CHADNRAGUPTA MAURYA 52 By Made Titis Maerani
Index Sinopsis : Chanakya mengajari Chandragupta cara menggunakan busur dan anak panah dengan memintanya untuk membidik patung burung di pohon. Di sisi lain, pasar pengusaha semakin dirampok. Pengusaha meminta Dhananand untuk keamanan tetapi dia meminta lebih banyak pajak sebagai imbalan untuk memberi mereka keamanan. Mereka menerima kesepakatan Dhananands. Chandragupta tidak dapat menargetkan seekor burung dan dengan marah mematahkan busurnya. Chanakya menghukumnya, dengan memintanya untuk membuat busur baru sendiri. Setelah banyak mencoba Chandragupta berhasil. Setelah pengusaha membuat kesepakatan dan pergi, Dhananand mengungkapkan bahwa ia telah memerintahkan tentaranya untuk berpakaian seperti perampok dan menjarah pengusaha. Chandragupta bersembunyi untuk mendengar Dhananand, dan tahu tentang konspirasinya..
Acharya Chanakya mengatakan pada Chandragupta "Ayolah, Chandragupta.., sekarang saatnya untuk menguji ketreampilan memanah mu, ambilah busur dan anak panah ini, tarhetkan pada burung-burung itu". Chandragupta melihat burung-burung mainan yang digantung di dahan pohon. Chandragupta tersenyum berkata pada Chanakya "Oh!".., apakah kau mengajari ku memanah seperti yang di ajarkan Dronacharya kepada muridnya, Arjun?".., aku mengerti".., tapi izinkan aku memberitahu mu satu hal, Acharya, hal semacam itu tidak akan terjadi, aku bukan arjun dan kau bukan sang guru Dronacharya".., aku akan kehilangan target ku bahkan jika objek itu hanya beberapa meter dari ku".
Acharya Chanakya mengatakan pada Chandragupta "Jika kau selesai dengan ceramah mu, akankah kita memulainya?". Chandragupta mengarahkan busur dan anak panah ketas, Chanakya mengatakan pada Chandragupta "Jangan menunjukkannya kesana, arahkan kedepan". Chandragupta melepaskan anak panah dan meleset, Acharya Chanakya meminta agar Chandragupta mencobanya kembali, Chandragupta kembali mengambil anak panah dan mecoba kembali untuk membidik sasaran dan kembali meleset. Chandragupta kesal dan bertanya pada Chanakya "apakah kau melihat itu?".., aku sudah bilang aku tidak bisa melakukannya". Chandargupta berbalik pergi, Acharya Chanakya menghentikannya. Chanakya berkata pada Chandargupta "Dari pada berfikir bahwa target itu adalah sebagai musuh yang menganggu keseimbangan di Magadha " Seorang pria memerintahkan perampok yang dipimpinnya untuk menjarah semua barang milik para pedang di pasar. Pria itu berkata "Jika mereka berani untuk melawan, maka bunuh saja mereka, jarah semuanya!".Para pedagang di pasar berlarian tunggang langgang ketika para penjahat itu menjarah semua barang milik mereka. Seorang pedang meminta pada rekannya untuk tetap melindungi dagangan mereka dan meminta untuk segera melaporkannya pada kaisar Dhananad.
Acharya Chanakya mengatakan pada Chandragupta dengan kembali memberikan anak panah "Chandragupta, ambilah inidan arahkan pada tujuan mu, selesaikan semua musuh ini".., Jika mereka tidak mendapatkan kendali atas mereka, maka mereka akan menghancurkan Magadha, fokuslah pada target mu dan selesaikan". Chandragupta kembali membidik dan melepaskan anak panah dan kembali meleset. Dipasar, semua perampok / badndit menjarah semua barang milik para pedagang. Acharya Chanakya mengatakan pada Chandragupta " Setiap usaha mu yang gagal akan memperkuat musuh-musuh ini dan orang-rang Magadha yang tidak bersalah akan meanggung akibatnya, fokuslah padanya dan selesaikan!". Chandragupta mulai melepaskan anak panah dan kembali gagal. Seorang pedagang mengatakan pada teman-temannya sesama pedagang "Kita harus segera memberitahu pada kaisar tentang hal ini". Semua pedagang setuju dan pergi ke istana Magadha untuk menemui Raja Dhananad.
