau benar".., Dhananad seperti monyet (hewan) ini", Dhananad begitu merasa tidak aman dengan kekayaannya, sehingga dia tidak menyimpan semua kekayaannya hanya di pembendaharaannya saja, Dhananad memiliki bebrapa di antaranya dan sebagian disembunyikan di tempat lain untuk digunakannya saat membutuhkannya". Chandragupta bertanya pada Chanakya "apakah kau ingin menyiratkan bahw Dhananad mencurinya dari pembendaharannya sendiri dan menyimpannya di suatu tempat yang jauh dari istana?". Chanakya menjawab "Iya, dan kau harus mencari tahu tentang tempat rahasia itu". Chandragupta hanya terdiam.

Nasehat Chanakya (Nithi Chanakya) : Untuk mengecek keasilian sebuah emas, digosookan pada batu, kemudian direbuskan dengan api yang panas, lalu dipukul dengan palu, setelah itu dimurnikan dengan air. Apapun yang dapat lulus dari tes semacam itu hanyalah emas yang murni dan apapun yang tidak adalah tembaga. Demikian juga untuk menguji apakah seseorang itu baik atau jahat, ada bebrapa kriteria yang perlu diingat, orang yang baik bisa mengalami kemarahan, tapi tidak seperti orang jahat, dia akan menunjukkn kemarahannya pada ketidak adilan, sebelum sesorang yang lebih tinggi  bahkan orang jahat pun akan menyerah. Tapi, orang yang benar-benar baik adalah orang yang memeprlakukan semua orang berbeda di bawahnya, dengan hormat dan kerenannya jika ingin memiliki emas atau perusahaan orang baik, kau harus segera memutuskan setelah melihat kriteria ini, Ini adalah prinsi ku, buatlah prinsip yang benar".

Episode mendatang : Chandragupta dan ketiga temannya duduk diatas ranting pohon. Chandragupta berlata "Mereka akan memabwanya ketempat yang jauh dari istana". Amatya Rakhsas memerintahkan ahar kereta pembawa harta karun milik Dhananad segera pergi mengamankan hartanya, Rakhas berkata "Ayo pergi". Kereta dan rombongan prajurit berangkat. Chandragupta berkata "Ke-12 tentara akan mengangkut kekayaan ke tempat rahasia dengan menunggang kuda". Chandragupta membututi mereka dengan menggantung di bawah kereta, Amatya Rakhsas mencuroigai was-was dan waspada. Amatya Rakhsas meminta agar prajuirt berhenti, ia merasakan bahwa ada sesuatu yang bersembunyi di bawah deg kereta kuda.






Comments

Popular posts from this blog

CHADNRAGUPTA MAURYA 54 By Made Titis Maerani