Acharya Chanakya mengatakan pada Chandragupta "Banyak orang yang akan berharap pada mu bahwa kau akan menyingkirkan Magadha dari kegelapan". Chandragupta kembali gagal, ia sangat emosi dan mematahkan busur menjadi dua dan membuangnya. Chankya mengatakan pada Chandragupta "sekali lagi kau membiarkan kemarahan mendominasi mu, belajarlah untuk mengendalikan amarah mu, belajarlah untuk menyelurkannya dengan cara yang benar".., jangan biarkan amarah mu mengendalikan mu!". Chandragupta nerteriak "Hentikan!".., cukup sudah pengajaran mu!".., aku tidak akan pernah belajar memanah karena ini bukanlah pekerjaan ku, bagaimana kau bisa mengajarkan ku untuk memanah bahkan ketika kau tidak mengetahuinya?", aku bukanlah murid yang tidak berguna, tapi kaulah guru yang tidak berguna". Chanakya marah dan mengambil kampak yang tertancap di batang pohon dan melemparkannya di depan Chandragupta, Chandragupta ketakutan namun kampak itu tertancap di atas tumpukan bambu.
Acharya Chanakya mengatakan pada Chandragupta "Dibutuhkan keterampilan dan kerja keras yang luar biasa untuk membuat busur yang bagus dan kau telah merusaknya, sebagai hukumannya kau akan membuatnya". Chandragupta mengatakan pada Chanakya "Aku belum pernah melakukan itu sebelumnya". Chankya menjawab "Setiap orang melakukan banyak hal untuk pertama kalinya dalam hidup, pergilah". Chandragupta mengambil kampak dan mulai membelah bambu dan patah saat melengkungkannya, ia mencobanya berulang kali dan Acharya Chanakya memperhatikannya ketika sedang menulis. Dhanand mengatakan pada Amatya Rakhsas ketika para pedagang datang untuk mengadukan bahwa mereka telah dijarah dan di rampok "Kau tidak memastikan keamanan orang-orang yang sangat penting untuk kita?".., lagi pula bagaimana kau membiarkan semua ini terjadi pada mereka?"., mereka bukan hanya pedagang Magdaha (pengusaha).., mereka sistem pendukung kita, tanggapi kejadian ini dengan sangat serius seolah-olah semua ini terjadi pada ku, mereka aset nyata Magadha.., Magadha bukanlah apa-apa tanpa mereka para pengusaha ini, bagaimana jika mereka memutuskan untuk meninggalkan Magadha demi keselamatan mereka?".., tidak.., tidak.., tidak.., Buatlah pengumuman ini, untuk para penjahat/ bandit yang telah menyerang mereka akan menghadapi hukuman yang sama, seperti yang mereka terima karena telah menyerang ku, hukumannya akan sangaat keras sehingga mereka lebih memilih untuk mati". Amatya Rakhsas mengatakan pada Dhanand "Ya, yang mulia".
Acharya Chanakya hanya tersenyum, Chandragupta akhirnya berhasil membuat busur karena kerja kerasnya dan menunjukkan busur buatannya di depan Chanakya.Chanakya berkata pada Cadragupta"kau membuatnya dengan kerja keraa, Chandragupta, jadi ku harap kau akan berfikir fua kali sebelum mematahkan busur untuk kemarahan di masa depan, kau telah membuat busur yang luar biasa". Acharya Chanakya memberikan kembali busur itu pada Chandragupta, Chankya mengatakan pada Chandragupta "Saatnya kau di berikan target yang tepat". Chanakya menunjukkan pada Chandragupta "Itu target mu". Mura datang ke hadapan mereka, Chandragupta membidik dengan panah namun ia terkejut saat itu, Chandragupta berkata pada Chanakya "Apakah kau sudah gila, Acharya?".., Apakah aku harus berlatih dan ibu ku menjadi target?". Mura menjawab "Tidak punya seorang putra (Anak laki-laki), aku disini untuk mengingatkan mu tentang hal-hal buruk yang telah di lakukan Dhananad, tapi untuk berhasil melakukannya kau harus mengatasi semua perasassn marah mu dan fokus hanya pada tujuan mu". Mura menunjukkan Apel merah di tangannya pada Chandrgupta berkata "Ini target mu, ini musuh mu". Mura menaruh apel merah itu di atas kepalanya, Mura mengatakan pada Chandragupta "Kau harus menusuknya dengan panah mu, dan aku tahu kau pasti bisa melakukannya, Chandra". Chandragupta ragu dan bertanya "Tapi bagaimana jika aku meleset dari target?".., tidak". Mura berkata pada Chandragupta "Kau pasti bisa melakukannya, Chandra.., pegang busur mu dan lepaskan panah, akhiri musu hu!.., selesaikan Dhanand".., ambilah tujuan mu, Chandra".
Kilas balik menampilkan ketika Chandragupta mengigat pesan dari mendiang suaminya Chandravardan yang dibantai oleh Dhananad "Jika terjadi sesuatu pada ku, maka Chandrgupta harus kembali untuk membalsakan dendam kematian ayahnya". Kilas balik berakhir. Chandragupta mengangkat busurnya dan menargetkan sasaran pada apel merah di atas kepala, Chandragupta mengingat setiap hinaan yang dilakukan pada ibunya (Mura) dan membayangkan tentang banyangan Dhanand yang muncul di buah apel merah sedang mentertawakannya, dan panah melesat memberlah apel merah menjadi dua. Acharya Chanakya dan Mura tersenyum bangga menatap Chandragupta.
Malam hari di kooridor istana Magadha, Chandragupta bertemu dengan Putri Durdhara dan Shipra. Durdhara bertanya pada Chandragupta "Kau dimana, bukanlah kau pengawal ku?".., jadi kau harus selalu bersama dengan ku".., apakah kau tidak tahu apa yang terjadi di Magadha?".., para pedagang sedang dijarah di siang bolong!".., bagaimana jika mereka mencoba untuk menjarah ku?".., aku begitu banyak memiliki perhiasan yang mahal, kau harus tetap waspada pelayan".., Mungkin mereka sudah menunggu di dalam istana, menunggu kesempatam yang tepat".
Beberapa penjahat yang menjarah pedang datang menusup ke istana Magadha di malam hari, Komandan Bdhrasal datang menghadang mereka, Amatya Rakhsas pun datang untuk menangkap mereka semua, Amatya Rakhsas mengatakan "Kalian semua mencoba untuk menjarah kekayaan yang muli, setelah menjarah pedagang Magadha, kalian telah mengundang kematian dengan melakukannya". Amatya meminta pad Badhrasal untuk membawa semua perampok itu untuk menjadi tahanan, para tentara Magadha mengepung semua penjahat.
Chandragupta mengatakan pada putri Durdhara "Putri!".., aku jauh dari mu karena dalam beberapa hari ini, aku mengamati bahwa tampaknya kau tidak senang dengan kehadiran ku, dengan kehadiran ku membuat mu menjadi tidak sabar, tidak.., aku tidak ingin tinggal bersama mu tapi aku selalu memperhatikan mu".., Baiklah, aku punya bunga". Chandragupta mengeluarkan bunga mitri kuning dan menunjukkannya pada Durdhara, namun Chandragupta memberikan bunga itu pada Shipra dan membuat Durdhara menjadi sangat kecewa dan marah, Shipra memperhatikan wajah Durdhara dan tersenyum. Durdhara mengatakan pada Chandragupta "Kau memberikan bunga itu kepada pelayan biasa meskipun aku hadir disini". Cahndragupta bertanya pada Durdhara "Jadi apa yang salah di dalamnya, putri?".., seorang pelayan memberikan bunga biasa kepada pelayan biasa, bukankah aku telah memberikan bunga multi warna yang langka, bahkan jika itu tidak cukup maka beritahu pada ku.., aku akan mendapatkan seluruh bunga ditaman dan memberikannya kepada mu". Putri Durdhara sangat marah dan merebut bunga pemberian Chandragupta ditangan Shipra dan menghancurkan setiap kuntum bunga dan melemparkannya di wajah Chandragupta.Durdhara mengatakan pada Chandragupta dengan sangat kecewa "Kau tidak cocok meberikan bunga kepada pelayan ku" Durdhara mengajak Shipra pergi dengan rasa kecewanya "Ayo pergi". Shipra dan Durdhara pergi, Durdhara berjalan menatap ke Chandragupta dengan sangat marah. Chandragupta menuiup kuntum bunga dan tersenyum setelah menggoda Durdhara.Chandragupta terkejut saat mendengar suara seruling dan bertanya-tanya "Suara seruling di jam segini?". Chandragupta bergegas pergi.
Dhanand memainkan seruling, di hadapan semua anak buahnya. Chandragupta datang dan mengamatinya dari kejauhan dan bersembunyi. Dhanand tertawa, Chandragupta melihat sekelompok permapok yang telah dihadirkan di pengadilannya dan bertanya-tamya "Sepertinya itu perampok, yang merampok para pedagang Magadha.., mereka tidak akan terhindar dari hukuman". Amatya Rakhsas mengatakan pada Dhananad " Raja mereka adalah perampok yang telah menentang keagungan mu, ego mu dan juga sigfat mu.., mereka semua ada disini, pelakunya ada didepan mara mu.., mereka hanya pantas mendapatkan satu hukuman yaitu hukuman mati". Dhananad mengatakan pada Amatya Rakhsas "Aku tau itu, Amatya".., diantra semua alat musik hanyalah seruling uang menjadi favorit ku karena bisa berfungksi dua tujuan sekaligus, pertama meningkatkan kapasitas pernafasan.., kedua, itu bisa mengubah kekuatan batin ku menjadi musik yang berirama". Amatya Rakhasas bertanya pada Dhananad "Tapi, apa hubungannya antara perampok dan seruling itu?". Dhananad menjawab "tentu saja ada hubungannya, Amatya".., sama seperti seruling ini, bahkan orangp-orang ini melayani tujuan ganda ku, mereka tidak datang untuk merampok keakayaan kita, tapi mereka datang untuk meningkatkan kekayaan ku". Beberapa prajuirt datang menaruh bebrapa peti uang dan perhiasan didepan Dhananad". Dhanand tersenyum dan berkata "Inilah kekayaan yang telah dirampok dari para pedagang". Badhrasal bertanya pada Dhananad "Aku meminta maaf untuk bertanya pada mu, kaisar.., aku sama sekali tidak bisa memahaminya". Dhanand mentertawakannya, ia berkata "Jika sekarang kau bisa memahaminya, lalu bagaimana aku bisa merasa senang tentang hal itu?".., perampok". Semua perampok membuka penutup wajah mereka.
Amatya Rakhsas yang terkejut berkata pada Dhananad "Tapi ini tentara kita, kaisar". Dhananad tersenyum dan menganggukan kepalanya berkata pada Amatya "Itu tidak diragukan lagi, Amatya.., seperti yang telah aku katakan bahwa kita bisa mengatur dana untuk menyerang 15 kerajaan tetangga, jadi begini.., perang membutuhkan pasukan yang besar, dengan pasukan yang besar maka akan banyak pengeluaran besar, Di Magadha, para penguasa memiliki banyak uang, jika aku meminta mereka untuk menaikkan/ meningkatkan pajak maka mereka akan keluar dari Magadha karena hal itu reputasi dan keuangan kita akan terluka, itulah sebabnya aku memerintahkan (mengistruksikan) pada tentara untuk menyamar menjadi perampok dan menyerang para pedagang/ pengusaha".., karena ini tidak hanya mengenai satu atau dua tapi tiga target dengan satugerakan.., kekayaan, parstise (sosial merupakan suatu status sosial, kehormatan dan kedudukan yang dimiliki oleh seseorang di dalam kehidupannya, yang mana orang tersebut akan memiliki unsur-unsur tersebut dalam kategori yang lebih banyak lebih tinggi dari orang lain yang ada di lingkungan sekitarnya.), dan kenaikan pajak". Dhanand menjawab "Kau benar"..., ingat saja apa ketakutan mu tentang aset pembendaharaan kerajaan, pembendaharaan Magadha dan Dhanand tidak dapat dikurangi dengan cara apapun".Amatya Rakhsas berkata "Luar biasa!". Cahdnragupta yang terus mengawasi berfikir "Bahkan harta ini juga akan di bawa ke tempat rahasia, kali ini, aku pasti akan mencari tahu di mana tempat itu".
Nasehat Chanakya (Niti Chanakya) : Tanpa memecahkan kulit luar kulit kelapa yang keras, air manisnya tidak dapat di konsumsi, tapi jika kita membuang bagian kelapa yang keras ke tanah maka kelapanya akan pecah tapi airnya yang manis akan terbuang dengan percuma, itulah sebabnya jika kita ingin menikmati manisnya air kelapa maka kita harus membidik pada satu titik dan terus menerus memukulnya, barus setelah itu kita bisa menikmati manisnya air kelapa, sama seperti itu maka hidup kita untuk sampai pada kesuksesan hanya kerja kewrsa saja tidaklah cukup.., jika kita perlu berhasil maka kita harus menetapkan target dan teruslah bekerja ke arah itu, hanya dengan begitu akan merasakan kesuksesan. Ajaran ini milik ku, tapi takdir milik mu"
Comments
Post a Comment